공유

Bab. 30. Hyper

작가: Miss Lia
last update 게시일: 2026-01-19 23:56:12
Sehan mengarahkan mobilnya menuju ke rumah utama tuan dan nyonya Angel. Insting Sehan tiba-tiba mengatakan kalau ada yang tidak beres dengan keadian tadi. Mengapa tuan Dimitrio au menolong dan mengapa nyonya Angel tiba-tiba ingin mengambil kembali mobil yang sudah ia berikan.

"Aku tidak terima jika hidupku dibuat permainan oleh mereka. Seenaknya saja mereka permainkan hidupku. Aku tidak akan kalah dengan kalian. Jangan kira aku akan diam saja!" bathin Sehan tidak bisa tinggal diam. Ia ingin b
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 154

    Bab Sehan menjedaa kata-katanya sebentar kuntuk menahan senyum tersipu malu jika ia mengingat kalau dirinya sangat mencintai Chellia. "Sehan apa kamu dengar aku?" seru Jack dari sebrang sana. Ia masih menunggu jawaan dari Sehan. Siapa wanita yang sudah menjadi koran David. "Iya aku dengar, Jack. Dia adalah wanita yang mampu mengimbangi aku di ranjang." Wajah Sehan memerah karena menahan malu, meski ia saat ini tidak berhadapan dengan Jack secara langsung. Akan tetapi, Sehan merasa kalau Jack ada di depannya dan saat ini sedang menatap dirinya. "Wanita itu bisa mengimbangi dirimu di ranjang? Apa aku gak salah dengar? Selama ini beluam ada satu wanita pun yang bisa mengimbangi permainanmu di ranjang. Aku yakin wanita itu cantik dan kuat juga. Aku jadi penasaran, memangnya siapa dia?" Jack semakin penasaran dengan wanita yang menurutnya cantik dan hebat itu, Jack sangat tahu bagaimana Sehan saat di ranjang. Sewaktu keluarga Sehan masih jaya dulu, Jack lah yang selalu me

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 153

    Sehan mondar-mandir di depan kamarnya. Sesekali dia melihat ke arah jam tangan mahalnya, ia menunggu kedatangan tante Zola juga. "Kata tante Zola jam sebelas malam, ini sudah jam dua belas malam tapi belum datang juga. Apa macet di jalan?" gumam Sehan di dalam hati. Ia juga merasa khawatir kalau tante Zola mengalami halangan di jalan. Saat bersamaan dengan rasa gundah yang dirasa oleh Sehan semakin memuncak, email dari sekretaris Sehan masuk. Sehan mengambil ponselnya yag ia simpan dalam saku celana. Mempersiapkan hati untuk menghubungi pelanggan yang sudah membatalkan pesanannya. Netra Sehan membulat sempurna saat membaca jumlah pelanggan yang sudah membatalkan pesanannya. "Kenapa jumlah mereka banyak. Hampir tiga puluh persen sendiri. Kenapa mereka banyak sekali. Apa yang sebenarnya terjadi. Apa iya aku harus menghubungi mereka semua." Sehan mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Sehan membaca satu persatu nama pelangan itu, ia ragu apa semua harus ia hubungi.

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 152

    Chellia mengangguk dengan mantap. Iamengakui kalau Sehan adalah seorag pengusaha yang bergerak di bidang yang sama dengan dirinya. bab. 151 "Hmm, ternyata dia pengusaha juga. Lantas kenapa dia mau jadi pria bayaran? Apa masih kurang duitnya sampai dia jadi pria seperti itu?" ucap Dimitrio heran kenapa Sehan masih mau menjadi gigolo. Chellia tersenyum kecut. "Lia tidak tahu, Pa. Sudahlah jangan bahas dia kita liat rekaman itu. Tapi kenapa David tidak keliatan lagi ya, Pa? Kemana dia?" ujar Chellia membuat Dimitrio ikut penasaran. Dimitrio mendekatkan dirinya ke ponsel yang ia taruh di meja. "Iya, yang kamu katakan benar. Papa juga tidak melihat kapan di David keluar? Sepertinya pria itu juga patut dicurigai. Dia terlihat aneh!" timpal Dimitrio dengan alis yang bertaut menjadi satu. Chellia kembali mengangguk. "Memang benar. Papa harus selidiki dia juga." Chellia dengan tegas meminta sang ayah untuk menyelidiki David. "Sudah malam, Sayang. Sebaiknya kamu beristirah

  • Sang Penakluk Wanita   151

    Bab Dimitrio dan Chellia melihat rekaman CCTV hotel itu. Keduanya melihat David memapah Chelia masuk ke hotel. "Tunggu, bukankah itu David dan tante Raysa?" ucap Chellia seraya emnunjuk ke arah dua orang yang saling bersinggungan di pintu lift. Dimirtio menatap heran ke arah putrinya. "Tante Raysa? Wanita yang menemukan mu di kamar mandi?" tanya Dimitrio mengulang laporan yang ia terima kalau tante Raysa lah yang menemukan Chellia di kamar mandi. Chellia mengangguk mantap. Memang tante Raysa lah yang sudah menemukan dirinya di dalam kamar mandi. "Benar, Pa. Wanita itu lah yang sudah menyelamatkan Chellia. Kata wanita itu, aku pingsan di kamar mandi. Untung saja bath up tidak ada airnya. Jika tidak mungkin putrimu ini sudah tidak bernyawa lagi karena tenggelam di bath up." Dimitrio menganggukkan kepalanya berulang kali. "Jadi kita memang harus berterima kasih kepada wanita yang aku dengar adalah adalah pelanggan Sehan? Sayang, tabahkan hatimu. Lelaki brengsek itu pasti akan m

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 150

    Dimitrio mengerutkan kedua alisnya mendengar pertanyaan dari Sang Putri. "Rekaman CCTV hotel itu yang kamu maksud, Sayang?" Ulang Dimitrio. Ia memastikan kalau memang rekaman CCTV hotel tempat putrinya kehilangan kesuciannya. "Benar, Papa. Rekaman CCTV hotel itu yang aku maksud. Karena aku sangat ingin tahu bagaimana aku bisa sampai di hotel itu." Chellia sangat ingin tahu bagaimana dirinya bisa sampai di hotel yang tidak ia ketahui apa namanya. Anehnya lagi saya lihat tidak menginap di hotel itu melainkan di hotel bersama dengan rombongan wisata pemenang stand produk terlaris pameran busana. "Ada di dalam memori ponsel papa. Papa sendiri jika belum melihat hasilnya semua itu karena Papa terburu-buru datang ke sini setelah diberitahu kamu tidak ada temannya. Mama mau itu memang sesuka hatinya sendiri, udah tahu putrinya sedang sakit dan butuh teman tapi mengapa ia tidak mau menemani? Untung saja Papa tidak ada acara lagi sehingga Papa bisa menemanimu." Dimitrio menjaw

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.149

    Sehan berdiri di balkon seraya menatap ke arah gedung rumah sakit yang tinggi menjulang. Ia yakin di rumah sakit itu lah Chelia dirawat. Ia saat ingin menemui Chellia untuk menanyakan kenapa dirinya yang harus menerima akibat dari perbuatan Chellia. Sehan berpikir, andai saja Chellia dalam keadaan sadar mana mungkin Cheliia mau bertukar kenikmatan dengannya. Chellia sangat membenci Sehan dalam keadaan sadarnya, bahkan mungkin akan menghabisinya jika sampai Sehan menyentuh dirinya. Faktanya, malam itu Chellia lah yang sudah menyodorkan dirinya sendiri untuk disentuh oleh Sehan. "Bagaimana aku bisa memperkosa dia sampai berulang kali jika dia melihatku saja tidak mau," gumam Sehan. Sungguh ia tidak akan lupa dengan apa yang biasa Chellia lakukan pada dirinya saat Chellia sadar. Sementara itu di salah satu ruang rawat inap kelas VIP seorang gadis duduk menatap ke arah jendela yang menampakkan pemandangan gedung-gedung yang berdiri di sekitar rumah sakit itu. Wanita itu te

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status