Share

Bab 2

Author: Renita April
last update publish date: 2026-10-03 17:59:31

“Jangan marahi Nerisa, Kak. Dia hanya mencoba menjadi diriku.” Senyum licik terpancar di wajah Amel. Begitu ia memandang Alex, ia mengubah mimik wajahnya kembali menjadi gadis polos.

Nerisa terkekeh. “Gaya seperti ini bukan kamu seorang. Bukankah kamu juga meniru gaya orang luar? Aku berpakaian seperti ini hanya ingin mencari tahu ternyata selera suamiku sangat rendahan.”

“Jaga bicaramu, Nerisa. Jika ada masalah, katakan saja padaku,” sahut Alex.

“Oh, kamu ingat istrimu juga ternyata.”

“Ka-Kamu … .”

“Jangan bertengkar karena aku, Kak. Gaya ini memang sudah biasa saja, tetapi aku belum pernah melihat Nerisa berpakaian seperti itu.”

“Kamu mungkin belum kenal denganku, Amel. Coba tanya saja pada kakakmu itu, seperti apa penampilanku dulu.”

Alexander menggertakkan gigi. Ia sangat mengenal Nerisa yang dulunya ceria, seperti gadis muda. Dia juga memakai dress mini, rambut yang tergerai indah serta aksesoris pita di kepala maupun di pergelangan tangannya. Namun, setelah menikah tentu saja ada perubahan. Alex ingin wanita dewasa berada di sampingnya. Itu karena ia mulai bekerja di perusahaan keluarga. Orang-orang pekerja tentulah menyukai wanita yang terlihat pintar dan independen.

“Kakak!” Amel menghentakkan kakinya, ia selalu kalah berdebat dengan Nerisa.

“Nerisa! Apa kamu harus berdebat dengan Amelia?”

Nerisa malah tertawa. “Apa kamu pikir Amelia itu anak kecil? Umurnya saja hanya berbeda dua tahun dariku. Oh, selama ini aku menyadarinya. Ternyata Amelia ini wanita cacat.”

“Apa maksudmu, hah?” Amelia menggertakkan gigi.

“Otakmu cacat karena bila kamu wanita normal, kamu tidak akan tertarik pada suami perempuan lain.”

“Aku sudah bilang padamu, hubunganku dengan Amelia tidak seperti yang kamu pikir.”

“Kak Alex!” Wajah Nerisa cemberut.

“Pulanglah, Nerisa. Kita perlu bicara.”

“Aku di sini duluan. Ada hak apa kamu menyuruhku pergi?”

Tangan Alex mengepal kuat. Ia menyeret Amelia keluar dari toko baju tersebut, meski wanita itu kesal karena harus mengalah dari Nerisa. Sementara itu, Nerisa menyesal telah mencoba berpenampilan layaknya Amelia. Karena yang dilihat bukan dirinya, tetapi wanita itu. Meski ia mengubah gaya berpakaiannya, Alex tetap berpaling.

Nerisa mengembalikan gaun-gaun yang ia ambil, lalu menggantinya dengan pakaian yang biasa ia kenakan. Dikarenakan tidak enak keluar dengan tangan kosong, ia membeli tiga stel pakaian, kemudian berlalu pergi. Perasaannya memburuk setelah bertemu Amelia dan Alexander.

Ia kembali ke kediaman. Saat masuk, tidak ada siapa pun yang berada di rumah ini. Bibi pelayan mungkin hanya datang, lalu pergi setelah melaksanakan tugas rumah. Nerisa terduduk di sofa, ia mendongakkan kepala, menatap langit-langit rumah dengan perasaan tak karuan.

Tadinya Nerisa ingin mengambil kesempatan memperbaiki ikatan pernikahan ini. Ia sangat mencintai Alexander selama bertahun-tahun ini. Segala macam rintangan pernah ia dan Alex alami termasuk dengan hadirnya orang ketiga. Waktu itu, Nerisa berhasil merebut Alex kembali ke sisinya, dan sekarang pun harusnya sama. Ia kurang berusaha, ya, Nerisa yakin itu.

Notifikasi pesan terdengar. Nerisa membuka chat dari Alex yang mengajaknya makan malam di rumah. Nerisa mengiakan, dan harapan itu masih ada. Ia akan menyiapkan makan malam itu sendiri, lalu sesuai rencana awal, ia akan mengenakan pakaian yang Alex sukai.

Sekitar pukul tujuh malam, semua makanan telah siap. Nerisa tinggal mengurus dirinya sendiri. Ia memilih lingerie merah maroon yang cocok untuk kulit putihnya. Nerisa ingat Alexander memujinya cantik saat mengenakan pakaian tidur ini.

Nerisa tersenyum di depan cermin. Ia memiliki tubuh yang berisi sesuai tempatnya. Wajahnya juga cantik. Bukannya Nerisa ingin membanggakan diri sendiri, tetapi banyak pria yang mengejarnya dulu, dan hatinya memilih Alexander.

“Nerisa!”

“Dia datang.” Nerisa bergegas keluar kamar saat mendengar suara Alexander. Ia menuruni anak tangga satu per satu. Saat melihat suaminya, ia langsung memeluknya. “Sayang, kamu pulang juga akhirnya.”

“Ne-Nerisa.” Jantung Alexander berdegup kencang.

Nerisa memandang, ia mengalungkan kedua lengan di leher pria itu. “Sayang, sudah lama kita tidak bicara secara akrab.”

“Kenapa kamu berpakaian seperti ini?”

“Bukankah dulu kamu sangat menyukainya?” Nerisa mendekat, ia mengecup bibir suaminya.

Alexander pun demikian, ia hanyut dalam tautan bibir istrinya. Memang sudah lama tidak bermesraan seperti ini. Ia mencintai Nerisa, istrinya, dan ia berhak menyentuh wanita ini.

“Alexander!”

Keduanya terlonjak kaget, Alexander langsung mendorong Nerisa, lalu menghapus bekas kecupan bibir itu di depan istrinya. Nerisa terperangah tidak percaya atas tindakan Alexander. Dia menghapus bekas kecupan istri sahnya karena teriakan dari wanita lain.

“Amelia, kenapa kamu di sini?” tanya Nerisa dengan kesal.

“Berani sekali kamu menyentuh Alexander. Dasar wanita jalang!”

Nerisa maju, lalu menampar Amelia. “Apa yang kamu katakan, hah?” Sorot mata Nerisa siap mengiris Amel. “Dia suamiku, sedangkan kamu siapa?”

“Kak Alex, kamu sudah janji padaku. Sekarang dia malah menamparku,” ucap Amel.

“Tinggalkan kami, Amel. Aku perlu bicara dengan Nerisa.”

“Kak Alex!”

“Aku bilang tinggalkan kami dulu!”

Amelia berdecak. “Oke. Aku tunggu di mobil.”

“Ada apa ini, Alex? Bukankah sikap Amelia sudah kelewatan? Kamu suamiku, dan aku ini istrimu.”

“Aku tahu, Nerisa. Tapi aku sudah berjanji pada Amelia untuk tidak menyentuhmu lagi.”

“A-Apa?”

Alexander menghela, ia ragu, tetapi harus mengatakannya. “Nerisa, aku ingin pernikahan terbuka.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 8

    “Ini kamarku. Kalian lah yang tidak tahu tempat!” Nerisa meninggikan suaranya. Hatinya sangat sakit sekarang. Tidak cukup di ruang tamu, bahkan di kamar tidurnya pun Alexander dan Amelia melakukannya.“Ini juga kamar tidurku,” jawab Alexander.Hati Nerisa tersentak, ini kamar tidur dirinya dan Alexander, ruangan suami istri, tetapi Alex membawa wanita lain untuk masuk.“Kamu tahu apa yang baru saja kamu katakan?” Mata Nerisa berkaca-kaca.“Ini hanya sebuah kamar. Amelia menyukainya karena ruang tamu itu kecil.”“Kak Nerisa, tadi pagi kami juga melakukannya di sini. Tidak masalah dengan itu, kan?” Amelia menimpali.“Diamlah, Amel.” Alex menegurnya. “Sayang, kamu pindah ke ruang tamu saja. Kamar ini berikan pada Amelia.”Tangan Nerisa mengepal kuat, ia berbalik, kemudian melangkah pergi. Ia lekas menuruni anak tangga. Alexander ingin mengejar, tetapi Amelia meraih tangannya.“Dia hanya marah sebentar. Nanti juga balik lagi,” ucap Amel.Alexander menyugar rambutnya ke belakang. “Aku suda

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 7

    “Kamu masih punya dirimu.” L meneguk minumannya.“Oh, ya? Tadi siapa yang ingin bunuh diri karena putus cinta?” Nerisa sedikit menggodanya.“Kadang kala kamu berhak merasa tidak waras, tetapi jangan sampai akal sehat mengambil alih dirimu. Aku bersedih sepanjang hidup, tetapi aku mencintai diriku.”“Ini berbeda dari yang kamu katakan tadi.”“Sudah kubilang kan, seseorang berhak bersedih. Hidup tetap berjalan.” L mengulurkan tangan. “Mau berteman?”“Aku tidak semudah itu menganggap orang asing sebagai teman.”“Itu malah lebih bagus.”“Apa maksudmu?” Kening Nerisa berkerut. Dia tadi menawarkan pertemanan, sekarang malah merasa itu kurang pilihan bagus.L turun dari tempat duduknya, ia mendekat. Sangat dekat hingga Nerisa merasa terpojok. Pria ini menatapnya secara intens. Nerisa membasahi bibir, jantungnya berdegup kencang. Mata pekat pria ini terasa melucutinya.“Kamu lebih cocok dijadikan pasangan.”“Minggir.” Nerisa mendorong pria itu. Ia mencoba menenangkan diri. “Pria gila.”L tert

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 6

    Hari pertama pekerjaan Nerisa cukup lancar. Hampir sekitar dua tahun ini ia menganggur karena Alexander berjanji akan menghidupinya, asal bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Nerisa sudah berusaha menjadi istri yang diinginkan pria itu, tetapi Alexander punya tujuan sendiri.Alexander ingin bebas pergi menemui Amelia di luar negeri dengan alasan dinas. Tanda-tanda perselingkuhan itu sudah tampak, tetapi Nerisa masih membohongi dirinya. Ia percaya Alexander setia, ia tahu sebesar apa cinta pria itu kepadanya.Pertemuan dengan Amelia hanya kebetulan saja, begitulah yang Nerisa tanamkan dalam pikirannya. Amelia dan Alexander hanya sebatas kakak adik. Padahal Nerisa sangat tahu jika keduanya sama sekali tidak memiliki ikatan darah.Amelia diangkat adik oleh keluarga Valtheris karena ibunya. Sejak kecil tumbuh bersama, lalu wanita itu dibawa ke luar negeri. Bertahun-tahun putus kontak. Keduanya bertemu kembali saat Amelia menghadiri pesta ulang tahun Sebastian Valtheris.Pertama kaliny

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 5

    Pukulan di meja itu cukup mengejutkan, tetapi Nerisa menikmatinya. Alexander mengamuk hanya karena istrinya tidak lagi menyiapkan sarapan dan kembali memulai karier yang baru setelah dipecat. Lalu bagaimana dengan perasaan istrinya yang telah lama dikhianati? Apa Alexander tidak bisa berpikir sakit hati Nerisa? Dia mau dimaklumi, tetapi sulit memberikan timbal balik. “Oh, ya, aku mungkin jarang pulang. Kamu sudah bersama Amel, dan aku juga punya keinginan untuk mencari kesenangan di luar sana,” ucap Nerisa. “Berani sekali kamu bicara seperti itu, Nerisa. Kamu sadar akan statusmu sendiri. Dengan kamu mencari kesenangan di luar, kamu hanya akan membuat malu keluarga Valtheris.” “Kalau kamu malu, ajukan saja perceraian.” Nerisa membalikkan perkataan Alexander. Jika pria ini mau bercerai, maka dia lah yang harus memberikan hartanya senilai 10 juta dollar. Ucapan Nerisa membuat Alexander ingat dengan setiap perkataan yang ia lontarkan pada istrinya itu. Ia sadar jika Nerisa pasti senga

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 4

    Air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga. Alexander melakukan hubungan intim bersama wanita lain di kediaman ini. Tempat di mana Nerisa menaruh harapan bahagia semenjak ditinggal keluarga. Mereka tidak perlu sembunyi lagi. Bermain adik kakak seolah-olah hubungan tersebut suci. Selama ini ia dibodohi oleh Alexander. Pria itu selalu menyangkal, tetapi sekarang kebenarannya telah terbukti. Keduanya menjalin hubungan. Kali ini dengan alasan soal harta dan pewaris. Fakta yang Nerisa ucapkan pun dianggap hanya khayalan belaka. Hati Alexander sudah tidak ada lagi untuk seorang Nerisa. Semuanya tertuju pada perempuan baru. Tersisa dua tahun lagi sampai perjanjian pernikahan itu batal. Nerisa harus bertahan. Ia telah dibodohi soal perasaan, dan ia tidak mau mengalah soal harta. Warisan itu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Nerisa berhak untuk mengambil alih. Meski harus tertusuk duri, hancur berkeping-keping, ia akan mendapatkannya. Jika keinginan Alexander seperti demikian,

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 3

    “Apa maksudmu? Pernikahan terbuka apa?” Nerisa tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh Alexander. Sikap Amelia tadi sudah keterlaluan. Dia melarang Alex menyentuh istrinya sendiri, dan pria ini tampaknya setuju. “Open marriage, aku ingin menjalin hubungan dengan Amelia. Aku ingin dia menjadi kekasihku.” Telinga ini masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata yang baru saja Alexander ucapan. Sebuah pernikahan terbuka, di mana pasangan boleh menjalin hubungan dengan wanita lain atau laki-laki sesuai kesepakatan. Nerisa tertawa sembari memandang suaminya. “Ternyata kamu punya maksud tertentu di sini. Kamu ingin kita menjalani pernikahan terbuka, di mana aku setuju kamu menjalin hubungan dengan Amelia. Apa kamu sudah gila?!” “Dengarkan aku dulu, Nerisa. Aku melakukan ini demi kita berdua. Selama tiga tahun ini tidak ada anak di antara kita, sedangkan keluargaku menuntut seorang pewaris. Aku ini calon kepala keluarga Valtheris.” “Tidak harus menjalin hubungan dengan wanita lain.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status