Inicio / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 254- Email Curian

Compartir

254- Email Curian

Autor: Sora Carita
last update Fecha de publicación: 2026-11-02 07:46:00
Tala membawa makan siang untuk Geza siang ini. Pria itu sedang mengikuti rapat bersama para petinggi Bhuwana. Kesempatan bagus untuk mendekati Rena yang sedang berada di mejanya.

Sekretaris Geza itu masih sibuk bekerja di depan layar komputer kantor ketika Tala menghampiri.

“Kenapa, Mbak? Ada yang dibutuhkan?” tanya Rena, rupanya menangkap ekspresi berpikir Tala.

Tepatnya, Tala sedang memikirkan cara untuk meminjam akses email Rena.

Ia masih perlu mencari tahu soal email nikah kontrak yang d
Sora Carita

Day 1 Tala nyuri, degdegannya ada banget ya Ta

| 14
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (4)
goodnovel comment avatar
Iznania
plis thor yah,, msalh nikah ini di tuntasin dah,, dan mas geza pliss lo hrus jujur prkara ini biar rumah tgga lo amn, gue ikutan deg2akn tauk!!...‍...
goodnovel comment avatar
Atsen Qhmad
mas geza kamu ketahuaaaan....
goodnovel comment avatar
wd_shinoda
jd ikut²an deg²an..
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Sebelum Tiga Tahun   265- Belum Waktunya

    Dokter yang memeriksa Tala kembali memperhatikan hasil pemeriksaan pada layar monitor—dokter kandungan yang sama saat Tala sempat mengira dirinya hamil tempo hari.Setelah memastikan beberapa hal dari hasil pemeriksaan tersebut, ia tersenyum tipis.“Sejauh ini kondisi rahim dan organ reproduksi kamu baik, Tala. Nggak ada kelainan yang perlu dikhawatirkan.”Tala yang sejak tadi duduk di samping Geza akhirnya mengembuskan napas lega. Sore ini mereka kembali menemui dokter kandungan untuk mengecek kondisi rahim Tala. Setelah badai kemarin dan hubungan mereka lebih baik juga lebih kuat Tala ingin menyeriusi untuk punya anak. Umurnya kini menjelang tiga puluh dua, usia yang sangat pas untuk jadi ibu. Di usia ini Jani bahkan sudah punya Sansa.“Berarti semuanya normal, Dok?” Geza memastikan.“Untuk hasil pemeriksaan hari ini, iya. Tapi ada satu hal yang perlu kamu perhatikan, Tala.” Dokter mengalihkan pandangannya kepada perempuan itu. “Kamu belakangan ini sering merasa kelelahan atau sulit

  • Sebelum Tiga Tahun   264- Begini Sudah Cukup

    Menjatuhkan Wardoyo dan ayahnya, katanya?Seketika, Tala meremang. Bukan apa-apa, Bhuwana merupakan konglomerasi besar dengan jaringan bisnis yang membentang di berbagai sektor. Wardoyo sendiri menduduki posisi wakil direktur dengan kepemilikan saham dan pengaruh yang tidak kecil di dalamnya. Belum lagi Dharma, perusahaannya memang belum sebesar Bhuwana, tetapi memiliki jaringan dan pengaruh bisnis yang cukup luas.Menjatuhkan mereka jelas bukan perkara mudah.“Kamu mau melawan mereka?” tanya Tala, menatap suaminya lekat-lekat.“Ya,” jawab Geza tanpa ragu.Tala menggigit bibir. Ada kegelisahan yang mulai muncul saat memikirkan keputusan suaminya.“Kamu yakin? Secara kondisi, mereka lebih senior, kan? Dan secara posisi, kuasanya jauh lebih besar,” ujarnya.“Memang. Tapi saya nggak bisa lepas gitu aja sebelum Wardoyo jatuh. Akan ada banyak hal yang bisa dia gunakan untuk mengikat saya di Bhuwana dan dia akan ganggu saya terus saat udah resmi keluar. Dia ini lebih merepotkan dibanding Pa

  • Sebelum Tiga Tahun   263- Masih Konsolidasi

    Geza mengembus napas berat sekali saat akan melanjutkan. “Awalnya, semuanya berjalan normal. Wardoyo menjalankan perannya sebagai mentor yang baik. Meskipun pada dasarnya dia adalah kolega Papa, dia justru lebih banyak berdiri di pihak saya. Dia tahu seberapa besar kebencian saya terhadap Papa. Terlebih lagi, dia tahu saya dan Kinan menjalin hubungan.” Geza berdeham sesaat. Ada sedikit kecanggungan ketika ia menyebut hubungan masa lalunya dengan Kinan. “Tapi, seiring waktu, saya paham kalau tujuan Wardoyo mengajari saya tak lain agar dia punya tangan kanan yang bisa dimanfaatkan untuk membantunya berkuasa di Bhuwana, perusahaan yang notabene milik kakak sepupunya sendiri. Dia butuh saya untuk membereskan semua kekurangan anak sulungnya yang nggak kompeten.” Tala terdiam mendengarkan penjelasan itu. Setelah beberapa saat, barulah ia menyela. “Terus, kenapa kamu nggak langsung keluar?” tanyanya. “Karena saya nggak mau keluar begitu aja setelah dimanfaatkan seperti itu. Saya menggun

  • Sebelum Tiga Tahun   262- Konsolidasi Rumah Tangga

    “Jadi, aku harap kamu bisa jujur soal semuanya ke aku. Kalau Kinan aja bisa begitu paham isi kepala kamu, mestinya aku juga bisa. Aku ini istri kamu,” ujar Tala. Nada suaranya terdengar biasa saja, tapi kecemburuan di balik kalimat itu begitu kentara. Geza menoleh, sedikit geli. “Kamu masih cemburu sama dia? Padahal kemarin kamu baru aja tahu kalau saya udah cinta kamu sejak lama.” “Oh, jelas. Katanya dia paham banget cara kamu berpikir,” balas Tala tanpa ragu. Geza mendengkus. “Sesuai dugaan. Dia bilang apa aja ke kamu?” Tala langsung mendelik. “Kamu bisa sepaham itu juga sama cara pikir Kinan?” Geza merangkul bahu Tala, mendekatkannya sedikit. “Bukan gitu. Cuma kayaknya nggak mungkin kamu tiba-tiba cari tahu ke vendor soal rencana pernikahan kalau Kinan nggak cerita macam-macam.” “Dia cerita semua hal tentang kalian di masa lalu dan ... dia juga bilang kalau dia udah merasa kalah sejak dulu,” ucap Tala. Geza menoleh kepadanya. “Setelah dengar semua cerita dia dan tahu soal ren

  • Sebelum Tiga Tahun   261- Berhasil Mempengaruhi

    Seminggu sudah berlalu sejak obrolan malam itu di taman belakang. Tala memang kembali bersikap wajar kepada Geza, tetapi tetap ada batas yang ia pertahankan. Saat berada di kamar bersama, Tala masih terlihat canggung, sementara Geza berusaha bersikap normal. Hanya saja, pria itu kini jauh lebih menjaga diri. Ia tidak lagi asal memeluk atau menyentuh Tala seperti biasanya. Selama seminggu terakhir, selain sempat berbincang dengan Bastian dan Amika tempo hari, Tala juga beberapa kali mencurahkan isi pikirannya kepada Jia saat sesi pilates. Tentu saja, ia tidak menceritakan masalahnya secara gamblang. Namun, Jia sempat memberikan pandangan bahwa apa pun dalam rumah tangga seharusnya masih bisa dibicarakan dan diperbaiki, selama bukan KDRT atau perselingkuhan. Tala setuju dengan prinsip itu. Mungkin memang sudah waktunya ia bicara baik-baik dengan Geza. Membahas semua hal yang masih mengganjal dan meminta pria itu membuka semua sisi dirinya, termasuk hal-hal yang selama ini disembunyik

  • Sebelum Tiga Tahun   260- Promotor Handal

    Berbicara dengan Bastian soal masalahnya dengan Geza justru membuat kepala Tala semakin penuh. Bagaimanapun, Bastian selalu berada di pihak Geza. Dan setelah mendengar berbagai penjelasannya sejak tadi, Tala mulai merasa sedikit terpengaruh. “Tuh, kan, Mas. Ke sini buat jadi promotor Geza lagi,” sindir Tala. “Eh, nggak. Ini murni POV saya sebagai sahabat, pengacara pribadi, sekaligus rekan bisnis yang selalu direpotin sama dia.” Bastian mengangkat kedua tangan. “Lagipula, saya ke sini mau pacaran. Kebetulan aja ada kamu di sini.” Tala hanya mengibaskan tangan, tak terlalu percaya dengan alasannya. “Tapi kamu tuh memang dukung Geza banget, tahu, Yang. Mihak banget. Kayaknya apa pun yang Geza omongin, kamu tuh setuju aja,” komentar Amika sambil menoleh kepada kekasihnya itu. “Eh, nggak juga. Waktu Geza pertama kali bilang punya ide nikah kontrak, aku justru nolak, Mik. Udah aku ingetin juga. Serius.” Bastian menggeleng. “Aku malahan nyuruh dia buat pedekate yang bener. Sayangnya tu

  • Sebelum Tiga Tahun    7- Serangan Taktik Pertama

    Satu minggu sudah berlalu sejak perdebatan malam itu. Tala membangun dinding pembatas setinggi mungkin. Setiap informasi mengenai Sansa disampaikan layaknya laporan kerja—dingin, kaku, dan efisien. Tala tak mau terlihat rapuh, apalagi menunjukkan bahwa kalimat Geza berhasil melukainya.Pagi ini, keh

  • Sebelum Tiga Tahun    6- Ritme Hidup Baru di Tengah Kekacauan

    Tidak ada yang benar-benar tidur nyenyak selama satu bulan terakhir. Duka perlahan mengubah ritme hidup mereka tanpa permisi. Tala terbiasa bangun karena tangisan tengah malam, sementara Geza mulai hafal cara menenangkan Sansaya sebelum anak itu benar-benar histeris. Ada kalanya mereka bergantian me

  • Sebelum Tiga Tahun   5- Tawaran Perlindungan

    “Kamu gila kalau kamu setuju sama ide konyol itu.”Geza menoleh. “Mungkin.”Sebelum membawa Sansaya ke dokter anak, mereka sempat bicara soal hak wali ke pengacara kenalan Geza. Pengacaranya menyarankan satu hal paling konyol untuk menang dan melindungi semuanya.Menikah. Nikah kontrak, lebih tepat

  • Sebelum Tiga Tahun   4- Proposal Tak Terduga

    Mobil Geza melaju membelah kemacetan Jakarta yang terasa jauh lebih menyesakkan dari biasanya. Di kursi penumpang, Tala mencoba menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin, mencari sedikit sisa tenaga yang dia punya.“Temen kamu udah pulang langsung kerja?” tanya Geza tanpa sedikit pun men

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status