Share

Bab 361

last update publish date: 2026-10-21 23:23:52

Di pinggir arena, bisikan mulai beredar—pelan, tidak lantang, tapi terdengar.

Anak itu tidak membawa senjata atau semacamnya?

Bertarung dengan tangan kosong? Melawan Xiao Lianhun?

Berapa usianya? Terlihat masih empat tahun, bukan?

Apa yang dipikirkan Mo Xuan membawa anaknya ke sini dan bertarung melawan Xiao—

Tapi tidak ada yang mengucapkan kata-kata yang lebih keras dari itu. Tidak ada tawa seperti yang muncul ketika Caelan pertama kali masuk ke arena tadi.

Karena mereka sudah menyaksikan pert
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 361

    Di pinggir arena, bisikan mulai beredar—pelan, tidak lantang, tapi terdengar.Anak itu tidak membawa senjata atau semacamnya?Bertarung dengan tangan kosong? Melawan Xiao Lianhun?Berapa usianya? Terlihat masih empat tahun, bukan?Apa yang dipikirkan Mo Xuan membawa anaknya ke sini dan bertarung melawan Xiao—Tapi tidak ada yang mengucapkan kata-kata yang lebih keras dari itu. Tidak ada tawa seperti yang muncul ketika Caelan pertama kali masuk ke arena tadi.Karena mereka sudah menyaksikan pertarungan itu.Mereka sudah menyaksikan seseorang yang tidak terlihat seperti ancaman apa pun, yang berdiri diam ketika lawan berlari ke arahnya, yang bergerak dengan cara yang tidak terlihat seperti teknik apa pun—dan mengakhiri segalanya dalam satu setengah menit.Mungkinkah ada kejutan lainnya setelah ini?Tidak ada yang mau bersumpah tidak mungkin.Skeptisisme masih ada—tentu saja ada—tapi jenisnya berbeda sekarang. Bukan skeptisisme yang angkuh. Lebih seperti seseorang yang pernah memegang be

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 360

    "Tapi putraku jauh lebih kuat dariku."Wuhen Lianhun tidak langsung bergerak.Ekspresinya tidak berubah dramatis. Tidak ada yang jatuh atau terbuka lebar. Tapi ada sesuatu yang bergeser di balik matanya, seperti seseorang yang baru saja mendengar kalimat dalam bahasa yang dikenalnya tapi dalam susunan yang tidak masuk akal.Dia mengerutkan keningnya."Apa maksudmu?"Caelan tidak menjawab dengan penjelasan panjang. Tidak dengan pembuktian verbal, tidak dengan argumen yang disusun rapi."Maksudku tepat seperti yang kukatakan," katanya. "Jika Pemimpin Sekte ingin melihat sendiri, silakan uji dia."Hening sebentar.Wuhen Lianhun menatap Caelan, lalu matanya berpindah ke arah tepi arena.Ke Rex.Anak kecil itu masih berdiri di tempatnya sejak tadi—posisi yang sama, ekspresi yang sama. Tangan di sisi tubuh, kepala sedikit mendongak melihat arena, dengan cara anak kecil yang menonton sesuatu yang tidak sepenuhnya dia mengerti tapi cukup dia yakini bahwa papanya yang ada di sana, sehingga sem

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 359

    Dari langkah pertama Caelan—yang maju, bukan mundur, ketika Shen berlari ke arahnya dengan Kutukan Kegelapan Abadi aktif penuh. Tidak ada yang waras yang melakukan itu. Mundur, menyamping, memberi ruang—itu yang paling masuk akal. Tapi Caelan maju, satu langkah, dan pedangnya terangkat bukan untuk menyerang secara umum tapi untuk satu titik spesifik.Dan di situlah yang menarik.Kutukan Kegelapan Abadi membuat posisi yang terlihat dan posisi yang sebenarnya berbeda. Itu inti dari teknik itu—membuat lawan membaca posisi yang salah. Teknik ini hampir tidak tertandingi dalam situasi pertarungan normal, karena bahkan lawan yang sudah tahu tentang teknik itu tetap tidak bisa memercayai penglihatannya sendiri.Tapi Caelan tidak menargetkan tubuh Shen.Dia menargetkan tekniknya.Bukan "dimana Shen berada" tapi "kemana energi Shen mengalir."Lengan kanan adalah pusat distribusi Kutukan Kegelapan Abadi. Itu tidak berubah, tidak peduli seberapa menipu proyeksi bayangannya. Dan satu titik di len

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 358

    Wuhen Lianhun akhirnya berdiri.Bukan gerakan yang besar. Bukan sesuatu yang dramatis. Hanya seseorang yang bangkit dari kursinya dengan cara yang menunjukkan bahwa dia sudah memutuskan sesuatu, dan sekarang tinggal mengatakannya."Mo Xuan."Suaranya memenuhi arena. Tegas, bersih, tanpa ruang untuk interpretasi lain."Menang."Dua kata, tapi berat yang ada di baliknya bukan dua kata. Ktu adalah pengakuan dari seseorang yang tidak terbiasa memberikan pengakuan, diucapkan dengan cara yang membuat semua orang tahu bahwa ini bukan basa-basi atau formalitas.Dan di sudut bibirnya—tipis, hampir tidak terlihat—ada senyum.Bukan senyum sopan. Bukan senyum dari seseorang yang menjalankan tugasnya. Ini senyum dari seseorang yang baru saja melihat sesuatu yang layak dilihat, dan merasa puas karena datang untuk melihatnya.Dia sudah mengakui Caelan.Semua orang di arena itu bisa melihatnya. Senyum itu lebih berbicara dari kalimat panjang mana pun yang bisa dia ucapkan.Tapi arena itu masih hening

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 357

    Shen berlari.Kutukan Kegelapan Abadi sudah sepenuhnya aktif—energi spiritual yang membanjiri seluruh tubuhnya, bayangan yang tidak lagi mengikuti tubuhnya dengan cara yang bisa dibaca, niat membunuh yang sudah tidak punya lapisan di atasnya.Serangan pertama belum diluncurkan, tapi sudah bisa dirasakan. Seperti petir yang belum turun tapi sudah ada di awan, seperti tekanan yang sudah berubah sebelum suaranya sampai.Caelan bergerak lebih dulu.Bukan mundur. Bukan ke samping.Dia maju.Satu langkah—hanya satu—dan pedangnya sudah terangkat dalam gerakan yang paling tidak dramatis yang bisa dilakukan dalam situasi seperti ini.Bukan ayunan lebar. Bukan tebasan yang memerlukan momentum untuk menjadi berbahaya. Ini sesuatu yang berbeda—gerakan dari seseorang yang sudah memutuskan sebelum Shen menyelesaikan langkah ketiganya bahwa pertarungan ini akan berakhir di sini, dan sekarang hanya perlu menempatkan ujung bilahnya di satu titik yang tepat.Satu titik.Titik Jianliao.Sendi bahu kanan

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 356

    Beberapa detik berlalu.Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang berbicara. Hanya dua orang berdiri di ujung arena yang berlawanan, dengan jarak dan darah di antara mereka—satu tetes yang belum mengering di lantai batu di antara Shen dan posisinya sekarang.Caelan yang berbicara pertama."Masih ingin lanjut?"Mendengar pertanyaan yang seperti penghinaan itu, Shen menggertakkan giginya."Kau pikir aku sudah kalah?!"Suaranya keluar lebih keras dari yang dia rencanakan—amarah yang sudah terlalu penuh untuk dikontrol dengan sempurna. "Tidak, bajingan! Aku belum mengeluarkan semua yang kupunya!"Caelan menatapnya sebentar."Begitu pula denganku."Jeda singkat."Perlukah aku sedikit lebih serius untuk mengakhiri ini?"Satu kalimat itu mendarat di telinga Shen dengan cara yang tidak bisa diabaikan. Bukan karena diucapkan dengan keras, tapi justru karena tidak.Itu ringan. Datar. Seperti seseorang yang sedang mempertimbangkan opsi, bukan menyampaikan ancaman.Dan itu yang membuatnya lebih bur

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 003

    Aldric tidak perlu berpikir panjang. Jika dia bisa membuat Keluarga Ashford berhutang budi padanya, hidupnya akan berubah selamanya.Dia mengabaikan Caelan begitu saja dan melangkah maju dengan senyum profesional yang sudah dia latih bertahun-tahun."Tuan Dorian." Suaranya hangat, penuh wibawa. "Sa

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 002

    Caelan berhenti di ujung jalan, membelakangi rumah yang tidak lagi menjadi miliknya dalam pengertian apa pun.Empat tahun dia percaya bahwa ada orang-orang yang akan menunggunya. Bahwa pengorbanan itu tidak sia-sia. Bahwa ketika dia kembali, setidaknya ada yang masih menganggapnya keluarga.Ternyat

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 007

    Kembali ke Aurelian Hospital Velmont, Caelan sudah menuju pintu keluar di lobby ketika suara itu menghentikannya."Tunggu, Dokter."Dia berbalik dan menemukan Dorian melangkah cepat, seperti seseorang yang takut kehilangan sesuatu."Ada hal lain yang kau butuhkan?" tanya Caelan.Dorian berhenti di

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 001

    Empat tahun Caelan Voss mendekam di balik jeruji untuk sesuatu yang bukan kesalahannya. Malam itu bukan dia yang mabuk, bukan dia yang memegang setir. Tapi ketika Serena berdiri gemetar di depannya dan berkata, "Tolong aku, Cael, karirku akan hancur jika aku masuk penjara." Caelan menyerahkan dirin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status