Compartir

Bab 44. Bapak Bocil

Autor: ZeeHyung
last update Fecha de publicación: 2026-04-10 22:02:25

Lintang memandang orang yang bertanya padanya siapa yang mau menang dalam permainan ranjang.

"Oh, Hana. Dia yang mau menang sendiri. Papa kenapa tanya? Apa Papa kalah juga dari Mama? Apa mama seperti Hana?" tanya Lintang.

"LINTANG!!!!" Teriakkan Bu Ami menggelegar mendengar Lintang berkata seperti itu.

Hana menghela napas mendengar apa yang Lintang katakan. Dan suara ibu mertuanya mampu membuat Lintang kicep.

"Papa sih. Kenapa sebut Mama. Marah kan mama. Mama, papa yang katakan seperti itu.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 61. Hadiah Terakhir Cakra

    Sejak saat itu mereka tidak pernah ganggu Arum dan sahabatnya. Cakra pun tidak pernah lagi melihat Arum diganggu. Senyum terukir jelas di bibir Cakra walaupun samar tetap tidak terlihat. Cakra duduk di bangku batu dan memandang ke depan dimana ada danau. Arum datang dan duduk di sebelah Cakra. "Alau edih, idak oleh angis. Anak owok itu ega. Idak alu ya au angis," tanya Arum ke Cakra. Cakra yang tahu itu Arum menoleh ke kanan dan menatap Arum yang tersenyum. Arum tidak melihat ke arah dia tapi ke arah depan. "Kenapa kamu tersenyum?? " tanya Cakra yang heran Arum ini selalu tersenyum dan tidak ada sedikitpun dia menangis, sedih atau yang lainnya.Arum menoleh ke Cakra dan masih tersenyum memperlihatkan giginya yang putih terawat. "Atu itu idak iseh alena atu celalu ingat engan mama tu yang udah meninggal. Ata Papa, alau atu edih ingat Mama. Kacian mama alau atu ideh," jawabnya lagi. Cakra terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Arum. Dia punya mama tapi Arum tidak. Walaupun dia

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 60. Cakra Dan Arum

    Adi segera memakamkan Mala. Rasa kasihan diawal kini tumbuh menjadi cinta. Dan Adi menerima Mala dengan segala kekurangannya dan beruntung orang tua Adi mendukung dan menerima pernikahan Adi juga Mala. Mala yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua mendapatkan dari Adi. Tapi, sayangnya dia harus meninggalkan keluarga yang hangat itu dan dia juga meninggalkan buah hatinya untuk selamanya. Rahasia siapa ayah anaknya terkubur dalam bersama jasad Mala. "Adi, rawatlah anak ini. Kamu harus bisa mendidik anak ini sebaik-baiknya. Jangan pernah kamu perlakuan dia tidak baik. Dia piatu dan ayahnya juga. Mama harap kamu paham dengan apa yang Mama katakan ini," ucap Ibu kandung Adi bernama Via. Bu Via menggendong putri kecil yang tertidur pulas. Sekar Arum nama anak Mala yang diberikan oleh Mala ke anaknya. Dia ingin anaknya selalu harum namanya dan tidak berbuat kesalahan seperti dirinya. "Baik, Ma. Saya akan jaga Arum dengan baik dan memperlakukan Arum dengan baik," jawab Adi menatap

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 59. Jaga Anakku

    Ibu Rasti terdiam. Dia sempat mengutuk Hana dalam hatinya kalau Hana tidak memiliki anak dan anaknya cacat kalau lahir. Sekarang, malah sebaliknya. Dia mendengar dari suaminya anak Hana sehat tidak kurang satupun dan tampan seperti suaminya. "Mama bersalah, Pa. Mama sudah mengatakan hal yang tidak baik. Mama tidak tahu harus apa sekarang. Mama mengutuk anak Hana. Padahal, dia tidak salah. Hana juga tidak salah dengan kita. Dia menghindari anak kita. Malahan anak kita yang mendekati dia," ucap Bu Rasti dengan ekspresi bersalah mengingat apa yang dia katakan ke Hana waktu itu. Dia marah dan kesal karena Hana anaknya membangkang. Untuk itulah kalimat itu keluar. Dan kini karma itu berbalik padanya. Anaknya bersama wanita itu dan entah apa yang anaknya lakukan di belakang dia dan suaminya. "Kamu harus minta maaf. Ini teguran bagi kita. Kita sudah menyakiti Hana. Sekarang, anak kita yang menanggungnya. Entah sampai kapan Arya bangun dari komanya. Dan wanita itu juga hamil. Kemungkinan i

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 58. Sama Saja

    "Lelaki. Bayinya sehat. Itu dia. Tapi, harus di bawa ruang bayi dulu ya. Nanti baru dibawa ke kamar ibunya." Dokter menunjuk ke arah box bayi di mana anak Lintang dan Hana berada. Bu Ami bahagia melihat cucu pertamanya. Tidak menyangka kalau Lintang memiliki anak lelaki. Dan saat dekat dengan bok bayi, Bu Ami dan Pak Irwandi terharu mereka melihat bayi lelaki tersebut mirip Lintang. "Pa, mirip Lintang. Duh, Mama senang banget lihatnya. Lihat itu, cakep dan gemesin," ujarnya yang melihat anak Lintang begitu tampan seperti Lintang. "Benar. Seperti Lintang. Papa senang anak Lintang mirip seperti dia. Papa harap bukan seperti Lintang kelakuan dia. Karena, Papa tidak mau mencarikan dia kekasih lagi. Mama tahu sendiri dia seperti apa. Kalau kita tidak nikahi dia pasti tidak dapat cucu kita," sahut Pak Lintang yang mengingat bagaimana Lintang dulu menikahi Hana. "Benar itu. Mama senang Hana menjadi istri Lintang. Lintang berubah dan sekarang dia sudah jadi ayah. Dokter kapan Hana dan ana

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 57. Lahiran

    "Tidak. Saya tidak kenal. Saya tahu dia di restoran saja sisanya tidak kenal. Wanita ini tidak tahu diri bisa-bisanya dia menabrak anakku. Tuntut dia, Pa," ucap Bu Rasti kepada suaminya untuk menuntut Mala yang tidak sadarkan diri. "Sudah Ma. Tenang dulu dia juga celaka. Kami tidak kenal. Sama sekali," jawab Pak Candra yang tidak kenal dengan Mala. Polisi menganggukkan kepala mendengar jawaban pak Candra kalau dia tidak kenal dengan Mala salah satu korban yang ikut kecelakaan di depan restoran hingga membuat Arya ikut serta dalam kecelakaan tersebut. "Baiklah, kami permisi dulu. Suster bawakan saja ke ruangan nanti kami akan tanggung jawab korban ini," ungkap Pak polisi muda bernama Adi. "Baik, kami akan bawa ke ruangan ICU. Permisi," balas suster ke Adi polisi muda yang meminta dia untuk membawa Mala ke ruangan yang sudah dia bayar. Karena kasihan Adi membawa Mala ke ruangan untuk diobati. Bukan apa dia tidak mau bayi dikandungnya Mala meninggal.Pak Candra hanya bisa diam dan d

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 56. Dia Hamil

    Pak Candra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan yang mengatakan kalau anaknya kecelakaan makanya istrinya pingsan. Pak Candra langsung terduduk dia benar-benar tidak menyangka kalau Arya kecelakaan. Tidak lama polisi menghubungi dia. Ponselnya berdering. Tanpa menunggu lama Pak Candra menjawab panggilan tersebut. "Iya Halo. Dengan saya Candra. Ada apa ya dan Anda siapa?" tanya Pak Candra yang menanyakan siapa yang menghubungi dia. Si penelpon mengatakan siapa dia dan saat tahu yang menghubungi dia adalah polisi tubuh Pak Candra lemas. Pak Candra tidak tahu harus berkata apa. Dia benar-benar lemas. Tubuhnya seperti tidak ada tulang sama sekali dan dia ingin sekali berteriak kencang. Tapi saat ini dia sedang berkomunikasi dengan polisi. Polisi tersebut mengatakan apa yang terjadi dengan Arya dan mengatakan dimana Arya di bawa. "Baiklah, Pal saya akan ke sana sekarang. Terima kasih banyak informasinya," jawab Pak Candra mengakhiri panggilan telepon dari pihak kepolisi

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 38. Mari Bercinta (21+)

    Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 26. Menyusul Hana

    Pada akhirnya Lintang membawa Hana untuk pergi bulan madu semuanya sudah direncanakan. Kehamilan Hana juga cukup baik. Lintang memberitahukan kepada kedua orang tuanya untuk menyusul mereka ke Swiss karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan yaitu tentang kehamilan Hana dan kedua orang tua Lint

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 23. Rencana Lintang

    "Dengar ya apa yang aku katakan ini," ucap Lintang ke Hana. "Ok, Sayang. Tapi, kamu jangan jahil ya mereka itu orang yang kita kenal. Termasuk Azizah. Dia sahabat baikku dan sudahku anggap sebagai keluarga jangan sampai kamu membuat dia membenciku karena idemu itu," ucap Hana yang membuat Lintang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 20. Rencana Licik Mala Dan Arya

    "Saya tidak tahu, Pak. Coba Anda tanya saja dengan Nona Hana. Kenapa dia seperti itu," jawab Mario yang membuat Lintang membolakan mata. "Kalau kamu minta saya bertanya dengan istri saya buat apa saya bertanya dengan kamu," jawab Lintang yang segera masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangannya. S

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status