Teilen

04. Wedding

last update Veröffentlichungsdatum: 25.09.2026 08:02:07

Aryanna pikir, mereka akan diberi waktu beberapa bulan untuk saling mengenal, lalu bertunangan kemudian menikah. Seperti perjodohan pada umumnya. Tapi siapa sangka itu hanya khayalan Aryanna saja? Karena di bulan berikutnya Sagara dan Aryanna akan melangsungkan pernikahan.

Kaget? Tentu saja. Bukan Aryanna namanya kalau tidak shock bukan main. Tapi sangat berbanding terbalik dengan Sagara ketika gadis itu menghubunginya jalur W******p.

[Aryanna : Pak, udah tau enggak kalau kita nikahnya bukan depan?]

[Sagara : Kamu tahu tata Krama tidak untuk tidak menghubungi seseorang tengah malam begini?]

[Aryanna : Maaf, Pak. Saya terlanjur penasaran. Takutnya kalau gak nanya gak bisa tidur semaleman.]

[Sagara : Sudah tahu.]

[Aryanna : Bapak gak mau protes? Kalau mau biar saya wakilin.]

[Sagara : Jangan aneh-aneh, Aryanna. Tidur! Sudah malam!]

Aryanna adalah tipikal gadis yang periang dan terbuka. Jadi apapun yang dia alami dan rasakan akan dia ceritakan pada sahabatnya, Hanna.

Setransparan itu memang Aryanna. Dari hal yang sangat penting hingga yang tidak ada faedahnya akan ia ceritakan pada Hanna.

Padahal, mengenai pernikahannya dengan Sagara, Dosen tampan yang dijuluki Malaikat Maut Tampan itu sudah mewanti-wanti Aryanna untuk tidak menceritakannya pada siapapun, sekalipun itu sahabatnya sendiri. Itu Sagara lakukan demi menjaga reputasi Aryanna di kampus, setidaknya sampai gadis itu lulus kuliah. Aryanna pun setuju untuk tidak mengumbar perihal perjodohan dan pernikahan mereka. Tapi bukan Aryanna namanya jika tidak keceplosan pada Hanna.

"Ry, Lo perhatiin gak kalau Pak Sagara makin kesini makin cakep bener. Auranya makin awur-awuran enggak sih?" tanya Hanna tiba-tiba sambil menyeruput es teh tawar miliknya ketika mereka tengah menyantap tahu tek-tek di warung langganan mereka.

"Biasa itu mah, karena sering perawatan," sahut Aryanna asal. Ia masih fokus pada makanannya.

"Enggak, deh kayaknya. Gue lihat-lihat auranya kayak laki yang mau nikah gitu."

Aryanna tersedak heboh, seketika lontong yang baru saja masuk ke dalam mulutnya tertelan bulat-bulat. Lantas Hanna menyodorkan es teh tawar miliknya, sebab milik gadis sudah terlebih dahulu tandas. Batuk-batuknya sudah mereda, tapi kening Aryanna mengerut karena rasa tawar dari es teh milik Hanna.

"Lo kenapa, sih?" tanya Hanna heran.

Aryanna akhirnya mencondongkan tubuhnya lalu berkata pelan sesaat sebelum ia melihat sekitar. Padahal sekalipun ia berbicara dengan suara keras tidak apa-apa karena tidak ada yang mengenal mereka.

"Gue kasih tahu Lo sesuatu, tapi Lo jangan heboh, jangan teriak."

"Apaan?" tanya Hanna yang mulai penasaran.

"Gue dijodohin sama Pak Sagara, dan nikahnya bukan depan."

Hanna melongo sejenak, masih mencerna apa yang Aryanna bilang barusan hingga akhirnya gadis berjiwa seni itu tertawa terbahak-bahak sambil memukul-mukul lengan Aryanna pelan.

"Halu Lo udah level akut, Ry! Alias udah kelewat batas! Kemarin aja Lo ogah-ogahan sama Pak Sagara, sekarang ngaku-ngaku dijodohin!"

"Gue serius, Han!" kesal Aryanna.

Hanna sontak terdiam ketika melihat raut wajah Aryanna yang sama sekali tidak menunjukkan ekspresi bercanda. Alih-alih tertawa, Aryanna malah menunjukkan ekspresi frustasi. Barulah setelah melihat ekspresi wajah Aryanna Hanna mencerna baik-baik apa yang sahabatnya itu bilang, bahwa dia tidak bercanda.

"Kok bisa, Ry!? Lo pergi ke dukun manaaa!? Pakai pelet apaan woy! Jaran goyang atau pakai susuk!"

"MONYET LO!"

"Gue bilang juga apa kemarin! Jangan terlalu berlebihan benci sama ngata-ngataiinya! Jadi jodoh beneran kan Lo!"

Aryanna menghembuskan napas frustasi.

"Pokoknya ini rahasia ya, Han! Jangan sampai Lo bocorin di kampus! Kalau sampai berita ini bocor, Lo orang pertama yang gue samperin!"

****

Saat kali pertama bertemu di cafe ketika pertemuan keluarga tempo hari, Aryanna sempat dibuat bingung karena Sagara datang seorang diri tanpa adanya perwakilan keluarga. Yang akhirnya Aryanna tahu alasannya apa di hari pernikahan mereka. Ternyata Mama dari Sagara sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan Papanya entah berada di mana sejak perceraiannya dengan Mamanya saat sang Mama masih hidup.

Keluarga yang hadir di pernikahannya hanya Kakek, Om, Tante dan juga para sepupu dari pihak mamanya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Aryanna Charissa Abhimana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"Sah para saksi?"

"SAH!"

Aryanna sontak menoleh kala Sagara mengulurkan tangannya untuk ia salami dengan takzim. Dilanjut dengan laki-laki itu yang meniup puncak kepala Aryanna, lalu membaca doa di atas ubun-ubunnya dan diakhiri dengan mencium kening Aryanna. Hari ini, Sagara dan Aryanna resmi menjadi sepasang suami istri.

Hal itu tentu saja membuat Arum dan juga Radeeva sangat amat terharu karena anak gadis mereka kini sudah menjadi istri dari Sagara. Berbeda dengan perasaan sang anak yang kini hancur berantakan. Masa mudanya sudah berakhir, ia sudah tidak bebas kesana kemari dan tentunya menikah dengan orang yang tidak dia cintai, di usia muda lagi!

Aryanna melirik Sagara yang berdiri di sebelahnya dan terlihat sangat tenang dan santai. Sangat berbanding jauh dengan dirinya yang ingin sekali menangis histeris. Aryanna akui hari ini Sagara terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya. Tapi tetap saja fakta itu tidak menutup rasa kesal dan kecewa yang Aryanna rasakan pada laki-laki itu.

Coba saja laki-laki itu mau membatalkan perjodohan sialan ini, hari ini Aryanna pasti masih berstatus lajang dan bukan menjadi istri orang, karena sejujurnya Aryanna juga sangat belum siap mengakhiri masa lajangnya di usia muda! Memang salahnya dia sih karena mau mau saja disuruh tanda tangan surat perjodohan di usianya yang masih bau kencur dulu, tapi oh ayolah, di sini pihak laki-laki yang jauh lebih berperan penting! Kalau saja Sagara mau membatalkan semuanya, maka Aryanna tidak akan menikah di usia semuda ini!

Bayangkan saja, usianya baru menginjak dua puluh tahun, usia di mana para gadis menghabiskan waktu lajangnya dengan bermanja-manja di rumah bersama kedua orang tuanya, berkumpul bersama teman-temannya, dan menghabiskan waktu di kampus bersama teman-temannya yang lain. Sangat berbanding terbalik dengan apa yang Aryanna alami saat ini. Di usianya yang masih sangat muda ia harus dijodohkan, lalu menikah dengan status dirinya yang masih sebagai seorang mahasiswi. Dan Aryanna pun harus mengurus semua keperluan suami yang mana keperluan dirinya saja saat masih lajang dulu seratus persen diurus oleh sang mama dan Bi Minah asisten rumah tangga di rumah Arum dan Radeeva.

"Kamu kenapa ngelihatin saya kayak gitu?"

Aryanna segera membuang muka begitu mengetahui Sagara jika dirinya memperhatikannya secara diam-diam.

"Enggak, gak ada apa-apa! Jangan geer!"

Ingin rasanya Aryanna berteriak menangis atau pingsan saja. Kali aja seperti di drama cina yang ia sering tonton, bangun-bangun ia kembali lagi ke masa lalu tepatnya tujuh belas tahun yang lalu saat di mana dirinya di paksa untuk tanda tangan surat persetujuan perjodohan untuk membatalkan tanda tangan yang ia lakukan. Sayangnya dunia Aryanna adalah dunia nyata, bukan drama ataupun novel romansa yang sering dia baca dan tonton.

****

Berikan cinta kalian untuk penulis ❣️

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Suami Rahasiaku Adalah Dosen Killer   06. Drama Gaun Pengantin

    'Buset pertanyaan macam apa itu!? Dia doain gue mati konyol di dalem kamar mandi apa gimana!? Gak di kampus gak di sini tetep aja nyakitin!'"Masih lah!" seru Aryanna kesal."Terus kenapa enggak keluar-keluar?""Bentar lagi, Pak. Pak Sagara tidur aja duluan."Sagara masih bergeming di tempatnya. Menunggu sekitar lima menit tapi Aryanna tidak juga kunjung keluar. Entah apa yang dilakukan istrinya itu di dalam sana."Kamu ngapain, sih?!" tanya Sagara kesal. "Keluar atau saya dobrak!?" "Jangan didobrak, Pak!""Makanya buka pintunya!""Enggak bisa ...""Kalau gitu saya dobrak!" ancam Sagara lagi. "Satu ... Dua —"Aryanna yang di dalam sana ketar ketir hingga terpaksa membuka pintu kamar mandi dengan pelan. Lalu sedetik kemudian menampilkan Aryanna yang masih berada dalam balutan gaun pengantin yang dia gunakan tadi."Kamu masih pakai gaun pengantin!? Terus dari tadi ngapain aja di dalem!?"Muka Sagara terlihat murka dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Bukannya mandi ta

  • Suami Rahasiaku Adalah Dosen Killer   05. Pesta Pernikahan

    Padahal kata Sagara dan kedua orang tuanya, pesta pernikahan yang mereka adakan adalah pesta tertutup, dan yang datang hanya para keluarga, kerabat dan kolega dari Sagara dan juga kedua orang tua Aryanna. Aryanna tidak pernah berpikir bahwa akan memenuhi seluruh isi ruangan seperti ini.Acaranya pun diadakan di salah satu hotel bintang lima ternama di Jakarta Selatan. Jangan tanya berapa biaya yang Sagara, Arum dan juga Radeeva keluarkan untuk acara pernikahan ini. Yang jelas mereka bertiga mengeluarkan uang jor-joran hanya untuk pesta pernikahan ini mengingat keduanya adalah anak semata wayang.Selama berjam-jam, Sagara dan juga Aryanna berdiri untuk menyambut para tamu sambil tersenyum manis dan anggun. Bahkan wajah dan kaki Aryanna kini sudah terasa kebas. Barulah saat langit mulai menggelap dan malam tiba, Aryanna bisa menghela napas lega."Ry, mama sama papa pulang dulu, ya," pamit Arum begitu saja hingga membuat Aryanna kalang kabut."Loh loh, papa sama mama jangan tinggalin aku

  • Suami Rahasiaku Adalah Dosen Killer   04. Wedding

    Aryanna pikir, mereka akan diberi waktu beberapa bulan untuk saling mengenal, lalu bertunangan kemudian menikah. Seperti perjodohan pada umumnya. Tapi siapa sangka itu hanya khayalan Aryanna saja? Karena di bulan berikutnya Sagara dan Aryanna akan melangsungkan pernikahan.Kaget? Tentu saja. Bukan Aryanna namanya kalau tidak shock bukan main. Tapi sangat berbanding terbalik dengan Sagara ketika gadis itu menghubunginya jalur WhatsApp.[Aryanna : Pak, udah tau enggak kalau kita nikahnya bukan depan?][Sagara : Kamu tahu tata Krama tidak untuk tidak menghubungi seseorang tengah malam begini?][Aryanna : Maaf, Pak. Saya terlanjur penasaran. Takutnya kalau gak nanya gak bisa tidur semaleman.][Sagara : Sudah tahu.][Aryanna : Bapak gak mau protes? Kalau mau biar saya wakilin.][Sagara : Jangan aneh-aneh, Aryanna. Tidur! Sudah malam!]Aryanna adalah tipikal gadis yang periang dan terbuka. Jadi apapun yang dia alami dan rasakan akan dia ceritakan pada sahabatnya, Hanna. Setransparan itu me

  • Suami Rahasiaku Adalah Dosen Killer   03. Negosiasi

    Telinga Aryanna mendadak berdengung, kepalanya pun mendadak blank, perasaannya menjadi tidak karuan. Dari sekian banyak laki-laki di Jakarta, kenapa harus dengan Sagara ia dijodohkan? Apa stok laki-laki di Jakarta ini sudah habis?"Ry?" panggil Arum untuk menyadarkan Aryanna dari lamunan."Ah, eh iya, Ma?""Sepertinya kita gak harus kenalan lagi, karena kita sudah saling kenal. Kamu yang tadi telat di jam mata kuliah saya, kan? Aryanna jurusan akuntansi angkat 25?"'Gak harus di depan orang tua gue juga kali, Pak bilang kayak gitu!' Aryanna yang sejak tadi sedikit menunduk kini sedikit curi pandang ke arah Sagara yang menatapnya tajam dan intens, membuat hatinya meronta-ronta. Ia tidak menyangka, sejak kapan aura dari Sagara jadi seperti ini? Kalem dan terlihat sangat mengayomi. Padahal di kampus, bagi seluruh umat Linggar jati, Sagara dijuluki sebagai Malaikat Maut Tampan."I—iya, Pak." Aryanna setengah gagap.Aryanna sontak menoleh ke arah sang mama dengan sorot mata sedih dan kesa

  • Suami Rahasiaku Adalah Dosen Killer   02. Pertemuan Keluarga

    "Ry, sumpah demi apapun muka Lo tadi lucu banget!" seru Hanna ketika ia bertemu dengan Aryanna di kantin.Jam mata kuliahnya akan berlangsung setengah jam lagi, jadi mereka berdua memiliki waktu untuk mengisi perut sementara mata kuliah selanjutnya dimulai.Aryanna merengut, menusuk batagornya dengan kesal. "Kesel banget gue sama dosen itu! Ganteng doang tapi galak bener! Pantes gak laku-laku!""Ya Lo juga sih, udah tahu dosen mata kuliah pertama Pak Sagara, bukannya Dateng setengah jam sebelum dia ngajar Lo malah telat." "Doain aja gue, Han, supaya nilai gue gak E di mata kuliah dia. Kan ribet kalau semester depan gue harus ketemu dia lagi."Hanna terkekeh. "Harusnya seneng sih, bisa lihat muka gantengnya Pak Sagara. Lumayan, kan cuci mata. Gue jadi Lo sih girang banget ketemu dia di semester depan.""Yang ada tensi gue naik liat muka dia lagi!" seru Aryanna.Hanna hanya terkekeh lalu menyeruput teh tawar miliknya. Hanna itu kebalikan dari Aryanna. jIka Aryanna suka yang manis-manis

  • Suami Rahasiaku Adalah Dosen Killer   01. Di Jodohkan

    "APA!? DIJODOHIN?! Enggak! Aku gak mau, Ma!"Pagi hari yang tenang, satu keluarga kecil itu dihebohkan dengan terkejutnya Aryanna mendengar berita dirinya akan dijodohkan. Sebenarnya ia sudah tahu itu sejak lama, jauh sebelum dirinya kuliah, kira-kira saat dirinya masih SMP. Tapi saat itu dia pikir itu hanya bualan Arum sang mama dan Radeeva yang mengatakan bahwa keturunan keluarga Abhimana harus dijodohkan dengan keluarga Danadyaksa. Lalu siapa sangka itu sebuah kenyataan?"Enggak bisa, sayang. Papa kamu udah tanda tangan hitam di atas putih. Kamu juga waktu itu udah tanda tangan kan pas umur kamu tujuh belas tahun.""Ya aku pikir itu cuman bualan papa sama mama aja! Oh ayolah, Pa, Ma, ini bukan jaman situ Nurbaya lagi tapi udah modern. Aku gak mau di jodoh-jodohin gitu!" Aryanna tetap teguh pada pendiriannya, tidak mau dijodohkan. Kalau dulu ketika usianya baru menginjak tujuh belas tahun ia setuju untuk dijodohkan karena berpikir itu sangat keren, sudah seperti cerita drama Korea

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status