Beranda / Romansa / Suami Perkasa / Hidup Sederhana

Share

Hidup Sederhana

Penulis: Meri Nakashima
last update Tanggal publikasi: 2025-08-27 10:12:48
Namun siapa sangka, justru dari keterpurukan itu,beberapa tahun kemudian Helen akhirnya bertemu sosok yang sama sekali tak ia duga: Rangga—adik kandung Sukma . Jika Dimitri penuh aura kuasa dan manipulasi, Rangga justru hangat, ramah, dan memiliki tatapan yang jujur.

Helen menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh lagi.Menceritakan masa lalunya

Rangga menarik kursi, duduk di hadapannya. “Kamu nggak pantas diperlakukan begitu.”

Helen tertawa getir. “Memangnya aku pantas diperlakukan gima
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami Perkasa   Futsal

    Malam itu jalanan tampak lebih lengang dari biasanya. Lampu-lampu kota memantul di kaca mobil, menciptakan bayangan samar yang terus bergerak seiring laju kendaraan.Carlos menggenggam setir dengan kuat. Rahangnya mengeras, napasnya berat, tapi ia berusaha tetap fokus. Di kursi sebelahnya, Edgar duduk bersandar, tubuhnya sedikit miring. Telapak tangannya luka. sementara kaki kirinya tampak kaku.“Gar… tahan sedikit lagi,” ucap Carlos pelan, meski suaranya terdengar tertahan emosi.Edgar hanya mengangguk tipis. Keringat dingin membasahi pelipisnya, tapi ia tetap berusaha terlihat tenang.“Ini cuma luka biasa,” gumamnya pelan.Carlos langsung melirik tajam. “Biasa, kamu bilang?” Ia menghela napas kasar. “Kamu dipukulin sampai kayak gitu, itu bukan biasa.”Edgar tidak menjawab.Mobil melaju lebih cepat saat Carlos menekan pedal gas. Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya tiba di rumah sakit. Tanpa menunggu lama, Carlos turun lebih dulu, lalu membuka pintu untuk Edgar.“Pelan,” katanya,

  • Suami Perkasa   Adik Ipar

    Udara di ruangan itu terasa berat, seolah setiap napas harus dipaksakan keluar masuk paru-paru. Lampu gantung menyala redup, memantulkan kilau dingin di atas meja kaca yang penuh dengan sisa minuman. Bau alkohol bercampur dengan ketegangan yang nyaris bisa disentuh. Di tengah ruangan, Edgar berdiri dengan napas tertahan, rahangnya mengeras, matanya tidak pernah lepas dari sosok di depannya. Edward. Pria itu berdiri santai, satu tangan memegang gelas, seolah ini hanya pertemuan biasa. Padahal tidak ada yang biasa dari cara dia menatap Edgar—tajam, merendahkan, penuh kendali. “Akhirnya dateng juga chiken loser,” ucap Edward pelan, bibirnya melengkung tipis. “Gue kira lo bakal terus sembunyi di balik alasan-alasan lo.” Edgar tidak menjawab. Tangannya mengepal di samping tubuhnya, menahan sesuatu yang jelas-jelas hampir meledak. “Lo maunya apa?” tanyanya singkat. Edward tertawa kecil, berjalan mendekat dengan langkah santai. “Langsung ke inti. Bagus. Gue juga gak suka basa-basi.” Ia

  • Suami Perkasa   Sebelas Dua Belas

    Carlos memang terbiasa menertawakan apa pun, termasuk sindiran yang seharusnya menyinggungnya. Sore itu pun sama. Ia duduk santai di lounge langganannya, satu tangan memutar gelas minuman, sementara matanya menyapu ruangan tanpa benar-benar fokus pada apa pun. Di depannya, Gerald bersandar dengan ekspresi yang terlalu santai untuk sesuatu yang jelas-jelas sedang ia siapkan. “Lo tuh ya, Carlos…” Gerald membuka percakapan sambil menggeleng pelan. “Kadang gue bingung. Lo ini sadar gak sih diri lo kayak apa?” Carlos menyeringai. “Sadar banget. Ganteng, kaya, menarik. Mau lanjut?” Gerald terkekeh pendek, tapi matanya tidak ikut tertawa. “Playboy cap kadal. Itu julukan yang paling cocok.” Carlos mengangkat bahu, santai. “Gue gak pernah bilang gue cowok baik baik.” “Iya,” Gerald mengangguk pelan. “Masalahnya… sifat kayak gitu ternyata nular juga ya di keluarga lo,ternyata turun temurun.” Carlos berhenti sebentar, lalu tertawa kecil. “Mulai nih. Mau bawa-bawa siapa lagi sekarang?

  • Suami Perkasa   Pecat Nadia

    Perasaan bersalah itu tidak pernah benar-benar pergi dari Mariana;Lucy bernapas dengan sisa-sisa berat yang belum sepenuhnya hilang, bayangan tentang asap rokok dan sosok Edward selalu ikut muncul, menempel seperti bayangan yang tak bisa dilepaskan. Ia sempat ingin mengakhiri semuanya, memutus Edward sekali dan untuk selamanya, demi Lucy, demi dirinya sendiri. Jarinya pernah berhenti di atas layar ponsel, tepat di nama itu. “Udah cukup…” bisiknya pelan. Tapi sebelum keputusan itu benar-benar jadi, bayangan itu muncul—Durasi? Tahan uji.Stamina.. terlalu KuatTeknik.. sangat Kreatif.Dan yang paling pentimg Edward hafal titik-titik sensitif tubuhnya..Mariana tidak rela kehilangan kesenangan begitu aja. “Kalau aku lepas semuanya… aku bakal kehilangan kepuasan.” gumamnya. Pada akhirnya, ia tidak jadi menekan apa pun. Lucy perlahan sembuh. Batuknya mereda, napasnya kembali teratur, dan tangisnya kembali hidup. Rumah yang sempat tegang mulai menemukan ritmenya lagi, meski tidak

  • Suami Perkasa   kita Usahakan

    Awalnya terasa seperti sesuatu yang ringan, hampir seperti adegan yang terlalu indah untuk dipertanyakan. Edward berdiri di dekat jendela, cahaya sore jatuh miring di bahunya, mempertegas garis rahang yang tegas dan tatapan yang selalu seolah tahu apa yang ia inginkan. Di sela jemarinya, rokok menyala pelan, asapnya naik tipis, melingkar santai sebelum menghilang di udara. Ia menghisap tanpa terburu-buru, seolah dunia berjalan mengikuti ritmenya. Mariana duduk di sofa, memperhatikannya dengan senyum kecil yang sulit ia sembunyikan. “Apa sih lihatnya gitu amat?” Edward melirik, setengah tersenyum. Mariana hanya mengangkat bahu, tertawa pelan. “Nggak. Cuma… kamu tuh sok keren.” Edward mendekat tanpa menjawab, menyingkirkan rokoknya ke asbak, lalu berdiri tepat di depannya. Tangannya naik, menyelip ke rambut Mariana, menariknya sedikit mendongak. Ada aroma asap yang masih menempel, bercampur dengan sesuatu yang hangat dan familiar. Sebelum Mariana sempat bicara, bibir Edward sudah

  • Suami Perkasa   Pilihan Yang Bukan Pilihan

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih berjalan seperti biasa di permukaan. Mariana tetap di rumah, mencoba menjalani hari dengan ritme yang tampak normal, sementara Edgar tetap bersikap tenang seperti sebelumnya—tidak banyak bertanya, tidak pernah memaksa, dan seolah memilih memendam semua yang mungkin berputar di kepalanya. Namun ketenangan itu ternyata tidak benar-benar utuh. Sore itu, Edgar pulang dengan kondisi yang tidak bisa disembunyikan. Begitu pintu terbuka, Mariana yang sedang berada di ruang tengah langsung menoleh, dan dalam satu detik, tubuhnya refleks berdiri. Ada sesuatu yang langsung terasa tidak beres bahkan sebelum ia benar-benar melihat jelas. “Edgar—” Langkahnya cepat mendekat, hampir berlari kecil. Tangannya terangkat, ingin menyentuh wajah suaminya, tetapi tertahan di udara begitu ia melihat lebih jelas. Memar di sudut bibir. Pelipis yang sedikit bengkak. Dan goresan di tangan yang terlalu rapi untuk disebut kecelakaan biasa. “Ini kenapa?” su

  • Suami Perkasa   Zack 1

    pov SasaHari itu. setelah semua kata dan tangisan tumpah, Sasa melangkah keluar dari pengadilan dengan langkah yang goyah. Langit mendung, angin berhembus lembap, dan udara seperti membawa beban yang sama beratnya dengan hatinya. Ia berjalan tanpa arah. Jalanan kompleks mulai sepi, hanya ada cah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Suami Perkasa   Siska Sainganmu

    Malam itu rumah Steve sunyi. Dari luar, orang-orang selalu melihat pernikahan Steve dan Sasa sebagai gambaran ideal: pasangan mapan, tampan dan cantik, hidup berkecukupan. Tapi di dalam, kenyataan jauh berbeda. Steve duduk di ruang tamu dengan tatapan dingin. Ia baru saja pulang bersama Siska, y

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Suami Perkasa   Dulu Dia Simpanan

    --- Malam itu, Sasa masih terduduk di ranjang dengan mata sembab. Pipinya basah, suaranya parau karena terlalu lama menangis. Rumah besar ini terasa bagai penjara: setiap sudut menyimpan luka, setiap dinding memantulkan tawa Siska dan dinginnya tatapan Steve. Namun di tengah keputusasaan itu, se

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Suami Perkasa   Malam Jebakan

    ---Aroma lembut melati memenuhi ruangan itu, seolah menutup rapat udara malam dari luar. Tirai jendela digerakkan dengan sengaja hingga menutup rapat, membiarkan hanya lampu kecil di sudut kamar yang menyala, menciptakan cahaya temaram berwarna kuning keemasan. Semua telah diatur dengan cermat, se

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status