Share

Salju Jatuh Mengucap Cinta
Salju Jatuh Mengucap Cinta
Author: Fen

Bab 1

Author: Fen
"Rekan Nancy Sinaga, apakah Anda yakin ingin mengaktifkan kembali nomor lencana kepolisian ayah Anda dan menjadi seorang polisi penyamar?"

Di bawah lambang negara yang megah, dia mengangguk takzim.

"Saya yakin."

Untuk menjadi polisi penyamar, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghapus seluruh jejak kehidupan masa lalunya. Nama Nancy akan sepenuhnya lenyap dari dunia ini.

Oleh karena itu, pihak atasan akan mengatur skenario kematian palsu untuknya. Setelah itu, dia akan hidup kembali dengan identitas baru.

Sepulangnya dari kantor polisi, belum sempat Nancy mencapai pintu kamar, dia sudah mendengar suara manja seorang wanita dari dalam.

Dia menatap pintu yang terbuka lebar itu dengan tatapan mati rasa, seraya menghitung dalam hati. Sudah wanita ke berapa yang dibawa pulang oleh Jeremy Zerti kali ini.

Selama tiga tahun pernikahan mereka, setiap hari pria itu membawa pulang wanita yang memiliki kemiripan dengannya. Jeremy sengaja membiarkan pintu terbuka lebar, tanpa sungkan bermesraan dengan mereka di depan mata Nancy sendiri, hanya demi membalas dendam atas pengkhianatannya masa lalu.

Namun kali ini, saat mendengar suara wanita di dalam, gadis itu tersentak.

Di tengah lamunannya, dua orang di dalam telah selesai. Jeremy keluar dengan hanya melilitkan handuk mandi. Dia menatap Nancy dengan sorot mata dingin.

"Pas sekali kamu sudah pulang. Stok kondom di rumah habis, keluar dan beli beberapa kotak."

Setelah berkata demikian, Jeremy mengambil segepok tebal uang tunai dari laci di sampingnya dan melemparkannya tepat ke wajah Nancy.

"Sisanya untuk upahmu. Bukannya kamu sangat memuja uang?"

Wajahnya terasa panas dan perih terkena hantaman uang itu. Nancy tidak memungut uang yang berserakan di lantai, melainkan menatap pria itu dengan mata memerah.

"Bertahun-tahun ini, kamu sudah meniduri banyak wanita. Kenapa bahkan Seria pun nggak kamu lepaskan?"

Ada pepatah mengatakan, lebih baik membunuh daripada mempermalukan. Jeremy jelas tahu bahwa Seria Jordan adalah sahabat baik Nancy.

Mata sipit Jeremy memancarkan kilat dingin, dia mencibir, "Dulu, apa kamu juga melepaskanku?"

Jantung Nancy tiba-tiba berdenyut nyeri. Kenangan-kenangan lama menyerbu benaknya bagai ombak yang menggulung.

Dia dan Jeremy adalah sepasang kekasih semasa remaja. Yang satu primadona kampus, satunya lagi idola kampus. Mereka adalah pasangan teladan yang tersohor di seantero kampus.

Mereka pernah berjanji untuk menikah begitu menginjak usia legal. Namun, tepat saat cinta mereka sedang membara, Nancy tiba-tiba memutus hubungan dan pergi ke luar negeri bersama seorang anak orang kaya.

Pada hari perpisahan itu, dengan mata memerah, Jeremy mengejarnya begitu lama.

Sosok yang begitu angkuh itu berulang kali memohon agar Nancy tidak pergi. Jeremy berjanji bahwa suatu hari nanti, dia pasti akan menjadi orang sukses.

Dia memohon agar Nancy tidak terburu-buru, memohon agar gadis itu menunggunya, dan memohon agar tidak jatuh cinta pada orang lain.

Namun, sikap Nancy begitu dingin. Dia bahkan tidak sudi berucap sepatah kata pun. Dia bahkan melihat dengan mata kepala sendiri saat Jeremy mengalami kecelakaan saat mengejar mobilnya, tetapi dia tidak sekali pun menoleh.

Kecelakaan itu sangat parah hingga menyebabkan ginjalnya pecah. Jeremy harus menjalani transplantasi ginjal agar bisa bertahan hidup.

Meski terbaring bersimbah darah di meja operasi, pria itu tetap bersikeras merangkak bangun hanya untuk menelepon Nancy.

Namun, semua panggilan yang Jeremy lakukan dengan sisa-sisa tenaganya itu berakhir dengan penolakan.

Semakin dalam cinta, semakin dalam pula benci. Sejak hari itu, Jeremy sangat membenci Nancy.

Pria itu menghabiskan empat tahun untuk berdiri di puncak piramida bisnis dan menjadi orang terkaya.

Hal pertama yang dia lakukan setelah sukses adalah menggunakan kekuasaannya untuk memaksa Nancy menikahinya, lalu memboyong wanita demi wanita lain ke rumah untuk mempermalukan istrinya.

Hanya Nancy yang tahu bahwa perpisahan itu bukan karena dia tidak cinta atau gila harta, melainkan karena keadaan yang mendesak.

Ayahnya adalah seorang polisi penyamar. Saat misinya gagal dan identitasnya terbongkar oleh gembong narkoba, setelah membunuh ayahnya, kelompok kriminal itu mulai memburu keluarganya.

Setelah mendapatkan informasi itu, Nancy dan keluarganya kabur. Demi tidak menyeret Jeremy, dia terpaksa memutuskan hubungan mereka.

Di tengah pelarian, dia tahu Jeremy kecelakaan. Gadis itu mempertaruhkan nyawa untuk mendonorkan ginjalnya di rumah sakit, lalu bergegas pulang bahkan sebelum pria itu siuman.

Tak disangka, setibanya di rumah, dua kakek dan dua neneknya, ibu, serta adik perempuannya telah tewas mengenaskan di tangan para pengedar narkoba.

Hanya dia yang selamat secara ajaib.

Mengingat kondisi keluarganya yang tewas tragis, mata Nancy tanpa sadar memerah karena darah yang naik ke kepala.

Melihat mata yang memerah itu, Jeremy berucap dingin, meski terselip sedikit harapan di matanya, "Kenapa? Apa kamu mau bilang kalau dulu kamu punya alasan kamu sembunyikan?"

Tersadar dari lamunannya, Nancy hanya menggeleng tegas.

"Nggak ada. Dugaanmu benar, aku memang orang yang gila harta dan haus kemewahan."

Dulu, dia tak bisa mengatakannya, apalagi sekarang.

Nancy memikul dendam kesumat keluarganya. Dia dan pria ini ditakdirkan tidak akan pernah memiliki akhir yang bahagia.

Tahun-tahun yang mereka lalui sekarang hanyalah "waktu curian". Kini dia telah bertekad untuk meneruskan lencana polisi ayahnya.

Tugas itu adalah pertaruhan nyawa, dan kemungkinan besar, dia akan segera menyusul keluarganya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 26

    "Nancy ...." "Ikhlaskan dia." "Jangan terlalu sedih."Di depan makam, Nancy menatap batu nisan itu dengan pandangan kosong. Rekan-rekan sejawatnya mencoba menghiburnya. Mereka semua tahu betapa besarnya risiko menjadi polisi anti-narkotika, satu kesalahan kecil bisa berarti kehancuran seluruh keluarga.Dulu, keluarga Nancy dibantai oleh kartel narkoba. Dia datang terlambat dan tidak sempat melihat mereka untuk terakhir kalinya. Sekarang, pria yang paling dia cintai juga mati di tangan kartel yang sama. Tepat di depannya, dipukuli sampai mati demi melindunginya.Dari hasil autopsi, dokter menyatakan bahwa hampir seluruh tulang di tubuh Jeremy patah dan organ dalamnya hancur. Betapa luar biasa rasa sakit yang dia tanggung. Namun pada akhirnya, hanya karena mendengar ucapan cinta dari Nancy, Jeremy pergi dengan senyuman.Hal ini membuat Nancy sangat membenci dirinya sendiri. Dia akhirnya merasakan kepedihan yang sama dengan yang dirasakan Jeremy saat dia memalsukan kematiannya dulu.

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 25

    Tak lama kemudian, suara sirene polisi menggema di luar. Gudang itu seketika menjadi kacau balau."Ada polisi!" "Bagaimana polisi bisa menemukan tempat ini?" "Jelas-jelas nggak ada yang tahu lokasi ini, bagaimana mereka bisa sampai ke sini?"Para penjaga di sana, yang semuanya adalah orang-orang Keluarga Lumadi, panik luar biasa. Namun, karena sudah bertahun-tahun bergelut di dunia hitam, mereka langsung menaruh curiga pada Naomi."Pasti wanita ini yang membocorkannya! Belum lama dia dikurung, polisi sudah datang!" "Jalang sialan, ternyata dia bekerja sama dengan polisi!" "Kalau kami nggak bisa lari, dia juga nggak boleh hidup!"Orang yang sudah terdesak bisa melakukan apa saja, apalagi mereka yang memang terbiasa hidup dalam bahaya. Sekelompok pria dengan beringas membawa tongkat besi, berniat menghabisi Naomi sebelum polisi merangsek masuk.Mereka mengepungnya, menghujani tubuhnya dengan pukulan tongkat tanpa ampun, meluapkan amarah atas kegagalan mereka."Dasar jalang!" "Mati

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 24

    Meski sempat terjadi kekacauan karena Jeremy, pesta pertunangan itu akhirnya selesai. Naomi pun sudah menenangkan emosinya."Ayo pulang, hari ini aku akan membawamu ke rumah utama Keluarga Lumadi untuk bertemu dengan para tetua," ujar Daren dengan semangat. Dia sudah lama ingin membawa Naomi ke sana, tetapi baru sekarang dia punya alasan yang tepat. Mata pria itu berkilat penuh ketamakan."Oke. Karena kita sudah bertunangan, kapan kita akan menikah, Daren? Kamu tahu sendiri, aku nggak punya posisi kuat di Keluarga Stevina," tanya Naomi sambil merangkul lengan Daren dengan nada khawatir."Nggak perlu buru-buru. Kita sudah bertunangan, pernikahan tinggal selangkah lagi. Setelah Kakek bertemu dan menyukaimu, semuanya akan beres. Tenang saja," jawab Daren dengan nada meremehkan.Daren memilih Naomi justru karena statusnya sebagai anak angkat Keluarga Stevina yang sebatang kara. Naomi tidak punya saham besar dan saudara-saudara angkatnya justru sangat membencinya dan ingin dia menyingkir

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 23

    Harapan Jeremy pupus, Naomi menolaknya. Wajah Jeremy seketika pucat pasi. Dia menyambar tangan wanita itu dengan kuat."Nggak boleh. Kamu harus ikut denganku! Daren bukan pria baik-baik! Dia akan mencelakaimu, semua yang kukatakan ini benar, bisnisnya di luar negeri itu sebenarnya ....""Cukup, Jeremy!"Naomi mengibaskan tangan pria itu. Di matanya terdapat kekecewaan, kemarahan, dan kecaman, sama sekali tidak ada cinta. Hal itu menghunjam jantung Jeremy dengan telak."Justru bersamamu yang akan membunuhku! Kamu memaksaku mendonorkan darah untuk Seria, kamu menghinaku dengan uang berkali-kali! Kamulah bajingan yang sebenarnya! Aku sudah susah payah pergi dari kamu, kenapa kamu masih mencariku?""Aku suka Daren, aku mencintainya! Dia beda dari kamu, dia nggak akan menyakitiku! Jeremy, kamu pikir semua orang sepertimu?"Naomi berteriak dengan napas tersengal, mengerahkan seluruh tenaganya. Matanya memerah, tetapi mata Jeremy jauh lebih merah karena air mata yang mulai mengalir."Apa kam

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 22

    Beberapa hari kemudian, pesta Keluarga Lumadi berlangsung sesuai rencana. Mengingat pengaruh Keluarga Lumadi yang terbatas, tamu yang datang biasanya hanya kerabat dan teman dekat. Tidak ada yang menyangka Jeremy akan muncul di sana."Pak Jeremy, mohon maaf atas sambutan yang kurang memadai ini. Kami sungguh tidak menyangka Anda berkenan hadir di pesta kecil kami ini," ujar CEO Perusahaan Lumadi, Pak Wilbert, dengan perasaan tersanjung saat ini. Keluarga mereka tidak pernah bermimpi bisa menjalin koneksi dengan tokoh besar seperti Jeremy."Haha, istri tercintaku tertarik dengan acara ini, jadi aku datang untuk melihat apa yang sedang dia mainkan di sini," jawab Jeremy datar tanpa ekspresi."Oh, ternyata istri Anda juga hadir? Di mana beliau? Saya akan meminta anak-anak muda di keluarga kami untuk menyambutnya," sahut Pak Wilbert dengan sangat sopan.Apa pun alasannya, kehadiran Jeremy di pesta mereka hari ini memiliki arti yang luar biasa. Pak Wilbert mengabaikan tamu lain dan fokus

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 21

    "Apa kamu sudah tuli? Kenapa belum melakukannya?" Jeremy mengerutkan kening. Seria tidak pernah membangkang perintahnya sebelumnya."Kenapa aku harus melakukannya? Kalau ada orang yang bersalah padanya, itu adalah kamu!" Siksaan berhari-hari membuat Seria tidak sanggup lagi menahan diri. Kabar bahwa Nancy masih hidup adalah hal terakhir yang mematahkan akal sehatnya. Dia tidak percaya bahwa segala penderitaannya masih tidak bisa mengalahkan wanita jalang itu.Seria menatap Jeremy dengan penuh kebencian. "Apa Nancy sepenting bagimu? Walaupun dia mencampakkanmu berulang kali? Lalu aku? Aku ini apa? Aku juga mencintaimu selama bertahun-tahun, Jeremy!""Jelas-jelas dulu kamu juga suka padaku, ‘kan? Kalau nggak, kenapa kamu setuju menikah denganku? Benar, ‘kan?""Nancy sudah lama mati, dia nggak menginginkanmu lagi! Kenapa kamu nggak bisa melihatku sekali saja!"Seria berteriak histeris, namun kata-katanya hanya membuat Jeremy semakin murka. Jeremy mencekik leher Seria dan menekannya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status