LOGINPutraku berusia tiga tahun, tetapi dia sama sekali tidak terlihat mirip dengan suamiku. Ayah mertuaku merasa curiga, jadi dia diam-diam membawa anakku untuk melakukan tes DNA. Hasilnya menunjukkan kalau mereka berdua tidak memiliki hubungan darah. Ayah mertuaku sangat marah, memaki kami dan mengancam akan mencekik kami. Suamiku juga menamparku dengan keras, "Dasar wanita nggak tahu malu! Kamu membuatku membesarkan anak dari laki-laki lain selama tiga tahun!" Melihat wajah mereka, aku melemparkan laporan tes DNA ayah mertuaku dan suamiku. Keduanya tidak memiliki hubungan darah. Ayah mertua dan suamiku tercengang di tempat, lalu aku tertawa ringan, "Belum tentu siapa yang bukan anak kandung di sini ...."
View MoreMelihat guru akan membawa Eza keluar, aku melangkah pergi. Namun, Hamdi tiba-tiba berlutut di depanku dan menangis pilu."Erlinda, bukan istriku, aku benar-benar sadar akan kesalahanku. Ibu terbaring di rumah sakit dan nggak ada yang merawatnya. Aku masih harus bekerja untuk mencari uang, aku benar-benar nggak bisa mengurusnya sendirian. Bagaimanapun kita ini pernah jadi suami istri, jadi tolong pertimbangkan. Selama kamu mau kembali, aku akan menuliskan namamu di sertifikat rumah ...."Aku tidak peduli dengan pandangan dari orang-orang, menegurnya dengan tegas, "Suami istri? Aku saja mau muntah saat membicarakan tentang tahun-tahun yang aku habiskan bersamamu. Kenapa? Di rumah nggak ada pengasuh, jadi kamu ingat denganku? Kamu ingin aku jadi tumbal? Aku saja bisa hidup dengan baik bersama putraku, untuk apa aku merawat ibumu? Apa kamu mimpi?"Hamdi merasa terhina oleh perkataanku. Dia menundukkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Guru berdiri di depan pintu bersama Eza dan
Ayah mertua menatap ibu mertua. "Kamu yang menghentikan Erinda melakukan tes DNA! Ternyata kamu memang punya niat buat melimpahkan semuanya sama Erinda! Jelas-jelas kamulah yang melakukan tindakan memalukan! Kenapa selama ini aku nggak sadar! Katakan, Hamdi anak siapa?"Wajah Hamdi juga penuh dengan kebencian. "Ibu! Kamu yang membuatku dan Erinda bercerai. Eza itu putra kandungku!"Ibu mertua akhirnya kehilangan kendali atas emosinya dan menatapku. "Kamu sudah cerai dan dapat uang, kenapa masih kembali? Aku sudah menyembunyikan masalah ini selama tiga puluh tahun dan semuanya hancur karenamu!"Aku menatap kosong ke arahnya. "Kamu yang menyakitiku duluan. Eza baru tiga tahun, tapi kalian mengusir kami di tengah malam. Kenapa? Sudah begitu masih nggak mengizinkanku kembali? Aku beritahukan, hal buruk akan mendapatkan balasan buruk. Kamu pasti mengira bisa menyembunyikan semua ini seumur hidup, bukan? Apa kamu pikir aku akan diam saja setelah difitnah dan dijadikan kambing hitam?"Ayah me
Berita perceraianku dan Hamdi sampai ke telinga kerabat dan teman-temanku. Mereka menghujatku di grup keluarga, bahkan tidak peduli ketika aku masih belum keluar dari grup itu.Kata-kata yang tidak menyenangkan ini tercermin di mataku. Aku mengangkat alis, menyimpan semuanya sebagai bukti untuk diserahkan kepada polisi.Hamdi sangat marah, lalu bertanya kepadaku, "Kita sudah bercerai, apa lagi yang kamu inginkan? Dasar wanita beracun!"Aku tidak menjawab dan langsung pergi ke rumahku sebelumnya sambil membawa tas.Rumah itu dalam keadaan kacau. Karena aku melaporkan mereka atas pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong, sepertinya mereka dan para kerabat yang lain pergi ke kantor polisi.Aku mengetuk pintu dan yang membukakan pintu adalah Hamdi.Aku hanya tidak bertemu dengannya selama beberapa hari, tetapi dia terlihat seperti sudah menua sepuluh tahun dalam semalam. Penampilannya sangat berantakan."Kamu mau apa datang kemari? Masih belum cukup menyakiti kami?""Kamu lupa, ak
Wajah ibu mertua menegang. Dia mengatupkan giginya dan menatap Hamdi. "Nak, wanita seperti ini nggak perlu diambil pusing. Kita bukan orang yang suka buat masalah, jadi berikan saja apa yang dia inginkan. Biar nantinya dia nggak minta-minta lagi. Kita juga bisa tenang."Hamdi bertanya bingung, "Bu, Ibu bicara apa, sih? Dia selingkuh, jadi harus pergi tanpa membawa harta apa pun. Kenapa aku harus memberinya uang? Kalaupun pengadilan memutuskan, kitalah yang akan menang."Ayah mertua juga tidak bisa menahan diri dan langsung menegur, "Kalaupun rumah ini dibakar jadi abu, aku nggak akan pernah memberikannya kepada wanita sepertimu.""Kalau begitu, aku akan pergi ke pengadilan dan mengajukan gugatan cerai. Malam itu kamu mendorong Eza hingga terjatuh dan membuat kepalanya terluka. Ini sudah termasuk kekerasan, Eza adalah saksi. Aku ingin lihat, siapa yang akan dibantu hakim. Aku juga akan meminta kerabat kalian buat menyaksikan proses ini."Ibu mertua benar-benar cemas, bahkan sedikit meng






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews