Home / Romansa / Suami Perkasa / Hidup Sederhana

Share

Hidup Sederhana

last update publish date: 2025-08-27 10:12:48
Namun siapa sangka, justru dari keterpurukan itu,beberapa tahun kemudian Helen akhirnya bertemu sosok yang sama sekali tak ia duga: Rangga—adik kandung Sukma . Jika Dimitri penuh aura kuasa dan manipulasi, Rangga justru hangat, ramah, dan memiliki tatapan yang jujur.

Helen menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh lagi.Menceritakan masa lalunya

Rangga menarik kursi, duduk di hadapannya. “Kamu nggak pantas diperlakukan begitu.”

Helen tertawa getir. “Memangnya aku pantas diperlakukan gima
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Pecat Nadia

    Perasaan bersalah itu tidak pernah benar-benar pergi dari Mariana;Lucy bernapas dengan sisa-sisa berat yang belum sepenuhnya hilang, bayangan tentang asap rokok dan sosok Edward selalu ikut muncul, menempel seperti bayangan yang tak bisa dilepaskan. Ia sempat ingin mengakhiri semuanya, memutus Edward sekali dan untuk selamanya, demi Lucy, demi dirinya sendiri. Jarinya pernah berhenti di atas layar ponsel, tepat di nama itu. “Udah cukup…” bisiknya pelan. Tapi sebelum keputusan itu benar-benar jadi, bayangan itu muncul—Durasi? Tahan uji.Stamina.. terlalu KuatTeknik.. sangat Kreatif.Dan yang paling pentimg Edward hafal titik-titik sensitif tubuhnya..Mariana tidak rela kehilangan kesenangan begitu aja. “Kalau aku lepas semuanya… aku bakal kehilangan kepuasan.” gumamnya. Pada akhirnya, ia tidak jadi menekan apa pun. Lucy perlahan sembuh. Batuknya mereda, napasnya kembali teratur, dan tangisnya kembali hidup. Rumah yang sempat tegang mulai menemukan ritmenya lagi, meski tidak

  • Suami Perkasa   kita Usahakan

    Awalnya terasa seperti sesuatu yang ringan, hampir seperti adegan yang terlalu indah untuk dipertanyakan. Edward berdiri di dekat jendela, cahaya sore jatuh miring di bahunya, mempertegas garis rahang yang tegas dan tatapan yang selalu seolah tahu apa yang ia inginkan. Di sela jemarinya, rokok menyala pelan, asapnya naik tipis, melingkar santai sebelum menghilang di udara. Ia menghisap tanpa terburu-buru, seolah dunia berjalan mengikuti ritmenya. Mariana duduk di sofa, memperhatikannya dengan senyum kecil yang sulit ia sembunyikan. “Apa sih lihatnya gitu amat?” Edward melirik, setengah tersenyum. Mariana hanya mengangkat bahu, tertawa pelan. “Nggak. Cuma… kamu tuh sok keren.” Edward mendekat tanpa menjawab, menyingkirkan rokoknya ke asbak, lalu berdiri tepat di depannya. Tangannya naik, menyelip ke rambut Mariana, menariknya sedikit mendongak. Ada aroma asap yang masih menempel, bercampur dengan sesuatu yang hangat dan familiar. Sebelum Mariana sempat bicara, bibir Edward sudah

  • Suami Perkasa   Pilihan Yang Bukan Pilihan

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih berjalan seperti biasa di permukaan. Mariana tetap di rumah, mencoba menjalani hari dengan ritme yang tampak normal, sementara Edgar tetap bersikap tenang seperti sebelumnya—tidak banyak bertanya, tidak pernah memaksa, dan seolah memilih memendam semua yang mungkin berputar di kepalanya. Namun ketenangan itu ternyata tidak benar-benar utuh. Sore itu, Edgar pulang dengan kondisi yang tidak bisa disembunyikan. Begitu pintu terbuka, Mariana yang sedang berada di ruang tengah langsung menoleh, dan dalam satu detik, tubuhnya refleks berdiri. Ada sesuatu yang langsung terasa tidak beres bahkan sebelum ia benar-benar melihat jelas. “Edgar—” Langkahnya cepat mendekat, hampir berlari kecil. Tangannya terangkat, ingin menyentuh wajah suaminya, tetapi tertahan di udara begitu ia melihat lebih jelas. Memar di sudut bibir. Pelipis yang sedikit bengkak. Dan goresan di tangan yang terlalu rapi untuk disebut kecelakaan biasa. “Ini kenapa?” su

  • Suami Perkasa   Cara Kamu Bilang Cinta

    Beberapa minggu setelah itu, vila yang awalnya terasa asing kini berubah menjadi ruang yang begitu akrab Pagi itu, cahaya matahari masuk perlahan melalui jendela besar kamar, menyinari lantai kayu dan sebagian tempat tidur yang belum sempat dirapikan. Mariana duduk ditepi ranjamg. Edward keluar dengan langkah santai, rambutnya masih basah, tetesan air jatuh perlahan ke bahu dan dadanya. Ia tidak mengenakan atasan, hanya celana panjang santai yang menggantung rendah di pinggangnya. Tidak ada kesan sengaja pamer, tapi justru itu yang membuat semuanya terasa lebih nyata. Mariana terpaku sejenak, matanya menangkap setiap detail tanpa bisa langsung berpaling. Tubuh Edward terlihat kuat dan terlatih, bukan berlebihan, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia menjaga tubuhnya. Bahunya lebar, garis lengannya tegas, dan ada ketenangan dalam cara ia berdiri—seolah ia sepenuhnya nyaman dengan dirinya sendiri. Mariana cepat-cepat mengalihkan pandangan, tapi ekspresi kecil di wajahnya sudah

  • Suami Perkasa   Jauhi Mariana

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih terlihat normal di permukaan, seolah tidak ada yang benar-benar berubah. Mariana tetap menjalani rutinitasnya seperti biasa dengan sikap yang tenang dan lebih diam dari sebelumnya. Edgar juga tidak banyak berubah dari luar; ia tetap menjadi sosok yang stabil, tidak banyak bertanya, tidak menekan, dan tidak mencoba membuka hal-hal yang jelas belum siap dibicarakan. Lucy tetap menjadi pusat kecil yang mengikat semuanya, tawa dan kehadirannya membuat rumah itu tampak utuh seperti sebelumnya. Namun di balik semua itu, ada sesuatu yang bergeser perlahan. Tidak terlihat jelas, tidak terucap, tapi terasa. Seperti retakan halus yang belum pecah, tapi sudah ada. Dan Edward bukan tipe orang yang suka menunggu terlalu lama. --- Siang itu, Edgar keluar rumah seperti biasa. Ia hanya berniat pergi ke minimarket di ujung jalan untuk membeli beberapa kebutuhan kecil, sesuatu yang sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Ia tidak memikirkan apa pun s

  • Suami Perkasa   Sudah Cukup

    Beberapa hari kemudian.. Mariana pulang dengan langkah yang sedikit berbeda dari biasanya. Ada kekakuan halus pada cara ia berjalan, seolah tubuhnya masih menyimpan sisa-sisa pengalaman yang belum sepenuhnya hilang, namun ia berusaha menutupinya dengan sikap setenang mungkin. Rumah itu menyambutnya dengan suasana yang sama seperti sebelumnya—hening, rapi, dan tidak berubah—justru kontras dengan dirinya yang terasa tidak lagi sepenuhnya sama. Saat ia melangkah masuk lebih dalam, Edgar sudah berada di ruang tengah. Ia menoleh begitu mendengar pintu terbuka, dan dalam satu detik, begitu banyak hal langsung berputar di kepalanya. Tatapannya berhenti pada Mariana, mencoba membaca sesuatu yang tidak diucapkan. “Kamu… udah pulang sayang,” ucapnya akhirnya, suaranya tenang meski menyimpan banyak hal. Mariana mengangguk pelan. “Iya.” Hanya itu. Sederhana, tapi cukup untuk membuat suasana di antara mereka terasa lebih berat dari seharusnya. Edgar sebenarnya ingin bertanya lebih jauh. Ke

  • Suami Perkasa   Kartu Kredit

    Suasana rumah besar keluarga Argantara sore itu terasa tegang. Pak Argantara, ayah Carlos dan Mariana, duduk di kursi kerja yang megah dengan wajah kaku. Mariana berdiri di depan meja, gelisah, sementara Carlos menyilangkan tangan di dada, matanya dingin. Elina berdiri agak jauh, jantungnya berde

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Suami Perkasa   Pembantu Baru

    "Bagus. Coba kamu bersihin meja di sana dulu,” kata Edgar sambil menunjuk meja kaca dekat jendela besar. Mariana mengangguk dan melangkah pelan. Setiap gerakan tubuhnya, entah kenapa, menarik perhatian Edgar. Cara dia membungkuk, mengelap, bahkan menghela napas tampak seperti sandiwara kecil—namu

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Suami Perkasa   Retakan Yang Dalam

    Beberapa minggu setelah pertemuan di arisan lansia itu, kabar mengejutkan sampai ke telinga Elina. Nenek Carlos, diam-diam, sudah menikah siri dengan Pak Wirya. Bukan di rumah, bukan pula di hotel mewah, melainkan di sebuah masjid kecil di pinggiran kota. Hanya berbekal dua saksi dan seorang peng

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Suami Perkasa   Audisi

    Beberapa hari kemudian, diam-diam nenek Carlos mengundang tiga calon duda ke rumah. Elina yang disuruh menyiapkan ruang tamu sampai bingung, karena suasananya seperti audisi. “Ini apa, Nek? Kayak wawancara kerja aja,” bisik Elina sambil menuangkan teh. “Memang!” jawab nenek mantap. “Aku harus

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status