Home / Romansa / SUAMIKU KEKASIH IBUKU / 124. Kado tahun baru

Share

124. Kado tahun baru

Author: HaniHadi_LTF
last update Last Updated: 2026-01-01 19:35:51

Kanaya merayap lebih dekat, lengan menguat, dada menempel. "Kita tak perlu membuktikan apa pun. Rasakan saja."

Ponsel bergetar meja kecil. Cahaya layar menyala, memantul dinding. Kanaya berhenti sesaat, melirik.

"Biarkan," katanya cepat, lalu kembali mendekat. Bibirnya menyentuh rahang Jati, turun perlahan.

Jati menelan ludah. Tangan terangkat, menggantung antara menahan atau membalas.

Getar ponsel berhenti. Sunyi kembali menyelimuti.

Kanaya berbisik, "Aku di sini. Aku pasti membuatmu puas."

Sementara Gandes yang masih berusaha menelpon nomer yang dipakai Jati menelpon semalam, mendengus.

"Jati, tolong angkat!"

"Sudahlah, Bu. Sepertinya Pak Jati tidak mendengar."

"Bagaimana kita tahu mereka ada di resort yang mana?" Gandes sedikit bingung, ada yang terasa aneh menekan dadanya.

"Yang penting kita cari landasan untuk mendarat duluh," ucap Kapten Hedi pilot helikopter itu.

Gandes, mengangguk.

“Dan, lapor, kita sudah masuk radius,” ujar Kapten Hedi sambil menurunkan kecepatan.

“Visual
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dwiindah Wahyuni
lanjut kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   128. Tolong Istri saya!

    "King mundur seoangkah. Pengakuan Kanaya membuatnya kaget. Seharusnya ia gembira, tapi tidak, apa yang baru saja terjadi membuat ia naik pitam. " Kamu hamil? Apa Bakungan itu yang menghamili kamu?""Ini anak kamu."Plak! Tamparan mengenai Kanaya. "Dasar wanita marahan! Bukankah aku selalu memakai pengaman saat bersamamu?" Kaki King sudah melayang. "Kamu tidur bersama orang lain dan kamu mau menjebak ku. Jangan mimpi kamu Kanaya! " Kembali tangannya menjambak rambut Kanaya lalu mendorongnya kasar. Kanaya tersungkur. Belum puas juga tamparan dilayangkan lelaki oti. "'Ampun… tolong…!”Suara itu menembus pintu resort seperti pisau. Gandes yang sudah mengangkat tangan hendak mengetuk pintu mendadak terpaku. Nafasnya tercekat. Itu suara Mama. Bukan rintih biasa. Ada rasa panik, sakit, dan ketakutan bercampur satu.“Mas…” Gandes berbalik cepat. Wajahnya pucat.Belum sempat Jati bertanya, jeritan kedua menyusul. Lebih keras. Lebih putus asa.“Tolooong…!”"Mas, itu Mama, tolongin dia.""I

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   127. Aku manusia

    “Bu Kanaya didatangi seorang lelaki, Pak. Jadi saya tinggal.” Hedi menunduk, enggan menatap Jati seolah dia tahu reaksi selanjutnya. Jati dan Gandes salin menatap.“Apa?” Mata Jati sampai membulatSuaranya rendah, tertahan.Hedi berdiri sedikit menjauh, nada bicaranya ragu, seperti orang yang sadar sedang membuka pintu masalah. “Saya lihat tadi, Pak. Sepertinya ada hubungan yang tak biasa diantara mereka.”“Siapa orangnya?” Jati menatap tajam."Apa itu yang kata Mama rekan bisnis?""Bisnis apa Mama kamu? Kamu tertipu, Gandes.'" Dia bilang ke sini karena ngurus bisnis baru." Gandes menunduk. Hedi mengusap tengkuk. “Saya juga awalnya nggak yakin. Tapi… ciri orang itu mencolok.”“Mencolok bagaimana?"“Tubuhnya agak tambun. Perutnya maju. Jalan santai tapi matanya awas. Sipit… mirip orang Cina. Pakai kemeja mahal, jam tangannya besar. Kayak bukan orang biasa."Jati menarik napas pelan. Dada terasa ditekan dari dalam. Potongan-potongan lama langsung menyatu, seperti puzzle yang akhirny

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   126. Resort kosong

    Jati menepisnya. Tubuhnya gemetar hebat. Ia menunduk, memaksa diri diam, memaksa pikirannya bertahan satu detik lagi.Gandes menatapnya, ngeri. “Mas…”“Kita hanya… harus keluar dari sini.”Jati menghembuskan nafas panjang, seperti orang yang hampir tenggelam lalu diseret kembali ke permukaan. Kakinya melemah, tapi ia masih berdiri dan terus memegang tangan Gandes. “Pak, biar saya yang jadi penghalang Bu Kanaya.” Kapten Hedi menghadang Kanaya.Kanaya langsung melangkah maju. “Kamu pikir bisa mengatur urusan keluarga kami?” Hedi menoleh sekilas, sorot matanya dingin. “Maaf, Bu. Perintah saya jelas.”Kanaya mendengus, menatap tajam pria di depannya. " Minggir kamu!" Kanaya menyenggol pria yang lebih pendek dari dirinya itu. Hedi mundur selangkah. Namun, tenaganya yang ternyata lebih kuat dari Kanaya tetap bisa mengalahkannya. "Saya juga bisa mengunakan kekerasan jika Anda menghalangi atasan saya."Jati mengangkat kepala. Pandangannya sedikit kabur, tapi ia masih bisa melihat jelas w

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   125. Resort kosong

    Jati merasakan dorongan terakhir, berusaha bangkit penuh, saat daun pintu terbuka dan cahaya luar menyelinap masuk, membelah ruangan."Mas..."“Apa yang terjadi?” suara Gandes pecah begitu daun pintu terbuka.Pandangannya membeku. Ibunya berdiri tanpa busana, tubuh condong mendekat, bibir hampir menyentuh wajah Jati. Jati setengah telanjang, wajah pucat, kedua tangannya mendorong bahu perempuan itu dengan sisa tenaga. Nafasnya tersengal, mata berair.“Gandes…” Jati berbisik, seperti orang terbangun dari mimpi buruk.Ibunya menoleh. Mata mereka bertemu. Sekejap itu cukup untuk meruntuhkan sesuatu yang Gandes jaga seumur hidup.Kanaya segera mengambil kimono di lantai lalu memakainya. “Ma…” suara Gandes turun, hampir tak keluar. “Apa yang Mama lakukan?”Ibunya tersentak, lalu mundur setapak. Tangan terangkat menutup dada, bukan malu, melainkan kaget karena rahasia terbuka. “Kamu salah paham,” katanya cepat. “Mama hanya...”“Hentikan!” Gandes menjerit. Tangannya gemetar. “Aku lihat sem

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   124. Kado tahun baru

    Kanaya merayap lebih dekat, lengan menguat, dada menempel. "Kita tak perlu membuktikan apa pun. Rasakan saja."Ponsel bergetar meja kecil. Cahaya layar menyala, memantul dinding. Kanaya berhenti sesaat, melirik."Biarkan," katanya cepat, lalu kembali mendekat. Bibirnya menyentuh rahang Jati, turun perlahan.Jati menelan ludah. Tangan terangkat, menggantung antara menahan atau membalas.Getar ponsel berhenti. Sunyi kembali menyelimuti.Kanaya berbisik, "Aku di sini. Aku pasti membuatmu puas."Sementara Gandes yang masih berusaha menelpon nomer yang dipakai Jati menelpon semalam, mendengus."Jati, tolong angkat!""Sudahlah, Bu. Sepertinya Pak Jati tidak mendengar." "Bagaimana kita tahu mereka ada di resort yang mana?" Gandes sedikit bingung, ada yang terasa aneh menekan dadanya. "Yang penting kita cari landasan untuk mendarat duluh," ucap Kapten Hedi pilot helikopter itu. Gandes, mengangguk. “Dan, lapor, kita sudah masuk radius,” ujar Kapten Hedi sambil menurunkan kecepatan.“Visual

  • SUAMIKU KEKASIH IBUKU   123, Perayaan tahun baru

    Siang itu Kanaya berfikir keras, bagaimana caranya ia bisa mengajak Jati berhubungan.Dengan memakai lingerie merah maroon, ia mondar mandir menimbang."Jika aku memakai cara obat, apa itu tidak berbahaya bagi Jati? Bagaimanapun juga, aku mengkhawatirkannya. Mau bagaimana lagi jika sampai hari ini aku tak berhasil mengajaknya tidur, aku takut, kapan-kapan bahkan tak ada kesempatan." Kanaya terus berfikir."Mas, sudah siang, apa kamu ngak ingin tidur siang? Aku lihat kamu tadi mencoba jalan ke taman komplek resort ini, " ucap Kanaya dengan mendekati Jati yang masih menata nafasnya setelah jalan beberapa meter dari resort yang mereka tempati.Air yang diberikan Kanaya sampai diminumnya tandas."Ramai ya di taman, orang pada ngrayain tahun baru?"Jati mengangnguk. "Kita bisa ngrayain berdua," ucap Kanaya berbisik."Ya Allah, ada apa dengan tubuhku ini, baru juga melangkah sedekat itu aku sudah lemas begini?" batin Jati. "Aku harus mencari cara bagaimana aku bisa segera kembali, lalu per

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status