แชร์

Bab 24 s2

ผู้เขียน: Mommy_Ar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-23 09:15:05

Naka tidak menjawab pertanyaan itu.

Pria itu justru berjalan cepat menghampiri Arshy dengan langkah-langkah lebar yang mengintimidasi.

Langkahnya baru terhenti tepat di hadapan Arshy, membuat gadis itu harus mendongak untuk menatap wajah tampan yang kini dipenuhi raut tegang.

"Kamu mau ke mana?" tanya Naka menuntut jawaban, tatapannya terkunci rapat pada wajah Arshy.

Arshy panik setengah mati.

Ia buru-buru menunduk dan mengusap lelehan air mata yang masih menyisa di pip
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Mmh_Ara😊😊
udah tenang aja ya Arshy,,nanti kau bersama Naka,,,
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 26 s2

    Usai menyantap porsi rawon hangat hingga bersih tak tersisa, Arshy menyandarkan punggungnya di kursi kayu seraya menghembuskan napas lega. Wajahnya yang tadinya pucat dan sembap kini tampak lebih segar. Naka merapikan dasinya, lalu meletakkan beberapa lembar uang kertas pecahan ratusan ribu di atas meja tanpa menunggu kembalian. Ia bangkit berdiri seraya menatap Arshy yang masih terpaku melihat nominal uang di meja. "Ayo," ajak Naka singkat. "Tapi Mas, ini kembaliannya masih banyak banget—" "Biarkan saja untuk tip pelayannya. Cepat berdiri, kita harus menuju bandara sekarang," potong Naka dingin seraya melangkah lebih dulu menuju pintu keluar. Arshy mengelus dada pelan, menyandang kembali ransel tuanya dan bergegas menyusul langkah lebar Naka. Di dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Juanda, keheningan kembali menguasai kabin sedan hitam tersebut. Namun kali ini, suasana tidak lagi t

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 25 s2

    "Beda!" potong Naka tegas, tidak mau dibantah. "Kamu itu hanya izin mau ke Surabaya. Tapi kamu tidak bilang kapan berangkatnya, naik apa, dan mau berapa lama di sana. Itu namanya bikin orang bingung." Arshy bungkam seketika. Ia kembali menundukkan kepalanya seraya meremas jarinya sendiri. Ada rasa bersalah yang menyelusup di dadanya ketika menyadari bahwa tindakannya kemarin mungkin memang sudah membuat pria di sampingnya ini kerepotan dan cemas walau Naka tak akan pernah mau mengakui rasa cemas itu secara terang-terangan. Naka melirik sekilas ke arah Arshy. Melihat raut penyesalan di wajah gadis itu, nada suaranya sedikit melunak. "Kamu sudah makan?" tanya Naka. Arshy menggeleng pelan tanpa mendongak. "Aku lagi gak mau makan," jawab Arshy pelan dengan suara lemas. Rasa sakit hati akibat tamparan Tasya tadi sore benar-benar menyedot seluruh nafsu makannya. Krucuuuk... krucuk... Na

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 24 s2

    Naka tidak menjawab pertanyaan itu. Pria itu justru berjalan cepat menghampiri Arshy dengan langkah-langkah lebar yang mengintimidasi. Langkahnya baru terhenti tepat di hadapan Arshy, membuat gadis itu harus mendongak untuk menatap wajah tampan yang kini dipenuhi raut tegang."Kamu mau ke mana?" tanya Naka menuntut jawaban, tatapannya terkunci rapat pada wajah Arshy.Arshy panik setengah mati. Ia buru-buru menunduk dan mengusap lelehan air mata yang masih menyisa di pipinya dengan ujung lengan bajunya, berusaha menyembunyikan jejak tangis akibat pertengkarannya dengan Tasya beberapa saat lalu."Aku... aku mau kembali ke Jakarta," sahut Arshy dengan suara serak yang bergetar parah, mencoba berbohong walau sangat tidak mahir.Naka menatap Arshy penuh selidik. Matanya yang tajam langsung menangkap lingkaran merah di sekitar mata gadis itu serta bekas rona merah kusam di pipi kirinya. Aura dingin Naka seketika menajam."Kamu menangis?" desis Naka

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 23 s2

    Suara tamparan keras memecah udara sore di lorong sempit menuju dapur panti. Tamparan tangan Tasya mendarat telak di pipi kiri Arshy, memicu bunyi sengatan nyaring yang membuat suasana seketika membeku. Kulit pipinya yang putih halus langsung memerah padam, meninggalkan rasa panas yang membakar. Arshy memegangi pipinya yang berdenyut sakit. Ia menatap Tasya dengan mata membelalak lebar, penuh keterkejutan dan ketidakpercayaan yang mendalam. "Tasya, kamu—" "Apa?!" potong Tasya seraya menyorongkan tubuhnya ke depan, matanya menyalang merah berapi-api. "Aku benar-benar sudah muak banget sama kamu, Ar! Kenapa sih kamu gak hilang aja sekalian?!" Arshy menatap Tasya dengan mata berkaca-kaca. Dadanya bergemuruh hebat menahan rasa sesak yang menghimpit. Saudari yang dibesarkannya dalam satu atap sejak balita, kini menatapnya seolah-olah dirinya adalah monster paling hina di muka bumi. "Kemarin kam

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 22 s2

    "Bun, Naka ada tugas keluar kota. Jadi, Naka gak pulang malam ini," tulis Naka pada pesan WA pada ibunya.Jemarinya lalu bergerak cepat mematikan layar ponsel, melemparkannya begitu saja ke atas jok kulit kendaraan. Penerbangan udara dari Jakarta menuju Surabaya hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam. Rasa jengkel, penasaran, dan keinginan untuk menegaskan dominasinya membuat Naka tak sudi menunda perjalanannya walau hanya sehari.Tepat jam lima sore, sebuah mobil sedan hitam pribadi milik Naka memasuki kawasan panti asuhan yang tenang di pinggiran Kota Pahlawan. Deru mesin halus dan kilau bodi kendaraan mewah itu seketika memecah keheningan sore.Tasya yang sedang menyapu halaman bersama adik-adiknya terkejut melihat kedatangan mobil mewah tersebut. Matanya membelalak lebar menyadari betapa mahal kendaraan yang kini terparkir mulus di halaman panti yang berdebu."Tamu Bunda, banyak juga ya?" gumam Tasya pada dirinya sendiri. Rasa pena

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 21 s2

    Sementara itu, di pusat kota Jakarta yang padat dan bising. Suasana terik matahari siang menembus kaca-kaca tinggi gedung pencakar langit, menciptakan hawa menyengat yang terasa sangat panas. Namun, hawa panas ibu kota itu masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan luapan emosi yang membakar dada Nakara Argantara saat ini.Naka berdiri membelakangi meja kerjanya. Kedua tangannya terbenam kokoh di dalam saku celana bahan mewahnya. Tatapannya lurus menatap pemandangan garis cakrawala Kota Jakarta dari balik dinding kaca raksasa di lantai teratas gedung perusahaannya. Raut wajahnya tertekuk kaku, sangat dingin dan pekat akan ketegangan, seperti menahan ledakan amarah yang siap pecah kapan saja.Sejak kemarin sore, kepalanya sama sekali tidak bisa diajak berdamai. Bayangan wajah polos Arshy yang memerah padam di dalam mobil, detak jantung gadis itu yang berpacu liar, hingga detik-detik saat jarak bibir mereka menipis semuanya terus berputar tanp

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Dia pacarku!

    Matahari sore baru saja terbenam ketika Nayra melangkah keluar dari area Mall Sentra.Shift kerjanya di butik tas mewah terasa berjalan lebih cepat hari ini, atau mungkin pikirannya saja yang terlalu terbagi sehingga tidak fokus pada waktu. Sepanjang hari, bayangan wajah lebam Arga dan rasa bersal

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Tiba-tiba khawatir

    JEDUARRR!Bagai disambar petir di siang bolong, jantung Nayra mendadak mencos. Kalimat Mbak Dewi barusan terasa seperti hantaman keras yang meruntuhkan semua asumsi liar dan pikiran kotor yang bersarang di kepalanya sejak semalam.‘’Di keroyok?" beo Nayra, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Suara ITU lagi!

    ‘’Ngaco kamu Tar! Udah ah, ayo buruan kerja!’’Hari kerja berlalu bagai siksaan yang panjang bagi Nayra. Berdiri berjam-jam di atas sepatu pantofel sembari melayani pelanggan butik yang cerewet benar-benar menguras sisa energinya. Ketika jam pulang akhirnya tiba pada pukul sembilan malam, Nayra m

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bau apa nih??

    Mbak Dewi justru terkekeh pelan melihat ekspresi panik Nayra yang berlebihan. "Bercanda, Nay, bercanda. Biar kamunya gak tegang. Makanya ini kita bangunin dia, kita pastikan sendiri kondisi dia gimana.’’‘’ Mas Arga... Mas!"Tok, tok, tok!Baru saja Mbak Dewi mengangkat tangannya untuk mengetuk ke

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status