共有

Seorang Hacker

作者: Die-din
last update 最終更新日: 2025-12-24 12:37:21

"Tidak. Semua itu fitnah! Saya tidak pernah melakukan kecurangan!" Cindy mencoba membela diri.

"Bukan hanya itu, Cind." sela Gery dengan suara bernada serius, jauh berbeda dengan kesehariannya yang suka menggoda Cindy.

GeryI mengangkat sebuah tablet dan menunjukkan sebuah situs berita finansial.

"Tadi dini hari, dokumen rincian transaksi ini bocor ke publik melalui akun tanpa nama. Dan sekarang kamu, Cindy, sedang menjadi topik utama sebagai otak di balik penggelapan dana Pradana Group."

"Akibatnya eputasi perusahaan sedang dipertaruhkan di bursa saham pagi ini. Nilai saham kita turun pada pembukaan bursa saham."

Cindy terngaga mendengarnga, namun kesadarannya segera pulih karena getaran ponsel di saku roknya. Dia mendapati notifikasi pesan dari grup kantor, telepon dari nomor tidak dikenal, bahkan tag di media sosial masuk bertubi-tubi.

'Ya Tuhanku, apa-apaan ini?' batij Cindy sambil melirik layar televisi di sudut ruangan yang selalu menayangkan berita bisnis kilat.

Dia membaca headline merah berjalan di bagian bawah layar: "Skandal Korupsi Pradana Group: Sekretaris Kepercayaan Ardi Pradana Diduga Dalang Penggelapan Lima Puluh Miliar."

Dunia Cindy seolah runtuh. Kebanggaan yang ia bangun dengan tetesan keringat dan air mata selama bertahun-tahun, reputasi sebagai sekretaris kepercayaan CEO yang tanpa celah, hancur hanya dalam hitungan detik. Oleh deretan angka tidak nyata di layar laptop seorang pria yang bahkan tidak memakai kemeja formal.

Cindy menatap Kresna dengan tatapan tajam yang penuh kebencian dan penghinaan. "Kamu... kamu sengaja melakukan ini, kan? Kamu meretas sistem untuk menjatuhkanku, karena aku selalu menolak permintaan aksesmu bulan lalu?

Kresna hanya mengangkat bahu pelan, lalu menutup laptopnya dengan bunyi klik yang tajam. "Tidak ada masalah personal. Aku hanya pembawa pesan, Mbak Sekretaris. Aku mencari fakta, dan fakta digital tidak punya perasaan."

Pria miaterius itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan penekanan. "Lalu saat ini, fakta itu mengatakan bahwa kamu pelakunya."

Cindy berdiri terpaku di tengah ruangan, dikelilingi oleh pria-pria yang kini menatapnya dengan berbagai macam arti. Dia menyadari bahwa hidupnya yang sempurna baru saja berakhir dan berganti dengan kekacauan hebat.

Keheningan di ruangan CEO Pradana Group terasa lebih menyesakkan daripada tuduhan Kresna. Cindy masih berdiri mematung, menatap nanar ke arah televisi yang masih menampilkan namanya dalam barisan teks berita. Ia merasa seperti baru saja didorong dari puncak menara Pradana Group tanpa parasut.

"Pak Ardi," suara Cindy bergetar, namun ia berusaha keras mempertahankan ketenangan.

"Anda tahu saya. Saya tidak mungkin mengkhianati anda dan perusahaan ini. Demi Tuhan, saya tidak pernah pergi ke Cayman, saya bahkan tidak tahu tempat itu di mana. Lalu bagaimana saya bisa punya rekening di sana?"

Ardi Pradana bangkit dari singasananya. Ia berjalan mendekati jendela kaca besar yang menampilkan panorama Jakarta yang berkabut.

"Aku tahu, Cindy. Jika aku percaya kamu pelakunya, kamu tidak akan berdiri di sini sekarang. Gery sudah akan memborgolmu bersama tim kepolisian di lobi."

Gery mengangguk kaku, meski matanya tetap menatap Cindy dengan saksama. "Secara hukum, posisimu sangat sulit, Cindy. Jejak digital itu otentik. Jika ini sampai ke meja hijau sekarang, kamu akan kalah sebelum bertanding."

"Lalu apa?" Cindy menyalak, rasa frustrasinya memuncak. Ia menunjuk Kresna yang sedang asyik memainkan kunci motor.

"Kenapa kita mendengarkan maniak komputer ini? Dia yang katanya menemukan datanya, tapi bisa saja dia juga yang memalsukannya!"

Kresna mendengus, bangkit dari sofa dengan gerakan malas. "Dengar, Mbak Sekretaris. Kalau aku mau menjatuhkanmu, aku tidak akan repot-repot datang ke sini pagi-pagi. Aku lebih suka tidur atau meretas bank sungguhan.

"Kamu? Kamu apa?... Siapa kamu sebenarnya?" Kedua mata Cindy melebar demi mendengar kalimat terakhir Kresna.

"Aku adalah seorang hacker." Kresna menjawab dengan mantap dan penuh percaya diri.

"Hacker? Ya Tuhan, bagaimana bisa penjahat cyber sepertimu ada di sini?" Cindy bergidik mengetahui siapa sebenarnya Kresna. Dan rasa tidak sukanya kepada pria itu semakin meningkat beberap derajat.

"Aku yang membawa Kresna ke sini, sebagai staff bagian IT." Ardi menengahi dengan tenang. "Lalu tentang keahliannya sebagai seorang hacker, adalah sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh kita bertiga dan Bambang."

"Tapi Pak Ardi, anda tahu kan bagaimana cara kerja seorang hacker? Bagaimana kalau dia meretas sistem perusahaan kita?" Cindy tidak dapat percaya bahwa bosnya yang cerdas mau berhubungan dengan orang di dunia gelap seperti Kresna.

"Tidak, aku tidak akan melakukannya." Kresna menjawab cepat.

"Oh ya? Apa jaminannya?" tanya Cindy sinis.

Kresna terdiam tanpa bisa memberikan jawaban. Karena dia tahu benar resiko pekerjaan yang dia geluti, yang memaksanya harus bertaruh dengan jeratan hukum setiap saat.

"Aku yang membawa Kresna ke sini. Aku percaya kepadanya." Ardi yang akhirnya menjawab, ia menghela napas panjang sebelum melanjutkan. "Di era serba digital ini, seorang hacker sangat dibutuhkan sebagai anjing penjaga perusahaan."

Cindy terdiam tanpa berani memprotes lagi. Sebagai sekretaris Ardi, ia sudah sering mendapati keputusan atasannya itu yang sangat berani bahkan kontroversial. Tapi ia juga tahu bahwa Ardi sangat cerdas dan memiliki insting bisnis yang tajam.

"Kegiatan hacking memang ilegal." Gery sebagai seorang yang paham akan hukum ikut memberi penjelasan. Memperjelas ucapan Ardi yang singkat, padat dan tidak jelas. "Itu jika dilakukan untuk tujuan perusakan sistem atau pencurian, baik dalam bentuk data maupun finansial."

"Meski ilegal, kegiatan hacking jiga bisa memberi banyak manfaat. Terutama untuk Pradana Group yang memiliki banyak cabang perusahaan. Dia bisa digunakan untuk penjagaan atau pengawasan di segala sistem perusahaan."

"Juga untuk menemukan hal-hal yang tidak bisa didapatkan dengan cara legal." Gery beralih kepada Kresna, "Apa yang kamu temukan?"

"Aku menemukan sebuah algoritma aneh." Kresna memberikan jawaban, namun segera melanjutkan saat mendapati tatapan tidak mengerti dari ketiga orang di sekitarnya.

"Intinya... data itu ada di sana karena ada yang menaruhnya dengan sengaja. Sangat rapi, sampai-sampai hampir terlihat seperti pekerjaan... orang dalam yang sangat pintar."

Ruangan kembali hening mendengar penjelasan Kresna. Dan Cindy dapat sedikit bernapas lega karena terhindar dari posisi sebagai tersangka.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Mencari Bukti

    Salah satu perangkat keras di meja tiba-tiba berbunyi bip keras. Layar menunjukkan bahwa mereka berhasil menyeberangi lapisan keamanan pelaku. "Kita mendapatkan lokasi terakhir dari siapa yang menyebarkan data rahasia!" seru Kresna dengan mata yang bersinar. "Di sebuah ruang kosong di gedung perkantoran sebelah kantor Pradana Group. Dan mereka sedang aktif sekarang!" Cindy langsung berdiri. "Kita harus pergi ke sana!" "Tidak bisa. Kalau kamu keluar sekarang, kamu akan langsung terdeteksi oleh pihak keamanan gedung atau bahkan polisi yang mungkin sudah sedang diawasi." "Jadi apa yang kita lakukan? Biarkan mereka terus menyebarkan data?" Kresna mengeluarkan headset kecil dan sebuah modul GPS. "Aku akan mengakses sistem keamanan gedung itu dan menghentikan aktivitas mereka dari sini. Tapi aku butuh seseorang yang tahu tata letak gedung itu untuk memberitahuku jalur terbaik agar aku bisa mengganggu koneksi mereka tanpa terdeteksi." Cindy mengambil headset dan melihat peta gedu

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Bekerja Sama

    "Hei," Kresna menyentuh lengan Cindy perlahan—sebuah kontak fisik pertama yang membuat Cindy tersentak kecil. "Aku tidak peduli pada rahasia pribadimu. Aku hanya peduli pada siapa yang sudah berani mengotori kode buatanku dengan namamu. Kita selesaikan ini, lalu kamu bisa kembali jadi sekretaris kaku, dan aku kembali jadi orang asing. Deal?" Cindy menatap jemari Kresna di lengannya, lalu kembali menatap mata pria itu. Rasa kesal itu masih ada, namun terselip rasa percaya yang mulai tumbuh secara terpaksa. Ia menarik napas panjang, mencoba membuang sisa-sisa egonya. "Deal," jawab Cindy tegas. "Kata sandinya adalah PradanaIntegritas2025. Jangan tertawa." Kresna benar-benar tertawa, suara tawa rendah yang entah mengapa membuat jantung Cindy berdegup sedikit lebih cepat dari biasanya. "Sangat orisinal, Mbak Sekretaris. Sangat orisinal." Cindy merengut karena reaksi berlebihan pria itu, namun dia menahan diri untuk tidak mendebat. "Ayo duduk!" Kresna menarik sebuah kursi dan me

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Batas Waktu

    Setelah masuk kamar tidur, Cindy langsung mengunci pintunya dari dalam. Ruangan yang luas dengan dekorasi minimalis putih dan abu-abu seharusnya terasa mewah, tapi kini hanya membuatnya merasa terkurung. Dia menjelajahi lemari besar yang ternyata sudah diisi dengan beberapa set pakaian kasual—semua dalam ukuran yang pas padanya. Cindy tersenyum samar, ini pasti hadiah kecil dari Ardi untuknya. Ardi, atasannya itu memang orang yang selalu berpikir jauh ke depan. Tanpa mood untuk mengganti pakaian, Cindy kembali memutup pintu lemari. Dia beranjak ke kasur dan duduk di sana, bersandar di ranjang empuk, menatap langit-langit tinggi. Pikirannya berputar kencang, berbagai pertanyaan tanpa jawaban berkelebat di kepalamya. 'Bagaimana bisa identitas digitalku dipakai untuk melakukan hal yang bisa merusak Pradana Group?' 'Siapa yang punya motif untuk menjatuhkanku?' Dan yang pertanyaan terakhir yang paling membuatnya gelisah, 'Bisakah benar-benar mempercayakan diriku pada Kresna?'

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Safe House

    Keheningan di ruangan CEO yang mewah itu dipecahkan oleh sang pemilik ruangan. Ardi Pradana berbalik, wajah tampannya yang selalu dingin kini mengeras saat berkata. "Itu sebabnya kalian berdua harus pergi dari sini. Sekarang juga." "Pergi?" tanya Cindy bingung menanggapi. "Publik dan dewan direksi sedang menuntut kepala seseorang sebagai pelaku. Jika kamu tetap berada di kantor, mereka akan memaksaku untuk menyerahkan kamu ke polisi demi menyelamatkan harga saham," jelas Ardi. "Jadi, saya akan dujadikan kambing hitam?""Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu tetjadi. Percayalah padaku, Cin." Ardi berhenti sejenak dan nada suaranya berubah lebih halus. "Aku sudah menyiapkan mobil. Kalian berdua akan diantar Bambang ke sebuah apartemen milikku yang tidak terdaftar atas nama Pradana Group. Di sana, Kresna akan membantu kamu melacak siapa yang sebenarnya telah meminjam identitas digitalmu." "Saya? Bekerja sama dengan dia?" Cindy menatap Kresna dengan pandangan jijik. "Dia penye

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Seorang Hacker

    "Tidak. Semua itu fitnah! Saya tidak pernah melakukan kecurangan!" Cindy mencoba membela diri. "Bukan hanya itu, Cind." sela Gery dengan suara bernada serius, jauh berbeda dengan kesehariannya yang suka menggoda Cindy.GeryI mengangkat sebuah tablet dan menunjukkan sebuah situs berita finansial. "Tadi dini hari, dokumen rincian transaksi ini bocor ke publik melalui akun tanpa nama. Dan sekarang kamu, Cindy, sedang menjadi topik utama sebagai otak di balik penggelapan dana Pradana Group.""Akibatnya eputasi perusahaan sedang dipertaruhkan di bursa saham pagi ini. Nilai saham kita turun pada pembukaan bursa saham." Cindy terngaga mendengarnga, namun kesadarannya segera pulih karena getaran ponsel di saku roknya. Dia mendapati notifikasi pesan dari grup kantor, telepon dari nomor tidak dikenal, bahkan tag di media sosial masuk bertubi-tubi. 'Ya Tuhanku, apa-apaan ini?' batij Cindy sambil melirik layar televisi di sudut ruangan yang selalu menayangkan berita bisnis kilat. Dia me

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Awal Kehancuran

    Cindy menggerakkan jemarinya yang lentik di atas meja kerja berbahan kayu mahoni mengilap, untuk memastikan tidak ada kotoran, bahkan sebutir debu pun yang berani hinggap di sana. Bagi Cindy, meja itu adalah dunia dan tempatnya menjujukkan eksistensi diri. Sebagai sekretaris andalan dari Ardi Pradana, sang pemimpin tertinggi Pradana Group, Cindy bukan sekadar pengolah data. Ia adalah gerbang, benteng, sekaligus otak di balik efisiensi sang CEO yang melegenda. Ardi Pradana memang dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Dan di balik segala kesuksesan Ardi, ada Cindy yang bertindak di balik layar untuk mengatur segalanya. Bagi Cindy kebanggaan adalah integritas dan kepercayaan diri adalah perisai. Jam di salah satu sisi dinding sudah menunjuk pukul 07.00 pagi. Cindy berdiri tegak dengan rok pensil abu-abu dan kemeja putih yang disetrika kaku hingga sudut kerah. Di tangannya, sebuah tablet menampilkan jadwal Ardi yang padat untuk hati ini hingga detik terakhir. Ia mencat

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status