Home / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 193- Rate 70/100

Share

193- Rate 70/100

Author: Sora Carita
last update publish date: 2026-09-15 09:09:20
Selama tiga hari berturut-turut Geza lembur. Kemunculan Kinan tentunya masih mengganjal di pikiran Tala—didorong efek hormon menstruasi—semuanya terasa jauh lebih mengganggu.

Mungkin benar kata Amika. Ia harus menghabiskan satu malam penuh dengan suaminya itu. Sekedar untuk bermanja, mungkin.

Malam ini, Tala sudah menyiapkan makan malam untuknya. Bukan menu yang merepotkan, hanya menu-menu ringan dan gampang diolah karena Geza bilang akan pulang lebih cepat.

Sebenarnya, Tala ingin sekali menyamb
Sora Carita

Yah yah kena deh mas Eja, baru kali ini doi punya rencana tapi gatot abis. Kasihaaaan Ketemu lagi besok yaw, jangan lupa tinggalin jejak.

| 9
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Ayra Arsyifa M
heem udah tau istrinya lg overthinking eeh dibikin senewen jg,Mas Eja gmn sih,
goodnovel comment avatar
wd_shinoda
Om eja emang gak pernah belajar dari pengalaman ya.. Ngambek lagi tuh Tata nya..
goodnovel comment avatar
Mira Lusia
jadi suami kok gak bisa anteng lo..suka banget bikin salah paham sama istri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sebelum Tiga Tahun   195- Maksud Baik Kinan

    Momen yang selalu menjadi momok bagi Tala, kini datang.Kinan resmi menggantikan orang yang sebelumnya menangani kerja sama dengan Janitra. Maka, hari ini menjadi pertemuan pertama mereka dalam urusan proyek—Kinan sebagai perwakilan Bhuwana, sementara Tala hadir mewakili kepentingan Janitra dan Sansa khususnya.Pertemuan itu berlangsung di salah satu tower Bhuwana, ditemani Suwandi dan juga tim Janitra.Setelah sempat melalui tarik-ulur khas negosiasi korporasi, hari ini mereka akhirnya mencapai kata sepakat.Geza sebenarnya sudah beberapa kali menawarkan Tala untuk mundur dari proyek ini. Ia cukup memantau dari jauh dan tidak perlu terlalu proaktif terlibat dalam setiap prosesnya.Namun, setelah hubungan mereka resmi jadi pernikahan sungguhan Tala memilih bertahan. Ia tak mau bersikap kekanak-kanakan hanya karena mantan kekasih suaminya kini duduk di seberang meja.Dengan semua yang sudah mereka lalui, rasanya tak mungkin Geza berpaling begitu saja.Lagipula, Geza tahu bagaimana rasan

  • Sebelum Tiga Tahun   194- Jurus Pamungkas

    Geza masuk ke kamar pukul sebelas, setelah memastikan dapur sudah kembali bersih.Sebenarnya ia bisa saja membiarkannya. Toh besok Bi Yuni juga akan membereskannya. Namun, dapur kotor justru membuat kepalanya pening. Lagipula, ia butuh mengumpulkan energi untuk menghadapi Tala.Membujuk, tepatnya.Istrinya sedang mens, baru kecewa karena hasil tes negatif, ditambah kemunculan Kinan. Paket lengkap untuk membuatnya begitu sensitif.Dan Geza harus menghadapinya.Dua tahun ke belakang, Geza mungkin tak akan terlalu terpengaruh. Seingatnya, Tala juga tidak sesensitif ini. Atau mungkin dulu ia saja yang tidak cukup peka karena hari-hari mereka memang lebih sering diisi adu mulut dan sarkas. Jadi, kalau Tala sedang kesal, Geza akan membalas. Kalau Tala nyolot, ia akan menyolot balik.Selesai.Sekarang? Perempuan yang sama bisa membuatnya pusing hanya dengan membelakanginya.Geza mendekat ke ranjang. Bantal hangat yang tadi sudah ia siapkan suhunya seharusnya sudah pas.“Ta....” panggilnya pel

  • Sebelum Tiga Tahun   193- Rate 70/100

    Selama tiga hari berturut-turut Geza lembur. Kemunculan Kinan tentunya masih mengganjal di pikiran Tala—didorong efek hormon menstruasi—semuanya terasa jauh lebih mengganggu.Mungkin benar kata Amika. Ia harus menghabiskan satu malam penuh dengan suaminya itu. Sekedar untuk bermanja, mungkin.Malam ini, Tala sudah menyiapkan makan malam untuknya. Bukan menu yang merepotkan, hanya menu-menu ringan dan gampang diolah karena Geza bilang akan pulang lebih cepat.Sebenarnya, Tala ingin sekali menyambut Geza dengan pakaian dinas yang baru dibelinya. Tapi untunglah ia masih sangat waras. Yang sedang tidak waras cuma gejolak hormonnya yang belakangan terlalu banyak tingkah.Begitu pintu dibuka ia dibuat terkejut dengan kehadiran tiga pria di hadapannya.Oh, salah.Ada satu lagi.Untung saja akal sehatnya masih lebih kuat daripada hormonnya. Kalau tidak, bisa-bisa malam ini ia sudah membuka pintu dengan pakaian dinas seksi itu di depan empat pria sekaligus.Tala bergidik sendiri membayangkannya

  • Sebelum Tiga Tahun   192- Ketimbang Mikirin Mantan

    Dua hari setelah menemui obgyn, siklus bulanan Tala datang. Moodnya jelas belum membaik. Bahkan di hari pertama menstruasinya, Tala kembali menangis. Bukan sekadar meneteskan air mata, melainkan sampai terisak keras di kamar. Tangisnya baru berhenti setelah Geza memeluknya. Lama.Lebay memang. Salahkan hormonnya.Menurut dokter, ada kemungkinan Tala memang terlalu terbawa sugesti. Setelah melihat bayi Sandra, pikirannya tanpa sadar menghubungkan semuanya dengan masa lalu—ketika ia sering menemani Jani menjalani program kehamilan hingga masa kehamilan sang kakak. Ditambah beberapa perubahan tubuh yang ia rasakan belakangan ini, semuanya terasa seperti tanda yang saling menguatkan. Padahal belum tentu.Kini ia memasuki hari kedua menstruasi, masih di titik paling kacau. Masih begitu sensitif. Karena itu, ia janjian dengan Amika saat jam makan siang. Sedikit curhat, sedikit haha-hihi, lalu ngobrol ngalor-ngidul agar pikirannya kembali lebih ringan.Setidaknya, itu rencana Tala.“Emang lo

  • Sebelum Tiga Tahun   191- Hari Tak Terduga

    Dalam satu hari ini, terlalu banyak hal tak terduga yang terjadi dalam hidup Tala. Hal pertama, jelas ia tak pernah menyangka masih ada secuil kemungkinan bahwa dirinya sedang hamil, meskipun hasil test pack tadi pagi menunjukkan negatif. Berharap? Tentu. Hal tak terduga berikutnya adalah bertemu mertua dan kakak iparnya secara kebetulan di akhir pekan, di rumah sakit sebesar ini. Dari sekian banyak tempat dan sekian banyak waktu, kenapa harus di sini? Saat perasaannya sendiri sedang kacau, ia malah harus berhadapan dengan orang-orang yang sama sekali tidak ingin ditemuinya hari ini. Tala kira, sampai di situ saja kejutan untuknya. Ternyata ia terlalu cepat menyimpulkan. Karena setelah itu, datang sesuatu yang bahkan tak pernah melintas sedikit pun dalam pikirannya. Dengan begitu cepat sampai Tala kehilangan sepersekian detik untuk sekadar memahami apa yang sedang dilihatnya. Jika tadi ia masih sempat berpikir harus bersikap bagaimana, kali ini tidak. Ia kehilangan daya pikir da

  • Sebelum Tiga Tahun   190- Konsultasi & Kebetulan

    Appointment dengan obgyn yang sudah Geza buat sejak pagi tadi dijadwalkan pukul 15.00 di salah satu rumah sakit di kawasan Pondok Indah. Sebelum ke sana, mereka terlebih dahulu menemani Sansa bermain di playground, lalu makan dan berkeliling mall sebentar. Setidaknya, mood Tala sudah jauh lebih baik. Tala pernah menemani Jani ke rumah sakit ini untuk pemeriksaan kandungan dulu, ketika Arka sedang berada di luar kota. Dokter yang menangani Jani waktu itu masih sama. Seorang pria paruh baya dengan rambut yang hampir seluruhnya memutih dan kacamata yang bertengger di batang hidung. Wajahnya tegas, tapi suaranya justru lembut dan menenangkan. Tala menceritakan satu per satu soal siklus haidnya yang tiba-tiba terlambat, juga berbagai gejala yang belakangan ia rasakan. Dokter mendengarkan dengan tenang sebelum menjelaskan bahwa semua itu bisa saja merupakan tanda kehamilan awal, tetapi perubahan hormon atau ovulasi yang terlambat juga bisa menjadi penyebabnya. Test pack yang negatif tadi

  • Sebelum Tiga Tahun   11- Celah di Sofa Abu

    Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari saat Tala akhirnya memutuskan turun ke lantai bawah. Dia benar-benar tidak bisa tidur. Bukan karena ini adalah malam pertamanya dengan status sebagai istri Geza.Bukan.Tidak akan ada yang berbeda karena mereka bukan pasangan nyata. Alarm tubuhnya saja yang

  • Sebelum Tiga Tahun   3- Rumah Bagi Sansaya

    Menjaga Sansaya setiap hari ternyata sanggup menguras seluruh kewarasan Tala. Begitu dia terbangun, wajah kuyu dengan lingkaran hitam yang menghias bawah mata langsung menyambutnya.Tala melangkah gontai menuju ruang makan, mengambil segelas air putih, lalu duduk tepat di hadapan Geza. Pria itu suda

  • Sebelum Tiga Tahun   2- Warisan Rumit

    Tala tak sanggup mencerna kalimat itu. Menikah dengan adik kakak iparnya? Sebutannya memang masih keluarga, tapi mereka hanya dua orang asing yang kebetulan terhubung karena sebuah pernikahan kedua kakaknya.“Kamu gila?” Tala mendengus, tawa hambar keluar dari bibirnya yang pucat. “Akal sehat kamu k

  • Sebelum Tiga Tahun   1- Kehilangan yang Tak Terduga

    Tala berdiri memandangi gundukan tanah merah yang masih basah. Rasa sakitnya sama. Sama seperti saat ia kehilangan ibu, lalu nenek, dan terakhir ayahnya. Kehilangan sudah terlalu akrab dalam hidup Tala. Namun kali ini, ia berusaha berdiri lebih tegak—meski sekujur tubuhnya masih gemetar dan kepalan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status