Share

Bab 144 Manjanya Karin

Penulis: Madamme Yellow
last update Tanggal publikasi: 2026-07-28 12:44:02

Arlan tidak pernah membenci dr. Dimas. Karin salah! Mereka yang tidak pernah senang dengan pencapaian Arlan karena Arlan mendapatkan gelar spesialisnya paling cepat, Arlan juga bisa menjadi Direktur Rumah sakit dalam usia yang sangat muda. Jadi, banyak yang ingin menjatuhkannya.

“Sudahlah, aku malas membahas pacar playboymu. Kau tidak pintar memilih pacar,” ejek Arlan sambil mengemudikan mobilnya.

“Stop! Jangan ngomong sembarangan, ya dok.”

Karin menutup telepon Arlan karena tidak ada yang m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 340 Merindukanmu

    Padahal tinggal sedikit lagi, ia dan Karin akan menikah. Semua persyaratan sudah lengkap, hari ini Arlan juga siapkan tempat hantaran yang mewah untuk lokasi hotel tempat ia dan Karin akan melaksanakan pernikahan meskipun tidak dihadiri keluarga mereka nantinya. “Kamu dimana Sayang?” tanya Arlan frustasi. Sampai malam, tidak ada pergerakan, ponsel Karin sudah tidak lagi menyala. Arlan mengutuk kelakuan Papanya karena telah berani membawa Karin kabur. Entah apa yang Papanya akan katakan pada Karin. Arlan takut apa yang dikatakan Papanya mempengaruhi pikiran Karin untuk mencintainya. Arlan diam dan merenung, ia harus mencari tahu kemana Karin dibawa pergi oleh Papanya. “Halo, Pak Billy pergi kemana hari ini?” tanya Arlan pada Asisten pribadi Papanya. Ia pasti tahu karena ia yang mengurus semuanya. “Maaf Pak, saya tidak bisa mengatakannya.” Telpon itu terputus tapi Arlan tidak berhenti sampai disana. Arlan menghubungi pihak keuangan yang sekarang adalah temannya, dulu Arlan yang me

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 339 Kebohongan Kakek Billy

    Besok paginya, Karin siap untuk menemani Kakek Billy ke Bogor. Tapi, Kakek Billy meminta Karin juga membawa pasportnya. Meskipun itu janggal, tetap saja Karin turuti.Pagi sekali Kakek Billy sudah menunggunya di depan rumah, Karin pamit dengan Mami dan Dion sementara Papi tidak pulang, sepertinya tidur dengan para sekretaris pribadinya yang seksi-seksi itu atau korban baru Papinya.“Sudah siap Sayang?” Karin mengangguk. “Oke Kek, udah. Cuma bawa sekoper kecil aja, memangnya kita lama di Bogor?” tanya Karin saat masuk ke dalam mobil. “Tidak, sebentar.” Jadi, untuk apa pakaian yang dibawanya? Banyak pertanyaan di kepala Karin tapi ia memilih untuk diam daripada banyak bertanya. “Kamu sudah sarapan pagi, Sayang?” tanya Kakek Billy. “Hemm belum Kek, buru-buru banget soalnya, aku takut Kakek marah karena nunggu aku.” “Makan saja dulu, Kakek sudah siapkan. Itu jusnya!” Karin makan tanpa berpikir apapun, ia tidak pernah menyangka kalau makanan yang disiapkan Kakek Billy ada obat tidu

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 338 Kamu Ngeselin, dok!

    Karin tidak mau lagi membalas pesan Arlan, tapi ia tidak bisa tidur. Makanya Karin sibuk bolak balik melihat media sosial dr. Renata. Renata sangat aktif sekali, dalam semalam ia sudah update berapa foto mesra dengan Arlan. “I love you, sayangku. Makasih makan malamnya, aku sayang kamu.” Katanya perpisahan tapi sepertinya ini perayaan. Karin tidak percaya sekali dengan mulut pria. “Padahal aku hanya bersama dengan dia, tapi dia gak bisa putus dengan dr. Renata.”Karin mengumpat setiap kali melihat foto-foto mesra Arlan dan Renata malam ini. Entah Arlan tahu tidak kalau Renata menyebarkannya dan membuat para perawat dan dokter yang kerja di rumah sakit heboh. Pria dingin itu ternyata pawangnya dr. Renata yang cantik dan seksi. Padahal pawangnya Karin, Karin menggerutu dan tidak bisa tidur, Arlan juga tidak menghubunginya lagi. “Kirim foto kamu sekarang!” Di tempat lain, Arlan melihat pesan penuh emosi dari kekasihnya. Kalau dekat begitu gengsi tapi kalau jauh seperti takut sekal

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 337 Kejutan Untuk Karin

    “Besok Karin bisa temani Kakek ke Bogor?” Tumben sekali Kakeknya mengajak ia pergi padahal Mami sedang dirawat di rumah. “Kek, memangnya ada apa di Bogor?” tanya Karin dengan sangat lembut. “Ada acara besar, tidak ada yang bisa datang, sedangkan teman Kakek selama menyempatkan diri kalau Keluarga kita ada acara,” jelas Kakek Billy tanpa membuat Karin curiga, lebih baik dalam sebulan ini, Karin tidak ada di Jakarta. Arlan tetap harus menikah dengan Renata. Keluarga mereka akan menjadi banyak omongan orang kalau menuruti keinginan Arlan. Arlan yang keras kepala tidak akan mundur. Kakek Billy tahu kalau diam-diam Arlan melengkapi berkas untuk menikahi Karin, ia membodohi Karin dengan mengatakan kalau semua berkas itu untuk ujian padahal pendaftaran pernikahan, Billy tidak akan membiarkan rencana Arlan berhasil. “Besok, ya?” Kebetulan Minggu, memang libur. Karin juga Minggu depannya sudah pindah stase karena kemarin baru melaksanakan ujian dan Arlan memberikan ia nilai yang bagus. “

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 336 Dia Hamil Anakku!

    Plak!!!Kakek Billy sedang bicara dengan dr. Arlan dari jauh, mereka ada di kolam renang. Karin hanya melihatnya saja dari ruang keluarganya. Karin terkejut dengan tamparan dari Kakeknya, pasti Kakek sudah tahu kalau Arlan tidak ingin menikah dengan Renata. “Renata menghubungi Papa, katanya kau tidak ingin menikah dengannya?” tanya Billy dengan emosi. Ia tidak pernah begitu marah dengan Arlan, hanya saat ini. Arlan tidak bisa diberitahu, pagi ini saja sudah di rumah Karin, mereka berduaan saja pasti melakukan hubungan intim. “Ya, Pa. Sudah aku beritahu kalau aku tidak mencintainya, kemarin Arlan yang buru-buru. Papa tau betul siapa yang Arlan cintai,” jawab Arlan dengan tegas. “Kau ingin membuat aku mati emosi Arlan?” teriak Billy sambil menyentuh dadanya dengan satu tangan. Jantung Billy sakit sekali, untung ia sudah pasang ring di jantungnya. “Untuk apa Papa memaksa aku menikah, Pa. Papa mau setelah aku menikah, aku langsung cerai dengannya? Itu yang Papa mau? Tangan Billy meng

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 335 Jatah Harian

    Karin tidak siap menikah dengannya, Arlan hanya tersenyum saja, ia tidak akan berdebat masalah ini karena semua yang menentukan kapan mereka menikah adalah Arlan. “Oke.” Arlan memeluk Karin dan menenangkannya, mereka tidak akan menikah. Itu yang Karin dapatkan. Untuk saat ini, hari ini. Perdebatan itu selesai. Karin pun tenang, ia mencintai Arlan tapi begitu banyak masalah mereka. Waktu sekarang memang tidak tepat, Arlan pasti mengerti. “Kamu gak marah, dok?” “Gak, kenapa aku harus marah.” Arlan tersenyum dan mengecup puncak kepala Karin. “Makasih udah ngerti aku, dok.” Arlan mengangguk dengan senyum yang penuh arti. Ia sedang berpikir keras menaklukkan hati Karin. Wanita ini benar-benar keras kepala dan tidak mengerti. Kalau mereka tidak cepat, Kakek Billy akan menikahkan Arlan dengan Renata bahkan bisa saja menikahkan Karin dengan Xavier. Karin masuk ke dalam kamar dan langsung tidur setelah ia belajar memasak bubur. Besok orang tuanya akan kembali, kebetulan ia juga tidak ke

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 4 Lepaskan Pakaianmu

    “Ta-tapi, Dok?”Karin enggan melepaskan snelli yang digunakannya. Di balik jas itu ia memakai long tube, pakaian jenis kemben yang menggantung sedikit panjang. Karin suka pakaian seperti itu. Namun ia sadar, tidak mungkin melepaskan snelli miliknya saat berjaga.“Kenapa?” Arlan merasa tidak perlu a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status