/ Romansa / Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu. / Bab 24..Rasa Yang Berbeda

공유

Bab 24..Rasa Yang Berbeda

작가: Sulistiani
last update 게시일: 2026-05-04 06:04:20

Hadi dan Marry melewati malam panas, setiap gerakan Marry diatas ranjang begitu mahir karena pengalamannya yang sudah banyak. Setelah kedua nya mengalami pelepasan, Marry pun tertidur pulas karena lelah. Sementara Hadi masih terjaga karena ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

"Kenapa rasanya sangat beda. Kemarin meskipun aku dibawah pengaruh obat, tapi aku masih sedikit memiliki kesadaran. Kamu begitu polos, malu-malu, bahkan sedikit menolak saat melakukannya, tapi malam ini ...."

Ucapan Had
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Dinie Youli
laki bajingan pas lah ma wanita setan kaya marry...jgn dipisah ya thor biar aja mereka berdua...takut bngt kl balik ma tia spt kebanyakan cerita mdh2an authornya cwek jadi jiji nyatuin cwok kotor kayak hadi ma tia
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 51. Hadi Sibuk

    Marco meninggalkan rumah sakit, ia dibuat penasaran dengan apa yang terjadi antara Tia dan Hadi sebenarnya. Sehingga ia memutuskan untuk menemui sahabatnya dan bertanya langsung apa benar Hadi yang melakukan hal jahat itu pada Tia. Namun, sudah berkali-kali Marco menelpon Hadi tak juga mengangkatnya."Gak biasanya dia begini, apa aku datangi perusahaan nya aja ya?" gumam Marco.Akhirnya lelaki tampan yang terkenal Casanova itu pun pergi ke perusahaan Hadi. Sesampainya di sana, Hadi malah langsung menyuruhnya pergi."Sibuk banget, sampai gak angkat telpon ku?" tanya Marco."Ada apa kamu sampai datang kesini? Aku gak punya waktu untuk bersantai seperti kamu. Lebih baik kamu temui yang lain saja," ucap Hadi.Baru kini Hadi menyadari, ia dan ketiga temannya anak keluarga kaya, yang seharusnya bertanggung jawab atas perusahaan keluarga. Namun, selama ini mereka terlalu banyak bersantai dan tidak memikirkan tanggung jawab perusahaan.Sekarang perusahaan Hadi sedang tidak baik-baik saja, ora

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 50. Batas Akhir

    Tia meneteskan air mata, hatinya begitu perih saat Marco dan Hesti menyebut-nyebut nama Hadi. Lelaki yang telah tega melakukan semua itu padanya."Anak ini sudah tidak ada, sekarang aku sebatang kara lagi. Mungkin aku memang ditakdirkan untuk hidup sendirian dan kesepian," ucap Tia seraya menghapus tetesan air mata di pipinya.Harapan yang sudah mulai tumbuh, kebahagiaan yang ia pikir akan ia rasakan setelah kehadiran buah hati dalam hidupnya, kini semua telah lenyap.Tia memang tak pernah berharap memiliki anak dari Hadi, tapi semenjak ia tahu ada nyawa dalam perutnya ia mulai berharap anak tersebut akan menemani nya sepanjang hidup. Sehingga ia tak lagi sebatang kara, tidak hidup dalam kesepian."Tia, kamu gak sendirian. Ada aku disini," ucap Hesti seraya menggenggam tangan Tia."Orang tuaku sudah pergi, kakek juga pergi. Sekarang baru saja aku senang akan memiliki anak, tetapi lelaki brengsek itu membuat aku kehilangannya. Kenapa dia jahat sekali, apa salahku padanya," ucap Tia mul

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 49. Tidak Selamat

    "Tempat apa?" tanya Hesti khawatir."Tempat ini sepertinya gedung yang sudah lama terbengkalai," jawab Marco masih sambil melihat laptop nya dengan serius."Apa yah terjadi sama Tia, kenapa dia bisa ada di tempat seperti itu? Cepat antar aku kesana, aku takut Tia kenapa-kenapa, dia sedang hamil muda," ucap Hesti semakin khawatir.Marco menganggukan kepalanya, lalu mulai menyalakan mesin mobil dan mengendarai menuju lokasi yang sudah ia lacak.Beberapa puluh menit kemudian mobil Marco berhenti di titik koordinat, ia dan Hesti turun untuk memastikan sesuatu. Kening Marco berkerut, melihat gedung terbengkalai di depannya."Ini tas Tia," ucap Hesti saat menemukan tas sahabatnya. Ia membuka tas itu dan ternyata ponsel serta dompet Tia masih ada di dalam, bahkan uang di dalam dompet masih utuh."Ponsel, dompet, uang, semua masih ada. Ini pasti bukan perampokan, tapi dimana Tia?" tanya Hesti dengan air mata yang sudah mengajak sungai di pipinya."Kita coba cari ke dalam," ucap Marco.Hesti

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 48. Dicelakai

    Tia terkejut dan ketakutan ketika dirinya dipaksa masuk kedalam mobil oleh dua orang pria, ia mencoba untuk melawan. Namun, semua sia-sia karena tenaganya kalah oleh para lelaki itu."Siapa sebenarnya kalian, mau dibawa kemana aku?" teriak Tia."Diam, jangan berisik. Nanti juga kau akan tahu!" ucap lelaki tersebut.Tubuh Tia bergetar ketakutan, mobil itu melaju dengan kencang hingga akhirnya berhenti di depan sebuah gedung kosong yang lama terbengkalai yang tak terawat, rumput-rumput liar begitu tinggi, banyak barang dan kayu yang tak terpakai di dalamnya."Kenapa kalian membawaku kesini, aku tidak kenal kalian, aku tak memiliki salah pada kalian," ucap Tia dengan suara bergetar."Cerewet banget! Kamu memang gak kenal kami, kami pun gak kenal kamu. Kami hanya menjalankan tugas dari orang yang membayar kami," ucap salah satu lelaki itu."Siapa yang membayar kalian? Apa salahku padanya sampai melakukan ini padaku?" tanya Tia penasaran."Kami tidak tahu apa salahmu padanya, tapi dia han

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 47. Penculikan

    "Hahaha ... Marry, kau membuatku teringat betapa lincahnya dirimu diatas ranjang. Baiklah, kirim foto orang yang ingin kau urus, apa yang ingin kau lakukan padanya. Anak buah ku pasti bekerja dengan baik."Marry tersenyum licik, ia mematikan panggilan telepon tersebut. Setelah itu mengirim foto Tia dan memerintahkan orang untuk menculik dan menyiksa Tia hingga janin dalam kandungan nya keguguran. Marry juga meminta orang tersebut mengaku jika mereka adalah orang suruhan Hadi."Dengan begini anak itu akan lenyap, Tia pun akan membenci Hadi seumur hidup. Dia tidak akan menginginkan Hadi dan posisi nyonya Prayogi hanya bisa aku yang tempati," gumam Marry dalam hati.Hadi baru selesai rapat, ia dan Rion melewati meja kerja Marry. Melihat Marry tersenyum senang sambil menatap ponsel, lelaki itu pun mendengus kesal."Marry, sepertinya kau sedang santai, apa tidak ada berkas yang ingin kau laporkan padaku?" tanya Hadi dengan nada datar."Sayang, lihatlah meja ini. Tidak ada satu berkas pun

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 46. Kejujuran Hadi

    Hadi pulang dengan keadaan mabuk, sementara Marry hanya melihatnya dengan ekspresi dingin."Minum berapa botol dia, sampai mabuk begini?" gumam Marry.Hadi merebahkan tubuhnya di sofa, lalu memejamkan matanya. Tiba-tiba bayangan Tia muncul di hadapannya, menatapnya dengan penuh khawatir."Ya ampun, Mas. Kamu kok mabuk lagi, mama udah bilang kamu gak boleh sering mabuk karena lambung kamu sering sakit. Aku buatkan teh jahe ya, biar lambung kamu gak sakit," ucap Tia dengan suara khawatir nya.Hadi mengangguk dan membuka mata, tetapi bayangan itu seketika menghilang. Lelaki tampan itu pun sadar, semua hanya ilusi, semua yang ia lihat hanya bayangan masa lalu, saat ia dan Tia masih tinggal di rumah yang sama, masih menjadi suami istri.Sekarang Tia bukan lagi istrinya, tidak lagi tinggal di rumah itu."Marry ...." Teriak Hadi."Ada apa?" tanya Marry santai, wanita itu keluar dari kamar dengan memakai baju tidur dan masker di wajahnya."Buatkan aku teh jahe," ucap Hadi."Untuk apa teh jah

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 37. Noda Dan Sampah

    Seketika seisi ruangan menjadi hening, mata para pengunjung restoran serta karyawan berpusat pada pertengkaran sepasang suami istri yang hendak bercerai itu. Sementara Hadi sangat terkejut karena ucapan dan tindakan Tia padanya, selama setahun menikah Tia selalu bersikap lembut padanya. Namun hari

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 44. Hamil

    Tia masuk kedalam toilet, lalu melakukan tes urin seperti yang di sarankan oleh dokter. Beberapa detik berlalu begitu menegangkan bagi wanita cantik itu, rasanya ia tak siap dengan apa yang akan terjadi. Tia memejamkan mata sambil memegang tes urin itu, lalu perlahan ia membuka matanya, memberanik

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 41. Marry Yang Sebenarnya

    Hadi lagi-lagi hanya bisa terdiam melihat kedua orang tuanya pergi meninggalkan nya di ruang tamu yang terasa semakin dingin.Hubungannya dengan kedua orang tua semakin jauh setelah ia memutuskan untuk menikahi Marry, sebab kedua orang tuanya tak pernah menyukai Marry dan tak akan merestui pernikah

  • Suamiku, Cintaku Bukan Lagi Kamu.   Bab 39. Akta Cerai

    Setelah melepaskan pelukan Hesti, Tia berlari menuju toilet dan memuntahkan semua isi perutnya. Ia tak mengerti mengapa tiba-tiba merasakan mual yang begitu hebat, Hesti mengejar langkahnya, setelah melihat Tia sedang muntah di wastafel, Hesti pun membantu memijat tengkuk sahabat nya itu."Tia kamu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status