/ Romansa / Suami Perkasa / Hidup Sederhana

공유

Hidup Sederhana

last update 게시일: 2025-08-27 10:12:48
Namun siapa sangka, justru dari keterpurukan itu,beberapa tahun kemudian Helen akhirnya bertemu sosok yang sama sekali tak ia duga: Rangga—adik kandung Sukma . Jika Dimitri penuh aura kuasa dan manipulasi, Rangga justru hangat, ramah, dan memiliki tatapan yang jujur.

Helen menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh lagi.Menceritakan masa lalunya

Rangga menarik kursi, duduk di hadapannya. “Kamu nggak pantas diperlakukan begitu.”

Helen tertawa getir. “Memangnya aku pantas diperlakukan gima
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Suami Perkasa   Pilihan Yang Bukan Pilihan

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih berjalan seperti biasa di permukaan. Mariana tetap di rumah, mencoba menjalani hari dengan ritme yang tampak normal, sementara Edgar tetap bersikap tenang seperti sebelumnya—tidak banyak bertanya, tidak pernah memaksa, dan seolah memilih memendam semua yang mungkin berputar di kepalanya. Namun ketenangan itu ternyata tidak benar-benar utuh. Sore itu, Edgar pulang dengan kondisi yang tidak bisa disembunyikan. Begitu pintu terbuka, Mariana yang sedang berada di ruang tengah langsung menoleh, dan dalam satu detik, tubuhnya refleks berdiri. Ada sesuatu yang langsung terasa tidak beres bahkan sebelum ia benar-benar melihat jelas. “Edgar—” Langkahnya cepat mendekat, hampir berlari kecil. Tangannya terangkat, ingin menyentuh wajah suaminya, tetapi tertahan di udara begitu ia melihat lebih jelas. Memar di sudut bibir. Pelipis yang sedikit bengkak. Dan goresan di tangan yang terlalu rapi untuk disebut kecelakaan biasa. “Ini kenapa?” su

  • Suami Perkasa   Cara Kamu Bilang Cinta

    Beberapa minggu setelah itu, vila yang awalnya terasa asing kini berubah menjadi ruang yang begitu akrab Pagi itu, cahaya matahari masuk perlahan melalui jendela besar kamar, menyinari lantai kayu dan sebagian tempat tidur yang belum sempat dirapikan. Mariana duduk ditepi ranjamg. Edward keluar dengan langkah santai, rambutnya masih basah, tetesan air jatuh perlahan ke bahu dan dadanya. Ia tidak mengenakan atasan, hanya celana panjang santai yang menggantung rendah di pinggangnya. Tidak ada kesan sengaja pamer, tapi justru itu yang membuat semuanya terasa lebih nyata. Mariana terpaku sejenak, matanya menangkap setiap detail tanpa bisa langsung berpaling. Tubuh Edward terlihat kuat dan terlatih, bukan berlebihan, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ia menjaga tubuhnya. Bahunya lebar, garis lengannya tegas, dan ada ketenangan dalam cara ia berdiri—seolah ia sepenuhnya nyaman dengan dirinya sendiri. Mariana cepat-cepat mengalihkan pandangan, tapi ekspresi kecil di wajahnya sudah

  • Suami Perkasa   Jauhi Mariana

    Beberapa hari setelah itu, semuanya masih terlihat normal di permukaan, seolah tidak ada yang benar-benar berubah. Mariana tetap menjalani rutinitasnya seperti biasa dengan sikap yang tenang dan lebih diam dari sebelumnya. Edgar juga tidak banyak berubah dari luar; ia tetap menjadi sosok yang stabil, tidak banyak bertanya, tidak menekan, dan tidak mencoba membuka hal-hal yang jelas belum siap dibicarakan. Lucy tetap menjadi pusat kecil yang mengikat semuanya, tawa dan kehadirannya membuat rumah itu tampak utuh seperti sebelumnya. Namun di balik semua itu, ada sesuatu yang bergeser perlahan. Tidak terlihat jelas, tidak terucap, tapi terasa. Seperti retakan halus yang belum pecah, tapi sudah ada. Dan Edward bukan tipe orang yang suka menunggu terlalu lama. --- Siang itu, Edgar keluar rumah seperti biasa. Ia hanya berniat pergi ke minimarket di ujung jalan untuk membeli beberapa kebutuhan kecil, sesuatu yang sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Ia tidak memikirkan apa pun s

  • Suami Perkasa   Sudah Cukup

    Beberapa hari kemudian.. Mariana pulang dengan langkah yang sedikit berbeda dari biasanya. Ada kekakuan halus pada cara ia berjalan, seolah tubuhnya masih menyimpan sisa-sisa pengalaman yang belum sepenuhnya hilang, namun ia berusaha menutupinya dengan sikap setenang mungkin. Rumah itu menyambutnya dengan suasana yang sama seperti sebelumnya—hening, rapi, dan tidak berubah—justru kontras dengan dirinya yang terasa tidak lagi sepenuhnya sama. Saat ia melangkah masuk lebih dalam, Edgar sudah berada di ruang tengah. Ia menoleh begitu mendengar pintu terbuka, dan dalam satu detik, begitu banyak hal langsung berputar di kepalanya. Tatapannya berhenti pada Mariana, mencoba membaca sesuatu yang tidak diucapkan. “Kamu… udah pulang sayang,” ucapnya akhirnya, suaranya tenang meski menyimpan banyak hal. Mariana mengangguk pelan. “Iya.” Hanya itu. Sederhana, tapi cukup untuk membuat suasana di antara mereka terasa lebih berat dari seharusnya. Edgar sebenarnya ingin bertanya lebih jauh. Ke

  • Suami Perkasa   Enak Disini

    Keesokan harinya, suasana benar-benar berubah. Mariana tidak pulang. Ia memilih tetap bersama Edward, seolah dunia di belakangnya bisa ditunda lebih lama lagi. Mereka meninggalkan kota, menuju sebuah vila resort yang tersembunyi di antara pepohonan rindang dan udara yang terasa jauh lebih segar. Tempat itu seperti dunia lain—hening, tenang, dan tidak menuntut apa pun dari mereka. Tidak ada nama Edgar. Tidak ada bayang-bayang Nadia ataupun Dinda Hanya ada mereka berdua, dan waktu yang berjalan lebih lambat dari biasanya. --- Mariana berdiri di halaman privat vila, di bawah pohon besar yang menaungi sebagian tanah berumput. Angin pelan berhembus, menggerakkan ujung rambutnya dan menyentuh kulitnya dengan lembut, membuatnya tanpa sadar menarik napas lebih dalam. Wajahnya terlihat lebih ringan. Seperti seseorang yang akhirnya diberi kesempatan untuk berhenti sejenak. Dari dalam vila, Edward keluar sambil membawa dua gelas minuman. Ia berjalan santai, tapi tatapannya sempat berh

  • Suami Perkasa   Malas Pulang

    Malam itu, Mariana benar-benar tidak sanggup tinggal lebih lama di rumah.Bukan karena sepi—justru karena terlalu banyak hal yang berputar di kepalanya. Angka itu, percakapan pagi tadi, tatapan Edgar, dan kehadiran Nadia… semuanya terasa menumpuk, menekan, membuat dadanya sesak.Tanpa banyak pikir, ia mengambil tasnya dan keluar.Langkahnya cepat, seolah kalau ia berhenti sebentar saja, ia akan kembali ragu. Tapi tidak. Kali ini ia butuh pergi.Mobil berhenti di depan hotel tempat Edward MenginapBeberapa detik Mariana hanya duduk diam di dalam mobil, menatap ke arah pintu. Tangannya menggenggam setir erat, napasnya belum stabil. Tapi akhirnya ia turun juga.Pintu diketuk pelan.---Edward membuka pintu, dan ekspresinya langsung berubah begitu melihat Mariana.“Mar?”Mariana berdiri di sana, terlihat berusaha kuat… tapi matanya sudah merah. Wajahnya lelah. Napasnya berat.“Aku… boleh masuk?” suaranya pelan, hampir seperti berbisik.Edward tidak banyak tanya. Ia langsung membuka pintu

  • Suami Perkasa   Alat

    Elina berdiri di depan pintu kaca klinik. napasnya tercekat. Hatinya dipenuhi rasa waswas—bayangan pijat kemarin, tangan pria yang menyentuhnya, dan rasa rentan yang masih membekas—membuat tubuhnya menegang. Ia tahu prosedur ini aman, profesional, dan tidak menyakitkan, kata Mariana beberapa menit

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Suami Perkasa   Sampah Jalanan

    Malam itu vila terasa seperti penjara. Lampu kristal menggantung redup, bayangan panjang jatuh di dinding, dan hujan deras di luar jendela menambah sunyi yang mencekik. Elina berdiri kaku di dekat pintu kamar, gaun tipis pemberian pelayan masih melekat di tubuhnya. Wajahnya pucat, bibirnya kering

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Suami Perkasa   Hadiah

    Langkah Elina memasuki rumah sore itu terasa lebih ringan, tapi hatinya justru makin penuh dengan keraguan. Seolah ada rahasia kecil yang ia bawa, sesuatu yang ingin ia persembahkan untuk suaminya, tapi ia juga takut, apakah Carlos akan menganggapnya berarti atau justru remeh.Rumah besar itu sunyi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Suami Perkasa   Aku Tidak Rapuh

    Malam itu, Elina tertidur dengan wajah basah air mata di lantai ruang tamu. Sementara Carlos, meski sudah masuk kamar, masih belum benar-benar lelap. Alkohol membuat kepalanya berat, tapi pikirannya tak henti berputar. Bayangan Elina ketika hamil muncul begitu saja. Perut membesar, wajah pucat, d

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status