공유

PTSD?

작가: Nofriza Rahma
last update 게시일: 2026-09-18 23:25:44

Pagi hari di kediaman utama Maheswara dibalut aura kaku yang mencekam. Di dalam ruang kerja bernuansa kayu jati gelap milik almarhum suaminya, Nenek Utami duduk tegak di balik meja besar. Cahaya matahari pagi yang menembus tirai tipis tidak sedikit pun melunakkan garis tegas di wajah sepuhnya.

Di hadapannya, seorang pria paruh baya berkacamata tebal, dokter pribadi keluarga Maheswara selama lebih dari dua dekade duduk dengan posisi serba salah, sebuah map kulit tebal berisi rekam medis rahasia
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Di Ruang Sidang

    Adipati duduk dengan postur tegak sempurna, mengenakan setelan jas hitam legam berpotongan tajam yang memancarkan wibawa absolut seorang pemimpin korporat. Di sampingnya, Citra tampil luar biasa anggun dan tenang dalam balutan blazer biru tua formal. Wajah gadis itu memancarkan ketenangan analitis yang luar biasa, ketenangan yang ditempa dari perjalanan bertahun-tahun merangkak dari bawah, bertahan dari teror psikologis mansion, hingga kini berdiri tegak di ruang sidang untuk meruntuhkan sisa-sisa benteng terakhir para pengkhianat. Di dalam saku jasnya, flashdisk berisi data Prototip-9 dan rekam medis palsu tetap tersimpan rapat sebagai simbol kebenaran mutlak yang tak terbantahkan. Hakim Ketua, seorang pria paruh baya berambut ubanan dengan palu kayu di tangannya, mengetukkan palu tersebut satu kali untuk meredam riuh rendah bisik-bisik di ruang sidang. Suara ketukan kayu itu menggema tegas, menandakan dimulainya pertempuran hukum tahap krusial hari ini. "Sidang lanjutan perkara

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Apa Kamu Lelah Hari Ini, Istriku

    Adipati menyandarkan dagunya di puncak kepala Citra, menghirup aroma vanila yang selalu berhasil menjernihkan gelombang kecemasan di kepalanya. "Bagaimana aku bisa bernapas dengan tenang, Citra, ketika aku tahu bahwa orang-orang yang ingin merebutmu dariku masih berusaha mencengkeram hidup kita?" gumam Adipati lirih. "Arisandi dan Hendra hanyalah pion kecil dari lab bawah tanah itu, aku tidak akan pernah merasa sepenuhnya aman." Citra melepaskan sedikit dekapannya, lalu mendongakkan wajahnya untuk menatap sepasang mata jernih Adipati yang berjarak hanya beberapa inci dari wajahnya. Jarak yang sangat dekat itu membuat napas mereka beradu, menciptakan ketegangan manis yang kontras dengan teror hukum di luar sana. "Kita sudah berjanji untuk melangkah bersama, Adipati," ucap Citra dengan suara jernih dan penuh keyakinan yang mengalirkan kekuatan magis ke dalam jiwa pemuda itu. "Perlawanan mereka di pengadilan esok lusa bukan tanda kehebatan mereka; itu adalah detik-detik terakhir kepa

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Sangat Melelahkan

    Jika kita dibiarkan mendekam di sel ini, seluruh aset rahasia lab bawah tanah dan dokumen Prototip-9 akan jatuh ke tangan Adipati secara permanen. Hendra tersenyum sinis, sudut bibirnya terangkat membentuk garis mengerikan di wajahnya yang pucat. "Tenanglah, Arisandi. Permainan ini belum berakhir. Kita memang kalah di lantai sembilan belas, tetapi hukum di luar sana memiliki banyak celah yang bisa dibeli dengan kekayaan jaringan lab bawah tanah." Hendra mengalihkan pandangannya kepada sang pengacara bayaran yang berdiri tegap di dekat pintu sel. "Bagaimana persiapan gugatan praperadilan darurat yang kita ajukan pagi ini?" Pengacara tersebut mengangguk hormat, lalu merapikan berkas di tangannya. "Gugatan sudah didaftarkan secara resmi ke Pengadilan Negeri atas dasar pelanggaran prosedur penangkapan paksa tanpa surat perintah kejaksaan definitif pada hari penangkapan Anda di kantor. Selain itu, kami menyebarkan isu ke media independen bahwa seluruh bukti digital yang diserahkan o

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Semakin Memanas

    Atmosfer di lantai sembilan belas gedung pada pagi hari ini tampak begitu tenang di permukaan, namun menyimpan riak ketegangan yang mendalam di balik dinding-dinding kaca kedap suara. Matahari pagi menyusup lembut melalui celah tirai, memantulkan garis-garis keemasan di atas meja kerja mahoni Adipati. Pria itu berdiri tegak di dekat jendela besar, mengenakan jas hitam legam berpotongan tajam, sementara pikirannya melayang pada kejadian RUPSLB kemarin sore yang berhasil membersihkan dewan komisaris dari cengkeraman sindikat lab bawah tanah. Namun, di dunia korporat dan kriminalitas tingkat tinggi, ular yang kepalanya nyaris terpenggal tidak akan pernah mati begitu saja. Mereka justru melilit semakin erat, meracuni sistem dari tempat paling gelap yang tidak terjangkau oleh cahaya lampu kantor. Di sudut ruangan, Citra duduk tenang di balik meja analisisnya. Tangannya merapikan beberapa dokumen keuangan terakhir, sementara di dalam tas kulit hitam yang terkunci rapat di laci bawah, flas

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Kita Memang Citra

    Insiden keributan di atrium kemarin dan skandal hubungan pribadinya dengan staf rendahan adalah bukti nyata bahwa integritas moral direksi utama telah runtuh total. Demi menyelamatkan nilai saham dari kejatuhan total, kita harus mengesahkan mosi pemecatan dalam RUPSLB besok pagi!" Beberapa anggota dewan yang terpengaruh mulai mengangguk setuju, merasa bahwa narasi yang dibangun oleh Arisandi adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan aset investasi mereka. Mereka tidak tahu bahwa setiap kata, setiap rencana, dan setiap transkrip percakapan rahasia dari pertemuan ilegal tersebut sedang direkam dan disadap secara real-time oleh unit investigasi siber yang dipimpin langsung oleh Raka dari lantai sembilan belas. Kembali di ruang kerja utama Adipati, suasana berubah menjadi medan strategi tingkat tinggi. Adipati berdiri dari kursinya, merapikan kancing jasnya dengan gerakan mantap. Ia menatap Citra dan Raka bergantian. "Raka, siapkan seluruh berkas bukti aliran dana ilegal

  • Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda    Tipu Daya Senior, Arisandi.

    Atmosfer di lantai sembilan belas gedung Adiguna Corp pada pagi hari ini telah bermetamorfosis menjadi sebuah ruang kendali operasi yang sunyi, presisi, dan mematikan. Jika pada babak sebelumnya kejatuhan Hendra Wijaya baru membuka lapis pertama dari jaringan pengkhianatan internal, hari ini level pembersihan melonjak satu tingkat lebih tinggi, berubah menjadi perburuan sistemieltik untuk memotong kepala gurita sindikat luar yang selama ini mencengkeram keuangan dan reputasi korporat secara ilegal. Di dalam ruang kerja pribadi Adipati, suasana tampak sangat kontras dengan hiruk-pikuk di luar. Layar monitor utama tidak lagi menampilkan grafik keuangan biasa, melainkan sebuah peta jaringan digital yang menghubungkan rekening-rekening bayangan di luar negeri, dokumen transaksi gelap, serta rekam jejak komunikasi antara Hendra Wijaya dan para petinggi komite eksternal Adipati duduk tegak di balik meja mahoni. Jas kerjanya tersampir di kursi, memperlihatkan kemeja putih dengan lengan t

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status