Compartilhar

Bab 9

Autor: Stary Dream
last update Data de publicação: 2026-06-30 19:13:26

"Mana Bunga?" Tanya wanita muda yang berhijab lebar berwarna ungu muda.

Wajah itu cantik. Mulus tanpa bekas luka. Tapi desisan dari bibirnya tak sesuai dengan pakaiannya.

Murni sampai terkejut. Tapi wanita paruh baya yang penuh kesabaran ini hanya bisa tersenyum. Apalagi dilihatnya besan wanitanya ikut datang bersama wanita muda ini.

"Nak Melati, ya? Masuk nak.." ujar Murni santun sekali.

Melati melengos tak mau membalas sapaan Murni. Menyalimi tangan Murni saja tidak. Oh.. sungguh tak tah
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sampai Maut Memisahkan Cinta   Bab 54

    "Sudah cukup, Renza. Terima kasih." Ucap Nicho menarik kakinya.Keponakannya yang manja ini sudah tumbuh dewasa. Meskipun sedikit galak, Renza memiliki kepribadian seperti ibunya. Yaitu lembut dan penuh perhatian.Contohnya seperti hari ini, Renza bersama Nadia mampir lagi ke rumah Nicho. Tak hanya membawakan bekal makanan, Renza juga memberikan pijatan pada pamannya yang terlihat letih itu."Bahunya mau aku pijit juga nggak?" Tawar Renza.Nicho terkekeh. "Tidak perlu. Kapan kamu wisuda?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan."Dua bulan lagi, paman. Nanti aku mau paman datang.""Pasti paman datang.."Setelah Renza, kini giliran Nadia yang menegur. Wanita ini baru saja membuat bubur kacang hijau."Cicip dulu, mas. Ini nggak terlalu manis."Nicho menerima mangkuk kecil tersebut dan mengaduknya perlahan."Sudah lebih dari tiga hari. Apakah Rose menghubungimu?" Tanya Nadia penasaran.Tiga hari

  • Sampai Maut Memisahkan Cinta   Bab 53

    Pintu kamar itu diketuk berkali-kali. Rose masih enggan bangkit dari tidurnya. Ia terlungkup menyembunyikan tangisannya di bawah bantal.Semalaman ia tak tertidur karena takut kemarahan orang tuanya, namun pagi ini ia mendapatkan kejutan luar biasa yang berhasil meruntuhkan kepercayaannya.Citra yang ia muliakan memberikan fakta jika ternyata bukan ibu kandungnya. Rose hanyalah anak hasil curian. Ia terpisah dari orang tua aslinya karena obsesi yang dimiliki oleh Citra.Rose semakin menangis saat mengingat perlakuan Nicho padanya. Pria yang ternyata menjadi ayah kandung dari Rose. Pria yang sangat lembut dan juga penyayang."Rose, buka pintunya. Mama ingin bicara, nak.." bujuk Citra dari luar. Daritadi ia mengetuk pintu namun Rose masih enggan membukanya. Citra jadi cemas terlebih tak terdengar sahutan dari dalam."Rose! Kalau kamu nggak buka pintunya, mama akan suruh orang untuk mendobrak kamarmu!" Ucap Citra lagi. Kembali ia menggedor p

  • Sampai Maut Memisahkan Cinta   Bab 52

    "Nicho.. mari kita bicara.." Nicho memandang Citra dengan penuh rasa kecewa. Untuk apa lagi wanita ini datang kemari? Hati Nicho sakit sekali dibuat olehnya. Wanita yang mengaku sebagai sahabatnya malah mengiris dan memberikan luka untuknya."Pergilah, Citra." Sahut Nicho dingin."Kumohon, Nicho. Sebentar saja.. aku ingin menjelaskan semuanya.." pinta Citra penuh harap.Nadia mengusap bahu kakaknya. Walau ia tak mengerti apa yang terjadi, tapi Nadia menduga pasti ada hal yang berat sehingga membuat teman lama kakaknya itu datang kemari."Dengarkan saja, mas." Nicho menghela nafas panjang. Ia memutar tubuhnya dan duduk di kursi ruang tamu. Begitu juga dengan Nadia dan Citra yang mengambil tempat duduk dan saling berhadapan."Apa yang kamu pikirkan itu semua benar, Nic. Rose adalah putri kandungmu." Ucap Citra memulai pembicaraan.Nadia terkejut setengah mati. Sedangkan Nicho memejamkan matanya."Aku ti

  • Sampai Maut Memisahkan Cinta   Bab 51

    "Ca ovarium?" Tebakan dokter Chandra memang lah benar. Pantas saja Nicho dan Bunga sulit dihubungi selama satu bulan terakhir ini. Rupanya sang calon ibu tengah bergelut dengan penyakitnya."Iya. Dengan berat hati rahimnya akan diangkat." Ucap Citra."Lalu bagaimana dengan calon anak mereka, Citra? Sudah satu bulan ini programnya berhasil, kita harus mengembalikannya kepada sang pemilik untuk berkembang."Citra mengusap wajahnya kasar. Ia pun tak bisa berpikir. Kenapa harus ada cahaya dibalik masalah yang tidak memiliki titik temunya?Bunga sudah kehilangan harapan. Nicho pun tidak berniat menikah lagi. Lalu bagaimana nasib calon anak mereka? Oh.. Citra gusar sendiri."Lebih baik kita panggil Nicho kemari. Dia harus tahu program bayi tabungnya berhasil."Citra menggeleng. "Dia sedang mengurusi Bunga yang kemoterapi."Citra lalu menyenderkan punggungnya sambil menghela nafas panjang. Ia menatap nanar langit putih yang ada

  • Sampai Maut Memisahkan Cinta   Bab 50

    "Ni.. Nicho.."Citra tak percaya melihat siapa yang ada di hadapannya. Lebih dari 20 tahun tak bertemu. Kini keduanya kembali dipertemukan dalam kondisi tak terduga. Apalagi Nicho kini berdiri di sisi putrinya, Rose. Pria itu menatapnya dengan tajam."Mama mengenal pak Nicho?" Tanya Rose kaget saat mendengar ibunya memanggil nama pria ini."Dia ibumu, Rose?" Tanya Nicho dengan rahang mengeras.Rose mengangguk cepat. "Iya.""Nicho!" Panggil Citra cepat.Tatapan tajam Nicho beralih lagi pada wanita ini."Katakan padaku, apa Rose adalah anakmu?" Tanyanya."Nic.. aku bisa jelaskan!" Citra mengucapkan itu dengan memelas."Apa kamu yang melahirkan dia???" Tanya Nicho lantang."Nic..""Jawab, Citra!"Rose sampai terkejut mendengar Nicho membentak ibunya. Pria yang terlihat lembut ternyata bisa juga marah."I-iya, aku yang melahirkannya. Tapi aku bisa menjelaskan semuanya, Ni

  • Sampai Maut Memisahkan Cinta   Bab 49

    "Rose, ada apa?" Tanya Nicho lembut. Dibiarkannya dada ini menjadi tumpuan Rose menangis.Wanita ini terisak. Air mata mengucur deras dari pelupuknya. Ia meluapkan tangisan di tubuh Nicho. Punggung pria itu dipeluknya dengan erat.Sementara, Nicho sendiri terpaku. Tangannya melayang di udara saat ingin membalas pelukan wanita ini.Nicho menduga pasti telah terjadi sesuatu pada Rose. Wanita ini masih memakai pakaian yang sama seperti semalam. Apa mungkin Rose tidak pulang ? Oh.. Nicho jadi cemas.Untuk sementara dia biarkan dulu Roae menangis sampai puas. Setelah itu, dia akan bertanya kebenarannya.Dari dapur, Nadia mendengar kegaduhan yang terjadi diluar. Katanya Nicho membuka pintu untuk tamu yang datang, tapi kenapa terdengar suara wanita sedang menangis?Nadia bergegas pergi ke depan dan terkejut. Hampir saja dia terkena serangan jantung jika tidak menyadari kalau yang berada di pelukan Nicho adalah Rose. Bukan Bunga.

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status