Share

246. Aku Takut

Penulis: LilyLembah03_
last update Tanggal publikasi: 2026-02-19 14:46:34
“Nyonya ....”

Dokter tersebut menyapa Lily lirih. Sapaan ragu yang terdengar begitu lesu.

“Putriku di mana? Operasinya pasti berhasil, kan?” tanya Lily tanpa basa-basi sambil menatap pria berjas putih itu penuh harap.

Untuk beberapa waktu, dokter itu hanya diam. Dia bahkan menunduk seolah baru saja melakukan sebuah kesalahan.

“Kenapa kau diam saja, Dokter? Mana putriku? Bolehkah aku bertemu dengannya?” tanya Lily tidak sabaran.

“Mohon m
LilyLembah03_

Spill perasaan kalian setelah baca bab ini dong! (yang nulis sih nangis yaa hahaha)

| 8
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (14)
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
maaf yaa hehe
goodnovel comment avatar
Mariati Binti kamarudin
Cerita yg makin bertele tele
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
enggak kokk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   Ekstra Part || 00. Anak Paling Beruntung

    "BUNDAAA ...." Lily menoleh pada dua pria kesayangannya yang baru pulang setelah mengurus surat izin mengemudi. Dua makhluk dengan mata sipit itu tentu saja langsung berlari untuk berebutan memeluk Lily lebih dulu. "Lepaskan tanganmu dari istriku! Kau sudah besar, tidak boleh manja!" cerca Benji--suaminya yang kini sudah tampak cukup beruban untuk bertengkar dengan remaja SMA. "Dia ini bundaku! Aku bebas memeluknya sesuka hati. Kau juga sudah tua, kenapa masih manja pada bundaku? Carilah bundamu sendiri! Jangan mengambil Bunda orang lain!" Naka menimpali dengan nada menjengkelkan andalannya. Membuat Lily yang kini terkungkung oleh dua pria berbeda usia di atas sofa panjang ruang tengah, hanya bisa menghela napas jengah. Ini memang situasi sehari-hari yang harus ia hadapi di rumah. Meladeni sifat posesif dan manja suami dan anak semata wayangnya. "Bunda ... aku minta hadiah mobil Rolls Royce pada Ayah untuk ulangtahun ke-17 minggu depan. Tapi dia bilang tidak boleh." Kali in

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   360. Cinta yang Utuh [END]

    "Bundaku belum pulang ya, Ayah?" Benji melirik singkat putranya yang baru masuk dapur. Pemuda dengan wajah mirip Benjamin Kaisar itu bahkan langsung mencomot mie goreng yang sudah diseduh ayahnya di atas meja. "Kenapa kau memakannya?! Itu milik Ayah!" protes Benji tidak terima. Namun, bukannya takut oleh ucapan ayahnya, Naka--pemuda 16 tahun yang kini menginjak bangku kelas 2 SMA, malah memasukkan lebih banyak mie instan ke dalam mulutnya. Membuat Benji segera merebut piring di depan pemuda itu dengan kesal. "Aku lapar, Yahhh! Biarkan aku memakannya! Kau tidak lihat putra tampanmu ini kelelahan setelah latihan basket?" tanya pemuda dengan mata sipit seperti Benji itu dramatis. "Kalau kau mau, masak saja sendiri! Kenapa malah makan punya orang lain?" protes Benji lagi kemudian makan sisa mie instan yang tadi nyaris dihabiskan anaknya. "Andai saja Bunda di sini ... pasti dia tidak akan membiarkan anaknya kelaparan seperti bapak-bapak tidak berperasaan di depanku." Dan gumam

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   359. Tidurlah yang Nyenyak

    "Sudah nyaman, kan, posisinya ini?""Nanti jangan lupa beritahu aku kalau sudah waktunya ganti pembalut! Kata bidan, harus diganti empat jam sekali, kan?""Tapi langsung beritahu saja kalau sudah terasa penuh atau basah. Oke?""Iya, Mas ....""Mas mau ke kantor sebentar, yaa? Telepon saja kalau dalam empat jam Mas belum pulang atau kau memerlukan sesuatu.""Iyaa ....""Istirahatlah yang benar. Tidur yang nyenyak. Sebentar lagi Naka pasti bangun karena lapar. Kau harus manfaatkan waktu dengan baik, Sayang ....""Iya, Mas ....""Baiklah. Mas ke kantor dulu. Nanti Mas minta Bi Nala dan Bu Anin mengecekmu, yaa?"Sekali lagi, Lily hanya mengangguk supaya sang suami segera pergi. Setelah dirasa cukup memberikan pesan, Benji akhirnya berlalu pergi dengan setelan pakaian kerjanya.Tentu saja setelah memberikan banyak kecupan di wajah Lily sebagai bentuk perpisahan yang manis."Dia benar-benar lebih cerewet daripada Bi Anin ...." Lily diam-diam terkekeh geli setelah memastikan suaminya menutup

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   358. Bangunkan Istriku

    "Mas ... aku mengantuk sekali.""Tolong biarkan aku tidur ...."Dua kalimat terakhir sebelum istrinya kehilangan kesadaran terus berputar di kepala Benjamin Kaisar. Kalimat yang terdengar seperti perpisahan setelah dokter menyatakan Lily mengalami koma imbas pendarahan pascamelahirkan.Dan sekarang, Benji benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Apalagi begitu dia kini berdiri di ambang pintu ruang berisi bayi-bayi yang baru lahir. Setelah beberapa saat lalu dia masuk ke ruang ICU tempat istrinya terbaring dengan alat bantu pernapasan dan beberapa penunjang hidup lain.Istrinya tidak lagi membuka mata beberapa menit setelah melahirkan anak mereka.Istrinya dinyatakan berada dalam kondisi kritis setelah kehilangan banyak darah."Ya ampun, cucunya Obaa-chan lapar ya ini? Atau mau bertemu Bunda? Sabar yaa, Sayang ...."Melihat bagaimana sang ibu berusaha menenangkan tangis nyaring putranya bahkan membuat netra memerah itu kembali berkaca-kaca. Sampai satu tepukan di bahu membuat

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   357. Tepat Pukul Lima

    "Masss ... sakithh ...." "Iyaa, Sayang. Sabar, yaaa. Mas pijat yaa ini ...." "Tapi masih sakit, Masss ...." "Coba tarik napas lagi, yaa, Sayang?" "Tarik napasnya yang dalam lewat hidung, yaa. Hembuskan pelan-pelan lewat mulut ...." "Mas temani. Mas pasti temani. Jangan menangis ...." "Tapi sakit, Masss ...." Benji mengusap wajahnya yang tampak kusut dan berantakan karena gusar. Pria itu ingin menangis. Demi Tuhan ... Benjamin Kaisar ingin sekali menangis. Namun, dia benar-benar takut melakukannya di hadapan sang istri yang kini menggeliat gelisah sambil mencengkeram erat sebelah tangannya. Seolah itu adalah satu-satunya hal yang Lily punya untuk bisa tetap bertahan. "Sayanggg ... di sebelah mana sakitnya? Biar Mas bantu pijat ...." Benji kembali bertanya lembut guna menenangkan meski pikirannya kacau bukan main. Tangannya yang terbebas dari cengkeraman sang istri kembali memijat di bagian bawah punggung. Tempat istrinya merasakan nyeri luar biasa akibat pembukaan

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   356. Dicintai dengan Baik

    "Mbakkk ... kenapa masih datang ke sini?"Zea--salah satu pegawai di kafé milik Lily bertanya panik sambil berlari menyambut bosnya. Sedangkan orang yang kini dituntun untuk duduk di meja terdekat hanya terkekeh geli dengan respon lucu pegawai cantiknya."Tadi kami hanya jalan-jalan, Zea. Lagipula ini kan tidak jauh dari rumah," sahut Benji mewakili istrinya yang kini sibuk meluruskan kaki setelah duduk di kursi dekat jendela kaca yang langsung menghadap jalan."Masss ... aku kira Mbak Lily sudah tidak bisa ke mana-mana karena mendekati hari kelahiran. Apalagi kau sudah melarangnya ke kafé sejak dua minggu lalu." Zea berkomentar sambil mencebik cemberut menatap perempuan hamil yang merupakan saudarinya di panti asuhan. Lily memang bertekad untuk menemukan semua saudarinya yang sudah tinggal berpencar karena diadopsi. Dan Zea adalah salah satunya. Namun, karena tinggal bersama orangtua angkat yang tidak begitu kaya, gadis itu pun sempat bekerja paruh waktu di kafé.Lily pun dengan sem

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   168. Kau Akan Aman

    "Bagaimana? Apa Kak Abia mau pulang?"Lily duduk di samping Kiello yang sedari tadi menunggu mereka dari jarak jauh. Begitu melihat kehadiran Lily yang berjalan lunglai ke arahnya, pemuda itu pun langsung menoleh penasaran."Dia akan pulang." Lily menjawab dengan nada murung.Hal yang sontak membua

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   173. Maaf, Aku Mencintaimu

    "Bagaimana kau tahu dia sudah menghilang seminggu?"Abia membeku sesaat pertanyaan sarat akan kecurigaan itu terlontar. Sebelum perempuan itu sempat membela diri, Benji bahkan mulai menuduh cepat."Berarti kau tahu bahwa Lily pergi selama ini?" tanya Benji dengan wajah serius dan raut yang kini mul

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   172. Tidak Akan Pulang

    "Kenapa kau lama sekali mengangkat telepon?!"Sesaat si adik tiri sampai di hadapannya, Benji langsung memaki jengkel. Melihat kekesalan pria sipit itu, Kiello hanya menghela napas berat. Berusaha melapangkan hati."Aku sedang kerja! Kau tahu aku tinggal menunggu jadwal wisuda, makanya sibuk menger

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   177. Tempat yang Sama

    "Kak Lily ... suami dan anakmu menunggu di depan.".Perempuan dengan wajah kusut selepas meliput sebuah festival musim gugur di tengah kerumunan orang itu segera menoleh begitu mendengar ucapan rekan kerjanya. Ia pun bangkit berdiri dan membereskan barang dengan terburu-buru begitu mendapat informa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status