Share

BAB 195

Author: Rainina
last update publish date: 2026-03-17 23:07:46

Sorak sorai membelah langit cerah ibu kota kekaisaran. Kelopak bunga mawar dilemparkan dari balkon-balkon rumah penduduk, menghujani jalanan berbatu yang dilalui oleh iring-iringan panjang pasukan Duchy Lorraine.

Rakyat jelata yang selama ini ditindas oleh pajak selangit Kaisar terdahulu, kini bersorak memuja sang pahlawan penakluk yang baru.

Di tengah lautan manusia itu, kereta kuda dengan lambang Duchy Lorraine melaju pelan menuju gerbang istana.

Namun, kontras dengan kegembiraan di luar san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 251

    Sinar matahari pagi yang cerah menembus jendela di sayap khusus dayang, namun cahaya itu sama sekali tidak mampu mengusir hawa dingin yang mencekam di dalam ruang minum teh.Lady Elizabeth duduk diam di salah satu kursi, matanya tertuju pada cangkir tehnya yang mengepul pelan. Di seberang meja, Lady Lesley tampak tidak tenang. Gadis itu sedari tadi terus mengubah posisi duduknya, matanya sering kali melirik ke arah pintu dengan gelisah. Ketidakhadiran Alice membuat suasana di antara mereka berdua terasa luar biasa canggung dan sarat akan kecurigaan yang tak terucapkan.Keheningan itu akhirnya pecah ketika seorang pelayan istana melangkah masuk, menunduk hormat, dan menyodorkan sebuah nampan perak berisi sepucuk surat bersegel lilin merah."Surat dari kediaman Count, Lady Lesley." lapor pelayan itu sebelum kembali undur diri.Lesley segera meraih surat itu. Tangannya terlihat sedikit terburu-buru saat ia mematahkan segel lilin dan membuka lipatan kertas perkamen tersebut.Elizabeth, y

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 250

    Interogasi itu berjalan tanpa ampun hingga keesokan paginya.Waktu seolah berhenti di ruang bawah tanah tersebut. Lady Alice tidak diberi makan, bahkan tidak setetes air pun menyentuh tenggorokannya yang mengering. Tubuh mungilnya yang terbiasa dengan kemewahan dan kenyamanan kini nyaris mencapai batasnya. Matanya membengkak parah karena semalaman menangis, dan bibirnya pecah-pecah serta pucat pasi.Gadis itu nyaris tidak bisa lagi mempertahankan kesadarannya. Kepalanya terkulai lemah, napasnya terdengar pendek dan terengah. Namun, setiap kali Damien kembali menekannya dengan ancaman, Alice hanya bisa menggumamkan kalimat yang sama dengan putus-putus."Aku... tidak bersalah... aku tidak... melakukan apa-apa..." racaunya dengan suara yang semakin terdengar seperti bisikan, diiringi sisa-sisa air mata yang sudah mengering di pipinya.Damien berdiri bersedekap, menatap gadis itu dengan pandangan menganalisis. Ajudan sang Kaisar itu mulai menyadari bahwa menyiksa gadis ini lebih jauh mu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 249

    Lucian membuang pandangannya ke arah perapian yang menyala terang, menghindari tatapan menusuk istrinya."Ini bukan hal yang perlu kau pikirkan sekarang, Sienna." ucap Lucian dengan nada final. Ia kembali menatap Sienna, suaranya sedikit melunak. "Fokuslah pada pemulihanmu. Biarkan aku yang mengurusnya."Namun, alih-alih menurut, rahang Sienna justru mengeras. Ia menolak mundur."Aku tidak akan bisa beristirahat jika aku tahu ada bahaya yang mengintai di sekitarku dan aku hanya dibiarkan buta." balas Sienna tegas. Tangannya mencengkeram selimutnya. "Demamku semalam bukan penyakit biasa, kan? Itu sudah direncanakan oleh seseorang. Beritahu aku, apa yang sebenarnya terjadi padamu semalam?"Lucian memejamkan mata sejenak, mengutuk kecerdasan istrinya yang tak pernah bisa ia bodohi. Ia tahu ia telah kalah. Lucia menghela napas kasar yang sarat akan rasa frustasi, pria itu akhirnya menyerah dan duduk di tepi ranjang, bahunya sedikit merosot."Seseorang mencoba menjebakku." Lucian memula

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 248

    Di balik wajah yang tampak cemas, Lady Lesley menggigit bagian dalam pipinya keras-keras. Rasa kesal yang tajam menyengat dadanya. Pembelaan dari pelayan ini benar-benar menghancurkan narasi yang telah ia bangun dengan rapi. Lesley tidak menyangka bahwa kebaikan hati dan kepolosan bodoh Alice semalam justru menciptakan alibi untuk gadis itu."Tapi kita tidak..." Lesley membuka suara, berniat memutarbalikkan fakta atau setidaknya menanamkan keraguan kecil bahwa Alice mungkin bertindak sebelum atau sesudah ia merawat Permaisuri."Tunggu." Suara Sienna memotong ucapan Lesley dalam sekejap, membuat gadis itu buru-buru menundukkan kepala.Sang Permaisuri membenarkan posisi duduknya, menatap lurus ke arah dua dayangnya yang tersisa dengan sorot mata menuntut penjelasan."Sebenarnya apa yang sedang terjadi di istana ini?" tanya Sienna, nada suaranya mengisyaratkan bahwa ia tidak akan mentolerir kebohongan apa pun. "Kejahatan macam apa yang sedang kalian bicarakan hingga membutuhkan turun ta

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 247

    Jeritan histeris Lady Alice yang menggema di sepanjang lorong perlahan-lahan memudar, ditelan oleh jarak dan tebalnya dinding istana. Di dalam ruang minum teh yang kini berantakan, sisa-sisa kepanikan masih menggantung pekat di udara.Lady Lesley segera menundukkan wajahnya ke kedua telapak tangannya. Bahunya bergetar hebat, dan isak tangis yang terdengar begitu memilukan meluncur dari bibirnya, memerankan sosok gadis lugu yang syok melihat temannya diseret layaknya penyakit.Namun, Lesley melakukan satu kesalahan kecil. Ia tidak sadar bahwa di detik pertama saat para ksatria itu berbalik membawa Alice pergi, Lady Elizabeth tidak mengalihkan pandangannya sama sekali.Sebelum jemari Lesley yang menutupi wajahnya, Elizabeth menangkap pemandangan yang membuat darah di nadinya seketika membeku. Ujung bibir Lesley berkedut naik. Sebuah senyuman lega, senyuman penuh kemenangan yang sangat dingin dan licik terukir di sana, walau hanya sekilas.Mata biru Elizabeth membulat sempurna. Napasny

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 246

    Di ruang minum teh yang berhiaskan bunga-bunga dari taman istana dan emas di sayap khusus dayang, udara terasa luar biasa canggung. Ketiga gadis bangsawan itu duduk mengelilingi meja bundar, namun tak satupun dari mereka yang benar-benar menikmati teh chamomile yang telah mendingin di dalam cangkir porselen di hadapan mereka.Sejak pagi, sebuah perintah yang tak terbantahkan telah diturunkan dari sang penguasa utama kekaisaran, ketiga dayang dilarang keras melangkah mendekati Permaisuri. Mereka diisolasi di sayap ini di bawah pengawasan ketat, tanpa penjelasan apa pun.Lady Alice meletakkan cangkirnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Wajah cantiknya memancarkan raut kebingungan dan kecemasan yang mendalam."Aku benar-benar tidak mengerti." gumam Alice, menatap bergantian ke arah Elizabeth dan Lesley dengan mata yang memancarkan kebingungan. "Kenapa kita mendadak dikurung di sini? Apa kita telah melakukan kesalahan fatal semalam? Kudengar kondisi Yang Mulia Permaisuri sudah memba

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 43

    Hmph.Sienna dapat mendengar suara dengusan pelan dari arah belakang sofa. Itu suara salah satu pelayan pribadi Alexandria yang tidak bisa menahan tawanya.Bagi telinga orang lain, suara itu mungkin terdengar samar. Namun bagi Sienna, di ruangan yang sunyi dan menyesakkan ini, suara itu terdengar b

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 42

    Keesokan paginya, Sienna berdiri diam di tepi jendela kamarnya yang terletak di lantai dua. Matanya terpaku pada pemandangan di halaman depan kastil. Di sana, gerbang besi yang kokoh perlahan terbuka.Sienna melihat sosok tegap yang sangat ia kenali. Lucian, dengan pakaian berkuda dan jubahnya yang

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 45

    Mata Lucian perlahan turun, mengikuti arah pandangan Sienna. Ia menatap tangannya yang besar dan kasar, kini berada dalam genggaman tangan wanita itu yang mungil.Ingatan tentang kejadian beberapa jam lalu kembali berputar di kepalanya.Setelah dirinya meninggalkan gerbang kediaman Marquess Ashford

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 47

    "Tu... Tuan Duke." Anna berbicara dengan terbata, lututnya gemetar hebat. Matanya terpaku pada sosok Lucian yang menatapnya dengan tajam dari tempat tidur.Lucian ingin langsung mengultimatum Anna di tempat itu juga. Pelayan yang ditugaskan untuk melayani Sienna ini sudah keterlaluan. Masuk tanpa m

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status