Beranda / Romansa / Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku / Bagaimana Dengan Status Hubungan Kita?

Share

Bagaimana Dengan Status Hubungan Kita?

Penulis: Rainbow Rain
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-27 22:30:29

Laura  tersenyum tipis, gaunnya elegan, sikapnya santai, tetapi matanya mengamati Valerie dengan ketelitian yang tidak menyenangkan. Ia menyiratkan seolah tahu apa yang sedang Valerie lakukan.

“Kamu terlihat sibuk hari ini,” ujar Laura ringan.

“Ada yang bisa kubantu?” tanya Valerie, menjaga nada profesional.

Laura mendekat setengah langkah. “Kamu sedang mencoba masuk ke dalam bahaya rupanya?”

“Saya tidak mengerti maksudmu.”

Laura tertawa kecil. “Kamu selalu terlihat cerdas. Sayang, kamu tetaplah wanita murahan yang terjebak dengan rayuan Diego.”

“Itu terdengar seperti ancaman.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Godaan Laura

    Langit Chicago terlihat gelap saat Diego memasuki kawasan penthouse miliknya. Tubuhnya cukup lelah mengemudi jarak jauh, tapi sebanding dengan apa yang ia rasakan meskipun tidak bertemu dengan Valerie. Diego merogoh saku mengambil kunci apartemen, tapi pintu apartemen ternyata tidak terkunci. Ayahnya sudah bediri tegak membelakanginya memakai vest biru dengan kemeja putih di dalamnya. Kedua tangannya masuk saku, bahunya terlihat tegang. “Bodoh!” Robert Stanford langsung berbalik saat mendengar langkah kaki masuk. Diego tetap berdiri di tempat dengan wajah lelahnya. Bersikap tenang menghadapi lelaki temprament di depannya. “Sejak kapan kamu jadi bodoh seperti ini?” “Bodoh? Saya hanya realistis. Perjalanan Cleveland ke Chicago memakan waktu 6-7 jam perjalanan. Tidak mungkin saya bisa datang.” Dengan santainya Diego menjawab pertanyaan ayahnya. Lelaki itu beranjak melewati ayahnya. Melepas jaket dan duduk bersandar di sofa. Memejamkan mata, meregangkan tubuhnya yang terasa kaku be

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Kehangatan Keluarga Kecil

    Diego mengguyur tubuhnya dengan air dingin di bawah shower. Ia mengusap wajahnya berulang kali mengacak rambutnya menghilangkan sisa panas di tubuhnya yang tersisa. Laura menjebaknya, istrinya membuat Diego kehilangan kendali dengan menambah obat perangsang di minumannya. Namun, Diego berhasil menepisnya dan berlari ke kamar mandi. L"Laura…” Diego menyebut namanya dengan amarah. Air dingin menghantam tubuh Diego tanpa jeda. Kepalanya tertunduk, kedua tangan menempel di dinding shower. Ia marah pada situasi yang hampir menjatuhkannya.Diego mematikan keran dan berdiri di depan cermin. Wajahnya keras, garis rahangnya menegang. Ia memakai kaus putih polos dengan gerakan cepat.Membuka pintu kamar mandi dan Laura sudah berdiri di depan menunggu. Wanita itu masih mengenakan gaun tipis yang sama seperti sebelumnya. Rambutnya tergerai, wajahnya tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali.“Kamu sudah tenang?” tanya Laura, suaranya lembut. Diego melewatinya untuk mengambil jaket. Tidak p

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Panas Tak Tertahan

    Pintu apartemen terbuka, ruangan terlihat rapi dan sunyi. Pintu tidak dikunci dan Diego berhasil masuk tanpa harus mendobraknya.“Valerie, sayang,” panggil Diego pelan.Diego melangkah masuk perlahan, tidak menimbulkan suara. Wangi lemon yang segar menyambut kedatangannya dan suasana terasa sunyi seperti tak berpenghuni.“Valerie, jangan sembunyi, sayang. Saya pasti menemukanmu,” ujar Diego.Ia melihat sekeliling, dapur terlihat tanpa aktivitas, wastafel di dapur bersih, tempat sampah kosong. Diego beralih ruang tengah, sepatu Valerie berjejer rapi. Meja dan sofa terlihat bersih tak tersentuh. Tas kecil hitam tergeletak di meja tepat di samping sweater putih yang dipakai Valerie selamam.“Cukup bermainnya Valerie! Jangan menggoda kesabaranku, keluarlah!” Diego mulai tidak sabar.Pintu kamar tertutup rapat, Diego berjalan ke kamar, membuka pintu dan tidak ada Valerie di sana. Seprai dan selimut terlihat rapi, keranjang pakaian kotor menumpuk di sudut dan bingkai foto berjejer rapi di

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Jangan Main-Main dengan Diego Stanford

    Diego duduk di meja kerja ruangannya dengan mata merah dan tangan kanannya mengepal, sedangkan tangan kirinya memegang ponsel. “Temukan Valerie sampai dapat!” Perintah Diego. Rahangnya mengeras menelepon orang suruhannya untuk menemukan Valerie. Lelaki itu frustasi, perasaannya menggila saat wanitanya menjauh dan menghilang. Hingga pukul tiga sore, Valerie belum juga muncul kembali menemuinya. Valerie tidak bisa dihubungi, ia tidak meninggalkan pesan apapun. Semalam semuanya baik-baik saja saat Valerie merawatnya. Namun, saat Diego membuka mata. Semua seperti mimpi.“Apa yang kamu rencanakan?” kepalan tangan Diego bergetar, mengencang, hingga pena di sampingnya bergeser. Asisten Diego masuk dengan wajah ketakutan. Kemarahan Diego membuat semua staf eksekutif takut menunjukkan wajah di depan bosnya. Diego menyuruh semua staf eksekutif mencari informasi alamat tempat tinggal orang tua Valerie. “Bagaimana? Kamu sudah mendapat informasinya?” tanya Diego tajam. “Be– lum, Tuan Stanf

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Sentuhan Hangat

    Diego terbangun dengan kepala berat dan tubuh yang masih lemas. Matanya mengerjap pelan, menangkap cahaya redup dari lampu samping ranjang. Tampak bayangan wanita berkacamata baru saja masuk. “Valerie…” lirih Diego.Wanita berkacamata itu duduk menyamping di tepi ranjang. Rambutnya tergerai, sedikit berantakan. Tangannya memegang handuk basah, menyeka tubuh Diego lalu memerasnya di dalam baskom. Diego menelan ludah, bibirnya sedikit tersenyum melihat wanita yang sempat menolak bertemu dengannya. “Valerie— ” panggil Diego dengan parau, nyaris tidak terdengar.Valerie menoleh. Tatapan mereka bertemu, tidak ada keterkejutan. Seolah memang menunggu Diego bangun.“Kamu sudah bangun,” katanya. Nadanya terasa datar. Seolah ingin menyembunyikan kelegaan kecil di matanya.Diego mengangkat tangan pelan. Jari-jarinya menyentuh ujung sweater Valerie. Menariknya sedikit, seperti memastikan wanita itu nyata.“Kamu benar ada di sini,” gumamnya.Valerie mendengus kecil. “Kamu kehujanan semalaman.

  • Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku   Mengigil Kehujanan

    Ruang interogasi terasa dingin menusuk. Dua pasang mata menatap tajam Diego. Memberi pertanyaan detil, tenang, teliti, menunggu celah menemukan bukti tersembunyi. Valerie melaporkan Diego atas kematian Lila. Wanita itu baru saja memberi laporan tentang pena milik Diego yang sama dengan pena yang ditemukan. Hal itu membuat pihak kepolisian segera memanggil Diego untuk diintrogasi.“Ini penaku,” ujar Diego santai.Ia meletakkan penanya di tengah meja. Terlihat hitam mengkilap dengan arsir nama Diego di ujung pena. salah satu polisi langsung mengambil dan mengamati,“Saya menggunakannya untuk menandatangani dokumen,” Diego kembali berkata datar. Salah satu petugas mencatat, yang lain menyilangkan tangan. Mereka menjelaskan tentang kemiripannya. Pena yang ditemukan di dekat tubuh Lila hampir memiliki spesifikasi yang sama hanya berbeda di arsiran dan nama. “Pena ini tidak bisa dijadikan bukti. Keduanya hampir sama sekilas, tetapi ada perbedaan.” Diego menambahi sebelum mereka menyelesa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status