Masing-masing sudah meluapkan emosi mereka dengan menangis. Nicho dan istrinya kembali berpura-pura. Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya dimana mereka berdua memasak bersama. Sambil bercanda dan mengobrol ringan.Setelah makan malam, maka Nicho akan mencuci piring sementara Bunga membereskan bekas makan mereka."Tinggalkan saja, sayang. Biar aku yang membersihkannya!" Seru Nicho membawa piring kotor ke washtafel."Aku masih kuat kalau hanya mengelap meja, mas." Sahut Bunga tersenyum manis. "Oh, iya. Mumpung besok libur, aku mau minta temenin.""Mau kemana, sayang?""Ke rumah mama, terus ke rumah ibu."Nicho sampai menoleh. Ia menatap istrinya dengan penuh pertanyaan."Cuma mau silahturahmi, mas.. udah lama nggak ketemu mama." Sambung Bunga.Nicho menghela nafas berat. "Baik. Akan ku temani."Sebenarnya Nicho malas sekali pergi ke rumah mertuanya. Entah kenapa watak Bunga dan mamanya itu sangat berbeda.Bunga yang lembut dan bertutur kata sopan harus memiliki ibu yang kasar, suka
Last Updated : 2026-06-06 Read more