Share

BAB 123

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-02-22 20:01:18

Di dalam kabin kereta kuda yang bergerak membelah jalanan Ibu Kota, suasana terasa hening.

Mata Lucian tak lepas menatap sosok Sienna yang duduk di seberangnya. Gadis itu menundukkan pandangannya ke arah pangkuannya, meremas tangannya dengan gelisah.

Wajahnya murung, seolah ada awan gelap yang tiba-tiba menggantung di atas kepala Sienna. Lucian sudah mencoba bertanya padanya lagi saat mereka baru naik ke kereta tadi.

Namun, Sienna hanya menjawab dengan senyum yang dipaksakan, berdalih bahwa ia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 269

    Di saat gairah yang membara dan napas yang memburu tengah menyelimuti kamar utama istana kekaisaran, suasana yang sepenuhnya bertolak belakang justru tengah terjadi jauh di luar istana.Malam itu, bangunan megah milik seorang Viscount itu tampak sepi dari luar, seolah seluruh penghuninya telah terlelap. Namun, di salah satu ruang minum teh yang berada di sayap paling tersembunyi, Beatrice duduk dengan postur yang luar biasa kaku. Tanpa pengawal istana, tanpa pelayan yang mengiringi, Beatrice hadir secara diam-diam menembus pekatnya malam.Dengan wajah sedingin es, Beatrice mengangkat cangkir porselennya, menyesap teh hitam pekat itu dengan penuh wibawa. Tidak ada sedikit pun riak kegelisahan di wajahnya yang mulai dihiasi gurat usia, meski insting bertahannya memperingatkan bahwa tempat ini adalah sarang ular.Cklek.Suara derit pelan dari engsel pintu ganda memecah kesunyian ruangan. Dari balik bayang-bayang lorong, sesosok wanita melangkah masuk. "Lama tidak bertemu, Nyonya Beatr

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 268

    "Lucian..." erang Sienna manja, suaranya bergetar penuh permohonan. Sebuah rengekan manis yang lolos begitu saja dari sela-sela bibirnya yang masih basah.Sambil menahan napas, Sienna menatap mata suaminya dengan sorot memelas. Di dalam hati, ia sangat berharap pria itu akan segera kehabisan kesabaran. Ia menunggu Lucian memutar posisi mereka dan mengambil alih seluruh kendali permainan seperti yang selalu dilakukannya selama ini.Tapi... pria di bawahnya itu sama sekali tidak bergerak.Lucian hanya berbaring diam, punggungnya bersandar pada tumpukan bantal. Otot-otot perut dan dadanya menegang kaku layaknya pahatan batu tapi ia benar-benar menolak untuk membantu. Sepasang mata merahnya menyala tajam, menatap lurus ke arah wajah istrinya yang memerah padam, mengunci pandangan Sienna.Lucian perlahan melepaskan tangannya yang tadi membimbing tangan Sienna. Pria itu kemudian memindahkan kedua telapak tangannya yang besar ke pinggang ramping sang Permaisuri untuk menyibak gaunnya semak

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 267

    Jemari Sienna yang bergetar hebat akhirnya berhasil meloloskan pengait dan sabuk kulit tersebut. Dengan napas tertahan, ia menarik kain gelap itu turun sepenuhnya.Seketika, bukti nyata dari hasrat suaminya yang telah terbangkitkan sepenuhnya terpampang jelas tanpa penghalang apa pun, hanya satu jengkal dari wajah Sienna.Selama ini, pergumulan intim mereka lebih sering terjadi dalam dominasi Lucian. Sienna tidak pernah dihadapkan pada situasi di mana ia yang memegang kendali hingga sejauh ini dan melihat pusat gairah pria itu secara langsung dengan jarak begitu dekat.Mata biru Sienna membelalak sempurna. Jantungnya berdebar begitu gila hingga telinganya berdenging. Ukuran dan intensitas dari gairah sang Tiran Utara itu benar-benar mengintimidasi akal sehatnya. Nyali Sienna seketika menciut. Sebuah dorongan untuk menarik diri dan mundur merayap naik, membekukan pergerakannya. Tangannya yang masih mengambang di udara kini bergetar semakin kuat.Merasakan keraguan istrinya, tubuh Luc

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 266

    Sienna menggeleng pelan. Ia menatap lurus ke dalam manik mata merah suaminya."Aku tidak sedang memaksakan diriku, Lucian." bisiknya.Lucian membuang napas panjang, tatapannya melembut melihat raut wajah istrinya yang terlihat begitu bersungguh-sungguh."Sienna, tidak apa-apa. Kau tidak perlu menebus apa pun. Aku hanya sedang lelah hingga pikiranku kacau dan berbicara seperti tadi.""Tidak, kau tidak mengerti." bantah Sienna pelan.Memang benar, awalnya gerakan agresif itu didorong oleh rasa bersalah yang mencekik. Namun, saat bibir mereka bertemu, saat ia merasakan kehangatan tubuh Lucian yang familiar dan dekapan tangan pria itu di pinggangnya, sesuatu yang lain ikut terbakar di dalam dada Sienna. Namun, dari sorot matanya, Sienna tahu Lucian masih berpikir bahwa istrinya ini hanya sedang melakukan tugas untuk menenangkannya.Sienna menelan ludah, mengumpulkan seluruh sisa keberanian yang ia miliki. Ia melepaskan kalungan tangannya dari leher Lucian, menempelkan kedua telapak tang

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 265

    Sienna membuka mulutnya, bersiap melontarkan bantahan atau alasan logis tentang betapa gentingnya situasi mereka saat ini. Namun, kata-kata itu mati di ujung lidahnya.Ia menatap mata merah suaminya yang meredup, lalu tanpa sadar memutar kembali ingatannya selama beberapa hari terakhir. Sejak insiden demam itu, isi kepala dan setiap kalimat yang keluar dari mulut Sienna memang tidak pernah jauh dari kecurigaan, penyelidikan, dan strategi. Ia memperlakukan pria yang berdiri di hadapannya ini layaknya seorang jenderal perang, melupakan fakta bahwa pria ini adalah suaminya yang baru saja melewati hari-hari yang melelahkan.Sadar akan kesalahannya, perlahan Sienna kembali menutup mulutnya. Bahunya yang tegang sedikit menurun.Melihat istrinya terdiam, pria itu menghela napas panjang dan berat. Ia melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka, lalu merengkuh tubuh ramping Sienna ke dalam pelukannya yang hangat dan protektif. Lucian membenamkan wajahnya di perpotongan leher Sienna, me

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 264

    Di ruang kerja pribadi Kaisar, Lucian duduk dalam keheningan yang mencekam. Mata merahnya yang tajam menatap lurus ke arah seorang pria berpakaian serba hitam yang tengah berlutut dengan satu kaki di atas karpet. Pria itu adalah salah satu ksatria bayangan elitnya, anjing pelacak paling mematikan yang diutus secara khusus untuk membuntuti kepergian mendadak Lady Lesley tempo hari."Laporanmu." titah Lucian.Ksatria bayangan itu menundukkan kepalanya semakin dalam. "Sesuai perintah Anda, Yang Mulia. Saya mengikuti kereta kuda keluarga Saxony yang ditumpangi oleh Lady Lesley tanpa terdeteksi."Ksatria itu mengambil napas sejenak, suaranya terdengar sangat serius dan tegang."Alasan tentang Count Saxony yang sakit keras murni sebuah kebohongan, Yang Mulia. Count dan Countess dalam keadaan sehat. Namun, yang paling krusial adalah... saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Pangeran Arthur berada di sana."Keheningan seketika membungkus ruangan tersebut. Rahasia terbesar yang di

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 74

    Lorong Sayap Barat dijaga ketat. Dua ksatria berarmor hitam dengan lambang Duchy Lorraine berdiri mematung di depan pintu kamar Alexandria, tangan mereka bersiaga di tombak panjang.Langkah kaki Arthur menjadi satu-satunya suara yang memecah kesunyian koridor.Arthur berdiri dengan santai di depan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 76

    "Tuan Duke, Dewan Bangsawan mengirimkan surat protes resmi."Damien meletakkan gulungan perkamen berstempel lilin merah di atas meja kerja Lucian. Wajah ajudan itu tampak keruh, tanda bahwa kabar yang dibawanya bukanlah kabar baik."Mereka menuntut Anda segera mencabut hukuman pengurungan terhadap

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 73

    Damien kembali ke ruang kerja Lucian dengan wajah yang jauh lebih suram daripada sebelumnya. "Katakan." perintah Lucian tanpa basa-basi."Pelayan pribadi Lady Alexandria... dia mati, Tuan Duke" lapor Damien dengan suara berat. "Dan Anna kritis. Tabib sedang berusaha memompa sisa racun keluar dari

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 70

    "Sienna." Lucian membalas panggilan itu lembut. Jemarinya tidak beranjak, masih betah merasakan kehangatan samar di kulit pipi gadis itu, seolah ingin memastikan bahwa gadis di hadapannya ini benar-benar nyata."Maafkan saya..." ucap Sienna lirih. Suaranya terdengar serak dan menyakitkan.Kalimat i

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status