Teilen

Saat Terbangun dari Mimpi
Saat Terbangun dari Mimpi
Summer

Bab 1

Summer
Melihat tanda tangan Rafael di catatan pembelian rumah itu, kepalaku langsung berdengung hebat.

Aku segera bergegas ke ruang kerjanya untuk meminta penjelasan.

Ketika hendak mendorong pintu, aku mendengar percakapan dari dalam.

“Tuan Muda, pihak bank melaporkan bahwa Nona Freya ingin menarik uang, tetapi sudah dihentikan oleh staf.”

Itu adalah bawahan kepercayaannya. Tanganku yang memegang gagang pintu langsung membeku.

“Bagus.”

Rafael menghela napas. “Selena kehilangan orang tuanya sejak kecil, jadi hatinya sensitif. Semoga properti-properti itu bisa memberinya rasa aman. Anggap saja itu bentuk perhatian dari Freya sebagai kakak iparnya.”

Bawahannya ragu sejenak lalu berkata, “Tetapi perusahaan Nona Freya belakangan sering bermasalah. Bagaimana kalau dia benar-benar sedang butuh uang mendesak ….”

“Itu semua memang sengaja kuatur.”

Rafael memotongnya dengan nada datar, “Selena belum siap secara mental. Aku akan menunda pernikahan kami. Tunggu sampai dia bisa menerimanya.”

Seketika darahku terasa membeku.

Jadi semua kesulitanku … adalah rekayasa Rafael?

Dan tujuannya hanya untuk menunda pernikahan demi menjaga perasaan wanita lain?

Aku menekan dadaku. Rasa sakitnya hampir membuatku tak bisa bernapas.

Saat hendak menerobos masuk menuntut penjelasan, muncul pesan dari rumah sakit.

[Nona Alveron, kondisi adik Anda kritis. Dia harus segera dioperasi! Jika tidak segera membayar biayanya ….]

Kemudian disusul foto surat pemberitahuan kondisi kritis.

Kepalaku seperti meledak.

Harga diri, amarah … semuanya tidak lagi penting.

Aku menerobos masuk ke ruang kerja dengan air mata yang terus mengalir.

“Rafael, tolong pinjamkanku uang 60 miliar. Aku benar-benar butuh uang sekarang ….”

Rafael menatapku terkejut. “Ada apa? Jangan panik, aku segera ….”

Ia sudah mengeluarkan buku cek.

“Kakak, tidak boleh ….”

Sebuah suara manja memotongnya. Selena masuk sambil menatapku dengan nada menyalahkan.

“Kakak Ipar, bagaimana bisa kamu meminjam uang dari Kakak? Ketua sangat membenci orang yang melanggar aturan!”

Ia menggenggam tangan Rafael.

“Kakak, jangan celakai Kakak Ipar. Kalau Ketua tahu bahwa dia curang, pernikahan kalian justru semakin tidak disetujui.”

Rafael pun menghela napas tak berdaya dan menarik kembali buku ceknya.

“Selena benar. Aturan Keluarga Draven sangat ketat. Ini juga demi kebaikanmu. Freya, bertahanlah sedikit lagi. Kamu pasti bisa.”

Keringat dingin membasahi dahiku. Aku menggenggam tangannya dan hendak menjelaskan kondisi adikku.

Namun para pengawal yang dipanggil Selena menyeretku keluar.

“Kakak Ipar, jangan membuat Kakak dalam posisi sulit.”

Pintu besar tertutup di depanku. Aku mengeluarkan ponsel untuk memesan kendaraan ke rumah sakit, tetapi justru melihat unggahan Twitter Selena beberapa menit lalu.

Foto-foto hadiah mewah terpajang.

Keterangannya:

[Walau kehilangan ayah sejak kecil, Tuhan memberiku seorang kakak terbaik. Keluarga kakak memanjakanku seperti putri kecil. Aku sangat bahagia ....]

Tanganku gemetar hebat.

Inikah “adik yang kekurangan rasa aman” yang dimaksud Rafael?

Apa dia benar-benar kekurangan uang untuk membeli rumah? Hadiah-hadiah di foto itu jelas bernilai fantastis.

Sementara adikku … kehilangan kesempatan hidup karena itu.

Saat aku terhuyung-huyung di rumah sakit, yang kulihat hanya tubuh adikku yang sudah dingin.

Dokter menggeleng pelan. “Anda terlambat. Andai saja Anda membayarnya setengah jam lebih cepat .…”

Aku terduduk lemas di lantai. Dengan tangan gemetar, kuusap wajah kecilnya yang pucat. Air mataku jatuh dalam diam.

Keluarga terakhir dalam hidupku … sudah tiada.

Setelah lama terdiam, aku akhirnya menekan satu nomor dalam daftar kontak, nomor yang tak pernah sekalipun kutelepon.

Nomor pria yang tak sengaja kuselamatkan saat perjalanan dinas lima tahun lalu.

“Dulu kamu bilang akan mengabulkan satu permintaanku tanpa syarat. Apa itu masih berlaku?”
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Saat Terbangun dari Mimpi   Bab 11

    Pernikahan kami digelar di sebuah pulau.Matahari bersinar terang, pasir putih membentang, laut biru menyatu dengan langit.Aku mengenakan gaun pengantin putih bersih, menggandeng lengan Aldo dan berjalan menuju pendeta.Aku memandang pria di sampingku. Ia tampan, lembut, memberiku kehidupan baru, dan sebuah rumah.Namun Rafael muncul di pernikahanku … dengan cara yang tak terduga.Saat prosesi pertukaran cincin, layar besar di gereja tiba-tiba menayangkan sebuah video.Di dalam video itu, tampak Selena yang sudah lama tidak terlihat.Ia dikurung di ruangan gelap, tubuhnya kurus kering, ekspresinya gila dan kacau.“Tidak mungkin! Bagaimana mungkin Freya belum mati? Dia bahkan mau menikah?”“Tidak, tidak mungkin! Aku tidak percaya!”“Kakak, dia akan menikah dengan orang lain! Tapi kamu masih mau membunuhku demi dirinya? Kenapa kamu sekejam ini?”Di akhir video, terlihat Rafael menusukkan pisau ke jantungnya.Darah menyembur memenuhi layar.Seluruh ruangan gempar.Aku terpaku kaget. Sele

  • Saat Terbangun dari Mimpi   Bab 10

    Rafael tidak menyerah.Setelah nomornya diblokir, ia terus berganti nomor untuk mengirim pesan dan meneleponku.Isinya tak lebih dari permintaan maaf, penyesalan, dan berbagai sumpah setia.Aku sama sekali tidak menggubrisnya.Ia mulai mengejarku dengan cara paling kikuk.Setiap pagi, sebuah mobil mewah selalu muncul di bawah gedung kantorku. Bagasinya dipenuhi mawar paling segar.Ia berdiri di samping mobil dan memeluk buket bunga, menungguku muncul.Para karyawan di perusahaan mulai menjadikanku bahan gosip.“Tuan Muda Rafael datang lagi. 999 tangkai mawar, romantis sekali.”“Aduh, dikejar dua pria kaya dan tampan. Kalau aku jadi Nona Elara, pasti bingung memilih yang mana.”Aku mendengar semua itu tanpa ekspresi dan langsung masuk ke kantor.Bunga yang ia kirim tidak pernah kuterima satu pun, kusuruh petugas kebersihan membuangnya.Melihat bunga tak berhasil, ia mulai mengirim berbagai hadiah: perhiasan, tas mewah, mobil, properti.Semua itu akhirnya muncul di daftar donasi lembaga

  • Saat Terbangun dari Mimpi   Bab 9

    Rafael menatapku dengan tatapan kosong, matanya dipenuhi rasa sakit yang dalam.Aku berbalik, menggandeng lengan Aldo dan bersiap pergi.“Freya!”Tiba-tiba ia berteriak dari belakangku.Langkahku terhenti sejenak, tetapi aku tidak menoleh.Ia segera menyusul dan menghadang di depanku. “Ini kamu, kan? Kamu Freya, kan!”Emosinya begitu tak terkendali. Ia mencengkeram bahuku sangat kuat. “Kamu belum mati … benar-benar belum mati .…”Aldo maju dan melepaskan tangannya dengan tegas.“Tuan Rafael, setahu saya Nona Freya sudah meninggal. Dan Anda sendiri yang menguburkannya!”Ia memelukku dalam lindungannya dan berkata dingin, “Ini tunangan saya, Elara. Tolong jangan mengganggunya lagi. Kalau tidak, jangan salahkan saya ....”Rafael terdiam. Benar, seluruh dunia tahu bahwa Freya sudah mati. Dengan hak apa ia mengakuiku?Aku merapikan pakaianku yang kusut karena cengkeramannya, lalu menatapnya dengan wajah datar.“Tuan Muda Rafael, saya rasa Anda benar-benar salah orang.”“Jika hanya karena mi

  • Saat Terbangun dari Mimpi   Bab 8

    Setelah berhasil mendapatkan lahan di selatan kota, nama Golden Property langsung melejit.Aku pun menjadi bintang baru di dunia bisnis.Aldo mengadakan pesta perayaan untukku.Ia terus berada di sisiku, menepis semua pendekatan yang berniat buruk.“Lelah?” tanyanya pelan.Aku menggeleng. “Tidak juga.”Dibanding dengan lelah fisik, perasaan bisa mengendalikan segalanya justru memberiku kepuasan.“Rafael datang,” ujar Aldo tiba-tiba.Aku mengikuti arah pandangnya. Rafael berdiri di sudut ruangan dan menatapku tanpa berkedip.Tubuhnya kurus hingga nyaris tak berbentuk. Jasnya menggantung longgar.Sangat berbeda dengan sosok tuan muda Keluarga Draven yang dulu selalu angkuh.Aku menarik kembali pandanganku. “Tidak usah mempedulikannya.”Namun dia berjalan lurus ke arahku.Para tamu otomatis memberi jalan.Ia berhenti di depanku, suaranya serak. “Freya … ini kamu, ya?”Aku tersenyum tipis dan mengulurkan tangan. “Tuan Muda Rafael, Anda salah orang. Nama saya Elara, penanggung jawab Golden

  • Saat Terbangun dari Mimpi   Bab 7

    Pada bulan ketiga setelah “kematianku”, sebuah perusahaan baru bernama “Golden Property” tiba-tiba muncul dan langsung menarik perhatian.Direktur resminya adalah aku, Elara.Aldo memberiku sejumlah besar dana dan jaringan relasi. Dan berkata, “Panggungnya sudah siap. Sekarang giliranmu.”Aku tidak mengecewakannya.Bermodalkan pengalaman masa lalu, aku segera berdiri kokoh di dunia properti. Dalam waktu singkat, aku memenangkan beberapa proyek besar. Nama Golden Property semakin dikenal.Sebaliknya, bisnis Keluarga Draven terus merosot.Suatu hari, Aldo membawa dokumen penawaran.“Tanah di selatan kota itu … Keluarga Draven juga mengincarnya.”Ia menatapku. “Tertarik?”Aku teringat bagaimana dulu diriku mencurahkan seluruh tenaga untuk lahan itu, tetapi akhirnya dihancurkan sendiri oleh Rafael.Aku tersenyum dingin. “Tentu saja.”Bukan hanya akan mendapatkannya, aku akan membuat Rafael kalah telak.Hari pelelangan pun tiba. Aku tampil rapi, elegan, tegas, sangat berbeda dari Freya dulu

  • Saat Terbangun dari Mimpi   Bab 6

    Ruang bawah tanah Keluarga Draven.Gelap. Lembap. Dipenuhi bau darah yang menyengat.Selena diikat pada sebuah tiang salib besi, tubuhnya gemetar hebat. Sejak kecil dirinya dimanja dan dilindungi … kapan ia pernah melihat pemandangan seperti ini?“Kakak … kamu sedang apa? Cepat turunkan aku .…”Ia masih mencoba bersikap manja, berharap semuanya bisa berlalu begitu saja.Rafael mendekat perlahan. Tatapannya sedingin es.“Kakak?”Ia tertawa sinis.“Aku tidak sudi punya adik perempuan yang membunuh istriku.”Wajah Selena langsung pucat pasi.“Aku … tidak tahu apa maksudmu ….”Ia masih berusaha mengelak.“Kakak Ipar … bukankah dia mati karena kecelakaan?”Tangan Rafael mencengkeram erat wajahnya.“Kecelakaan?”Ia memberi isyarat. Anak buahnya pun menyeret beberapa pembakar yang sudah babak belur dan melempar mereka ke hadapan Selena.“Mereka semua sudah mengaku! Kamu yang menyuruh mereka membakar Freya hingga mati!”Begitu melihat orang-orang itu, Selena tahu ia tidak bisa menyangkal lagi

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status