Home / Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 643 Honeymoon Yang Tertunda

Share

Bab 643 Honeymoon Yang Tertunda

last update publish date: 2026-10-21 01:02:33

“Kita sudah sampai, Sayang.” Dimas berbisik di telinga Laura yang masih terlelap, ia tidur sepanjang jalan menuju rumah Dimas.

“Ah, iya Sayang. Maaf aku ketiduran.” Laura tersenyum begitu lembut.

Mobil berderit halus saat berhenti di depan sebuah rumah bernuansa hangat. Dimas mematikan mesin, lalu segera turun untuk membukakan pintu untuk Laura.

Gerakannya tangkas, penuh kesiapsiagaan seorang suami baru sekaligus seorang dokter yang tahu benar bahwa fisik dan batin istrinya baru saja melewati
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 643 Honeymoon Yang Tertunda

    “Kita sudah sampai, Sayang.” Dimas berbisik di telinga Laura yang masih terlelap, ia tidur sepanjang jalan menuju rumah Dimas.“Ah, iya Sayang. Maaf aku ketiduran.” Laura tersenyum begitu lembut. Mobil berderit halus saat berhenti di depan sebuah rumah bernuansa hangat. Dimas mematikan mesin, lalu segera turun untuk membukakan pintu untuk Laura.Gerakannya tangkas, penuh kesiapsiagaan seorang suami baru sekaligus seorang dokter yang tahu benar bahwa fisik dan batin istrinya baru saja melewati badai besar setelah prosedur kuret itu.Di dalam rumah, aroma teh kamomil yang menenangkan langsung menyambut mereka.Dimas memastikan Laura duduk nyaman di sofa dengan bantal penyangga di punggungnya, sebelum ia meletakkan map tebal berisi berkas-berkas penting di meja kerja.Itu adalah dokumen yang separuh malam tadi ia susun, syarat-syarat untuk meresmikan pernikahan siri mereka secara hukum di pengadilan agama.Dimas ingin melindungi Laura sepenuhnya, menjadikannya istri yang sah di mata neg

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 642 Penyesalan Datang Terlambat!

    “Aku tidak bisa, Moreno,” ucap Laura, suaranya serak dan bergetar.“Sekarang aku sudah menikah dengan Dimas. Dia suamiku. Tolong ... terimalah kenyataan kalau kita memang tidak berjodoh.”Kata-kata Laura bagai petir di siang bolong bagi Moreno.Kalimat “tidak berjodoh” itu menghantam kewarasannya hingga hancur berkeping-keping.“Tidak berjodoh? Tidak bisa, Laura! Aku tidak bisa!” raung Moreno, menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi. Matanya menyalang merah, memancarkan keputusasaan yang mengerikan.“Kamu tidak tau bagaimana rasanya saat aku pulang dan mendapati rumah itu sepi tanpa kamu! Tidak ada lagi wanita yang menyambutku di pintu! Aku hampir gila, Laura! Aku hilang akal!”Suara Moreno bergetar hebat, napasnya memburu cepat.Ia kemudian mengalihkan pandangannya yang penuh kebencian kepada Dimas yang sedang mendekap pelindung di depan Laura.Rasa cemburu dan kehilangan telah mengubah cinta Moreno menjadi obsesi yang gelap dan berbahaya.“Aku tidak peduli lagi,” desis Moreno de

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 641 Kembali Padaku, Laura!

    Arlan tidak akan membiarkan istrinya diseret-seret ke dalam pusaran konflik masa lalu mereka, meskipun ia dan Karin memang orang yang membantu Dimas dan Laura kawin lari ke Surabaya.“Jangan bawa-bawa istriku dalam masalah busuk kalian!” tekan Arlan dengan suara rendah yang penuh ancaman.“Jaga mulutmu sebelum aku yang membuatmu bungkam di rumah sakit ini!”Karin tidak memperdulikan lagi ketegangan di antara para pria itu. Ia langsung menerobos masuk ke dalam ruang perawatan begitu pintu terbuka.“Apa yang terjadi pada Laura?” tanya Karin dengan suara bergetar menahan tangis.Matanya berkaca-kaca menatap kembarannya yang terbaring begitu pucat di atas ranjang rumah sakit.Laura tampak sangat rapuh, belum sepenuhnya tersadar dari pengaruh bius total pasca prosedur kuret yang baru saja dijalaninya.Di sudut ruangan, Moreno dan Dimas masih saja sibuk bertengkar, saling melempar ego dan tidak ada satupun yang mau mengalah.Namun, begitu menyadari kelopak mata Laura bergerak perlahan menan

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 640 Lihat, Siapa Yang Datang?

    Suasana di dalam ruangan mendadak mencekam. Dokter Diego kembali dengan selembar kertas hasil laboratorium di tangannya.Lembaran itu seolah menjadi hakim atas ketegangan yang sedari tadi merayap di antara Moreno dan Dimas.“Bagaimana hasilnya, Dokter?” tanya Dimas cepat, memecah keheningan.Suaranya serak, penuh akan kecemasan.Dokter Diego membetulkan letak kacamata standarnya lalu menghela napas pendek.“Kami sudah melakukan pemeriksaan toksikologi dan pemindaian darah secara menyeluruh. Tidak ditemukan adanya jejak obat aborsi, racun atau zat kimia berbahaya lainnya di dalam tubuh Ibu Laura.”Moreno terpaku!Tangannya yang semula mengepal erat perlahan melemas.“Lalu, kenapa bisa keguguran, Dok?”“Kondisi janin Ibu Laura sejak awal memang lemah,” jelas Dokter Diego dengan nada simpati.“Dan yang memperburuk keadaan adalah tingkat stres yang sangat tinggi. Ibu Laura mengalami tekanan batin yang luar biasa, sehingga fisiknya tidak mampu bertahan. Perpaduan antara janin yang rapuh da

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 639 Cek Darah Menyeluruh!

    “Kau pikir aku akan terpuruk setelah kau mengeluarkan berita itu?”Dimas tersenyum sinis.Perang ini bukan lagi sekadar memperebutkan seorang wanita, melainkan harga diri dua dinasti besar.Moreno telah menyulut perang dan Dimas tidak akan berhenti sampai lawannya itu berlutut tanpa sisa.Malam itu, kamar utama kediaman Dokter Dimas terasa begitu mencekam.Laura berguling ke kanan dan ke kiri, namun matanya sama sekali tidak mau terpejam.Kepalanya terasa mau pecah memikirkan perang media yang saling menjatuhkan antara Dimas dan Moreno.Sejak kemarin, jangankan makan, seteguk air pun rasanya enggan melewati tenggorokannya.Makan malam romantis saja, Laura tidak selera melihatnya.Stres berat itu kini mulai menagih harga dari tubuhnya yang rapuh.Tiba-tiba, sebuah rasa keram yang luar biasa dahsyat mencengkram perut bagian bawahnya.Rasa sakit itu begitu tajam, seolah ada sebilah pisau yang sedang menyayat rahimnya.“Akhh....!”Laura memekik, tangannya spontan mencengkram sprei.Ketika

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 638 Rencana Dokter Dimas

    Sementara itu, di sebuah restoran privat di Jakarta, Dimas dan Laura duduk berdua menikmati makan malam pasca kepulangan mereka dari Surabaya.Tangan Dimas tidak pernah lepas menggenggam jemari Laura, tatapannya begitu memuja.“Kamu harus makan yang banyak, Sayang. Demi kesehatanmu dan bayimu,” ucap Dimas lembut sembari memotongkan daging steak di piring Laura.Laura tersenyum, meski ada semburat gundah yang belum hilang dari wajahnya.“Terima kasih, Sayang. Kamu terlalu baik padaku. Terkadang ... aku merasa gak pantas mendapatkan semua kebahagiaan ini setelah apa yang terjadi.”“Jangan pernah bicara begitu!” potong Dimas cepat. Ia menatap lekat-lekat wajah Laura.Mata itu, hidung itu, lekuk bibir itu, setiap jengkal wajah Laura begitu sempurna.Namun, jauh di dalam lubuk hati Dimas yang paling dalam, ada bayangan Karin yang melintas.Sebuah rasa bersalah yang langsung ia tepis kuat-kuat.Tiba-tiba, ponsel Dimas yang berada di atas meja bergetar hebat. Layarnya menyala, menampilkan re

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status