/ Romansa / Simpanan Nyonya CEO / Bab 150. Viola Ditraktir

공유

Bab 150. Viola Ditraktir

작가: Andy Lorenza
last update 게시일: 2024-11-05 01:15:56

”Loh, kenapa buru-buru? Masuklah dulu, ntar lagi baru kita jalan.” Kembali Viola menawarkan Roy masuk ke dalam rumah megah miliknya itu.

Karena tak enak kembali menolak, akhirnya Roy memenuhi ajakan Viola untuk masuk ke rumah meskipun Roy merasa sangat sungkan.

Roy bukannya tak pernah melihat bangunan mewah dan megah, sejak ia datang ke Jakarta ia pun langsung ditawari dan tinggal di rumah mewah milik Angel. Begitu pula rumah milik Cindy serta hotel berbintang tempat ia bekerja sebelumnya, akan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 241. Pertemuan Mendebarkan

    Sebuah aula di dalam gedung mewah yang lazim digunakan untuk acara-acara besar oleh para penyewa yang tentunya dari golongan berduit, tampak ramai oleh pengunjung yang memang diundang hadir, sebagian ada yang telah duduk di kursi berderet yang susun rapi sebagian lagi ada yang masih berdiri sembari bercakap-cakap.Sosok pria tampan mengenakan jas rapi yang tengah asyik pula bercakap-cakap dengan beberapa orang, tiba-tiba hentikan obrolannya ketika ponsel di kantong celana bagian depannya berbunyi disertai getar.“Sebentar ya, aku angkat telpon dulu.” Ujar pria tampan itu pada beberapa orang yang tadinya tampak sangat akrab ngobrol dengan nya, setelah mereka menganggukan kepala pria tampan itu pun berjalan menjarak beberapa meter lalu mengangkat panggilan di ponselnya.“Hallo Bang Ardi,” sapa nya.“Hallo juga Roy, aku udah tiba di lobi gedung yang kamu maksud nih.” Sahut sosok yang dipanggil Bang Ardi itu.“Oh, ya udah aku susul sekarang ke sana.” ujar pria tampan yang tidak lain adala

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 240. Aulia Terbang Ke Jakarta

    Cuaca hari itu di Pulau Bali sangat cerah, di ruang tunggu keberangkatan di bandara I Gusti Ngurah Rai tampak tiga orang yang duduk berdekatan. Dua orang wanita dan satu lagi seorang pria, mereka tampak asyik ngobrol sembari menunggu jadwal penerbangan pesawat yang akan mereka naiki.“Apa Bang Ardi udah kasih tau Mas Roy jika hari ini kita terbang ke Jakarta menemuinya?” salah seorang dari dua wanita itu bertanya pada pria yang duduk tak jauh di depannya.“Aku sengaja nggak kasih tau Roy, biar kesannya surprise secara aku datang dengan kamu Viola.” Jawab pria itu yang ternyata Ardi dan yang bertanya adalah Viola, sementara seorang wanita lagi yang duduk di sebelah Viola adalah Puspa.“Jujur aja dari tadi malam sampai sekarang aku masih deg-degan, aku kuatir Mas Roy nggak sudi menerima kedatangan kita.” Cemas Aulia.“Hemmm, itu hanya perasaan mu saja. Nggak mungkinlah seorang Roy menolak kita yang datang dari jauh untuk bertemu dengannya.” Ujar Ardi.“Kalau sama Bang Ardi tentu aja Mas

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 239. Ketulusan Friska

    “Tak ada cara lain selain bertemu dan berbicara langsung padanya.” Tutur Viola.“Hemmmm, ya. Itu emang benar, meskipun aku sebenarnya di minta merahasiakan keberadaannya tapi demi masalah kalian clear aku bersedia mengantarmu bertemu dengan Roy di Jakarta.” Ujar Ardi.“Benarkah Bang?!” Viola terkejut tak menyangka dengan yang di ucapkan Ardi, Ardi menanggapi dengan anggukan kepala.“Tapi Bang, tentunya nggak dalam waktu dekat ini karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor.” sambung Viola.“Hemmm, ya tentu saja. Kapan pun kamu inginkan aku akan luangkan waktu ku untuk menemanimu bertemu dengan Roy di Jakarta.” Ulas Ardi diiringi senyumnya.“Terima kasih Bang,” ucap Viola.“Sama-sama.” Balas Ardi.Lebih kurang setengah jam kemudian mereka pun beranjak dari Mall itu dan kembali ke kediaman mereka masing-masing, Viola benar-benar ceria karena tak disangka apa yang selama ini menjadi beban pikirannya tentang keberadaan Roy telah ia ketahui dari Ardi meskipun permasal

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 238. Memberitahu Keberadaan Roy

    “Alhamdulilah juga lancar,” balas Ardi diiringi senyumnya.“Oh ya Bang, kebetulan sekali bertemu Bang Ardi di sini kami ingin bertanya perihal Mas Roy.” kali ini Puspa yang bicara sembari melirik ke arah Viola, sosok yang dilirik tersenyum dan mengangguk.“Tentang Roy? Maksudnya gimana nih?” Ardi berpura-pura kaget dan tak mengerti padahal dia tahu jika Ryan dan Viola memiliki hubungan selama Roy berada di Pulau Bali itu.“Aku rasa Bang Ardi udah tahu dan Mas Roy mungkin juga udah pernah cerita mengenai hubungan ku dengannya?” ulas Viola, Ardi tersenyum dan mengangguk.“Sejak kejadian itu Mas Roy memutuskan untuk resign dari kantor dan pergi meninggalkan Bali. Nomor ponsel yang biasa dia gunakan sejak hari itu juga nggak pernah aktif lagi, aku nggak tahu ke mana dia pergi apakah kembali ke Jakarta atau pulang ke desanya. Apakah Bang Ardi tahu atau mungkin Mas Roy pamitan hari itu pada Bang Ardi dan bilang ingin ke mana?” sambung Viola.“Roy emang temui aku dan bahkan menginap di hotel

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 237. Roy Dan Friska Makin Dekat

    “Hemmm, ya aku mengerti dengan yang kamu maksudkan itu. Namun meskipun kamu teman biasa akan tetapi saat ini kamu lah wanita yang paling dekat dengan ku,” ujar Roy diiringi senyumnya, hal itu membuat hati Friska senang walaupun dia sendiri tak tahu sedekat apa dirinya yang dimaksudkan pria tampan di sebelahnya itu.Setelah acara makan bareng itu, mereka pun kembali ke kediaman masing-masing. Bagi Friska malam itu adalah malam yang paling membahagiakan yang pernah ia rasakan selama mengenal Roy walaupun di hatinya masih banyak tanda tanya dan belum yakin apakah dirinya cukup berarti bagi pria yang semakin hari membuatnya makin kagum serta makin nyaman bersamanya.Sementara bagi Roy sendiri masih saja sulit menerima kehadiran wanita lain di hatinya setelah Viola, meskipun Roy juga merasa cukup nyaman bertemu dan jalan dengan Friska akan tetapi hatinya tak bisa ia dustakan jika hal itu masih saja sebatas teman biasa baginya.*****Seiring waktu berjalan dan seringnya Roy dan Friska berte

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 236. Di Sela-sela Makan Malam

    Di dalam sebuah restoran tepatnya di sebuah meja malam itu Roy duduk berdua dengan Friska, tak beberapa lama mereka duduk beberapa orang pelayanan restoran datang mengantar menu-menu yang baru saja mereka pesan.“Yuk kita makan, mumpung semua yang dihidangkan masih hangat dan segar.” ajak Roy setelah para pelayan restoran meninggalkan meja itu, Friska mengangguk sembari tersenyum.“Gimana kuliah mu?” sambung Roy.“Alhamdulilah lancar, Mas.” Jawab Friska di sela-sela menyantap menu makan malam di atas meja itu.Tak berselang lama, ponsel Roy yg berada di atas meja pun berbunyi. Roy meraih ponselnya itu melihat sejenak nomor kontak yang melakukan panggilan, lalu ia pun mengangkatnya.“Assalamu alaikum, Bu.” ucap Roy.“Waalaikum salam.” Balas sosok wanita yang melakukan panggilan ke ponsel Roy dan dipanggil dengan sebutan Ibu itu.“Ada apa Bu, tumben nelpon ku malam ini?” tanya Roy penasaran.“Hemmm, ng ada apa-apa. Ibu kangen aja karena udah cukup lama juga kita nggak ngobrol, kamu ng s

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 128. Ditransfer Uang

    “Tentu aja nggaklah Roy, nggak semua berondong menjadi target kami buat memuaskan kebutuhan hasrat kami yang nggak tersalurkan. Dan kamu menurutku jauh banget bedanya dengan yang lain, kamu bukan aja mampu menuntaskan hasrat tapi juga membuat aku merasa nyaman dan bahagia.” Potong Cindy.“Maksudnya T

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 126. Bertemu Para Sahabat Cindy

    Roy merasa lebih senang dapat mengirim uang buat Hesti dari hasil ia bekerja di kantor perusahaan Cindy, di bandingkan saat ia mendapat uang dari Ko Aheng dan para pemilik toko sewaktu dia masih tinggal di pos pemuda di kawasan kumuh di dekat jembatan.Bertepatan pula hari itu hari sabtu yang ke esok

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 124. Kembali Masuk Kantor

    Malam itu di vila yang disewa Cindy, dia dan Roy benar-benar menikmati sensasi bercinta di ranjang. Di samping hawa di vila itu sangat mendukung, di antara keduanya pun saling aktif saat melakukannya.Cindy yang ketagihan, begitu terbangun dari tidur menjelang pagi datang meminta kembali untuk bercin

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 121. Mengunjungi Roy

    Terbukti sejak hari pertama Vina membuka usaha kedai di bawah jembatan itu pengunjungnya ramai, mulai dari orang-orang yang berlalu lalang di jalan kecil di depan kedai hingga para pemulung yang juga tinggal di kawasan bawah jembatan itu.Roy dan para pemuda di daerah itu juga nongkrong di sana, begi

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status