Share

Bab 154

Author: Millanova
last update publish date: 2026-01-13 23:03:42

Lima belas menit kemudian.

Dua truk engkel tua berwarna kuning berhenti mendadak di jalan setapak. Lampu sorot mereka menerangi bodi mengkilap Rolls-Royce yang menghalangi jalan.

Puluhan pria berwajah garang turun dari bak truk, membawa pentungan besi dan parang. Mereka bingung. Di depan mereka ada mobil super mewah yang kosong, dan di kejauhan, gubuk target mereka sedang terbakar hebat.

"Bos! Gubuknya kebakaran! Mobilnya ditinggal!" teriak salah satu preman.

"Cari mereka! Jangan sampai lolos!
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 345

    Lantai beton safe house itu terasa dingin menembus sol sepatu pantofel hitam yang kini dikenakan Arka. Suara derap langkahnya bergema di sepanjang lorong sempit yang hanya diterangi lampu neon temaram. Tidak ada lagi langkah kaki yang menyeret atau bahu yang membungkuk rendah. Arka melangkah dengan punggung tegak dan dagu terangkat, memancarkan aura otoritas yang sempat terkubur selama setahun terakhir.Di ujung lorong, Victor dan Anton sudah menunggu di depan sebuah pintu besi berat. Victor berdiri tegak seperti pilar baja, sementara Anton tampak sibuk dengan tablet di tangannya, jemarinya menari lincah di atas layar."Semua sudah siap, Bos," lapor Anton tanpa mengalihkan pandangan. "Berita sudah meledak di semua media nasional. Pihak bursa saham sedang membekukan perdagangan Barata Group karena ketidakpastian manajemen. Narasi tentang pelarian mereka ke luar negeri sudah menjadi konsumsi publik."Arka mengangguk singkat. "Bagus. Buka pintunya."Victor memutar tuas besi dan mendorong

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 344

    "Anton... ini aku."Suara gemerisik statis dari sambungan telepon terenkripsi itu terhenti selama satu detik, digantikan oleh tarikan napas tertahan dari seberang sana."Pak Arka?" Suara Anton terdengar cepat, memancarkan kelegaan sekaligus kesiagaan profesional tingkat tinggi. "Ada yang bisa saya bantu?""Ya. Ini sangat urgent."Suara bariton Arka memecah keheningan pagi yang masih menyisakan embun.Pria itu berdiri tegap membelakangi dinding kaca floor-to-ceiling yang menampilkan lanskap hijau pepohonan dan siluet Gunung Salak yang diselimuti kabut. Angin sejuk dari pendingin ruangan menyapu kulitnya, sebuah kontras yang sangat ekstrem dibandingkan dengan udara pengap rumah petaknya di Ciloto dua belas jam yang lalu.Singkat cerita, malam itu juga Arka telah membawa keluarganya keluar dari desa tersebut. Ia mengemudikan SUV hitam Victor menembus kegelapan, membelah jalanan puncak hingga akhirnya mereka tiba di salah satu Presidential Suite di sebuah hotel bintang lima paling eksklus

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 343

    Di dalam rumah petak yang temaram itu, isak tangis Nia perlahan mereda, menyisakan helaan napas lega yang panjang. Ia membiarkan Arka menuntunnya duduk di tepi ranjang bambu. Tangannya dengan lembut menyentuh sudut bibir suaminya yang masih menyisakan bercak darah kering, seolah ingin memastikan bahwa pria di hadapannya benar-benar nyata dan bernyawa."Lalu... bagaimana, Mas? Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Nia pelan. Matanya yang sembap menatap lekat sepasang manik hitam legam milik Arka, mencari kepastian di tengah pusaran badai yang baru saja mereka lewati.Arka menggenggam tangan istrinya, mencium punggung tangan itu dengan lembut. Namun, saat ia mulai berbicara, aura hangat seorang suami seketika berganti menjadi kalkulasi dingin sang Mastermind."Aku akan mengeksekusi mereka, Nia. Tapi tidak dengan cara murahan seperti membuang mayat mereka ke dasar jurang atau menembak kepala mereka di ruang bawah tanah," ucap Arka, suaranya terdengar sangat tenang namun mematikan.Arka me

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 242

    Umpatan kasar Arya Barata menggema, memantul di dinding beton bunker yang dingin. Namun, Arka hanya menatap pamannya itu dengan kebosanan yang mematikan, sama sekali tidak terpancing oleh kemarahan sang pecundang yang sudah tak bertaring. Kematian terlalu cepat dan terlalu mudah bagi para pengkhianat ini.Arka mengalihkan pandangannya dari Arya, lalu menoleh ke arah Victor yang masih berdiri menunggu instruksi eksekusi."Begini saja, Victor. Kita tahan dulu mereka hidup-hidup," ucap Arka. Suara baritonnya kembali tenang, kembali ke mode seorang Mastermind yang sedang menyusun strategi jangka panjang. "Aku ingin tahu siapa yang akan mencari dan kebingungan ketika empat petinggi Barata Group ini mendadak hilang ditelan bumi. Aku ingin tahu lebih banyak, siapa saja pion-pion lain di perusahaan yang terlibat dengan mereka ini.""Baik, Bos," jawab Victor patuh, menganggukkan kepalanya dengan tegas.Arka merogoh saku celana komprangnya, mengeluarkan ponsel yang layarnya sedikit retak. Ia me

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 241

    Pertanyaan mematikan Victor menggantung di udara bunker yang dingin dan lembap. Kata 'eksekusi' meluncur begitu saja dengan nada datar, namun efeknya setara dengan bom atom bagi keempat tawanan yang sedang berlutut.Arogansi dan rasa superioritas yang selama ini menjadi jubah keluarga Barata hancur lebur tanpa sisa. Dinding penyangkalan mereka runtuh. Di bawah cahaya lampu putih yang menyilaukan, mereka bukan lagi konglomerat ibukota yang tak tersentuh; mereka hanyalah manusia biasa yang dihadapkan pada teror kematian.Tiba-tiba, ruang bawah tanah itu dipenuhi oleh suara isak tangis dan rintihan yang menyedihkan.Clara menangis sesenggukan, riasan mahalnya luntur oleh air mata keputusasaan. Tante Maya yang selalu tampil anggun kini gemetar hebat, menundukkan kepalanya dalam-dalam karena tak sanggup menatap mata Arka. Dimas menggigit bibirnya hingga berdarah, mengutuk nasibnya dalam diam.Namun, yang paling mengejutkan adalah Arya Barata.Pria tua yang beberapa menit lalu berdiri angku

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 340

    Suara napas yang memburu dan erangan tertahan memenuhi ruang bawah tanah yang pengap itu.Arka berdiri tegak di tengah ruangan. Ia memandangi keempat sosok berpakaian mewah yang kini berlutut tak berdaya di atas lantai semen yang dingin, kedua tangan mereka terikat erat oleh cable ties di belakang punggung.Darah masih mengering di sudut bibir Arka, dan tubuhnya yang dibalut pakaian kuli usang itu terasa nyeri akibat pukulan bertubi-tubi sebelumnya. Namun, saat menatap Arya, Maya, Dimas, dan Clara yang kini menatapnya dengan campuran antara teror dan ketidakpercayaan, seulas senyum kepuasan perlahan terukir di wajah Arka.Itu adalah senyum seorang raja yang baru saja merebut kembali kerajaannya dari para pengkhianat."Ternyata benar dugaanku tentang skenario paling busuk yang akan terjadi," suara bariton Arka memecah keheningan yang mencekam. Ia melangkah perlahan, mengitari keempat tawanannya layaknya predator yang sedang mengamati mangsanya. "Instingku memang tidak pernah salah."Ar

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 214

    Rabu Siang. Menara Adhiguna.Arka duduk di kursi kebesarannya, menatap layar ponsel yang baru saja menjadi gelap. Panggilan video itu telah berakhir, namun bayangan yang tertinggal di retina matanya masih membakar dengan jelas.Di layar tadi, dia melihat Dimas Barata. Adiknya itu bertelanjang dada,

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 215

    Kamis Pagi. Menara Adhiguna.Nana sudah diusir halus dari ruangan sejak sepuluh menit yang lalu dengan alasan "rapat rahasia direksi". Kini, tirai jendela otomatis diturunkan setengah, menciptakan suasana remang yang konspiratif di ruangan CEO itu.Arka duduk di ujung meja, wajahnya keras dan kaku.

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 210

    Satu bulan kemudian.Kehidupan di kediaman Adhiguna tampak kembali normal di permukaan. Teror anting dan surat perlahan mulai tertimbun oleh rutinitas bisnis yang padat. Namun, Arka tidak pernah benar-benar lengah.Malam itu, di ruang makan yang mewah di bawah pendar lampu kristal.Arka sedang memo

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 212

    Minggu sore di kediaman Adhiguna.Keheningan ruang keluarga yang nyaman terusik oleh suara mesin halus mobil sport yang memasuki pekarangan. Tak lama kemudian, pintu depan terbuka."Assalamualaikum. Special delivery untuk Tuan Putri Amara."Dimas muncul di ambang pintu. Sosoknya separuh tertutup ol

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status