Share

Bab 79

Penulis: Mommy_Ar
last update Tanggal publikasi: 2025-09-16 18:23:41

“Dia merasa kita berbeda,” ucap Aga pelan, nadanya berat, seperti kata-kata itu menyakitkan untuk keluar dari bibirnya.

Ara menoleh dengan dahi berkerut. Ia bisa melihat rahang Aga yang mengeras, menahan emosi.

“Berbeda bagaimana, Ga?” tanyanya hati-hati, takut jawaban yang keluar justru membuat hatinya ikut perih.

Aga terdiam lama. Pandangannya lurus ke depan, menembus kaca mobil, tapi jelas Ara tahu kalau pikirannya tidak ada di jalanan yang mereka lewati. Ia sedang berjalan di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mira Lusia
jangan jadi cowok plin plan ya ga
goodnovel comment avatar
enur .
jan pernah sekali x kamu nyakitin Ara , dia itu masih rapuh, belum sepenuh ny sembuh , kamu bukan Rafi ,Ga ,cukup Rafi yg nyakitin Ara ,kamu jangan
goodnovel comment avatar
enur .
lihat aj Ga,, kalo kamu masih terpaku pada masa lalu,, maka masa depan mu alias Ara akan pergi menghilang
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   TAMAT S3

    Udara di dalam *grand ballroom* itu mendadak sunyi, seolah waktu berhenti berdetak tepat saat pintu jati besar di ujung ruangan terbuka. Alunan musik kecapi suling yang mendayu-dayu mulai mengalun, membawa suasana sakral adat Sunda ke tengah kemegahan hotel bintang lima tersebut. Lalu, sosok itu muncul. Mikhayla melangkah perlahan dengan keanggunan yang menghipnotis setiap pasang mata. Ia mengenakan kebaya putih panjang berbahan brokat premium yang bertabur payet kristal, berkilau indah setiap kali terkena pantulan lampu kristal. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Siger Sunda yang bertahta di kepalanya. Mahkota perak yang melambangkan kehormatan dan kearifan itu tampak begitu kokoh, dengan ronce melati yang menjuntai lembut hingga ke dadanya, menebarkan aroma harum yang menenangkan. Wajahnya dirias dengan begitu sempurna flawless namun tetap menonjolkan kecantikan a

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 17 s3

    Lantai aula *ballroom* hotel bintang lima itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit setinggi sepuluh meter. Aroma bunga lili segar dan mawar putih menyeruak di setiap sudut, menciptakan atmosfer yang begitu elegan sekaligus sakral. Hari ini bukan sekadar perayaan penyatuan dua insan, melainkan sebuah simfoni takdir yang selama puluhan tahun tertunda.Di barisan depan, dekat altar yang dihiasi juntaian bunga melati, berdiri dua pasang orang tua yang menjadi pusat perhatian. Aga dan Ara, orang tua Arion, berdiri berdampingan dengan Rafi dan Marsha, orang tua Mikha. Pemandangan itu mengundang decak kagum sekaligus haru bagi tamu-tamu lama yang mengenal sejarah mereka.Dahulu, di masa muda mereka, Ara dan Rafi pernah menjalin kasih yang begitu dalam. Namun, tembok ego dan kesalahpahaman masa lalu memisahkan mereka hingga masing-masing menemukan pelabuhan hati yang lain. Siapa yang menyangka bahwa puluhan tah

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 16

    Waktu adalah pencuri yang paling kejam, sekaligus penyembuh yang paling sabar. Janji Arion yang awalnya hanya terucap untuk satu atau dua bulan, nyatanya tertelan oleh realitas medis yang jauh lebih rumit di Jerman. Hari berganti minggu, minggu merayap menjadi bulan, hingga tanpa terasa satu tahun lebih dua bulan telah berlalu sejak keberangkatannya di bandara waktu itu.Bagi Mikha, setahun terakhir adalah ujian kesetiaan yang menguras air mata dan doa. Di bulan-bulan awal, komunikasi mereka begitu intens. Namun, memasuki bulan keenam, Arion sempat menghilang. Kabar yang sampai ke telinga Mikha melalui David hanyalah kabar buruk: prosedur operasi saraf saraf tulang belakangnya gagal total. Arion jatuh ke dalam lubang frustrasi yang dalam. Pria itu kembali menutup diri, merasa menjadi pecundang yang gagal menepati janji untuk pulang dengan kondisi yang lebih baik.Namun, Mikha tidak menyerah seperti dulu. Setiap hari, ia mengirimkan pesan suara,

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 15 s3

    "Sudah! Sudah! Kalian ini seperti anak umur lima tahun saja!" seru Marsha sambil mencoba melerai.Miko akhirnya berhenti, napasnya sedikit terengah namun matanya berkilat jahil. Ia kembali duduk di sofa, menyambar gelas air putih milik Mikha yang belum sempat diminum. "LDR itu ujian, Kha. Kalau baru mau ditinggal satu bulan saja sudah lemas begitu, bagaimana kalau nanti dia harus dinas ke bulan?"Mikha menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa, mencoba merapikan rambutnya yang sudah menyerupai sarang burung akibat ulah Miko. "Satu sampai dua bulan, Mik! Dan dia ke Jerman bukan cuma kerja, tapi mau fisioterapi saraf juga."Mendengar kata 'fisioterapi', rahang Miko sedikit mengeras. Ia terdiam sejenak. Sebagai pria, ia tahu betul betapa berat beban mental yang dipikul Arion. "Oh... jadi dia serius soal pengobatannya?"Mikha mengangguk pelan, kemarahan bercandanya hilang, digantikan oleh tatapan sendu. "Dia bilang dia ingin berjuang sekali lag

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 14 s3

    Setibanya dirumah, Mikha langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk seolah seluruh tulang di tubuhnya baru saja berubah menjadi kapas. Ia menghela napas panjang, membiarkan tas kerjanya tergeletak begitu saja di karpet. Wajahnya ditekuk, bibirnya sedikit mengerucut, dan matanya menatap kosong ke arah vas bunga di atas meja."Loh, kenapa sayang?" tanya Marsha yang baru saja muncul dari arah dapur membawa segelas jus jeruk segar. Ia tertegun melihat putri bungsunya yang berangkat tadi pagi dengan semangat membara, kini pulang dalam kondisi seperti tanaman yang layu karena kekurangan air."Mamaaa," rengek Mikha pelan. Tanpa menunggu lama, ia langsung bergeser mendekat dan memeluk pinggang ibunya, menyembunyikan wajah di perut Marsha."Kenapa hem?" Marsha meletakkan gelas jusnya di meja, lalu jemarinya mulai bergerak lembut mengusap rambut Mikha. Gerakan yang selalu berhasil menenangkan badai di hati putrinya sejak kecil. "Berangkat seneng, ko

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 13 s3

    Matahari siang menyelinap di antara celah gedung-gedung tinggi Jakarta, memantulkan cahaya pada kaca-kaca jendela Dhananjaya Grup. Di dalam lobi yang megah, langkah kaki Mikha terdengar ringan dan bersemangat. Ia mengenakan terusan berwarna kuning gading yang membuat auranya tampak begitu segar jauh berbeda dari sosok rapuh yang mengunci diri di kamar beberapa minggu lalu.Di tangannya, ia menjinjing sebuah tas bekal bertingkat. Marsha, ibunya, telah memasak ayam kalio dan sambal goreng ati kesukaan Arion sejak pagi buta. Meski bukan Mikha yang mengolah bumbunya di atas wajan, ia menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk menata nasi menjadi bentuk yang lucu dan menghias sayurannya dengan potongan wortel berbentuk bunga. Ia ingin segalanya sempurna."Selamat siang, Nona Mikhayla. Tuan Arion sudah menunggu di atas," sapa David dengan senyum tulus yang jarang ia perlihatkan pada orang lain. David merasa beban pekerjaannya terasa lebih ringan sejak

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 80

    Aga hendak kembali ke apartemennya. Tangannya sempat meraih gagang pintu mobil, berniat menyalakan mesin dan pulang. Tapi tiba-tiba ponselnya bergetar. Nada dering itu terasa mengganggu, tapi juga membuat hatinya berdebar. Dengan gerakan cepat ia mengambil ponsel dari saku jaketnya. Nama yang m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 72

    Suasana rumah duka semakin padat. Karpet putih terhampar di ruang tamu, puluhan pelayat duduk bersila sambil berdoa, suara ayat-ayat suci mengalun lirih. Aroma bunga melati dan dupa bercampur dengan kesedihan yang pekat, seolah memenuhi setiap sudut ruangan.Ara masih menangis dalam pelukan Mama I

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 81

    “Kok kamu marahnya ke aku?” seru Marsha sambil berkacak pinggang. Wajahnya memerah, matanya berkilat, penuh dengan amarah dan rasa tersakiti. Suaranya nyaring hingga membuat beberapa orang di sekitar mereka menoleh.Lalu dengan cepat memeluk lengan Aga, merengek manja sambil menutupi pip

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 75

    Hari berikutnya, matahari baru saja naik, menyinari kota dengan cahaya keemasan yang lembut. Udara masih segar, jalanan mulai ramai dengan aktivitas pagi. Ara sudah rapi dengan dress sederhana berwarna pastel, rambutnya tergerai indah, dan sedikit make-up natural yang membuat wajahnya tampak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status