Home / Rumah Tangga / Setelah Janur Gugur / BAB 3 (Tinggal satu atap tapi asing)

Share

BAB 3 (Tinggal satu atap tapi asing)

Author: Pratama
last update Last Updated: 2025-10-12 22:06:01

Jam telah menunjukkan pukul 22.00, tapi Zoe masih tetap berkutat di depan leptop tanpa mengenal lelah. Deringan ponselnya berbunyi. Nama Kenzo tertera di layar handphonenya. Satu kali dan dua kali tidak dia jawab, sambungan ketiga kalinya membuatnya pasrah untuk mengangkat telponnya.

"Kamu masih kerja?" tanya Kenzo di sebrang.

"Hem"

Helaan nafas terdengar dari sebrang, "Udah jam segini, besok lagi kerjanya."

Zoe melihat arloji di tangannya. Dan dia baru tersadar sekarang sudah mulai larut malam. Dia berjalan ke luar ruangannya, dan tidak ada satupun karyawannya yang tersisa dan hanya tertinggal dirinya.

"Hem, Gue pulang"

Zoe mematikan sambungan teleponnya. Ia segera membereskan semua berkas dan merapikannya dengan cepat. Setelah semuanya selesai, Ia segera keluar dari kantor nya.

"Iss seharusnya gue bawa motor aja. Engga ada pula ojol malam malam begini," keluhnya menyesal tidak membawa motornya.

Zoe terus gelisah melihat handphonenya yang tidak ada ojek di daerah tempatnya sekarang. Ingin memesan taksi online, tapi dia takut dan trauma saat kecelakaan calon suaminya. Mengingat itu semua, perasaan nya mulai kembali sedih. Baru kali itu dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kecelakaan itu terjadi. Bahkan orang tersayang nya meninggal di hadapannya di saat waktu itu juga.

Tengah kesedihan melandanya, tiba-tiba suara klakson menggema di telinganya. Kaget? tentu saja. Ternyata itu adalah Kenzo yang duduk tegak di atas moge nya sendiri. Jujur, Sebenarnya Kenzo idaman gadis di luaran sana, terlebih lagi dengan wajahnya yang tampan selalu memikat para gadis-gadis kecuali Zoe sendiri.

"Ayo!" ajak Kenzo.

Zoe segera menggeleng keras, "Engga!, Gue engga mau!"

hembusan kasar dia hembuskan. Terpaksa dirinya turun dari motor, meletakkan helmnya dan menghampiri istrinya yang keras kepala itu.

Saat berhadapan dengan Zoe, Kenzo berkata tegas, "Engga ada lagi ojek sekitaran sini. nggak mungkin kamu naik mobil."

Kenzo menarik pelan lengan istrinya, tapi Zoe segera menghentakkan dengan keras hingga terlepas. Dia langsung naik motor dengan wajah cemberutnya sedangkan Kenzo hanya geleng-geleng kecil melihat ke gengsian gadis itu.

Zoe terkejut melihat pria itu memasangkan helm dan jaket untuknya. Satu detik sampai beberapa detik mereka berduaan pandang memandang, sampai Zoe mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu.

"Pakai ini nanti masuk angin!"

Zoe tidak menghiraukan ucapan suaminya dan bagi Kenzo keterdiaman dan kecuekan istrinya adalah hal biasa dan dia tidak dimasukkan ke dalam hati.

Selama perjalanan pulang, hanya ada kebisuan dan kehilangan yang melanda mereka berdua. Kenzo tau istrinya masih membencinya sampai sekarang dan tak mudah untuk meluluhkannya.

Sesampai di rumah, Kenzo ingin bicara empat mata dengan istrinya. Tapi saat melihat ada kelelahan di matanya, alhasil dia menundanya. Kenzo sengaja setelah menikah ingin tinggal langsung di rumah dulu yang ia bangun sendiri untuk dirinya saat ia akan menikah dan berkeluarga nanti. Dia juga tidak ingin permasalahan rumah tangganya diketahui orang lain terutama keluarganya. Baginya, ini adalah tanggung jawab mereka sendiri untuk menyelesaikan permasalahannya mereka.

Di kamar, Zoe duduk di depan kaca hias dan menatap pasang ke arah depan. Ini bukan kehidupan yang dia mau. Kalau saja dia bisa memutarkan waktu, pasti dia tidak akan menantang Azhar dengan kebodohannya. Setetes demi setetes air matanya jatuh. Dia membekap mulutnya agar tanya saya tidak terdengar keluar. Dunianya sekarang runtuh, dunia yang ia harapkan dulu seketika sirna begitu saja. Dan kini dia berbagi dunianya dengan orang asing yang tak pernah diharapkan sebelumnya.

Sikap dan tingkah laku Kenzo memang telah berubah drastis saat mereka nikah. Yang biasanya, Pria itu usil dan nakal sewaktu SMA dan kuliah, tapi saat mereka menikah, tingkah itu tidak terlihat lagi. Yang terlihat hanyalah perhatian, kepedulian dan tanggung jawab. Meskipun begitu, itu semua tidak dapat mengubah pandangan Zoe terhadap pria itu menjadi baik.

Zoe dulu sangat terpukul di saat tingkah dan sikap Kenzo dapat membuat dia kecewa berat. Makanya tidak semudah itu membuat rasa kecewa dan kebencian nya berubah menjadi cinta atau suka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Janur Gugur   BAB 5 (Penawaran Kenzo)

    “Bu Zoe! Investor utama sudah di ruang meeting!” seru Tania tergesa, napasnya tersengal. Zoe berbalik pelan. “Semua sudah datang?” Tania menunduk. “Sebagian, Bu. Tapi mereka… sepertinya tidak datang untuk bicara baik-baik.” Zoe menghela napas panjang. “Baik. Siapkan proyektor, saya akan ke sana.” Ia menegakkan bahu, dan melangkah keluar dengan langkah yang tegas. Langkah sepatunya terdengar mantap di lantai marmer, menggema di koridor panjang. Begitu pintu ruang meeting terbuka, ruangan langsung hening. Tiga investor utama Zosta duduk di sana wajah mereka tegang, beberapa dengan tangan terlipat, sebagian menatap tajam ke arah Zoe. Suasana terasa seperti ruang sidang, bukan rapat bisnis. “Selamat siang.” Suara Zoe tenang, meski nadanya sedikit serak. Pak Raymond, investor tertua, menatap tajam. “Ini bukan masalah sepele, Bu Zoe. Tapi reputasi perusahaan ini itu masalah besar.” Zoe berjalan ke depan meja, meletakkan laptop, menatap mereka satu per satu. “Saya tahu isu

  • Setelah Janur Gugur   BAB 4 (Zosta di terpa isu)

    Pagi itu matahari terbit terlalu lambat, seolah enggan menampakkan diri di langit yang muram. Zoe menatap pantulan dirinya di dinding kaca besar kantor Zosta Wedding Organizer, perusahaannya yang dulu selalu penuh tawa, kini sepi bagai ruang rawat luka. Bias cahaya matahari menembus tirai, jatuh di wajahnya yang terlihat tegar namun letih. Di tangan kirinya, cangkir kopi sudah dingin sejak satu jam lalu. Di tangan kanan, ponsel yang terus bergetar tak henti. Notifikasi demi notifikasi masuk dari portal berita, media gosip, sampai pesan pribadi yang tak berani ia buka. “Calon Suami Meninggal, CEO Zosta Diduga Penyebabnya?” “Asher Hartono Tewas Karena Tantangan Tunangannya Sendiri?” “Tragedi Cinta di Balik Janur Gugur.” Zoe menggigit bibirnya, menahan gemetar di ujung jari. Ia menatap tajam layar ponsel itu, lalu mematikannya. Suara detik jam dinding terasa memekakkan di ruang kosong. “Biarkan mereka bicara…” gumamnya lirih, suaranya serak tapi dingin. “Gue nggak akan semb

  • Setelah Janur Gugur   BAB 3 (Tinggal satu atap tapi asing)

    Jam telah menunjukkan pukul 22.00, tapi Zoe masih tetap berkutat di depan leptop tanpa mengenal lelah. Deringan ponselnya berbunyi. Nama Kenzo tertera di layar handphonenya. Satu kali dan dua kali tidak dia jawab, sambungan ketiga kalinya membuatnya pasrah untuk mengangkat telponnya. "Kamu masih kerja?" tanya Kenzo di sebrang. "Hem" Helaan nafas terdengar dari sebrang, "Udah jam segini, besok lagi kerjanya." Zoe melihat arloji di tangannya. Dan dia baru tersadar sekarang sudah mulai larut malam. Dia berjalan ke luar ruangannya, dan tidak ada satupun karyawannya yang tersisa dan hanya tertinggal dirinya. "Hem, Gue pulang" Zoe mematikan sambungan teleponnya. Ia segera membereskan semua berkas dan merapikannya dengan cepat. Setelah semuanya selesai, Ia segera keluar dari kantor nya. "Iss seharusnya gue bawa motor aja. Engga ada pula ojol malam malam begini," keluhnya menyesal tidak membawa motornya. Zoe terus gelisah melihat handphonenya yang tidak ada ojek di daerah temp

  • Setelah Janur Gugur   BAB 2 (Memulai hidup baru yang tak sesuai dengan kenyataan)

    Zoe tersadar dari lamunan nya disaat Kenzo mengetuk kamarnya berulang kali. Ia segera bangkit untuk membukakan pintu nya. Terpampang wajah Kenzo yang mulai mengantuk, dengan tangan ia ulurkan meminta sesuatu pada gadis itu. "Aku minta selimut sama bantal" ujarnya. Zoe hanya mengangguk saja, kemudian ia mengambilkannya lalu menyerahkannya dengan cepat. "Oh ya, besok pasti banyak yang tanya tentang pernikahan gue. Jadi pernikahan ini jangan sampai terbongkar di hadapan mereka semua terutama teman - teman gue." Orang - orang hanya tau bahwa Zoe gagal menikah di karenakan pengantin pria nya telah meninggal dunia. Pernikahan Zoe dan Kenzo hanya di ketahui oleh keluarga mereka saja, tidak untuk orang luar. Karena Zoe masih belum menerima dengan pernikahan ini dan kemungkinan besarnya Kenzo juga sependapat dengan pemikiran Zoe. *** Pagi di kota itu masih basah oleh sisa hujan semalam. Langit kelabu seakan tak mau memberi Zoe kesempatan untuk melupakan. Namun ia tetap melangkah he

  • Setelah Janur Gugur   BAB 1 (Flashback)

    Flashback On (Satu hari sebelum hari pernikahan) Langit mulai berwarna abu-abu. Aroma tanah basah bercampur wangi bunga dari dekorasi pelaminan yang baru saja Zoe atur sendiri. Tangannya masih penuh serpihan daun melati dan pita putih — simbol kesucian cinta yang besok akan diikrarkan. Tapi entah kenapa, dada Zoe terasa berat. Ada sesuatu yang tidak beres. “Asher nggak datang dari pagi...” gumamnya pelan, menatap ponselnya yang sunyi. Tadi pagi mereka sempat berselisih. Hal kecil sebenarnya tentang siapa yang seharusnya memutuskan lokasi bulan madu. Tapi perdebatan itu melebar, seperti api kecil yang tiba-tiba membakar jembatan komunikasi mereka. “Kenapa semua harus kamu yang atur, Zoe? Ini pernikahan kita, bukan proyek kerjamu!” ujar Asher menjelaskan perasaan nya. “Karena aku tahu apa yang terbaik. Aku udah rancang semuanya dari awal, Sher. Kamu tinggal datang dan bilang ‘iya’.” Kalimat itu tajam. Terlalu tajam untuk diucapkan pada seseorang yang mencintai dengan sepenuh

  • Setelah Janur Gugur   PROLOG

    "SAH" Satu kata yang sakral membuat semuanya bahagia kecuali seorang gadis sang pengantin. Ada perasaan kosong, kecewa dan juga kesedihan yang tidak bisa dia utarakan sekarang ini. Dia melihat semuanya bahagia, kedua orang tuanya, mertuanya dan juga....suaminya. "Zoe sekarang kamu sudah menikah dan juga yang akan menjagamu bukan ayah lagi melainkan suamimu ini," ujar sang papa Adrian. Zoe hanya bisa diam dan diam memperhatikan semuanya. Dirinya masih terkejut dan juga tidak menyangka alur kehidupannya seperti ini sekarang. Dulu dia sangatlah menantikan hari ini, bahkan tidak pernah sekalipun dia melupakan hari ini. Tapi keadaan sekarang sangatlah berbeda dengan yang dulu. Mama Siska, menghampiri anaknya lalu berbisik, "Zoe, mulai sekarang kamu harus hormati Kenzo. Dia itu suami kamu. Mama engga minta kamu melupakan Asher, tapi setidaknya kamu menghormati suami kamu." Mama Siska sangat tau bagaimana sikap anaknya, makanya wanita itu memberikan kata - kata nasihat untuknya. Zo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status