Home / Romansa / Suami Perkasa / Hidup Sederhana

Share

Hidup Sederhana

last update publish date: 2025-08-27 10:12:48
Namun siapa sangka, justru dari keterpurukan itu,beberapa tahun kemudian Helen akhirnya bertemu sosok yang sama sekali tak ia duga: Rangga—adik kandung Sukma . Jika Dimitri penuh aura kuasa dan manipulasi, Rangga justru hangat, ramah, dan memiliki tatapan yang jujur.

Helen menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh lagi.Menceritakan masa lalunya

Rangga menarik kursi, duduk di hadapannya. “Kamu nggak pantas diperlakukan begitu.”

Helen tertawa getir. “Memangnya aku pantas diperlakukan gima
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Buka Blokirku

    Pagi itu datang terlalu cepat untuk Mariana. Bukan karena jet lag. Tapi karena otaknya masih menolak bekerja sama dengan logika, dan malah sibuk memutar ulang satu kejadian paling memalukan dalam versi hidupnya sendiri—versi yang polos tidak bisa dihapus, dan sayangnya tidak bisa disalahkan pada sinyal buruk atau kesalahan sistem. Ia sudah siap. Setelan rapi. Rambut disanggul sempurna. Wajah kembali ke mode *direktur dingin yang tidak pernah salah*, ekspresi yang kalau dipakai di ruang meeting bisa membuat orang langsung menutup laptop tanpa diminta. Kalau orang lain melihatnya, semuanya tampak terkendali. Tapi di dalam kepalanya— “Jangan diinget. Jangan diinget. Jangan diinget,” gumamnya pelan sambil menatap bayangannya di cermin hotel. Lalu, tentu saja… tetap keinget. Mariana menutup mata sebentar, menarik napas panjang, lalu mengambil ponselnya dengan gerakan seperti seseorang yang sedang mengambil keputusan perang. Kosong. Tidak ada pesan baru. Tidak ada gang

  • Suami Perkasa   Tontonan Menarik

    Satu detik. Cuma satu detik setelah notifikasi itu masuk—dan cukup untuk membuat Mariana merasa seluruh hidup profesionalnya baru saja dipertaruhkan. Citra mariana sebagai direktur yang tegas dan dingin hilang begitu aja. Nama di layar itu jelas. Edward. Bukan Edgar. Bukan suaminya. Bukan orang yang seharusnya menerima video itu. Mariana tidak langsung bereaksi. Ia hanya menatap layar dengan wajah datar, terlalu datar, seperti sedang membaca laporan laba rugi, bukan menyadari bahwa ia baru saja mengirim sesuatu yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan dunia kerja… ke rekan bisnisnya sendiri. Beberapa detik berlalu. Lalu pesan itu masuk. *Ini… cara baru kamu negosiasi kontrak ya?* Mariana menarik napas panjang. Sekali. Dua kali. Menahan dorongan untuk langsung membenturkan kepalanya ke dinding hotel. Tangannya bergerak cepat. **Maaf. Salah kirim.** Balasan datang hampir instan. *Sayang sekali.* Alis Mariana naik satu. Sedikit. Ia belum membala

  • Suami Perkasa   VCS

    --- Dinas luar kota ternyata jauh lebih melelahkan dari yang Mariana bayangkan. Seharian penuh meeting, presentasi, makan siang yang terasa seperti rapat tambahan, lalu lanjut lagi sampai malam. Begitu sampai hotel, yang ada bukan santai—malah badan rasanya rontok semua. Tapi yang paling terasa… sepi. Biasanya ada suara Lucy. Ada langkah kaki Edgar. Atau sekadar kehadiran mereka di rumah. Sekarang cuma kamar hotel yang terlalu rapi, terlalu sunyi. Mariana menjatuhkan diri ke kasur, masih dengan pakaian kerja. Menatap langit-langit sebentar… lalu tanpa sadar meraih ponselnya. Nama Edgar langsung muncul paling atas. Ia menekan video call. Tidak sampai tiga detik—diangkat. Layar menampilkan wajah Edgar yang sedikit lelah, tapi begitu melihat Mariana, ekspresinya langsung berubah. “Capek Sayang?” tanyanya. Mariana cuma mengangguk, bibirnya sedikit manyun. “Kamu juga keliatan capek.” “Iya, tapi masih mending daripada kamu. Mukanya udah kayak mau tumbang.” Mariana mendeng

  • Suami Perkasa   Over

    Mariana tidak pernah menyangka bahwa titik retaknya justru datang dari dirinya sendiri.Hari-hari setelah kejadian itu terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa ujung. Rumah yang biasanya ramai oleh tangisan Lucy kini terasa… hati-hati. Semua orang seperti menahan napas.Edgar sudah pulang dari rumah sakit dua hari kemudian. Lukanya tidak parah—hanya jahitan kecil di kepala dan pusing yang sesekali datang. Tapi suasana di antara mereka… jauh lebih rumit dari sekadar luka fisik.Mariana jadi lebih diam.Bukan karena marah lagi—justru sebaliknya.Ia terlalu banyak berpikir.---Suatu malam, saat Lucy akhirnya tertidur, Mariana duduk di tepi tempat tidur. Edgar ada di sebelahnya, sedang membaca sesuatu di ponselnya.Sudah hampir sepuluh menit mereka tidak bicara.Akhirnya—“Gar…”Edgar menoleh. “Hm?”Mariana menarik napas panjang. “Maaf.”Sederhana. Tapi berat.Edgar tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Mariana beberapa detik, lalu menghela napas kecil.“Harusnya aku yang nany

  • Suami Perkasa   Aku Salah Apa

    Tapi kemarahan Mariana tak hanya sampai disitu, Tangannya langsung meraih vas bunga di meja samping dan melemparkannya. BRAK. Vas itu menghantam kepala Edgar. Pria itu tersentak, tubuhnya oleng sambil memegang pelipisnya. Tangisan Lucy masih memenuhi ruangan saat semuanya mulai terasa kacau. Edgar yang tadi masih berdiri, tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Tubuhnya goyah, tangannya sempat mencari pegangan—tapi tidak menemukan apa-apa. “Gar—” suara Mariana nyaris keluar, refleks. Terlambat. Tubuh Edgar jatuh ke lantai dengan bunyi berat yang membuat Nadia kembali menjerit. “Ya Allah, Pak Edgar—!” Kepalanya terbentur sisi karpet, matanya tertutup, napasnya ada… tapi tidak sadar. Dunia Mariana yang tadi panas tiba-tiba seperti disiram dingin. Sunyi sekejap. Hanya tersisa tangisan Lucy yang makin histeris. “Bangun…” suaranya berubah. “Edgar… bangun.” Tidak ada respon. Tangannya gemetar saat berlutut di samping tubuh itu. —amarahnya retak. “Gar… jangan be

  • Suami Perkasa   Ciuman diruang Tamu

    Sore itu Mariana pulang lebih cepat dari biasanya. Tidak ada alasan jelas—hanya perasaan tidak enak yang sejak siang terus mengganggu. Ia mematikan mesin mobil dengan gerakan cepat, lalu turun tanpa benar-benar berpikir. Rumah itu tampak seperti biasa. Tenang. Rapi. Lampu teras menyala. Tapi begitu pintu dibuka, ada yang terasa tidak beres. Terlalu sunyi. Tidak ada suara Lucy. Tidak ada langkah kaki Nadia. Tidak ada televisi. “Edgar?” panggilnya. Tidak ada jawaban. Mariana melangkah masuk perlahan. Tas masih di bahunya, sepatu belum dilepas. Ia berhenti sejenak saat mendengar suara dari arah ruang tengah. Tawa. Pelan. Cekikikan ringan, seperti dua orang yang sedang berbagi sesuatu yang hanya mereka pahami. Jantung Mariana berdetak lebih cepat. Ia berjalan mendekat. Begitu berbelok, pemandangan di depannya langsung menahan napasnya. Lucy ada di stroller. Terbangun. Tangannya bergerak kecil, matanya berkedip pelan, seperti mencari seseorang yang seharusnya ada di dekatnya.

  • Suami Perkasa   Khilaf

    ---Carlos baru saja mulai luluh setelah sumpah Elina. Di matanya, meski retakan kepercayaan sempat menghantui, ada seberkas cahaya tipis yang kembali tumbuh. Ia ingin percaya, ia ingin menahan Elina agar tetap berada di sisinya, meski hatinya penuh luka. Namun sebelum ia sempat merasakan kedamaian

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Suami Perkasa   Aku Mohon

    “Mas… aku mohon… dengar aku dulu,” suara Elina parau, tubuhnya gemetar. “Aku memang salah. Aku pergi ke tempat itu sama Mariana. Tapi sumpah, aku nggak pernah tidur dengan laki-laki itu. Dia cuma… dia cuma mijat aku… aku lemah, aku khilaf, Mas.” Carlos menunduk, sorot matanya tajam penuh bara.

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Suami Perkasa   Aku Hanya Kesepian

    --- Malam itu rumah Pak Wirya terasa dingin. Bukan karena hujan, melainkan karena suasana hati yang membeku. Di kamar belakang, istri sah Pak Wirya terbaring lemah di ranjang, tubuhnya kaku setengah badan, matanya kadang berkaca-kaca meski sulit bersuara. Perawat pribadi duduk di sisi ranjang,

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Suami Perkasa   Recehan

    . Musik orkestra mengalun lembut, anggur merah berputar di dalam gelas kristal, dan obrolan bisnis bercampur dengan gosip kelas atas. Di tengah kerumunan itu, Elina berdiri di samping Carlos, gaun hitam sederhana melekat di tubuhnya. Wajahnya cantik seadanya, tidak sebanding dengan perempuan lain d

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status