Share

Bab 372

last update publish date: 2026-11-04 20:30:20

Pagi itu, langit di atas Sekte Jiwa Hitam bersih tanpa awan.

Halaman utama sekte, hamparan batu hitam seluas puluhan lapangan, sudah penuh sejak fajar. Murid dalam, murid luar, pelayan, penjaga gerbang, hingga para penggarap padang rumput di belakang sekte. Ribuan orang berdiri rapat, memenuhi setiap sudut dan tangga, bahkan atap-atap bangunan di sekelilingnya.

Tidak ada yang berbicara keras. Hanya dengung bisikan yang menyebar seperti angin di ladang.

Di tengah halaman, tiga sosok berdiri berh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 372

    Pagi itu, langit di atas Sekte Jiwa Hitam bersih tanpa awan.Halaman utama sekte, hamparan batu hitam seluas puluhan lapangan, sudah penuh sejak fajar. Murid dalam, murid luar, pelayan, penjaga gerbang, hingga para penggarap padang rumput di belakang sekte. Ribuan orang berdiri rapat, memenuhi setiap sudut dan tangga, bahkan atap-atap bangunan di sekelilingnya.Tidak ada yang berbicara keras. Hanya dengung bisikan yang menyebar seperti angin di ladang.Di tengah halaman, tiga sosok berdiri berhadapan.Wuhen Lianhun. Caelan. Dan Rex.Dua yang terakhir sudah berganti pakaian.Jubah hitam pekat membalut tubuh mereka, kainnya jatuh halus dengan kilau samar seperti permukaan danau di malam hari. Di bagian kerah dan ujung lengan, benang perak menyulam motif ular dan pedang yang saling melilit, sama seperti ukiran di tiang aula perjamuan. Namun ada yang membedakan jubah ini dari jubah murid biasa, bahkan dari jubah para Tetua. Di punggungnya, sulaman konstelasi emas membentang dari bahu ke p

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 371

    Hal pertama yang dirasakan Caelan adalah keheningan.Bukan sunyi dari luar. Angin masih bergerak, kolam masih beriak, jangkrik di kejauhan masih bernyanyi. Tapi di dalam dirinya, untuk pertama kalinya sejak ia bisa mengingat, tidak ada gemuruh. Tidak ada rasa menarik dan mengalirkan, tidak ada usaha menjaga energi tetap di tempatnya.Energi itu sudah tidak perlu dijaga. Ia hanya ada.Hal kedua adalah ringan.Tubuhnya masih tubuh yang sama, tapi seakan seluruh beban yang tak pernah ia sadari kini terangkat. Rasa lelah yang selama ini menempel di tulang, luka-luka lama yang kadang berdenyut saat hujan, napas yang terasa berat sehabis bertarung, semuanya lenyap seperti kabut disapu matahari.Hal ketiga adalah dunia yang melebar.Ia bisa mendengar detak jantung Rex tanpa menoleh. Pelan, tenang, teratur. Ia bisa merasakan setiap helai rumput yang bergoyang, setiap tetes air yang jatuh dari daun ke kolam. Ia bahkan bisa merasakan aliran energi spiritual yang merayap di bawah tanah, bergerak

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 370

    Tujuh hari berikutnya berjalan dengan ritme yang sama.Fajar, meditasi di bawah pohon raksasa. Siang, latihan teknik bersama Wuhen Lianhun di lapangan batu di belakang aula utama. Malam, kembali bermeditasi bersama Rex hingga bintang bergeser jauh dari tempatnya.Hari pertama latihan, Wuhen berdiri di hadapan Caelan dengan pedang di tangan."Aku akan mengajarkan dua teknik puncak sekte ini," katanya. "Belenggu Jiwa Seribu Bayangan dan Kutukan Kegelapan Abadi. Murid terbaik kami butuh bertahun-tahun untuk menguasai salah satunya. Jadi jangan kecewa kalau satu bulan ini kau hanya mendapat dasarnya."Caelan mengangguk. "Aku mengerti."Wuhen mengayunkan pedangnya.SRAKK.Satu tebasan, dan bayangan perak tertinggal di udara. Tebasan kedua, bayangan kedua. Dalam beberapa tarikan napas, belasan jejak pedang melayang di sekeliling Wuhen, berdenyut pelan seperti makhluk hidup yang menunggu perintah."Rahasianya bukan pada pedang," ujar Wuhen. "Tapi pada niat yang kau tinggalkan di setiap tebas

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 369

    Caelan membuka matanya.Pelan, dan untuk sesaat dia tidak bergerak sama sekali.Ada sesuatu di dalam dirinya.Bukan sekadar sisa kehangatan dari batu tadi. Ini sesuatu yang besar, padat, dan hidup, bergolak di dalam dantiannya seperti samudra yang baru dibangunkan. Dia mengepalkan tangan, dan udara di sekitar kepalan itu bergetar tipis. Dia menarik napas, dan angin malam seakan ikut tertarik masuk bersamanya.Kekuatannya meningkat.Pesat. Jauh lebih pesat dari apa pun yang pernah dia rasakan dalam satu malam.Dan di ujung semua itu, dia merasakan sesuatu yang lain. Sebuah batas. Tipis, nyaris tembus, seperti dinding kaca yang tinggal menunggu satu ketukan terakhir.Hanya selangkah lagi.Selangkah lagi menuju tingkat yang lebih tinggi.Dada Caelan berdesir.Apakah itu... Ranah Abadi?Dia tidak tahu. Dia belum pernah berdiri di sana, jadi tidak ada yang bisa dijadikan pembanding. Tapi instingnya berkata sama, berulang-ulang, dengan keyakinan yang tidak bisa diabaikan: pintu itu sudah sa

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 368

    "Apa itu, Pemimpin Sekte?" tanya Caelan.Wuhen Lianhun tidak menjawab dengan kata-kata. Dia melangkah mendekat, berhenti di hadapan mereka, lalu membuka tutup kotak kayu gelap itu dengan satu gerakan pelan.Cahaya biru memancar keluar.Lembut, tapi cukup terang untuk menerangi wajah mereka bertiga di tengah gelapnya taman. Di dalam kotak, di atas alas kain hitam, terletak sebuah batu sebesar ibu jari. Permukaannya halus dan bening seperti kristal, dan di dalamnya cahaya biru berdenyut pelan, naik turun seperti napas makhluk hidup."Ini disebut batu spiritual," kata Wuhen.Kolam di dekat mereka bergetar tipis. Energi spiritual di sekitar taman, yang tadi mengalir pelan, kini seolah menoleh ke arah kotak itu."Di dalamnya tersimpan energi spiritual yang sudah dipadatkan. Ukurannya memang kecil, tapi isinya setara dengan puluhan tahun pengumpulan energi biasa. Dan kualitasnya..." Wuhen berhenti sebentar. "Jauh melampaui apa pun yang bisa kau serap dari udara di Dunia Bawah."Caelan menat

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 367

    Siang di Sekte Jiwa Hitam berbeda dari siang di tempat-tempat lain yang pernah Caelan singgahi.Bukan karena mataharinya berbeda, bukan karena udaranya lebih hangat atau lebih dingin. Tapi ada sesuatu yang tidak terlihat di sini—sesuatu yang baru bisa dirasakan ketika seseorang berhenti bergerak dan membiarkan dirinya hadir sepenuhnya di satu tempat.Energi spiritual.Di sini, energi itu bukan sesuatu yang harus dicari atau ditarik. Ia ada di mana-mana, seperti udara yang lebih penuh dari biasanya—mengalir pelan di antara bebatuan, menempel di batang pohon, bergerak di permukaan tanah dengan cara yang hampir bisa dirasakan dengan telapak tangan biasa pun.Mereka memilih tempat di taman belakang sekte. Bukan taman dalam arti halaman yang dirapikan, tapi hamparan yang dibiarkan tumbuh dengan caranya sendiri selama ratusan bahkan ribuan tahun.Pohon-pohon di sini sudah terlalu tua untuk diukur usianya dengan cara biasa, batangnya lebih lebar dari dua orang dewasa yang merentangkan tangan

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 007

    Kembali ke Aurelian Hospital Velmont, Caelan sudah menuju pintu keluar di lobby ketika suara itu menghentikannya."Tunggu, Dokter."Dia berbalik dan menemukan Dorian melangkah cepat, seperti seseorang yang takut kehilangan sesuatu."Ada hal lain yang kau butuhkan?" tanya Caelan.Dorian berhenti di

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 006

    Caelan menatap Dorian sembari jatuh ke dalam pikirannya. Keluarga Ashford adalah salah satu keluarga paling berpengaruh di Kota Velmont. Seharusnya mereka bisa membantunya, bukan?"Satu hal saja." kata Caelan akhirnya. "Bantu saya mendapatkan kembali lisensi praktik saya dan posisi sebagai dokter d

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 002

    Caelan berhenti di ujung jalan, membelakangi rumah yang tidak lagi menjadi miliknya dalam pengertian apa pun.Empat tahun dia percaya bahwa ada orang-orang yang akan menunggunya. Bahwa pengorbanan itu tidak sia-sia. Bahwa ketika dia kembali, setidaknya ada yang masih menganggapnya keluarga.Ternyat

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 001

    Empat tahun Caelan Voss mendekam di balik jeruji untuk sesuatu yang bukan kesalahannya. Malam itu bukan dia yang mabuk, bukan dia yang memegang setir. Tapi ketika Serena berdiri gemetar di depannya dan berkata, "Tolong aku, Cael, karirku akan hancur jika aku masuk penjara." Caelan menyerahkan dirin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status