Share

Bab 165

Penulis: Millanova
last update Tanggal publikasi: 2026-01-18 13:10:11

Pintu kamar utama lantai tiga terkunci rapat, memisahkan hiruk-pikuk sisa pesta di lantai bawah dengan keheningan privat di dalam kamar.

Arka tidak melepaskan genggaman tangannya pada Nia sampai mereka duduk di tepi ranjang king size itu. Di luar sana, matahari sudah terbenam sempurna, digantikan oleh lampu-lampu taman yang remang. Di dalam sini, hanya ada cahaya lampu tidur berwarna kuning hangat yang menyala.

Nia masih menunduk. Isak tangisnya sudah berhenti, tapi bahunya masih merosot lemas.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 344

    "Anton... ini aku."Suara gemerisik statis dari sambungan telepon terenkripsi itu terhenti selama satu detik, digantikan oleh tarikan napas tertahan dari seberang sana."Pak Arka?" Suara Anton terdengar cepat, memancarkan kelegaan sekaligus kesiagaan profesional tingkat tinggi. "Ada yang bisa saya bantu?""Ya. Ini sangat urgent."Suara bariton Arka memecah keheningan pagi yang masih menyisakan embun.Pria itu berdiri tegap membelakangi dinding kaca floor-to-ceiling yang menampilkan lanskap hijau pepohonan dan siluet Gunung Salak yang diselimuti kabut. Angin sejuk dari pendingin ruangan menyapu kulitnya, sebuah kontras yang sangat ekstrem dibandingkan dengan udara pengap rumah petaknya di Ciloto dua belas jam yang lalu.Singkat cerita, malam itu juga Arka telah membawa keluarganya keluar dari desa tersebut. Ia mengemudikan SUV hitam Victor menembus kegelapan, membelah jalanan puncak hingga akhirnya mereka tiba di salah satu Presidential Suite di sebuah hotel bintang lima paling eksklus

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 343

    Di dalam rumah petak yang temaram itu, isak tangis Nia perlahan mereda, menyisakan helaan napas lega yang panjang. Ia membiarkan Arka menuntunnya duduk di tepi ranjang bambu. Tangannya dengan lembut menyentuh sudut bibir suaminya yang masih menyisakan bercak darah kering, seolah ingin memastikan bahwa pria di hadapannya benar-benar nyata dan bernyawa."Lalu... bagaimana, Mas? Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Nia pelan. Matanya yang sembap menatap lekat sepasang manik hitam legam milik Arka, mencari kepastian di tengah pusaran badai yang baru saja mereka lewati.Arka menggenggam tangan istrinya, mencium punggung tangan itu dengan lembut. Namun, saat ia mulai berbicara, aura hangat seorang suami seketika berganti menjadi kalkulasi dingin sang Mastermind."Aku akan mengeksekusi mereka, Nia. Tapi tidak dengan cara murahan seperti membuang mayat mereka ke dasar jurang atau menembak kepala mereka di ruang bawah tanah," ucap Arka, suaranya terdengar sangat tenang namun mematikan.Arka me

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 242

    Umpatan kasar Arya Barata menggema, memantul di dinding beton bunker yang dingin. Namun, Arka hanya menatap pamannya itu dengan kebosanan yang mematikan, sama sekali tidak terpancing oleh kemarahan sang pecundang yang sudah tak bertaring. Kematian terlalu cepat dan terlalu mudah bagi para pengkhianat ini.Arka mengalihkan pandangannya dari Arya, lalu menoleh ke arah Victor yang masih berdiri menunggu instruksi eksekusi."Begini saja, Victor. Kita tahan dulu mereka hidup-hidup," ucap Arka. Suara baritonnya kembali tenang, kembali ke mode seorang Mastermind yang sedang menyusun strategi jangka panjang. "Aku ingin tahu siapa yang akan mencari dan kebingungan ketika empat petinggi Barata Group ini mendadak hilang ditelan bumi. Aku ingin tahu lebih banyak, siapa saja pion-pion lain di perusahaan yang terlibat dengan mereka ini.""Baik, Bos," jawab Victor patuh, menganggukkan kepalanya dengan tegas.Arka merogoh saku celana komprangnya, mengeluarkan ponsel yang layarnya sedikit retak. Ia me

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 241

    Pertanyaan mematikan Victor menggantung di udara bunker yang dingin dan lembap. Kata 'eksekusi' meluncur begitu saja dengan nada datar, namun efeknya setara dengan bom atom bagi keempat tawanan yang sedang berlutut.Arogansi dan rasa superioritas yang selama ini menjadi jubah keluarga Barata hancur lebur tanpa sisa. Dinding penyangkalan mereka runtuh. Di bawah cahaya lampu putih yang menyilaukan, mereka bukan lagi konglomerat ibukota yang tak tersentuh; mereka hanyalah manusia biasa yang dihadapkan pada teror kematian.Tiba-tiba, ruang bawah tanah itu dipenuhi oleh suara isak tangis dan rintihan yang menyedihkan.Clara menangis sesenggukan, riasan mahalnya luntur oleh air mata keputusasaan. Tante Maya yang selalu tampil anggun kini gemetar hebat, menundukkan kepalanya dalam-dalam karena tak sanggup menatap mata Arka. Dimas menggigit bibirnya hingga berdarah, mengutuk nasibnya dalam diam.Namun, yang paling mengejutkan adalah Arya Barata.Pria tua yang beberapa menit lalu berdiri angku

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 340

    Suara napas yang memburu dan erangan tertahan memenuhi ruang bawah tanah yang pengap itu.Arka berdiri tegak di tengah ruangan. Ia memandangi keempat sosok berpakaian mewah yang kini berlutut tak berdaya di atas lantai semen yang dingin, kedua tangan mereka terikat erat oleh cable ties di belakang punggung.Darah masih mengering di sudut bibir Arka, dan tubuhnya yang dibalut pakaian kuli usang itu terasa nyeri akibat pukulan bertubi-tubi sebelumnya. Namun, saat menatap Arya, Maya, Dimas, dan Clara yang kini menatapnya dengan campuran antara teror dan ketidakpercayaan, seulas senyum kepuasan perlahan terukir di wajah Arka.Itu adalah senyum seorang raja yang baru saja merebut kembali kerajaannya dari para pengkhianat."Ternyata benar dugaanku tentang skenario paling busuk yang akan terjadi," suara bariton Arka memecah keheningan yang mencekam. Ia melangkah perlahan, mengitari keempat tawanannya layaknya predator yang sedang mengamati mangsanya. "Instingku memang tidak pernah salah."Ar

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 339

    Dentang keras baja yang beradu dengan besi solid membelah udara bunker.Bunyinya begitu tajam hingga ngilunya merambat ke dasar gigi. Bunga api keemasan memercik liar di udara selama sepersekian detik, menerangi wajah-wajah di sekeliling kursi eksekusi itu.Namun, tidak ada cipratan darah yang menodai lantai semen. Tidak ada jeritan daging yang terkoyak, apalagi raungan kesakitan.Alih-alih pergelangan tangan Arka yang terputus, satu-satunya benda yang jatuh menghantam lantai adalah dua potong tali nilon cable ties hitam yang terbelah dua dengan potongan yang terlampau rapi. Ayunan golok Victor yang dari luar terlihat dipenuhi niat membunuh ternyata dikalkulasi dengan presisi tingkat milimeter untuk satu tujuan tunggal: membebaskan targetnya.Keheningan yang sangat pekat dan ganjil langsung menyergap ruangan itu.Clara, Arya, Maya, dan Dimas membeku layaknya patung lilin. Otak mereka, yang sudah terprogram untuk melihat pertumpahan darah, mendadak mengalami korsleting. Ada jeda sekita

  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 189

    Argumen Bella telak. Dia tidak boleh terlihat berantakan di depan musuh-musuhnya di Barata. Dia harus terlihat sebagai Raja yang tak tersentuh."Silakan," jawab Arka pelan, menyerah.Bella tersenyum tipis. Dia berjalan memutari meja, lalu berdiri tepat di hadapan Arka yang sedang duduk di kursi ker

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 190

    Semua mata menoleh dengan kesal. Siapa yang berani mengganggu rapat sakral ini?Bella melangkah masuk.Dia berjalan dengan langkah pasti namun anggun, memeluk sebuah map berwarna merah terang di dadanya. Wajahnya tenang, tidak terintimidasi sedikitpun oleh tatapan marah para direksi tua."Maaf mengg

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 202

    Pagi di kediaman Adhiguna. Cahaya matahari menerobos masuk melalui jendela ruang makan, menyinari piring-piring berisi nasi goreng dan telur mata sapi setengah matang.Namun, Arka hanya mengaduk-aduk nasi gorengnya. Pikirannya tidak berada di sana. Pikirannya masih tertinggal di laci kantornya yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan   Bab 197

    Malam kedua di Zermatt. Badai salju di luar semakin mengganas, namun di dalam Chalet mewah itu, suhu terasa hangat berkat perapian dan alkohol mahal.Makan malam berlangsung meriah. Arka membuka botol Château Margaux tahun 2015 koleksinya. Mereka berempat makan, tertawa, dan minum hingga wajah mere

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status