بيت / Romansa / Suami Misteriusku / Bab 7 Menyusuri

مشاركة

Bab 7 Menyusuri

مؤلف: Yuni Masrifah
last update تاريخ النشر: 2026-03-27 15:25:05

“Aku tahu kamu dari mana!” bisik Tristan.

Aku membeliak, aku membalikkan tubuhku menghadapnya.

Tristan tidak tidur, dia terjaga dengan senyuman kecil yang terlihat menakutkan.

“A-aku–”

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Tristan telah mengungkungku, mengunci pergerakanku. Kembali aku dilanda was-was.

“Aku tahu, Sophia ….” Dia tersenyum tipis.

Wajah kami saling berhadapan, nyaris menempel, bahkan hembusan napasnya begitu terasa menerpa di kulit wajahku.

“A-aku bisa jelaskan. Aku ke belakang karena–”

“Lapar?” potongnya.

Aku terbelalak, aku pikir Tristan mengetahui apa yang akan aku lakukan di lorong itu. Aku mengerjapkan mata beberapa saat.

“Iya, aku lapar. Semenjak kamu membawaku ke sini, kamu sama sekali tidak menawariku makan. Apa kamu menginginkan aku mati?” celetukku.

Kalimat itu meluncur begitu saja. Ucapan Tristan seolah membuka peluang untukku berkata bohong.

“Ah iya, maaf aku lupa. Jangan berkata seperti itu, ya! Tadi aku terlalu tergoda ingin melakukan malam pertama denganmu.” Tristan kembali tersenyum tipis, dan aku hanya membeku menatapnya.

“Kamu tunggu di sini, aku akan buatkan makanan untukmu!” imbuhnya.

Sebelum aku mengangguk, Tristan terlebih dulu keluar dari kamar. Aku menghembuskan napas lega, aku terduduk sambil mengatur napas.

“Selamat!” gumamku.

Aku masih belum beranjak dari tempat tidur ini, sampai Tristan kembali dan mengajakku ke ruang makan.

“Makanan sudah siap buat Tuan Putri. Mari!”

Perlakuan Tristan terlihat memanjakanku. Bahkan dia membantuku turun dari ranjang ini. Padahal tinggi ranjang ini tidak terlalu tinggi. Sungguh manis. Akan tetapi aku harus berhati-hati. Bisa saja sikapnya yang dia tunjukkan sekarang hanya kamuflase.

Tristan menggandengku, langkah kami terhenti ketika kami telah berada di ruang makan.

“Makan! Aku harap kamu suka dengan masakanku!” pintanya.

Aku menatap semua isi piring di depanku. Terlihat enak. Namun, jika harus jujur aku tidak merasa lapar.

“Kenapa diam? Kamu … tidak suka?” tanyanya.

Cepat-cepat aku menyendok, supaya Tristan tidak menaruh curiga padaku.

“Aku suka!”

Dengan enggan aku melahapnya, sampai makanan ini hanya tersisa setengahnya.

“Aku sudah kenyang, aku juga ngantuk!” seruku.

“Baiklah, kita istirahat sekarang!”

Aku sudah seperti tawanan, setiap aku berjalan, tangan Tristan tidak hentinya menempel pada tanganku. Jujur aku risih, selain aku tidak mencintainya, aku juga takut padanya.

Pagi hari ketika aku membuka mata, pertama kali yang kulihat di pagi ini adalah ruangan besar milik Tristan. Aku masih tidak menyangka, bahwa aku memang telah menjadi istri Tristan. Keputusan yang sangat nekat, seolah nyawaku sedang aku pertaruhkan.

Aku bangkit, bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku mengedarkan pandangan ketika aku keluar dari kamar. Tidak ada Tristan, rumah ini sangat sepi.

Sebuah pesan masuk ke dalam ponselku, aku membukanya. Dari Tristan, dia mengirimkan pesan singkat untukku.

(Maaf, aku tidak bisa menemanimu sarapan. Ada meeting mendadak bersama klien pagi ini. Tapi aku sudah menyiapkan sarapan buatmu).

Setelah membaca pesan tersebut, aku pun berjalan menuju ruang makan. Benar saja, di sana telah terhidang sarapan untukku. Bisa-bisanya Tristan menyiapkan semua ini sebelum pergi bekerja.

Padahal jika dipikir, Tristan orang kaya raya, dia pasti mampu menyewa seorang asisten rumah tangga. Namun, semenjak aku mengenal Tristan, yang aku tahu dia belum pernah sama sekali mempekerjakan ART di rumah ini.

Aku menggeleng cepat. Sudah pasti Tristan tidak mau menyewa ART, karena dia pasti tidak ingin kebusukannya terbongkar.

Aku pun sarapan dengan begitu singkat. Bagiku waktu adalah sesuatu yang berharga. Tidak ada Tristan, maka aku leluasa untuk mencari bukti tentang semua kejahatannya.

Hal pertama yang masih kupikirkan adalah lorong gelap itu. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk aku memasukinya. Tidak perlu takut dan tidak usah membawa senter.

“Semoga berhasil!” Kalimat harapan itu terucap begitu saja.

Aku mulai mendekati lorong. Di sana tampak sangat bersih, tidak menyeramkan. Sangat kontras jika waktu telah malam.

Aku menyusuri tempat itu. Lorong yang cukup panjang. Seolah aku berjalan dihimpit oleh sesuatu yang tidak terlihat. Mungkin kematian telah menungguku di sana. Namun, aku tidak akan pernah membiarkan Tristan berhasil menghabisi nyawaku. Tekadku, aku akan pulang dengan kemenangan, dan Tristan mendapatkan hukuman yang layak dia terima.

Kini aku telah berada di ujung, lorong ini terputus oleh sebuah pintu yang entah itu pintu masuk ke ruangan apa. Mungkin ruang gudang, atau mungkin ruang pesugihan.

Kuputar handle pintu ini. Keyakinanku pasti aku akan membutuhkan sesuatu untuk membukanya. Tristan tidak akan membiarkan ruangan seperti ini dibiarkan tidak terkunci.

Klik!

Salah besar, pintu ini benar-benar terbuka dalam satu putaran saja. Aneh!

“Rileks! Semua akan baik-baik saja, Sophia! Kamu wanita kuat,” gumamku.

Degup jantung ini cukup sulit kukontrol. Bahkan tanganku tiba-tiba bergetar serta berkeringat. Ini pengalaman pertamaku melakukan hal seperti ini. Aku merasa aku tengah bermain detektif.

Kuayunkan kaki ini ke dalam ruangan tersebut. Kulihat hanya kosong, hanya ruangan berbentuk persegi dengan perkiraan berukuran 4x4m². Terasa hampa. Aku mengedarkan pandangan menyapu seluruh sudut ruangan ini. Tidak ada apa pun, entah fungsinya untuk apa tempat seperti ini.

Semakin aku masuk ke dalam, entah kenapa perasaanku berubah tidak nyaman. Ada yang aneh di dalam diriku. Kepalaku tiba-tiba pusing, ruangan ini terlihat berputar, seolah mengejek keberanianku yang belum ada apa-apanya.

“Kenapa ini?” Hanya pertanyaan itu yang terakhir terucap sebelum pandanganku mengabur.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Suami Misteriusku    Bab 104 Menatap Maut

    Aku menggelengkan kepalaku cepat. Ibu merasa dan menganggap dirinya yang paling tersakiti. Namun, dia tidak tahu seberapa sakitnya berada di posisiku.“Bukan begitu, Bu. Aku masih punya suami. Aku masih sah istri Tristan. Aku tidak bisa menikah lagi. Aku berhak menolak pernikahan ini,” sahutku.“Ya kalau begitu gugat cerai saja Tristan. Kan beres!” Ibu seolah tidak puas dengan egonya. Menganggap semua hal yang kuhadapi adalah gampang.Ibu tidak paham, masalah ini tidak sesederhana yang dia pikir. Gugat cerai, lalu menikah dengan Dean, dan hidup bahagia. Tidak! Itu salah besar. Kuremas sprei yang tengah aku duduki. Berusaha menahan emosi. Bagaimanapun aku tidak boleh marah terhadap Ayah dan Ibu. Aku harus bisa menahannya.“Kamu bisa menikah dengan Dean. Tidak apa-apa menikah siri, yang penting kalian bersatu. Terserah sekarang kamu tidak mencintainya. Tapi Ibu yakin, perlahan rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu harus bisa melihat sisi baiknya Dean. Dia banyak b

  • Suami Misteriusku    Bab 103 Acara

    Seketika kedua mataku berlinang. Mereka ada di sini, kedua wajah yang selalu aku rindukan.“Kamu tidak salah lihat, Sophia. Kemarilah! Kami sudah memaafkanmu!” Ayah berdiri, merentangkan kedua tangannya.Aku berlari, berlabuh pada pelukan pria tua yang menjadi cinta pertamaku. Sebelumnya aku berpikir bahwa empat bulan yang lalu adalah akhir dari pertemuan kami. Namun, aku salah, kini aku bisa merasakannya lagi, pelukan hangat penuh cinta.Tangan lain menggapaiku, membawaku ke dalam pelukannya. Ibu, dia mengecup keningku beberapa kali. Tanda cinta yang dulu selalu ia berikan padaku.Aku mengurai pelukan kami.“Katakan! Kenapa kalian bisa ada di sini? Apakah Ibu dan Ayah sengaja main di sini?” tanyaku.Mereka berdua menggeleng pelan.“Tidak, Sophia. Kami tinggal di sini bersama Dean. Tempat tinggal kita di kampung sudah tidak aman. Jadi, Dean memutuskan untuk membawa kami ke sini, ke rumahnya. Dean juga berusaha mencari kamu ke mana-mana. Petunjuk demi petunjuk dia kantongi. Dan … akhir

  • Suami Misteriusku    Bab 102 Terbebas

    Aku menoleh ke asal sumber suara. Di sana, di ambang pintu, kulihat Dean berdiri dengan tatapan tajam kepada orang-orang yang hendak menikahkanku dengan Pak Dirja secara paksa.“Dean!” gumamku.Dean berjalan menghampiriku. Kami semua berdiri, lantas Dean berdiri menghadapi mereka di depanku. Aku hanya menunduk di belakang tubuhnya. Menunggu apa yang akan terjadi setelah Dean datang.“Jadi kamu suami Sophia?” tanya Bu Neli.“Ya! Sudah lama saya mencari Sophia. Kami sempat terpisah karena suatu hal, dan sesuai petunjuk yang saya dapatkan, ternyata dia ada di sini,” jelas Dean.“Tapi Sophia berbuat tidak senonoh sama Pak Dirja. Sebagai suaminya, apakah kamu akan membiarkan masalah ini tanpa adanya pertanggung jawaban dari dua belah pihak? Kami yang tinggal di kampung ini, tidak rela jika kami mendapatkan sialnya karena perbuatan mereka.” Bu Neli seolah tidak puas. Memang, dari rautnya, nada bicara, dia terlihat tidak menyukai keberadaanku di sini. Entah masalahnya apa. Yang jelas, masala

  • Suami Misteriusku    Bab 101 Nikah Paksa

    Aku membeliak tak percaya. Mereka begitu nekat ingin menikahkanku dengan Pak Dirja. Di mana hati mereka?“Maaf, Ibu-ibu, Bapak-bapak, saya sudah bersuami, saya tidak mungkin menikah dengan Pak Dirja. Apalagi beliau sudah saya anggap seperti ayah saya sendiri. Kenapa kalian harus memaksa?” sergahku.Kulihat Pak Dirja menghubungi seseorang melalui ponselnya. Aku tidak tahu dia menghubungi siapa, aku tidak bisa mendengarnya karena riuh suara tetangga yang menggema.“Jangan banyak alasan, Sophia. Kalau memang kamu sudah bersuami, mana suami kamu? Perlihatkan pada kami? Terus ngapain kamu terus tinggal di sini? Jangan pikir kamu bisa membodohi kami. Jangan harap kamu bisa menghindar dari niat kami. Pokoknya malam ini juga kalian akan kami nikahkan. Mau tidak mau, suka tidak suka, kalian berdua harus siap!”Aku mengusap wajahku dengan kasar. Frustrasi dengan keadaan seperti ini.“Tidak! Saya tidak mau, saya masih punya suami, saya berani bersumpah. Tolong hargai saya, jangan memaksa seperti

  • Suami Misteriusku    Bab 100 Tidak Laku

    “Jangan pergi, ya, aku mohon!” pinta Randi. Suaranya lirih.Anak itu menggenggam tanganku begitu erat. Membuatku dilema dalam situasi ini.“Iya, Sophia. Jangan dulu pergi. Kasih kami waktu untuk untuk benar-benar siap melepasmu pulang. Tapi tidak sekarang, karena jujur untuk saat ini kami belum siap. Adanya kamu di sini, Randi memperlihatkan perkembangan baik. Dia ceria, semangat untuk kembali sembuh. Sangat berbeda saat sebelum kamu hadir di sini. Randi selalu murung, bahkan untuk makan saja saya sering kesulitan untuk membujuknya,” timpal Pak Dirja.Aku menunduk dalam diam. Posisiku di rumah ini serba salah. Seandainya aku tetap di sini, mereka pasti akan selalu menggunjingku, mendesakku untuk menikah dengan Pak Dirja. Namun, jika aku pergi, bagaimana dengan Randi?“Jangan pergi, ya! Aku mohon!” Randi kembali bersuara.Aku menghela napas dalam, sebelum akhirnya aku mengangguk, menyetujui permintaannya.“Sampai kamu sembuh, Bibi akan tetap di sini,” ucapku akhirnya.Randi beringsut,

  • Suami Misteriusku    Bab 99 Gosip

    “Ulat kecil di rambutmu!” Aku membeliak.“Ulat? Cepat singkirkan, Pak. Geli, ih aku jadi gatal!” Aku tidak berani bergerak, hanya meracau tak jelas karena ketakutan.Pak Dirja mengambil ulat bulu itu dan membuangnya ke dalam tong sampah.Sugesti yang kuat, mendengar kata ulat bulu, sekujur tubuhku merinding. Aku menggaruk-garuk kulitku hingga kemerahan.“Di sini masih banyak pepohonan, jadi tidak aneh jika ada ulat,” ucap Pak Dirja.“Sebaiknya kamu ganti baju, takutnya bulu ulah itu ada yang menempel di baju kamu. Sebentar!” Pak Dirja berlalu ke dalam kamar.Tidak berselang lama, lelaki tua itu kembali dengan satu stel pakaian wanita di sebelah tangannya.“Ini baju anak saya, sepertinya muat di kamu. Pakai saja tidak apa-apa,” sambungnya.Cepat-cepat aku menerimanya lantas membawanya ke dalam kamar mandi.“Terima kasih, Pak. Bajunya muat di badan saya,” ucapku.“Iya! Em … Sophia, sudah jam delapan, saya harus pergi belanja untuk kebutuhan jualan besok. Saya titip Randi lagi, ya! Saya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status