共有

Chapter 82.

作者: Amaleo
last update 公開日: 2026-04-10 23:45:25

Yuna mengernyit kecil melihat perubahan sikap Kai yang begitu cepat. Barusan pria itu sempat mengusap keringat di dahinya dengan lembut, tapi sekarang wajahnya kembali datar dan dingin seperti biasa.

Namun Yuna memilih tidak banyak bertanya dan hanya mengangguk pelan.

“Oke, Kai.”

Ia beranjak dari dapur menuju kamar tamu untuk mandi dan bersiap-siap. Di bawah guyuran air hangat, pikirannya sempat melayang.

Siapa tamu istimewa yang akan datang sore ini?

Tapi ia segera mengusir pertanyaan itu. T
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 84.

    Yuna melongo saat melihat sosok wanita itu melangkah masuk dengan percaya diri. Garpu di tangannya nyaris terjatuh, namun ia segera mengeratkan pegangannya kembali. Gila. Ternyata benar asumsinya! Yuna terkekeh pelan dalam hati sambil menggeleng pelan. Ia sudah tahu sejak awal bahwa Kai Verazo tidak mungkin berubah menjadi pria ‘green flag’ dalam semalam! Sialan. Kalau sudah tahu begini, harusnya ia pergi lebih cepat ke rumah sakit daripada menetap lama di Penthouse ini! Ia tidak mau menjadi orang ketiga selama wanita itu ada bersama Kai. Yuna menghela napas panjang. Ia tidak cemburu sama sekali, tapi hanya menyayangkan karena di plot aslinya, Kai seharusnya berakhir bersama Alya. Kai yang sejak tadi menyambut tamu wanita itu akhirnya menarik pinggangnya sambil menutup pintu masuk ke belakangnya. Kini, jarak tubuh mereka lebih dekat dari yang seharusnya. Ciel tersenyum manis sambil tangannya dengan ringan menyentuh dada Kai. “Rumahmu masih sama seperti terakhir kali saya ke sin

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 83.

    Kai kembali dengan nada dingin sambil tetap fokus ke jalan saat menyetir. “Mulai siapkan bahan. Tamunya datang sore nanti.” Yuna menghela napas pelan sebelum ia akhirnya mengangguk menurut. “Iya, Kai.” Di sudut hati yang paling dalam, Yuna mulai berpikir. Kalau Kai sudah berani membawa perempuan ke penthouse, berarti ia bisa meminta izin untuk menjenguk ibunya di rumah sakit. Toh, sesuai peraturan Kai sendiri—jangan ikut campur urusan pribadinya. Sudut bibir Yuna terangkat tipis. Ia berharap Kai memperbolehkannya pergi sebelum tamu itu datang. Lagi pula, ia tidak mau menjadi pihak ketiga saat Kai sedang berurusan dengan tamu istimewanya. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di gedung apartemen. Begitu masuk penthouse, Yuna langsung bergerak ke dapur tanpa banyak bicara. Ia mengeluarkan semua bahan belanjaan dan mulai menyiapkan peralatan. Kai hanya duduk di kursi bar dapur, sesekali melihat tapi tidak banyak membantu. Ia membiarkan Yuna memasak sendiri.

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 82.

    Yuna mengernyit kecil melihat perubahan sikap Kai yang begitu cepat. Barusan pria itu sempat mengusap keringat di dahinya dengan lembut, tapi sekarang wajahnya kembali datar dan dingin seperti biasa.Namun Yuna memilih tidak banyak bertanya dan hanya mengangguk pelan.“Oke, Kai.”Ia beranjak dari dapur menuju kamar tamu untuk mandi dan bersiap-siap. Di bawah guyuran air hangat, pikirannya sempat melayang. Siapa tamu istimewa yang akan datang sore ini? Tapi ia segera mengusir pertanyaan itu. Tidak. Itu bukan urusannya.Setelah mandi, Yuna memilih pakaian santai seperti kaos longgar berwarna krem dan jeans biru muda. Ia merasa lebih nyaman dengan penampilan seperti ini untuk ke supermarket.Begitu keluar dari kamar, Kai sudah berdiri di ruang tengah dengan kemeja gelap yang rapi dan semi-formal. Pria itu melirik Yuna dari bawah ke atas dengan tatapan menilai, dan ekspresinya berubah sinis.“Ganti pakaiannya.”Yuna terkejut. “Kai … kan kita hanya ke supermarket? Kenapa—”“Ganti,” poto

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 81.

    Kai menatap Yuna beberapa detik sebelum sudut bibirnya terangkat kecil membentuk senyuman tipis yang jarang sekali terlihat. “Besok sore ada tamu. Kamu temani saya belanja bahan makanan. Setelah itu kamu masak, saya yang akan jadi penyicipnya.” Yuna tertegun. “Tamu …?” Kai mengangguk singkat. “Ya. Tamu istimewa.” Ia berbalik santai seolah percakapan itu sudah selesai. “Sekarang mandi dan tidur. Besok kamu harus bangun pagi. Jangan sampai telat.” Yuna terdiam sejenak. Ia menghembuskan napas panjang karena lega. Ia mengira hukumannya akan seperti apa—ternyata hanya membersihkan penthouse, belanja, dan memasak? Meski begitu, pertanyaan itu masih menggelitik di benaknya. Siapa tamu yang akan datang? Yuna akhirnya mengangguk pelan dan berjalan menuju kamar tamu. Beberapa menit setelah mandi, ia mengenakan piyama warna pink lembut yang nyaman. Rambutnya

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 80.

    Yuna baru saja membuka mulut untuk menjawab.“Dari makan mal—”Tanpa peringatan, Kai mencengkram lengannya dan menariknya masuk ke dalam penthouse. Pintu di belakang mereka tertutup dengan bunyi klik keras yang menggema di keheningan.Dalam satu gerakan cepat, Kai mendorong Yuna hingga punggungnya menempel ke dinding. Tubuh Kai menjulang di depannya dengan satu tangan bertumpu di samping kepala Yuna, sementara tangan satunya masih memegang lengan gadis itu.Tatapan Kai turun menelusuri pelan gaun beige sederhana dan elegan yang melekat di tubuh Yuna. Alisnya terangkat tipis.“Kamu membeli gaun ini sendiri?”Yuna menelan ludah berat. “Lebih tepatnya … dibelikan.”“Oleh siapa?” tanya Kai cepat dengan suara rendah.Yuna yang tadinya masih menatap Kai, akhirnya sedikit menghindar. Matanya turun ke dada pria itu. “Oleh … teman lama.”Kai menyipitkan mata. “Teman lama atau seorang … pria

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 79.

    Yuna terdiam cukup lama setelah pertanyaan Darren terlontar begitu pelan, namun sangat tepat sasaran. Ia masih menatap lurus ke depan dengan hati yang bergolak oleh perasaan muak yang perlahan menyelimutinya. Malam ini, sudah cukup banyak kebohongan. Akhirnya, ia menghela napas panjang dan memutuskan untuk jujur.“Iya …” katanya pelan. “Saya berbohong soal panggilan dari rumah sakit.”Darren tidak langsung menjawab. Mobil terus melaju dalam keheningan yang tegang.Yuna melanjutkan dengan suara lelah tapi sangat jujur. “Saya capek, Darren. Kamu selalu mendesak saya meski saya sudah berusaha menolak. Keluarga kamu baik sekali, ramah, dan menerima saya dengan hangat. Tapi saya … malah berbohong di depan mereka.”Ia menatap Darren sejenak dengan wajah lelah dan rasa bersalah yang begitu jelas.“Dan yang paling membuat saya merasa bersalah … Alya nggak tahu apa-apa. Saya merasa sudah mengkhianati dia.” Yuna menun

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 27.

    Yuna membeku di tempat. Napasnya tertahan saat Kai berjalan mendekat dengan langkah tenang tapi penuh ancaman. Mata tajamnya langsung menoleh pada Firas. Firas langsung menegang. Yuna bisa menangkap guratan wajah sang Dokter yang kali ini terlihat curiga sambil kedua tangannya mengepal pelan. K

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 26.

    Dunia Yuna langsung berhenti berputar. Tubuh Yuna menegang keras. Kata 'cantik' itu keluar begitu saja dengan nada lembut dan tulus sebelum Firas tersentak sendiri. Wajahnya memerah tipis. “M–maksud saya … kamu kelihatan berbeda hari ini. Lebih sehat,” ralatnya cepat, suaranya masih hangat meski a

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 25.

    Di restoran mewah, Yuna duduk dengan postur sangat canggung, sendok dan garpu di depannya terasa asing hingga ia hanya berani mengambil sedikit salad dan daging panggang. Pikirannya berisik dan tatapannya kosong menatap piring. Dibenaknya, ia masih takut jika ia lupa siapa dirinya yang dulu, yang k

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 24.

    Yuna menelan ludah keras, tenggorokannya terasa kering.“Dia … teman Alya.”Kai tidak langsung menjawab. Ia hanya menoleh pelan, matanya menatap Yuna tanpa kedip.“Teman Alya,” ulangnya datar, tapi nada itu terasa seperti tuduhan yang dingin. “Tapi kalian terlihat akrab

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status