Share

Bab 86

Author: Miss Lia
last update publish date: 2026-03-14 23:27:52
Sehan terdiam, ada rasa berat saat ingin menjawab iya. namun, Sehan tahu kalau dia menolak, pasti tante Zola akan merasa sedih karena pemasukan tidak bertambah. Teman Sehan yang lain hanya melayani dengan harga sewa standard biasa saja.

"Apa harus Sehan yang layani? kan masih ada David. Lagian hari ini bukannya akan datang pelanggan seperti yang tante katakan di WA tadi?" tanya Sehan mengingatkan tante Zola untuk apa ia diundang.

"Kamu benar, Sehan. Mengapa aku bisa luoa. untung saja kamu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 122

    Bab Dengan tatapan sendu yang menjadi ciri khas seorang Sehan, lelaki itu berusaha meluluhkan hati wanita yang sangat ini tengah menatap tajam ke arahnya. Helaan nafas panjang terdengar dari bibir tante Felicia. Wanita itu berusaha untuk meredam amarahnya setelah melihat tatapan sendu dari Sehan. "Baiklah kali ini aku maafkan! Tapi dengan satu syarat kita main dua ronde terlebih dahulu. Kamu kan juga tadi habis isi tenaga jadi bisa dong kita main dua ronde?" Tante Felicia mengajukan syarat agar semua permintaan maaf Sehan bisa Ia terima. Sehan membulatkan kedua matanya, Dia sangat terkejut manakala tante Felicia mengajukan syarat agar permintaan maafnya diterima. "Apa? Dua ronde?" pekik Sehan dengan sedikit rasa terkejut. Sama sekali Dia tidak menyangka kalau wanita yang ada di depannya itu akan meminta dirinya melayani nafsunya. "Iya, harus dua ronde tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Kalau kamu tidak mau ya sudah aku tidak akan memaafkanmu!" seru T

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 121

    Devan tidak menjawab pertanyaan Amanda. Dia hanya mengendikkan bahunya saja. Devan sudah malas membahas wanita yang sudah membuat harinya menjadi ruwet. "Ya sudah sebaiknya kita tinggal saja. Wanita itu terlalu sulit diatur." Amanda yang tidak suka dengan Chellia merasa senang tidak melihat wanita manja yang suka bikin masalah saja. Semua anggota pun makan dengan lahapnya. Mereka sama sekali tidak ada yang ingat pada Chellia kecuali Sehan. Sehan merasa kasihan pada Chellia. Ia pun berinisiatif meinta pelayan restoran untuk mengirim makanan ke kamar Chellia. "Hei, kamu kemarilah!" panggil Sehan pada salah satu pelayan restoran. "Ya saya, Tuan. Apa yang bisa saya bantu?" tanya pemuda itu pada Sehan. "Katakan apa ada pelayanan antar makanan ke kamar?" tanya Sehan langsung pada inti pertanyaan. Pemuda itu tampak diam sejenak. Mengingat apakah ada peraturan yang mengizinkan mengantar makanan ke kamar tamu hotel. "Biasanya para tamu akan memesan langsung ke restoran lewat telpon

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 120

    Sehan tertawa mengejek Chellia. Chellia menoleh dan menetap tajam ke arah Sehan. Kebenciannya pada lelaki itu semakin bertambah. "Sialan! Berani sekali dia menertawai ku!" geram Chellia kesal dengan sikap Sehan yang sudah mengejeknya. Melihat wajah Chellia kesal dan malu membuat Sehan merasa senang dan puas. Ada kepuasan tersendiri saat bisa membuat Chellia marah. Chellia tidak menanggapi Sehan. Ia memilih masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam. Takut jika tidak terkunci maka akan ada orang iseng seperti Sehan yang akan amsuk ke dalam kamar. "Huft! Memang benar keputusanku sebelumnya untuk tidak ikut acara menyebalkan ini!"Chellia meletakkan tas kopernya begitu saja dan menghempaskan bobot tubuhnya ke atas kasur. Ia menatap ke arah langit-langit kamar itu. Tidak berapa lama kemudian, wanita itu pun tertidur. Sementara itu Sehan duduk di pantri sembari menikmati wyne yang disediakan secara percuma sebagai bagian dari fasilitas kamar. Sehan menyandarkan tubu

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.119

    Chellia menelan kasar ludahnya mendengar kamarnya berada di dekat kamar tante Felicia. "Apa? Kalau gitu gak jadi saja deh kak.Aku gak mau kalau kamarku berada di samping mereka. Aku cari kamar yang lain!" sahut Chellia tidak mau jika dapat kamar yang berdampingan dengan kamar tante Felicia. "Maaf, Nona. Semua kamar sudah penuh. kamar anda sebelumnya sudah disewa. Tinggal satu ini, ingat ini week end. Pastinya banyak yang ingin menyewa kamar!" jawab Devan. "Masa sih, aku gak percaya!" tolak Chellia tidak percaya kalau kamar di hotel itu sudah penuh semua. Ia pun menepis tubuh Devan dari depannya dan bertanya langsunng pada resepsionis. "Nona katakan apa benar semua kamar sudah habis disewa?" tanya Chellia dengan wajah serius. Ia masih belum percaya apa yang dikatakan oleh Devan. Dalam alam pikiran Chellia, bisa saja si Devan berbohong karena tidak ingin mengurusnya. Devan menghela napas kasar, membiarkan Chellia mengurusnya sendiri. "Silakan yang lain jika suda

  • Sang Penakluk Wanita   bab.118

    Sehan tersenyum kecut mendengar alasan tante Felicia. Ia tidak bisa memaksa tante Felicia untuk menrima dirinya. Sehan sangat paham akan karakter tante Felicia yang keras kepala dan tidak suka dipaksa. tante Felicia sering kabur-kaburan dari suaminya hanya karena ia ingin merasakan kebebasan. "Baiklah, Tante. Meskipun sebenarnya Kenz sangat khawatir pada keselamatan tante Felicia, Kenz tetap harus menghormati keputusan tante Felicia yang tidak ingin Kenz temani. Nanti jika tante membutuhkan teman, atau penjaga tante hubungi Kenz saja. Kenz akan stand bye 24 jam untuk tante. Kapanpun tante panggil, Kenz akan datang menemui tante," jawab Sehan lemah lembut. Mendengar perkataan Sehan yang penuh perhatian dan juga lemah lembut, membuat tante Felicia berpikir ulang untuk menolak tawaran Sehan. "Mmm, apa kau benar-benar khawatir akan keselamatanku, Kenz?" tanya tante Felicia sedikit melunak pada Sehan. Sehan tersenyum. Mangsa sudah terjebak dengan kata-kata manisnya y

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 117

    Sehan menggeram kesal. Sungguh sangat sulit untuk mendekati wanita satu itu. Apa yang ia lakukan selalu salah di depan wanita itu. Dengan menghela napas dalam-dalam, Sehan menjatuhkan bobot tubuhnya di bangku yang sesua dengan nomor duduk di tiketnya. "Dasar wanita angkuh, ntar tidak ada yang mau dekat denganmu baru tahu rasa!" umpat Sehan kesal. ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa kesal. Tanpa sengaja tangannya menyenggol wanita yang duduk di sebelahnya. "Maaf, Nyonya. Saya tidak sengaja," ucap Sehan meminta maaf pada wanita yang menutup mukanya dengan topi bundar khas pantai. "Kenzi?" pekik wanita itu terliha sedikit terkejut tapi berakhir bahagia. Sehan yang merasa namanya juga Kenzi pun terkejut. "Tante Felicia? Tante di sini? Kenapa bisa tante naik pesawat komersil begini?Bukannya tante biasa naik pesawat pribadi atau helikopter?" tanya Sehan menghadapkan badannya ke arah wanita cantik itu. Tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Sehan menggosok kedua matanya. Ia mun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status