LOGIN"Belum yakin kita tunggu saja. Semoga semuanya jelas," jawab Pak Irwandi yang membuat Bu Ami terdiam. "Sudah tidak apa. Kita akan dapatkan pelakunya nanti," jawab Bu Ami. Pak Irwandi akan berusaha mencari siapa pelakunya. Dia tidak akan tinggal diam dan dia juga akan mengobati Lintang nantinya. Mala tidak mencari dengan apa yang dia dapatkan. "Kamu yakin tidak tahu dia dibawa kemana? Yakin?" tanya Mala ke anak buahnya. "Iya. Saya tidak tahu. Dan saya juga bingung mau cari di mana," jawabnya lagi. Mala terdiam karena dirinya masih penasaran kenapa bisa dia tidak bisa melacak keberadaan dari Lintang. Mala terus mencari keberadaan Lintang. Sedangkan Arya juga mencari keberadaan Hana. Tapi, dia juga tidak tahu dan tidak bisa dia temui. Anak buahnya juga tidak bisa menemukan Hana dan Lintang. "Mereka menghilang. Kemana mereka dan apa yang sudah terjadi. Tidak, aku harus bisa dapatkan dia. Setelah itu aku akan culik Hana dan bawa dia kabur." Arya berencana membawa Hana lari dan dia a
Hana menganggukkan kepala dia tidak tahu harus apa. Karena jika Lintang lupa ingatan itu sudah dipastikan kalau Mala akan dia ingat bukan dia. Bagaimana dengan anaknya nanti. "Kamu tenang saja. Papa akan urus. Lintang akan ingat kamu baik saat dia lupa ingatan ataupun tidak," jawab Pak Irwandi. "Maksudnya Papa bagaimana?" tanya Bu Ami ke suaminya. "Papa atur semuanya. Kamu tenang saja Ma. Ikutin cara Papa. Kalau Papa yang sudah turun tangan maka semuanya akan lancar dan Papa akan buat Lintang ingat Hana," jawab Pak Irwandi lagi. Hana dan Bu Ami hanya bisa ikutin apa yang Pak Irwandi katakan. Mereka tidak banyak protes dan tentu saja mereka tahu kalau rencana Pak Irwandi pasti baik. Lintang di pindahkan di ruangan lain. Dan bukan hanya itu saja ruangan Lintang dijaga oleh beberapa orang yang khusus dipesan oleh Pak Irwandi. Dan foto Mala juga diberikan oleh Pak Irwandi ke pengawal untuk dilarang mendekati kamar Lintang. Pak Irwandi masuk bersama Hana dan Bu Ami. Lintang menatap k
Pak Candra tidak menjawabnya karena dia bingung mau katakan apa. Sebab jika dia katakan ke istrinya maka istrinya akan koleps. Bu Rasti yang melihat Pak Candra suaminya hanya diam saja jadi kesal. "Pa, kenapa diam saja. Ayo katakan ada apa. Kenapa diam. Apa benar Arya sudah punya kekasih? Apa benar kekasihnya di bawah Hana?" tanya Bu Rasti. Pak Candra menatap ke arah Bu Rasti dan dia menjawab dengan geleng-geleng. Karena dia belum pasti kalau Arya seperti itu. "Tidak. Kekasihnya pasti lebih dari Hana. Di atas Hana. Kamu jangan khawatir. Ayo pulang istirahat. Papa mau ke kantor. Mau bicara masalah kerjaan dengan Arya," jawab Pak Candra lagi. Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya Bu Rasti menganggukkan kepala. Keduanya pulang tanpa ada banyak bicara tapi Pak Candra yang berpikir keras apakah benar Arya membawa wanita ke kantor kalau iya siapa? "Aku harus selidiki semuanya," jawab Pak Candra. Mala mendapatkan kabar kalau Lintang sekarang ada di ruang ICU dan dia juga tahu di
Ibu Rasti menatap Ibu Ami dengan tajam dia tidak menyangka kalau ibu Ami berkata seperti itu. Bagaimana bisa Ibu Ami membela Hana. "Ibu tidak salah bela wanita ini. Ibu itu wanita yang terhormat dan banyak yang tahu ibu itu siapa. Apa tidak malu nanti orang-orang akan merendahkan ibu karena dia?" tanya Ibu Rasti menunjuk ke arah Hana dan dia mulai memprovokasi Ibu Ami. Hana geram dengan ibunya Arya. Bagaimana mungkin Ibu Arya bisa berkata seperti ini. "Saya sudah banyak bersabar dengan tante selama ini. Saya sudah katakan kalau saya dan Arya tidak ada hubungan apapun. Saya dan Arya dulunya berteman hanya berteman baik. Tidak ada satu pun perasaan yang hadir di dalamnya. Kenapa tante marah dan kenapa tante menuduh saya yang tidak-tidak. Apa salah saya dengan tante hingga tante berkata seperti itu. Saya diminta jauhi sudah saya jauhi. Tapi, kenapa sekarang malah saya yang disalahkan terus, kenapa?" tanya Hana dengan penuh amarah meluapkan semuanya. Hana tidak mau disalahkan lagi. Di
Pak Candra marah besar karena pintu kantor milik Arya tidak bisa dibuka olehnya. Asisten dari Arya segera mendekati Bos besarnya sambil menundukkan kepala memberi hormat. "Kenapa pintu ini dikunci dari dalam. Apa yang dia lakukan?" tanya Pak Candra kepada asisten Arya. "Maaf, Pak Candra. Pak Arya tidak bisa diganggu dia ingin tidur sebentar. Katanya, kepalanya pusing dan dia tidak enak badan jadi dia ingin menenangkan diri," jawab asisten tersebut yang memberitahukan kalau Arya sedang istirahat dan tidak enak badan.Pak Candra terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak ingin membahasnya lagi dan langsung pergi meninggalkan kantor. Asisten Arya hanya bisa menghela nafas saat dirinya harus berbohong dengan ayah dari atasannya itu. "Untung saja dia percaya jika tidak maka akan ada masalah yang lebih besar lagi," jawab sang asisten yang langsung pergi masuk ke dalam ruangannya. Sedangkan Arya dan juga Mala terus memberikan permainan-permainan panas mereka. Suara-suara teriakan
"Kamu jangan berbohong kepadaku, Arya. Kamu pasti yang sudah mencelakai Lintang. Ayo katakan saja kamu yang melakukannya kan. Kamu jangan berbohong kepadaku, Arya. Kamu tidak bisa membodohiku lagi, Arya. Aku tahu semuanya. Tega kamu lakukan itu. Apa mau kamu, Arya. Apa," teriak Mala dengan cukup kencang. Dia benar-benar marah dan murka dengan Arya yang sudah membuat Lintang celaka. Ini bukan seperti ini rencana mereka sebelumnya. Tapi Arya malah membuat Lontang celaka. Arya yang tidak terima dibentak oleh Mala segera berdiri dan dia mendekati Mala. Dengan cepat Mala diseret ke ruangannya. Ruang pribadi miliknya yang ada di kantor tersebut. Pintu semuanya dikunci.Arya memberikan pesan kepada asistennya untuk tidak masuk ke dalam ruangan ini. Setelah itu dia masuk menemui Mala. Mala menatap Arya dengan nanar. Dia tidak percaya dengan apa yang akan dilakukan oleh Arya padanya. "Apa yang mau kamu lakukan. Lepaskan aku. Aku ingin pergi ke rumah sakit. Aku ingin melihat Lintang dia me
"Akh, Mala ... Bangun kamu! Bangun!!!" Pekikan dari Arya begitu kencang hingga Mala yang tidur dalam pelukkan Arya tersadar dan langsung terduduk. Mala menatap Arya yang wajahnya memerah dan napasnya naik turun. Mala berdecih melihat reaksi Arya seperti orang yang kesurupan. "Kenapa denganmu? Ap
Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang
Pada akhirnya Lintang membawa Hana untuk pergi bulan madu semuanya sudah direncanakan. Kehamilan Hana juga cukup baik. Lintang memberitahukan kepada kedua orang tuanya untuk menyusul mereka ke Swiss karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan yaitu tentang kehamilan Hana dan kedua orang tua Lint
"Dengar ya apa yang aku katakan ini," ucap Lintang ke Hana. "Ok, Sayang. Tapi, kamu jangan jahil ya mereka itu orang yang kita kenal. Termasuk Azizah. Dia sahabat baikku dan sudahku anggap sebagai keluarga jangan sampai kamu membuat dia membenciku karena idemu itu," ucap Hana yang membuat Lintang







