共有

23

last update 公開日: 2026-05-24 07:00:42

Naura menghela napas pelan lalu mengambil gelas minum di depannya. Ia tidak ingin terus membahas Farhan dan Nadya karena semakin dipikirkan, dadanya justru terasa semakin sesak.

Ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Ngomong - ngomong, kamu kenapa nggak kerja hari ini?” tanya Naura sambil menatap Iris. “Biasanya jam segini masih sibuk.”

Iris langsung menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil mendecakkan lidah.

“Jangan bahas kerjaan dulu, dong. Aku lagi ambil
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   25

    Naura melamun setelah selesai perkuliahan. Dia terus memikirkan keadaan perusahaan yang sedang bermasalah sampai - sampai Farhan tidak pulang ke rumah sejak kemarin malam. Hatinya terasa gelisah, tetapi dia mencoba menenangkan diri dengan berpikir mungkin Farhan memang sedang sangat sibuk.Karena terlalu larut dalam pikirannya, Naura berjalan tanpa memperhatikan jalan di depannya.ChitttSuara rem mobil mendadak membuat Naura tersentak. Tubuhnya hampir terserempet mobil hitam yang berhenti tepat beberapa senti di depannya."Naura? Kamu kan istrinya Farhan dan temannya Nadya?"Naura menatap pria yang keluar dari mobil itu. Awalnya dia ingin marah karena kaget, tetapi ekspresinya langsung berubah ketika mengenali wajah pria tersebut."Pak Mahendra? Investor dari proyeknya Mas Farhan dan Nadya?"Pria itu tersenyum kecil sambil memasukkan satu tangan ke saku celana."Iya. Setiap kali kita bertemu, kamu selalu cerobo

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   24

    Nadya segera menyiapkan makan malam mereka. Ia memasak dalam porsi yang banyak dan menyiapkan wine, air putih, serta jus agar Farhan tidak pulang lagi malam ini. Sambil menunggu Farhan selesai mandi, Nadya memutuskan untuk mandi juga di kamar yang lain."Maaf, Naura. Untuk malam-malam berikutnya dan dua malam kemarin, Farhan tidak akan pulang karena saat dia bersamaku, toh di sini juga sudah ada banyak pakaian dan perlengkapannya," gumam Nadya pelan. Setelah itu, ia segera mandi, mumpung Farhan belum selesai.Farhan pun hanya menghela napas panjang sebelum mengikuti Nadya ke ruang tamu. Hujan di luar turun semakin deras, menciptakan suara gemericik yang memenuhi apartemen itu. Lampu-lampu kota terlihat samar dari balik kaca besar, sementara suasana di dalam terasa hangat dan tenang.Nadya menuangkan wine ke dalam dua gelas, lalu menyerahkan salah satunya kepada Farhan. Wanita itu duduk cukup dekat di sampingnya, membuat Farhan sedikit gugup walaupun berusa

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   23

    Naura menghela napas pelan lalu mengambil gelas minum di depannya. Ia tidak ingin terus membahas Farhan dan Nadya karena semakin dipikirkan, dadanya justru terasa semakin sesak.Ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan.“Ngomong - ngomong, kamu kenapa nggak kerja hari ini?” tanya Naura sambil menatap Iris. “Biasanya jam segini masih sibuk.”Iris langsung menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil mendecakkan lidah.“Jangan bahas kerjaan dulu, dong. Aku lagi ambil cuti sehari.”Naura mengangkat sebelah alis. “Tumben. Kamu kan workaholic.”Iris tertawa kecil. “Capek juga, kali. Lagian kantor lagi nggak terlalu ramai.”Pelayan datang membawa pesanan mereka. Aroma kopi hangat dan makanan manis perlahan membuat suasana terasa lebih nyaman.Naura mengambil sendok kecil lalu mengaduk minumannya perlahan.“Terus bos kamu nggak nyariin?”Iris langsung memutar mata malas.“Bosku malah yang nyuruh cuti.

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   22

    Ucapan pegawai EO itu langsung membuat suasana meja berubah hening.Farhan yang semula terlihat santai kini menatap tajam. “Maksud kamu... sengaja dilonggarkan?”Pegawai itu mengangguk pelan. “Iya, Pak. Tim teknisi bilang baut bagian bawah tiang seperti diputar manual. Bukan karena faktor angin atau pemasangan yang salah.”Mahendra langsung meletakkan gelasnya di meja. Wajahnya berubah serius.“Kalau begitu ini bukan kecelakaan biasa,” ujarnya pelan.Naura refleks menggenggam ujung bajunya sendiri. Bayangan tiang yang hampir jatuh tadi kembali muncul di kepalanya. Napasnya terasa sedikit berat.Farhan menyadari perubahan wajah istrinya lalu segera menggenggam tangan Naura di bawah meja.“Tenang,” ucapnya lirih.Namun, justru sentuhan itu membuat Naura kembali teringat bagaimana Farhan lebih dulu menolong Nadya tadi. Hatinya kembali terasa tidak nyaman.Nadya yang sejak tadi diam perlahan menyilangkan ta

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   21

    Mereka tiba di lokasi aula serbaguna. Di luar, area sudah dihias untuk para pengunjung. Beberapa orang tampak bersiap menyambut acara kegiatan yang diadakan perusahaan Farhan dan Nadya. Beberapa investor juga telah hadir, termasuk teman Nadya, yaitu Mahendra.“Lokasinya sudah bagus. Mungkin masih ada yang harus diperbaiki oleh pihak marketing, EO, lalu para pegawai,” ujar Mahendra memberikan penilaian.“Baik, terima kasih atas kritik dan sarannya.” Nadya tersenyum.Mahendra mengangguk lalu berjalan lebih dulu, meninggalkan Naura, Farhan, dan Nadya.“Omong - omong, kamu mengerti, kan, Naura? Aku dan Farhan akhir - akhir ini sangat sibuk karena proyek ini. Jadi, singkirkan overthinking-mu tentang aku dan Farhan. Kami bukan untuk SELINGKUH untuk kedua kalinya.” Nadya tersenyum sinis dan licik.“Nadya, lebih baik kamu duluan atau temani Mahendra dan yang lainnya. Jangan memprovokasi istriku, dia hanya ingin berkunjung saja,” hardik Farhan.

  • Setelah Kau Selingkuhi Aku   20. Naura mulai curiga lagi

    Naura menatap layar ponselnya cukup lama setelah membaca pesan dari Farhan. Meski kata - katanya terdengar biasa, entah kenapa hatinya tetap terasa tidak tenang.“Aku dari pagi sudah sibuk di lokasi proyek. Nanti berangkat jam 9. Jangan khawatir ya.”Naura menggigit bibir bawahnya pelan.Hari ini jadwal kuliahnya hanya satu kelas, pukul tujuh sampai sembilan pagi. Awalnya ia berniat langsung pulang setelah kuliah selesai, tetapi firasat aneh itu terus mengganggunya sejak bangun tidur.Akhirnya ia membuka chat sekretaris Farhan secara diam-diam.“Mbak, hari ini Pak Farhan meeting proyek di mana ya?”Tak lama kemudian balasan masuk disertai alamat lengkap lokasi proyek yang disebut Farhan tadi pagi.Naura tersenyum kecil, tetapi sorot matanya justru penuh rasa curiga.Ia memutuskan akan datang ke sana sepulang kuliah. Dan yang paling penting Farhan tidak boleh tahu.Naura segera turun ke lantai bawah

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status