Share

BAB 344

Author: Rainina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-30 15:41:31

Mendengar perkataan putra sulungnya, rahang Duke Mountford mengeras hingga terdengar bunyi gemeretak gigi yang mengerikan.

Urat-urat di lehernya menonjol, menahan luapan amarah yang belum pernah ia arahkan pada sang pewaris gelar Duke.

"Apa kau baru saja memerintahku?!" geram sang Duke. Ia melangkah mendekati Caesar, mencoba untuk mengintimidasi putra sulungnya itu.

Namun, Caesar tidak beringsut mundur walau hanya satu langkah. Pria berseragam militer itu berdiri tegak, membalas tatapan membun
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 347

    Matahari tengah bersinar terik ketika rombongan ksatria dari garis depan utara akhirnya menampakkan diri di gerbang Ibu kota.Debu jalanan mengepul diiringi derap langkah kuda yang bergemuruh. Berita tentang kemenangan telah menyebar lebih dulu bagaikan api yang melahap padang rumput kering. Saat pasukan itu tiba di depan gerbang raksasa ibu kota, lautan manusia telah berkumpul, bersorak-sorai menggemakan nyanyian kemenangan dan melemparkan kelopak bunga ke arah pahlawan mereka yang bersimbah peluh dan debu.Di garis terdepan gerbang, deretan utusan resmi istana yang mengenakan jubah sutra berdiri menyambut mereka. Terompet kekaisaran ditiup panjang, menandakan penghormatan tertinggi. Para utusan itu segera mengarahkan pasukan menuju penginapan mewah milik kekaisaran yang sengaja dikosongkan khusus untuk menjamu para ksatria yang bukan berasal dari ibu kota, memberikan mereka tempat untuk membersihkan diri dan beristirahat.Namun, tidak semua ksatria bisa langsung merebahkan tubuh

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 346

    Perjalanan kembali menuju ibu kota terasa jauh lebih dingin dan mendung dari sebelumnya. Angin malam yang berhembus dari celah jendela kereta membawa hawa beku yang menusuk tulang, membuat perjalanan melintasi rute selatan itu terasa semakin berat dan panjang.Di dalam kabin kereta yang berguncang pelan, Alice menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi dengan tubuh yang terasa seolah baru saja diremukkan. Rasa lelah yang luar biasa pekat mencengkeram setiap otot di tubuhnya. Bagaimana tidak? Dayang utusan Permaisuri itu telah berkuda menembus badai siang dan malam tanpa henti. Ia baru saja tiba di pelataran Duchy Mountford beberapa jam yang lalu, dan kini ia sudah harus kembali menempuh rute mematikan yang sama menuju istana.Namun, rasa lelah fisiknya ternyata belum seberapa dibandingkan dengan tekanan mental yang harus ia hadapi di dalam kabin kecil ini.Kehadiran dua kakak beradik Duchy Mountford yang duduk berhadapan dengannya sama sekali tidak membantu meringankan suasana. Eliz

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 345

    Setelah berminggu-minggu dikelilingi oleh tubuh tak dikenal dan aroma darah, rombongan ksatria kekaisaran akhirnya tiba di sebuah desa besar yang menjadi titik perbatasan terluar menuju wilayah tengah.Kedatangan mereka disambut oleh sorak-sorai riang yang menggema di sepanjang jalan tanah. Bagaimanapun, desa ini adalah pemukiman sipil yang paling dekat dengan garis depan perbatasan. Selama bertahun-tahun, penduduk di sini hidup dalam teror bayang-bayang invasi kaum barbar. Mengetahui bahwa perang telah berakhir dan melihat langsung bendera kekaisaran berkibar bebas, membuat seluruh desa berpesta menyambut para pahlawan mereka.Malam itu, rombongan ksatria menguasai pub terbesar di pusat desa.Udara di dalam bangunan kayu itu terasa sangat hangat, dipenuhi oleh kepulan asap cerutu, tawa lepas, dan denting gelas kayu yang saling beradu. Tong-tong anggur dan bir gandum dibuka tanpa henti. Pemilik pub yang sangat bersyukur atas kemenangan itu bahkan memanggil para wanita untuk menemani

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 344

    Mendengar perkataan putra sulungnya, rahang Duke Mountford mengeras hingga terdengar bunyi gemeretak gigi yang mengerikan. Urat-urat di lehernya menonjol, menahan luapan amarah yang belum pernah ia arahkan pada sang pewaris gelar Duke."Apa kau baru saja memerintahku?!" geram sang Duke. Ia melangkah mendekati Caesar, mencoba untuk mengintimidasi putra sulungnya itu.Namun, Caesar tidak beringsut mundur walau hanya satu langkah. Pria berseragam militer itu berdiri tegak, membalas tatapan membunuh ayahnya dengan penuh ketenangan."Aku tidak memerintah, Ayah. Aku memberikan saran sebagai orang yang kelak akan mewarisi gelarmu." jawab Caesar, nadanya dingin dan sangat rasional. "Aku tidak ingin mewarisi dan berada di posisi yang sulit di masa depan, hanya karena ego Ayah saat ini yang mencoba melangkahi otoritas langsung seorang Permaisuri Kekaisaran.""Aku mencoba menyelamatkan putriku!" bentak Duke Mountford, menunjuk tajam ke arah Elizabeth yang masih terpaku di belakang Alice. "Apa

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 343

    Keputusan itu meluncur dari bibir Elizabeth dengan suara yang begitu lirih, namun ketegasannya seakan membekukan udara di sekeliling mereka."Tidak, Lady Alice." Elizabeth menggeleng pelan, meremas gaun sutranya dengan jemari yang masih bergetar. Ia menundukkan pandangannya, menolak menatap mata utusan Permaisuri itu. "Aku akan tinggal dan menikah."Alice terkesiap. Hatinya mencelos mendengar nada pasrah yang begitu pekat dari Elizabeth. Ia bisa melihat dengan jelas dinding ketakutan yang dibangun sang Duke di sekeliling pikiran Elizabeth. "Lady Elizabeth, sadarlah!" Alice melangkah maju, kembali meraih tangan Elizabeth dan menggenggamnya erat-erat, menyalurkan seluruh sisa kehangatan dan keberanian yang ia miliki. "Setidaknya temui dia dulu! Tidakkah kau mendengar perkataanku? Sir Rowan melakukan semua kegilaan di medan perang itu murni demi sebuah permintaan pada Yang Mulia Kaisar. Siapa yang tahu apa isi permintaan itu?""Aku..." Elizabeth menelan ludah dengan susah payah. Matany

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 342

    Dengan disebutkannya nama Permaisuri dan Kaisar, bahkan seorang penguasa sekuat Duke Mountford sekalipun tidak memiliki pilihan lain selain menundukkan kepalanya dan membuka pintu kastilnya lebar-lebar. Menolak utusan langsung paviliun dalam sama saja dengan mengibarkan bendera pemberontakan, dan sang Duke belum siap untuk menghadapi murka sang Kaisar secara terang-terangan.Dengan rahang mengeras dan wajah yang memerah karena menahan amarah, Duke Mountford terpaksa membiarkan Elizabeth keluar untuk menyambut rombongan yang memaksa bertemu dengannya tersebut.Alice melangkah masuk dengan mantel perjalanan yang basah dan kotor oleh lumpur, namun dagunya terangkat tinggi, memancarkan otoritas penuh dari junjungannya. Saat pandangan dayang bersurai coklat terang itu akhirnya menemukan sosok Elizabeth, langkah Alice seketika terhenti.Hatinya mencelos. Gadis yang berdiri di depannya ini... ini sama sekali bukan Lady Elizabeth yang ia kenal.Di hadapannya, berdiri seorang gadis yang tamp

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 116

    Begitu mereka melangkah lebih jauh ke dalam aula, beberapa bangsawan yang didorong oleh rasa penasaran, ambisi politik, atau sekadar ingin menjilat, mulai mencoba mendekat.Mereka memasang senyum pal

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 121

    Bruk!Baron Borgia jatuh tersungkur di atas tanah berkerikil di pelataran depan. Sebelum ia sempat bangun untuk mengutuk lagi, seorang pelayan pria melangkah tenang menuruni anak tangga batu.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 117

    Riuh seketika meledak, memenuhi setiap sudut aula yang megah itu sesaat setelah pengumuman sang Kaisar bergema.Kali ini, tidak ada lagi yang menyembunyikan bisik-bisik mereka. Aturan kesopanan seolah dilupakan. Seluruh

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 105

    Mendengar ucapan Alfred, keheningan yang mencekam langsung memenuhi ruang kerja Lucian.Bahkan Damien, ksatria bayangan yang terlatih untuk tidak menunjukkan emosi, terlihat kaget. Matanya membelalak menatap Alfred. Ia

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status