LOGIN"Uang 2 miliar akan menjadi milik kamu, dengan syarat kamu gugurkan anak dalam kandunganmu itu. Bagaimana?" Veren benar-benar syok, setelah mendengar ucapan yang terlontar dari pria yang sangat dia cintai. Pria yang telah menghamilinya, dengan mudahnya meminta agar Veren mau menggugurkan anak hasil madu kasih mereka berdua. Veren benar-benar merasa bimbang, akankah dia menggugurkan anak dalam kandungannya itu demi uang 2 miliar? ataukah Veren tetap akan mempertahankan kehidupan dalam kandungannya itu, meski tanpa sosok pria yang dirinya cintai.
View More“Cari tau wanita yang bernama Bianca ini, apakah dia sudah menikah atau belum. Jika belum, maka atur dia bekerja dibawah pengawasanku langsung. Kamu pasti tau yang kumaksud.”Ucapan itu datang dari Luke, memberikan perintah tegas kepada sang asisten.Semakin dia mengingat wajah Veren barusan, wajah itu semakin merasuk dalam pikirannya memberikan kesan yang luar biasa. Dimana kecantikan yang dimiliki oleh Veren yang kini dengan identitas barunya sebagai Bianca Lopez, telah membuat Luke tersenyum sendiri.Sementara itu, Veren yang kita sebut sebagai Bianca saat ini, tengah menjelaskan arahan dari seniornya mengenai pekerjaan yang harus dia lakukan.Dia dan dua karyawan baru yang akan ditempatkan di posisi yang sama, nampak begitu serius mendengarkan arahan dari senior perempuran di depan mereka saat ini.“Terima kasih atas arahannya kak. Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan ini.” ucap Bianca.Dua karyawan barunya turut berkata demikian, lalu kemudian langsung melakukan
“Siapa wanita itu? dia cantik sekali loh.”Beberapa karyawan pria yang melihat sosok Veren melangkah masuk ke dalam gedung perusahaan, tentu dibuat terperangah dengan kecantikan yang dia miliki.Bahkan dua satpam pria yang tengah berjaga, turut dibuat berliur menatap kecantikan Veren. Setelan kemeja dan rok ketat yang sangat pas dengan tubuhnya, membuat Veren semakin nampak menarik dimata semua pria yang melayangkan pandangan ke arahnya.“Cantik sekali wanita ini. Aku benar-benar iri loh.” Ucapan itu datang dari seorang karyawan wanita, yang turut mengakui kecantikan yang dimiliki oleh Veren.Veren segera diarahkan oleh seorang staf, menuju ke ruangan dimana dia bersama beberapa orang yang terpilih untuk bekerja di perusahaan keluaga Perez Giani akan melakukan pertemuan dengan salah satu sosok penting dari perusahaan tersebut.Beberapa menit berlalu, Veren dan sembilan orang lainnya tengah duduk dan menunggu di dalam ruangan.“Aku dengar, yang akan memberikan arahan kepada kita adalah
Dokter Antoni segera mengedipkan mata kepada bibi Mina dan Sandra, sebagai isyarat bagi keduanya untuk membuka perban ditubuh Veren.Lalu disaat itu juga, keduanya langsung maju ke arah Veren untuk membantu Veren melepaskan perban yang melilih tubuhnya.Satu-persatu perban dilepas dengan hati-hati, membuat nafas Veren memacu tak karuan karena merasa gugup akan hasil operasi terhadap dirinya. Veren sangat berharap, agar hasil operasi yang dilakukan oleh dokter Antoni terhadap dirinya benar-benar memberikan hasil yang memuaskan.Karena aksi balas dendamnya terhadap keluarga Perez Giani, akan sangat berpatokan dari hasil operasi.Beberapa menit berlalu, bibi Mina dan bibi Sandra langsung melebarkan mata saat semua perban terlepas dari tubuh Veren. Keduany langsung menatap erat ke arah Veren, lalu kemudian melayangkan pandangan ke arah dokter Antoni.Sedangkan dokter Antoni, dia hanya terperangah sembari melangkah secara perlahan mendekat ke arah Veren.Mulutnya menganga, lalu kemudian me
Hari-hari terus berlalu setelah janji yang terucap dari bibir pak Antoni untuk membantu Veren balas dendam.Pak Antoni yang merupakan dokter ahli bedah, berencana untuk melakukan operasi besar-besaran terhadap Veren.Dia bahkan meminta kepada salah satu pembantu rumah, agar tidak mengganggu dirinya selama proses operai yang akan dia lakukan kepada Veren.“Dalam beberapa jam ke depan, aku tidak mau diganggu meskipun ada relasi yang menghubungi atau datang untuk bertemu langsung. Katakan saja pada mereka, jika aku sedang berada diluar dengan melakukan kegiatan memancing.” Ucap dokter Antoni dengan tatapan yang serius.Pembantu rumah itu mengangguk, mengiyakan permintaan dari dokter Antoni. “Baik dok, aku akan menutup gerbang depan agar tidak ada satu pun tetangga yang datang.”Dia melangkah dengan tergesa-gesa, mengingat proses operasi terhadap Veren akan segera dilakukan.Di dalam ruangan khusus di rumah itu, Veren terbaring dengan tubuh yang ditutup kain berwarna hijau. Hanya bagian w






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.