Baru saja dia hendak melangkah maju untuk memeriksanya, ponselnya berdering.Nama Sherly muncul di layar dan suara lembut nan manja terdengar dari speaker. "Sayang, kepalaku pusing."Bima sekali lagi melirik gelang di atas nampan itu. Ujung jarinya tampak gemetar dan mengepal di sisi tubuhnya, tetapi pada akhirnya, dia tetap berbalik dan pergi mengikuti perawat.Malam pun tiba dan hujan mulai turun.Luka lama itu mulai berdenyut nyeri. Aku meringkuk di balik selimut, tubuhku tidak bisa berhenti gemetar.Dulu, setiap kali malam hujan tiba, Bima akan selalu memelukku erat, menggunakan kehangatan tubuhnya untuk mengusir segala rasa dingin yang menyiksaku.Dengan penuh kasih sayang, dia pernah berjanji padaku, "Rhea, semua luka ini kamu dapatkan demi melindungiku. Mulai sekarang, setiap kali hujan turun, aku akan selalu ada di sampingmu."Kini, dia mengingkari janjinya.Ponselku bergetar, sebuah pesan kembali masuk dari Sherly.[Rhea, ternyata di rumahnya ada seorang perempuan tua. Dia bil
Baca selengkapnya