Share

BAB 401

Author: Rainina
last update publish date: 2026-05-15 13:04:17

Setelah ciuman panjang yang seolah menghentikan waktu itu berakhir, Sienna membuka matanya perlahan.

Napasnya masih sedikit terengah, sementara rona merah merambat naik mewarnai kedua pipinya, terlihat begitu kontras dari balik topeng angsa putihnya.

​Lucian menatapnya dengan sorot mata yang masih menggelap oleh damba.

Ibu jari sang Kaisar bergerak dengan sangat lembut, mengusap rahang Sienna sebelum akhirnya turun untuk menggenggam tangan wanita itu.

Jari-jari besar Lucian menyusup di sela-
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 402

    Sepasang mata merah Lucian menyipit tajam, memindai kerumunan dengan insting mematikan. Ia mencoba mencari arah pandang istrinya, mencari tahu bajingan mana yang berani membuat Permaisurinya terlihat menegang di tengah kerumunan..Sienna menelan ludah dengan susah payah. Pikirannya berkecamuk hebat. Di satu sisi, ia sangat ingin menghampiri pria tua itu. Ia ingin menarik kerah jubah ayahnya ke tempat sepi, menuntut apa yang sebenarnya pria itu inginkan, dan memperingatkannya untuk enyah dari sekitar sini sebelum Lucian memenggal kepalanya. Sienna butuh kepastian bahwa bayang-bayang masa lalunya itu tidak akan mengganggu hidup barunya.Namun di sisi lain, tangan Lucian yang menggenggamnya terasa begitu protektif. Sienna tahu betul jika ia jujur dan mengatakan bahwa ayahnya berani menampakkan diri, Lucian tidak akan memberinya kesempatan untuk berbicara. Sienna tidak ingin malam indahnya hancur karena pria benalu itu."Tidak ada siapa-siapa, Lucian," dusta Sienna pelan, memaksakan se

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 401

    Setelah ciuman panjang yang seolah menghentikan waktu itu berakhir, Sienna membuka matanya perlahan. Napasnya masih sedikit terengah, sementara rona merah merambat naik mewarnai kedua pipinya, terlihat begitu kontras dari balik topeng angsa putihnya.​Lucian menatapnya dengan sorot mata yang masih menggelap oleh damba. Ibu jari sang Kaisar bergerak dengan sangat lembut, mengusap rahang Sienna sebelum akhirnya turun untuk menggenggam tangan wanita itu. Jari-jari besar Lucian menyusup di sela-sela jemari Sienna, menautkan tangan mereka dalam sebuah genggaman yang posesif.​"Ayo," bisik Lucian, suaranya masih terdengar serak. "Malam masih panjang."​Sienna mengangguk dengan senyum yang tak kunjung luntur. Mereka berdua mulai menyusuri jalanan alun-alun utama yang kini terasa semakin hidup setelah pertunjukan kembang api selesai.​Suasana malam itu benar-benar meriah. Udara dipenuhi oleh aroma manis karamel, kayu manis panggang, dan anggur hangat. Di setiap sudut jalan, para pemusik j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 400

    Sejujurnya, Lucian berniat membiarkan permainan kecil mereka berlangsung sedikit lebih lama malam ini.Sebagai seorang pria yang telah terbiasa melatih instingnya di medan perang yang buas, menemukan keberadaan istrinya di tengah kerumunan manusia ini adalah hal yang terlalu mudah. Ia sudah tahu di mana Sienna berada sejak wanita itu turun dari kereta kuda. Lucian sebenarnya berencana untuk mengawasi dari kejauhan, berpura-pura kebingungan mencari, dan membiarkan Sienna tertawa puas di balik topeng angsanya karena merasa berhasil bersembunyi dari sang Kaisar. Ia hanya ingin melihat wanita itu bahagia.Namun, rencana itu menguap begitu saja beberapa saat yang lalu.Meski pria itu masih berdiri memeluk istrinya di bawah cahaya lampion, sepasang mata merah darah Lucian di balik topeng singa yang menutupi setengah wajahnya itu menatap tajam ke arah kerumunan yang berlalu-lalang. Rahangnya mengeras kaku. Ia memang belum bisa membuktikan siapa yang bersembunyi di balik bayangan gang tad

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 399

    Alexander diam-diam mengikuti kereta kuda itu, memanfaatkan ramainya jalanan untuk menutupi keberadaannya.Tudung jubah hitamnya hingga menutupi separuh wajahnya yang sudah dipasangi topeng, saat ia melihat Sienna dibantu turun dari kereta kuda dan menapaki jalanan, pria itu menjaga jarak aman sebelum akhirnya turun dari kudanya dan menyusul..Mata Alexander menyapu kerumunan dengan buas bagaikan predator kelaparan, mencari kilau gaun dan topeng angsa yang dikenakan oleh Sienna.Ketika ia akhirnya menangkap siluet wanita itu di dekat sebuah kios penjual manisan, jantung Alexander berdegup kencang. Jarak mereka hanya terpaut belasan langkah.Alexander menyelinap di antara sekelompok pemabuk dan penari jalanan,

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 398

    Suasana di dalam Paviliun Zamrud malam itu dipenuhi oleh antisipasi yang menggembirakan. Malam ini adalah malam pertama Festival Musim Semi, malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk ibu kota dan para bangsawan dari berbagai penjuru benua.Di dalam kamar rias yang terang benderang, Elizabeth berdiri di depan cermin. Ia mengenakan gaun festival berwarna biru yang indah. Gadis berambut pirang itu memutar tubuhnya sedikit, lalu menoleh ke arah Alice yang sedang berdandan dengan bantuan pelayan."Alice, kau sungguh tidak ingin ikut bersama kami?" bujuk Elizabeth untuk yang kesekian kalinya. Wajahnya memancarkan permohonan yang tulus."Rowan sudah menunggu di gerbang paviliun. Kereta kuda kami cukup luas untuk kita bertiga. Kami akan merasa jauh lebih tenang j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 397

    Di dalam kamar yang disediakan untuknya, udara di sekitar Alexander terasa begitu pekat dan mencekik.Cahaya dari perapian yang menyala redup menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari liar di dinding batu, seakan mencerminkan kondisi pikiran pria yang tengah mondar-mandir di tengah ruangan.Raja Alexander menenggak habis sisa anggur merah di gelas pialanya, lalu membanting gelas kristal itu ke atas meja kayu hingga retak.Dadanya naik turun dengan napas memburu. Matanya yang gelap memancarkan kemarahan, obsesi, dan keputusasaan yang melebur menjadi satu kegilaan yang mematikan.Pikirannya terus berputar pada insiden di taman kekaisaran siang tadi. Ia mengingat bagaimana mata jernih itu menatapnya

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 56

    Sienna sesekali mencuri pandang pada Lucian yang kini berkonsentrasi penuh menatap hamparan tanaman herbal di depannya.Pemandangan di hadapan Sienna itu terasa begitu tidak nyata. Jubah hitam mewah yang tadi dikenakan pria itu sudah dilepas dan diletakkan begitu saja di atas tanah. Kini, Lucian h

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 36

    "Benar-benar memalukan, Nona Alexandria," lapor Anna dengan napas memburu. "Tuan Duke membanting pintu tepat di depan wajah Nyonya Duchess demi melindungi wanita itu! Beliau bahkan tidak berpakaian pantas!"Beatrice, yang duduk di sofa beludru, memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Wanita itu ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 13

    Begitu suara Marie terdengar, Eleanor kembali menarik tangan Sienna dan mencengkramnya dengan kuat.“Aku tidak tahu bagaimana caranya.” ucap wanita itu pelan. “Tapi lakukan sesuatu, minta uang pada Dukemu itu, atau mencurilah darinya. Tapi kau harus memberikan sesuatu untukku.”Wanita itu melepaska

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 16

    Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika."Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan."Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status