Share

BAB 355

Author: Rainina
last update publish date: 2026-05-02 13:47:56

Sinar matahari pagi menyusup melalui celah tirai yang tebal. Di balik selimut yang berantakan, Sienna perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sedikit berat, namun seluruh tubuhnya diselimuti oleh kehangatan dan rasa nyaman yang luar biasa.

Hal pertama yang tertangkap oleh pandangannya adalah dada bidang suaminya yang terbuka. Dan saat ia sedikit mendongak, ia mendapati Lucian sudah terbangun lebih dulu.

Sang Kaisar sedang menopang kepala dengan satu tangannya, menatap istrinya dengan senyum
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
mega silvia
ada saja rintangan Rowan dan Elizabeth,,,,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 355

    Sinar matahari pagi menyusup melalui celah tirai yang tebal. Di balik selimut yang berantakan, Sienna perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sedikit berat, namun seluruh tubuhnya diselimuti oleh kehangatan dan rasa nyaman yang luar biasa.Hal pertama yang tertangkap oleh pandangannya adalah dada bidang suaminya yang terbuka. Dan saat ia sedikit mendongak, ia mendapati Lucian sudah terbangun lebih dulu. Sang Kaisar sedang menopang kepala dengan satu tangannya, menatap istrinya dengan senyuman yang begitu lembut."Selamat pagi." ucap Lucian lembut, suaranya yang serak dan dalam membelai telinga Sienna. Tangan besarnya yang bebas bergerak menyusuri lengan istrinya yang terbuka di atas kasur.Mendengar sapaan itu, ingatan tentang apa yang terjadi semalam. Wajah sang Permaisuri seketika memerah padam hingga ke ujung telinga saat mengingat apa yang membuat suasana hati suaminya terlihat sangat baik pagi ini.Sienna buru-buru menarik selimut itu hingga menutupi dadanya, menghindari tata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 354

    Di dalam buaian air hangat yang dipenuhi taburan kelopak mawar, waktu seakan kehilangan maknanya. Sienna memejamkan matanya erat-erat saat bibir Lucian menyusuri garis lehernya. Hembusan napas pria itu yang panas dan memburu berpadu dengan suhu air kolam, membakar setiap inci kulit yang disentuhnya. Tangan Sienna yang sejak tadi terkalung di leher suaminya kini bergerak naik, menenggelamkan jemarinya ke dalam helaian rambut hitam Lucian yang sedikit basah.Sebuah erangan tertahan meluncur dari bibir sang Permaisuri ketika gigitan kecil dan lembut mendarat di tulang selangkanya."Lucian..." panggil Sienna dengan suara yang nyaris terdengar seperti rintihan memohon.Mendengar namanya dipanggil dengan nada yang begitu rapuh dan mendamba, kewarasan Lucian yang tersisa seolah putus. Sang Kaisar mengangkat wajahnya, menatap lurus ke dalam sepasang mata biru laut istrinya yang kini berkabut oleh gairah. Tanpa peringatan, Lucian kembali memagut bibir SiennaTangan besar Lucian yang sedari

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 353

    Uap panas mengepul dari permukaan air kolam pualam yang luas, memenuhi seluruh ruang mandi kekaisaran dengan kabut putih yang tebal. Beberapa menit yang lalu, ruangan megah ini masih dipenuhi oleh kesibukan belasan pelayan istana. Mereka bergegas menyiapkan suhu air yang sempurna, menaburkan kelopak-kelopak bunga segar ke dalam kolam, dan meletakkan handuk-handuk sutra terhalus di atas meja. Namun, dengan satu isyarat dari Kaisar Lucian, para pelayan itu segera menundukkan kepala dan undur diri secara serempak.Meninggalkan Sienna yang kini berdiri di tepi kolam, dengan Lucian yang berdiri di belakangnya. Mencoba melepaskan gaun Sienna.Sienna menahan napas saat kain tebal berwarna merah marun itu meluncur jatuh dari bahunya. Gaun luar yang berat itu berdesir halus melewati pinggang dan kakinya. Kini, tubuh ramping sang Permaisuri hanya berbalut gaun dalam putih berbahan katun yang sangat tipis. Di atas gaun dalam itu, masih melingkar sebuah korset bertulang yang membungkus erat

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 352

    Wajah Sienna seketika memerah padam. Rona panas yang luar biasa pekat menjalar dengan cepat dari leher hingga ke ujung telinganya saat ia mendengar perkataan suaminya. Makna terselubung dari ucapan sang tabib seketika terangkai dengan sangat jelas di kepalanya.Lucian sangat bersabar untuk tidak menyentuh Sienna selama beberapa waktu ini hingga Sienna mengira Lucian sudah tidak memikirkannya sama sekali.Tapi binar di mata Lucian saat ini, jelas jauh berbeda dengan pikiran Sienna"Kau... kau menanyakan hal itu pada tabib?!" desis Sienna dengan mata membelalak tak percaya.Tanpa sadar, tangan kecilnya terangkat dan mendaratkan satu pukulan pelan di pundak Lucian. Pukulan itu sama sekali tidak memiliki tenaga, lebih terasa seperti belaian putus asa dari seorang istri yang sedang salah tingkah luar biasa.Menerima pukulan ringan itu, Lucian sama sekali tidak menghindar. Sang Kaisar justru memundurkan kepalanya sedikit dan tertawa pelan. "Tentu saja aku menanyakannya, Sienna." jawab Luci

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 351

    "Lucian." panggil Sienna saat pria itu sedang melepas kemejanya di kamar mereka. "Kau akan mengundang semua bangsawan tanpa terkecuali untuk pesta dansa perayaan kemenangan nanti, kan?"Mendengar nada bicara istrinya yang tidak biasa, Lucian menoleh pelan pada Sienna."Ya. Tentu saja. Undangan resmi dengan segel kekaisaran telah dikirimkan ke setiap kediaman bangsawan, baik di ibu kota maupun di wilayah luar." jawab Lucian tenang, menatap lekat wajah istrinya. "Ada apa, Sienna? Apa yang membuatmu terlihat begitu gelisah, Istriku?"Sienna menghela napas kasar. Ia berdiri mendekat pada Lucian, menatap suaminya dengan kilat mata frustrasi yang tak lagi bisa disembunyikan."Ini tentang Elizabeth." desis Sienna, nada suaranya bergetar menahan amarah yang mendidih. "Dia baru saja menemuiku. Dia meminta izinku untuk kembali ke Duchy Mountford, dan menikah dengan Lord Muda dari Marquesate Faucigny."Kening Lucian seketika berkerut tajam. Wajahnya yang selalu tampak tenang kini berubah serius.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 350

    Mendapat perlakuan kasar dan dingin dari pria yang selama ini ia anggap sebagai sahabat sekaligus mantan komandannya, Rowan menatap Caesar dengan kening berkerut tajam."Ada apa ini?" tanya Rowan, kebingungan dan rasa frustrasi mulai bercampur aduk. Ia memutar tubuhnya, menghalangi langkah Caesar. "Caesar, kenapa kau bersikap seperti ini? Jika sikap dinginmu ini adalah tentang masalah pelayan Ashford itu... “Yang Mulia Kaisar sendiri mengatakan bahwa namaku sudah dibersihkan. Aku tidak bersalah. Itu murni fitnah dari Lady Alexandria yang dijatuhkan kepadaku!"Rowan menjelaskan hal itu dengan nada mendesak, berharap reputasinya yang telah bersih di mata hukum kekaisaran bisa melembutkan sikap sahabatnya.Mendengar penjelasan Rowan yang masih sangat polos dan tidak memahami inti permasalahan yang sebenarnya, Caesar menatap mantan ksatrianya itu dengan pandangan yang luar biasa dingin. "Aku berharap..." ucap Caesar pelan. "...bahwa itu adalah satu-satunya masalah di antara kita di sin

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 56

    Sienna sesekali mencuri pandang pada Lucian yang kini berkonsentrasi penuh menatap hamparan tanaman herbal di depannya.Pemandangan di hadapan Sienna itu terasa begitu tidak nyata. Jubah hitam mewah yang tadi dikenakan pria itu sudah dilepas dan diletakkan begitu saja di atas tanah. Kini, Lucian h

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 36

    "Benar-benar memalukan, Nona Alexandria," lapor Anna dengan napas memburu. "Tuan Duke membanting pintu tepat di depan wajah Nyonya Duchess demi melindungi wanita itu! Beliau bahkan tidak berpakaian pantas!"Beatrice, yang duduk di sofa beludru, memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Wanita itu ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 13

    Begitu suara Marie terdengar, Eleanor kembali menarik tangan Sienna dan mencengkramnya dengan kuat.“Aku tidak tahu bagaimana caranya.” ucap wanita itu pelan. “Tapi lakukan sesuatu, minta uang pada Dukemu itu, atau mencurilah darinya. Tapi kau harus memberikan sesuatu untukku.”Wanita itu melepaska

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 16

    Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika."Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan."Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status