Home / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 193- Rate 70/100

Share

193- Rate 70/100

Author: Sora Carita
last update publish date: 2026-09-15 09:09:20
Selama tiga hari berturut-turut Geza lembur. Kemunculan Kinan tentunya masih mengganjal di pikiran Tala—didorong efek hormon menstruasi—semuanya terasa jauh lebih mengganggu.

Mungkin benar kata Amika. Ia harus menghabiskan satu malam penuh dengan suaminya itu. Sekedar untuk bermanja, mungkin.

Malam ini, Tala sudah menyiapkan makan malam untuknya. Bukan menu yang merepotkan, hanya menu-menu ringan dan gampang diolah karena Geza bilang akan pulang lebih cepat.

Sebenarnya, Tala ingin sekali menyamb
Sora Carita

Yah yah kena deh mas Eja, baru kali ini doi punya rencana tapi gatot abis. Kasihaaaan Ketemu lagi besok yaw, jangan lupa tinggalin jejak.

| 11
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Ayra Arsyifa M
heem udah tau istrinya lg overthinking eeh dibikin senewen jg,Mas Eja gmn sih,
goodnovel comment avatar
wd_shinoda
Om eja emang gak pernah belajar dari pengalaman ya.. Ngambek lagi tuh Tata nya..
goodnovel comment avatar
Mira Lusia
jadi suami kok gak bisa anteng lo..suka banget bikin salah paham sama istri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sebelum Tiga Tahun   265- Belum Waktunya

    Dokter yang memeriksa Tala kembali memperhatikan hasil pemeriksaan pada layar monitor—dokter kandungan yang sama saat Tala sempat mengira dirinya hamil tempo hari.Setelah memastikan beberapa hal dari hasil pemeriksaan tersebut, ia tersenyum tipis.“Sejauh ini kondisi rahim dan organ reproduksi kamu baik, Tala. Nggak ada kelainan yang perlu dikhawatirkan.”Tala yang sejak tadi duduk di samping Geza akhirnya mengembuskan napas lega. Sore ini mereka kembali menemui dokter kandungan untuk mengecek kondisi rahim Tala. Setelah badai kemarin dan hubungan mereka lebih baik juga lebih kuat Tala ingin menyeriusi untuk punya anak. Umurnya kini menjelang tiga puluh dua, usia yang sangat pas untuk jadi ibu. Di usia ini Jani bahkan sudah punya Sansa.“Berarti semuanya normal, Dok?” Geza memastikan.“Untuk hasil pemeriksaan hari ini, iya. Tapi ada satu hal yang perlu kamu perhatikan, Tala.” Dokter mengalihkan pandangannya kepada perempuan itu. “Kamu belakangan ini sering merasa kelelahan atau sulit

  • Sebelum Tiga Tahun   264- Begini Sudah Cukup

    Menjatuhkan Wardoyo dan ayahnya, katanya?Seketika, Tala meremang. Bukan apa-apa, Bhuwana merupakan konglomerasi besar dengan jaringan bisnis yang membentang di berbagai sektor. Wardoyo sendiri menduduki posisi wakil direktur dengan kepemilikan saham dan pengaruh yang tidak kecil di dalamnya. Belum lagi Dharma, perusahaannya memang belum sebesar Bhuwana, tetapi memiliki jaringan dan pengaruh bisnis yang cukup luas.Menjatuhkan mereka jelas bukan perkara mudah.“Kamu mau melawan mereka?” tanya Tala, menatap suaminya lekat-lekat.“Ya,” jawab Geza tanpa ragu.Tala menggigit bibir. Ada kegelisahan yang mulai muncul saat memikirkan keputusan suaminya.“Kamu yakin? Secara kondisi, mereka lebih senior, kan? Dan secara posisi, kuasanya jauh lebih besar,” ujarnya.“Memang. Tapi saya nggak bisa lepas gitu aja sebelum Wardoyo jatuh. Akan ada banyak hal yang bisa dia gunakan untuk mengikat saya di Bhuwana dan dia akan ganggu saya terus saat udah resmi keluar. Dia ini lebih merepotkan dibanding Pa

  • Sebelum Tiga Tahun   263- Masih Konsolidasi

    Geza mengembus napas berat sekali saat akan melanjutkan. “Awalnya, semuanya berjalan normal. Wardoyo menjalankan perannya sebagai mentor yang baik. Meskipun pada dasarnya dia adalah kolega Papa, dia justru lebih banyak berdiri di pihak saya. Dia tahu seberapa besar kebencian saya terhadap Papa. Terlebih lagi, dia tahu saya dan Kinan menjalin hubungan.” Geza berdeham sesaat. Ada sedikit kecanggungan ketika ia menyebut hubungan masa lalunya dengan Kinan. “Tapi, seiring waktu, saya paham kalau tujuan Wardoyo mengajari saya tak lain agar dia punya tangan kanan yang bisa dimanfaatkan untuk membantunya berkuasa di Bhuwana, perusahaan yang notabene milik kakak sepupunya sendiri. Dia butuh saya untuk membereskan semua kekurangan anak sulungnya yang nggak kompeten.” Tala terdiam mendengarkan penjelasan itu. Setelah beberapa saat, barulah ia menyela. “Terus, kenapa kamu nggak langsung keluar?” tanyanya. “Karena saya nggak mau keluar begitu aja setelah dimanfaatkan seperti itu. Saya menggun

  • Sebelum Tiga Tahun   262- Konsolidasi Rumah Tangga

    “Jadi, aku harap kamu bisa jujur soal semuanya ke aku. Kalau Kinan aja bisa begitu paham isi kepala kamu, mestinya aku juga bisa. Aku ini istri kamu,” ujar Tala. Nada suaranya terdengar biasa saja, tapi kecemburuan di balik kalimat itu begitu kentara. Geza menoleh, sedikit geli. “Kamu masih cemburu sama dia? Padahal kemarin kamu baru aja tahu kalau saya udah cinta kamu sejak lama.” “Oh, jelas. Katanya dia paham banget cara kamu berpikir,” balas Tala tanpa ragu. Geza mendengkus. “Sesuai dugaan. Dia bilang apa aja ke kamu?” Tala langsung mendelik. “Kamu bisa sepaham itu juga sama cara pikir Kinan?” Geza merangkul bahu Tala, mendekatkannya sedikit. “Bukan gitu. Cuma kayaknya nggak mungkin kamu tiba-tiba cari tahu ke vendor soal rencana pernikahan kalau Kinan nggak cerita macam-macam.” “Dia cerita semua hal tentang kalian di masa lalu dan ... dia juga bilang kalau dia udah merasa kalah sejak dulu,” ucap Tala. Geza menoleh kepadanya. “Setelah dengar semua cerita dia dan tahu soal ren

  • Sebelum Tiga Tahun   261- Berhasil Mempengaruhi

    Seminggu sudah berlalu sejak obrolan malam itu di taman belakang. Tala memang kembali bersikap wajar kepada Geza, tetapi tetap ada batas yang ia pertahankan. Saat berada di kamar bersama, Tala masih terlihat canggung, sementara Geza berusaha bersikap normal. Hanya saja, pria itu kini jauh lebih menjaga diri. Ia tidak lagi asal memeluk atau menyentuh Tala seperti biasanya. Selama seminggu terakhir, selain sempat berbincang dengan Bastian dan Amika tempo hari, Tala juga beberapa kali mencurahkan isi pikirannya kepada Jia saat sesi pilates. Tentu saja, ia tidak menceritakan masalahnya secara gamblang. Namun, Jia sempat memberikan pandangan bahwa apa pun dalam rumah tangga seharusnya masih bisa dibicarakan dan diperbaiki, selama bukan KDRT atau perselingkuhan. Tala setuju dengan prinsip itu. Mungkin memang sudah waktunya ia bicara baik-baik dengan Geza. Membahas semua hal yang masih mengganjal dan meminta pria itu membuka semua sisi dirinya, termasuk hal-hal yang selama ini disembunyik

  • Sebelum Tiga Tahun   260- Promotor Handal

    Berbicara dengan Bastian soal masalahnya dengan Geza justru membuat kepala Tala semakin penuh. Bagaimanapun, Bastian selalu berada di pihak Geza. Dan setelah mendengar berbagai penjelasannya sejak tadi, Tala mulai merasa sedikit terpengaruh. “Tuh, kan, Mas. Ke sini buat jadi promotor Geza lagi,” sindir Tala. “Eh, nggak. Ini murni POV saya sebagai sahabat, pengacara pribadi, sekaligus rekan bisnis yang selalu direpotin sama dia.” Bastian mengangkat kedua tangan. “Lagipula, saya ke sini mau pacaran. Kebetulan aja ada kamu di sini.” Tala hanya mengibaskan tangan, tak terlalu percaya dengan alasannya. “Tapi kamu tuh memang dukung Geza banget, tahu, Yang. Mihak banget. Kayaknya apa pun yang Geza omongin, kamu tuh setuju aja,” komentar Amika sambil menoleh kepada kekasihnya itu. “Eh, nggak juga. Waktu Geza pertama kali bilang punya ide nikah kontrak, aku justru nolak, Mik. Udah aku ingetin juga. Serius.” Bastian menggeleng. “Aku malahan nyuruh dia buat pedekate yang bener. Sayangnya tu

  • Sebelum Tiga Tahun   11- Celah di Sofa Abu

    Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari saat Tala akhirnya memutuskan turun ke lantai bawah. Dia benar-benar tidak bisa tidur. Bukan karena ini adalah malam pertamanya dengan status sebagai istri Geza.Bukan.Tidak akan ada yang berbeda karena mereka bukan pasangan nyata. Alarm tubuhnya saja yang

  • Sebelum Tiga Tahun   3- Rumah Bagi Sansaya

    Menjaga Sansaya setiap hari ternyata sanggup menguras seluruh kewarasan Tala. Begitu dia terbangun, wajah kuyu dengan lingkaran hitam yang menghias bawah mata langsung menyambutnya.Tala melangkah gontai menuju ruang makan, mengambil segelas air putih, lalu duduk tepat di hadapan Geza. Pria itu suda

  • Sebelum Tiga Tahun   2- Warisan Rumit

    Tala tak sanggup mencerna kalimat itu. Menikah dengan adik kakak iparnya? Sebutannya memang masih keluarga, tapi mereka hanya dua orang asing yang kebetulan terhubung karena sebuah pernikahan kedua kakaknya.“Kamu gila?” Tala mendengus, tawa hambar keluar dari bibirnya yang pucat. “Akal sehat kamu k

  • Sebelum Tiga Tahun   1- Kehilangan yang Tak Terduga

    Tala berdiri memandangi gundukan tanah merah yang masih basah. Rasa sakitnya sama. Sama seperti saat ia kehilangan ibu, lalu nenek, dan terakhir ayahnya. Kehilangan sudah terlalu akrab dalam hidup Tala. Namun kali ini, ia berusaha berdiri lebih tegak—meski sekujur tubuhnya masih gemetar dan kepalan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status