Home / Romansa / Suamiku, Tuan Mudaku / TERNYATA MIMPI+++

Share

TERNYATA MIMPI+++

Author: Rr716
last update publish date: 2026-07-07 19:39:36

"Gak apa-apa kan mas suami kamu." Ucap Devan dengan nada suara berat yang sarat akan bisikan godaan, mencoba menenangkan kepanikan yang melanda benak Vani.

Vani mencengkeram erat pundak tegap Devan, merasakan jantungnya berdegup begitu kencang sampai dadanya kembang kempis menahan sensasi luar biasa yang terus membanjiri tubuh bagian bawahnya.

"Ssssssstttttt...... Vani kan masih sekolah aaaaahhhhh......" Ucap Vani meracau pelan di sela desahannya, mencoba mengingatkan statusnya yang masih di ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suamiku, Tuan Mudaku    KESEKOLAH EMRAN

    Meskipun aroma mie goreng telur setengah matang buatan Daddy Damian begitu menggoda iman, rasa pundung di hati anak bujang itu rupanya masih tersisa sedikit. Vano memalingkan wajahnya ke arah lain dengan bibir yang masih mengerucut maju."Gak gak mau." Ucap Vano bersikeras menolak suapan sang ayah, mencoba mempertahankan harga dirinya yang sempat terluka.Melihat kembarannya masih mogok makan, Vani langsung mengambil tindakan tegas. Dia menatap lurus ke arah sepasang mata Vano dengan raut wajah yang mendadak ikut cemberut."Vano kalau Vano gak mau makan Vani juga gak akan makan." Ucap Vani mengancam, tahu betul kalau Vano paling tidak bisa melihat dirinya kelaparan.Vano langsung panik setengah mati karena takut Vani kesayangannya ikut-ikutan mogok makan dan takut kelaparan lagi seperti masa lalu."Jangan gitu atuh...." Ucap Vano yang langsung bangun dari posisi tidurannya dan tanpa aba-aba dia langsung peluk Vani dengan erat, menumpahkan segala rasa sayang dan protektifnya kepada san

  • Suamiku, Tuan Mudaku    VANO PUNDUNG

    "Om kalau nyiapin makan selalu minta makannya kita nanti malah sedikit om yang lebih banyak." Ucap Emran.Devan seketika menepuk jidatnya sendiri, menatap pasrah ke arah langit-langit langit ruangan dengan helaan napas berat karena lagi-lagi diskakmat oleh seorang balita."Astaga bocah segitunya pisan." Ucap Devan geleng-geleng kepala, tidak menyangka jika ingatan bocah gembul itu begitu tajam.Sebelum perdebatan paman dan keponakan itu memanjang, Pak Damian muncul dari arah dapur dengan langkah lebar. Kedua tangannya dengan cekatan membawa dua piring besar berisi mie pedas yang aromanya langsung menggugah selera, lalu meletakkannya di atas meja bundar dengan tegas."Udah jangan ribut Vano ini punya kamu. Punya Vani yang ini Daddy suapin." Ucap Damian membagi porsi dengan adil.Melihat piring makanannya dipisahkan dari piring Vani, Vano yang duduk di kursi langsung memasang wajah memelas. Dia menatap sang ayah dengan pandangan penuh harap."Vano pengen makan di suapin juga barengan Va

  • Suamiku, Tuan Mudaku    MESUM NYA DEVAN+++

    Mendengar teriakan histeris Devan yang menggelegar dari balik pintu kamar mandi, Mamih Eko langsung meletakkan gelas tehnya dengan cepat. Dengan langkah terburu-buru, wanita paruh baya itu langsung membuka pintu kamar mandi tersebut, menatap menantu Devan dengan dahi berkerut dalam."Ada apa lagi kata mamih juga sama mamih kamu ini." Ucap Mamih Eko mengomeli Devan yang tampak berdiri kaku di samping wastafel dengan wajah yang sudah pucat pasi mengalahkan wajah orang sakit.Devan langsung menoleh, matanya berkaca-kaca menunjuk ke arah lubang pembuangan air dan pakaian bawah Vani dengan ekspresi wajah yang dipenuhi kepanikan luar biasa seolah sedang melihat bencana besar."Mamih.... Huuuuuaaaa......lihat darahnya banyak kenapa gak abis-abis kasihan." Ucap Devan merengek heboh hampir menangis, merasa ngeri sekaligus iba melihat cairan merah pekat yang terus mengalir keluar dari tubuh istri kecilnya tanpa bisa dia bendung.Mamih Eko seketika menepuk jidatnya keras-keras, merasa tidak habi

  • Suamiku, Tuan Mudaku    DARAH HAID

    "Tenang Voni baik-baik saja kalau haid ya gini sakit itu normal ada yang bisa nahan rasa sakit itu ada yang gak yang pasti Voni baik-baik ajah gak kenapa-kenapa." Ucap dokter memberikan penjelasan medis yang sangat menyejukkan hati, menegaskan bahwa kondisi Vani sama sekali tidak membahayakan nyawanya.Namun, rasa penasaran dan kecemasan Devan rupanya belum sepenuhnya sirna. Pria itu menunjuk layar kalender di ponselnya dengan dahi berkerut, menuntut penjelasan lebih lanjut atas ketidaksesuaian tanggal yang ada di otaknya."Tapi kenapa harusnya haid tanggal 20 ini tanggal segini udah haid?" Tanya Devan penuh selidiki, merasa heran mengapa siklus bulanan istrinya bisa meleset cukup jauh dari jadwal biasanya."Hehehehe... Emang begini siklus haid emang kadang maju kadang mundur." Ucap dokter menjelaskan sifat alami hormon wanita yang memang sering kali tidak menentu akibat faktor kelelahan atau pikiran.Devan menghembuskan napas panjang, akhirnya bisa menerima penjelasan logis tersebut

  • Suamiku, Tuan Mudaku    KRAM PERUT

    Melihat wajah Vani yang tiba-tiba memucat dengan air mata yang mulai menetes menahan sakit, Vano yang baru saja kembali dari arah meja ujung langsung berlari tergesa-gesa. "Om... iiiiiiiiiiiihhhhhhh.... kenapa bikin Voni nangis." Ucap Vano yang lari sambil bawa kerupuk di tangannya, langsung menyalahkan Devan atas air mata yang membasahi pipi Vani.Devan yang jantungnya sudah mau copot karena panik luar biasa, tidak memedulikan tuduhan Vano. Dengan sigap, pria bertubuh tegap itu langsung merengkuh tubuh mungil istrinya."Eeeehhhh......bukan...... Voni kenapa." Tanya Devan yang tiba-tiba langsung gendong Voni di pangkuan nya, mendekap erat tubuh gadis itu dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran.Berada di pangkuan suaminya di tengah keramaian warung tenda yang dipenuhi banyak orang tentu saja membuat Vani merasa risi. Gadis itu menggeliat pelan, mencoba mendorong dada bidang Devan dengan sisa tenaganya."Lepas.... Voni gak apa-apa." Ucap Voni sembari merintih pelan, wajahnya bersembun

  • Suamiku, Tuan Mudaku    TERNYATA MIMPI+++

    "Gak apa-apa kan mas suami kamu." Ucap Devan dengan nada suara berat yang sarat akan bisikan godaan, mencoba menenangkan kepanikan yang melanda benak Vani.Vani mencengkeram erat pundak tegap Devan, merasakan jantungnya berdegup begitu kencang sampai dadanya kembang kempis menahan sensasi luar biasa yang terus membanjiri tubuh bagian bawahnya."Ssssssstttttt...... Vani kan masih sekolah aaaaahhhhh......" Ucap Vani meracau pelan di sela desahannya, mencoba mengingatkan statusnya yang masih di bawah umur dan mengenakan seragam putih-abu kepada suaminya tersebut.Devan mengangguk samar, bibirnya mulai beralih menelusuri rahang tegas Vani hingga kembali ke area leher sensitifnya."Iya mas juga tau....gak akan di masukin dulu...." Ucap Devan memberikan janji penenang sembari terus memberikan gesekan-gesekan presisi di area luar, membuat pertahanan akal sehat Vani benar-benar lumpuh seketika."Ssssssstttttt......jangan di gigit ssssssstttttt....." Ucap Vani melenguh tinggi saat merasakan hi

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Yang pasti bukan pengemis

    "Lo gak lihat gimana pacar kesayangan lo itu ngebuli dia? Dia cuma diam, Dev! Padahal posisinya dia itu istri sah lo," ucap Eko dengan nada kesal yang tertahan. "Vani bisa saja lempar gelas itu ke muka Lana kalau dia mau, tapi dia gak sebodoh itu. Dia cuma gak mau cari masalah karena dia tahu sekar

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Mencari kesempatan dalam kesempitan

    "Jam dua malam, Tuan," bisik Vani lirih sambil melirik jam di dinding klinik."Sudah, cepat jangan banyak protes. Kamu itu istri saya, jadi saya sah-sah saja memegang tubuh kamu," potong Devan dengan nada yang tak ingin dibantah."Tapi, Tuan..." Vani masih berusaha menolak."Gak ada tapi-tapian, ce

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Nginep di Klinik

    "Nanti gue ceritain semuanya," ucap Devan pendek, mencoba mengakhiri rasa penasaran Eko.Mereka pun melangkah mengikuti suster dan dokter menuju ruang rawat Vani. Beruntung klinik ini cukup besar dan fasilitasnya lengkap, sehingga ada ruang inap yang memadai."Maaf, Tuan... tolong dijaga ya, jangan

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Gara-gara gelas hampir nyawa melayang

    "Sayang, ada apa?" tanya Devan dengan nada khawatir begitu menghampiri pacarnya."Ini, Sayang... pembantu kamu ceroboh banget! Dia mecahin gelas kesayangan aku, Sayang," adu Lana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Plak! Tanpa aba-aba dan tanpa bertanya lebih dulu, tangan Devan melayang kera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status