Share

Bab 9

Author: Lalala
Di sisi lain, Bima tengah menunggu di luar ruang perawatan rumah sakit.

Jas mewahnya tersampir di lengan kiri, sementara matanya yang tajam menatap ke arah orang kepercayaannya, Dipta.

"Rhea sudah diamankan? Aku cuma memintamu untuk membuatnya mendapat luka kecil yang nggak berbahaya agar Kakek nggak curiga. Begitu pernikahan di sini selesai, aku akan segera menjemputnya."

Dipta mendongak dan meliriknya sekilas. Di dalam tatapan itu terselip sedikit rasa sinis dan iba yang sulit dijelaskan, teta
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 23

    Dalam upacara kelulusan kali ini, aku naik ke atas panggung untuk memberikan pidato sebagai lulusan terbaik.Bintang yang dulunya redup ini akhirnya berhasil menanggalkan abunya, kini bersinar terang di panggung miliknya sendiri.Di bawah panggung, Arka tampak sedang menggendong Reno yang kini sudah berusia dua tahun. Di sampingnya, berdiri Rafael yang terlihat makin dewasa dan tampan.Begitu pidato berakhir, Rafael naik ke panggung dan memberikan sebuket bunga matahari yang cerah kepadaku.Akan tetapi, jauh di sudut ruangan yang tersembunyi, ada seorang pria lain yang sedang menatapku dengan penuh kerinduan, seolah ingin merekam setiap lekuk wajahku dalam ingatannya.Selama tiga tahun ini, Bima telah datang ke Negara Atharwa sebanyak 160 kali. Dia tidak pernah melewatkan satu pun pertunjukanku.Bahkan pada hari aku melahirkan, dia pergi ke kuil dan berlutut menaiki seribu anak tangga hanya untuk memohon untaian gelang tasbih baru demi keselamatanku.Akan tetapi, aku tidak pernah menem

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 22

    Mimpi indah itu buyar seketika oleh suara perawat.Bima membuka matanya dengan linglung, yang pertama kali dia lihat adalah wajah asistennya yang tampak lesu.Melihat Bima sudah sadar, asistennya segera melapor, "Pak Bima, identitas Anda bermasalah. Pihak kedutaan sedang melakukan penyelidikan. Sebaiknya, kita segera pulang ke tanah air."Bima mencabut jarum infus di tangannya, lalu duduk tegak. "Siapkan mobil. Kita ke rumah Keluarga Abian."Sementara itu, aku sedang menikmati ceri yang dicuci sendiri oleh Rafael, sambil berjemur di bawah sinar matahari di atas kursi malas."Rafael, soal ucapanku tempo hari, aku hanya menjadikanmu tameng karena keadaan sedang mendesak. Jangan salah paham, ya."Arka menatap Rafael yang sangat perhatian itu dengan raut wajah penuh kejengkelan.Rafael mengeluarkan sehelai selimut tipis, meletakkannya tepat di samping tanganku, memastikan aku bisa meraihnya dengan mudah jika membutuhkannya."Iya, aku nggak salah paham," jawab Rafael santai.Arka menatap wa

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 21

    Keesokan harinya, saat aku hendak keluar rumah, aku baru menyadari Bima ternyata belum pergi.Dia bersandar di pintu mobilnya dengan penampilan yang tampak kacau dan lesu. Begitu melihatku, matanya yang semula redup seketika kembali bercahaya."Rhea, kamu mau pergi ke mana? Biar aku antar."Aku tidak menghiraukannya dan langsung masuk ke mobilku sendiri.Bima pun mengemudikan mobilnya, mengikutiku dari belakang dengan raut wajah yang tampak layu.Dia tidak percaya, bagaimana mungkin hanya dalam waktu dua bulan, aku bisa jatuh cinta pada orang lain.Terlebih lagi, dalam pikiran Bima, hubungan kami retak hanyalah karena sebuah kesalahpahaman belaka. Dia yakin begitu amarahku sudah reda, aku pasti akan kembali ke pelukannya.Ketika dia tersadar dari lamunannya, dia baru menyadari bahwa tempat yang kudatangi adalah rumah sakit.Apa aku sakit? Untuk apa aku ke rumah sakit?Di satu sisi dia menyesali dirinya yang tidak menyelidiki kondisiku dengan teliti, tetapi di sisi lain dia sangat mence

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 20

    Aku sedang mengurus prosedur cuti kuliah, jadi beberapa hari terakhir ini aku sering bolak-balik antara rumah dan kampus.Tepat di belokan jalan menuju kampus, aku tidak sengaja menabrak seseorang.Aku segera memantapkan posisi berdiriku dan menunduk untuk meminta maaf. "Maaf."Akan tetapi, orang itu justru memelukku erat-erat. Suaranya terdengar tersedat karena tangis. "Rhea, akhirnya aku menemukanmu."Suara itu membuat seluruh tubuhku bergetar hebat. Aku sekuat tenaga mendorongnya menjauh. "Bima? Bagaimana bisa kamu ada di sini?"Ekspresi Bima tampak sangat terluka. "Rhea, ada banyak kesalahpahaman di antara kita. Apa bisa kamu dengar penjelasanku?"Mahasiswa yang lalu lalang menatap kami dengan rasa ingin tahu. Aku terpaksa membawanya ke kafe di sebelah kampus.Di sana, Bima menjelaskan segalanya dengan air mata yang terus mengalir.Setelah selesai bicara, dia mencoba meraih tanganku dengan nada bicara yang sangat mendesak. "Rhea, hubunganku dengan Sherly cuma sebatas kontrak. Akta

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 19

    Arka mengangguk dengan perasaan agak malu, lalu segera mengalihkan pembicaraan."Rhea, sekarang kamu sudah kembali, aku ingin kamu mulai melihat-lihat aset dan bisnis keluarga kita. Kalau kamu tertarik, kamu bisa ikut mengelolanya sendiri."Aku tidak membongkar niat kecilnya itu.Baginya, kembali memegang kuas lukis adalah sebuah kemajuan besar. Itu berarti tidak lama lagi dia akan benar-benar bangkit dan melangkah maju.Lagi pula, aku tidak ingin dia terus-menerus terkurung dalam rasa bersalahnya.Sepiring steak yang sudah dipotong rapi disodorkan ke hadapanku. Rafael mengedipkan matanya padaku. Melihat interaksi kami, Arka menggertakkan gigi karena kesal."Rafael, adikku nggak akan menikah. Kami cuma menerima menantu yang mau tinggal di sini dan kamu nggak memenuhi syarat.""Perjodohan masa lalu itu 'kan cuma lelucon orang tua, nggak perlu dianggap serius," balas Rafael sambil menyendokkan semangkuk sup hidangan laut untukku.Akan tetapi, entah mengapa, tiba-tiba perutku terasa berge

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 18

    Aswin membanting tongkatnya ke arah kaki Bima. "Kurang ajar! Kamu sudah berani membangkang?!"Bima menatapnya dengan pandangan dingin. "Kakek, Kakeklah yang memaksaku melakukan ini. Aku cuma menyesal kenapa nggak mengambil keputusan ini lebih awal, malah setuju dengan syarat konyolmu itu."Dia menatap kakeknya yang tampak jauh lebih tua, lalu menghela napas panjang."Kakek sebenarnya sudah tahu Rhea akan meninggalkanku, 'kan? Makanya Kakek mengajukan syarat itu. Cuma aku saja yang bodoh, percaya bahwa setelah semua drama ini berakhir, aku bisa hidup bahagia lagi dengan Rhea."Dia terdiam sejenak, seolah memantapkan tekadnya."Kakek, kalau sampai terjadi sesuatu pada Rhea, maka hubungan kakek dan cucu di antara kita pun berakhir sampai di sini."Setelah berkata demikian, dia memerintahkan orang-orangnya untuk membawa Aswin pergi.Lalu, dia segera menghubungi sebuah nomor. "Siapkan identitas baru untukku. Aku harus pergi ke Negara Atharwa.""Harus menunggu tiga bulan lagi."Bima mengerny

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 8

    Panggilan pertama, hanya ada nada sibuk yang monoton.Panggilan kedua, ketiga ... hingga yang kesembilan, tetap tidak ada jawaban dari seberang sana.Yuda berdiri di samping sambil bersedekap, sudut bibirnya menyunggingkan senyum kemenangan.Hatiku perlahan tenggelam ke dasar jurang.Pada percobaan

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 7

    "Bukan aku." Aku mengeluarkan ponselku untuk membuktikan diri. "Aku sama sekali nggak pernah menghubunginya."Bima tiba-tiba tersenyum, lalu mengulurkan tangan dan mendekapku erat dalam pelukannya. "Rhea, apa yang kamu takutkan? Mana mungkin aku nggak memercayaimu cuma karena orang asing."Aku menat

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 6

    Aku mendongak dengan tatapan tenang. "Aku pinjam dari pihak kampus. Karena aku nggak pernah kuliah, aku cuma ingin tahu rasanya seperti apa."Aku menggoyang-goyangkan tiket pesawat dan dokumen di tanganku dengan nada datar. "Kalau ini, aku menemukannya di jalan. Baru mau aku antar ke pos satpam."Me

  • Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti   Bab 5

    Di antara sadar dan tidak, aku mendengar suara percakapan dari balik pintu."Pak Bima, pihak pacuan kuda sudah memeriksanya. Ternyata ada seseorang yang menukar tali kekangnya dengan yang sudah usang. Hari itu, cuma Nona Sherly yang sempat menyentuh kuda yang biasa ditunggangi Nona Rhea."Setelah he

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status