Share

Bab 22 s2

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-08-21 16:41:25

"Bun, Naka ada tugas keluar kota. Jadi, Naka gak pulang malam ini," tulis Naka pada pesan WA pada ibunya.

Jemarinya lalu bergerak cepat mematikan layar ponsel, melemparkannya begitu saja ke atas jok kulit kendaraan.

Penerbangan udara dari Jakarta menuju Surabaya hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam.

Rasa jengkel, penasaran, dan keinginan untuk menegaskan dominasinya membuat Naka tak sudi menunda perjalanannya walau hanya sehari.

Tepat jam lima sore, sebuah mobil sed
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 23 s2

    Suara tamparan keras memecah udara sore di lorong sempit menuju dapur panti. Tamparan tangan Tasya mendarat telak di pipi kiri Arshy, memicu bunyi sengatan nyaring yang membuat suasana seketika membeku. Kulit pipinya yang putih halus langsung memerah padam, meninggalkan rasa panas yang membakar. Arshy memegangi pipinya yang berdenyut sakit. Ia menatap Tasya dengan mata membelalak lebar, penuh keterkejutan dan ketidakpercayaan yang mendalam. "Tasya, kamu—" "Apa?!" potong Tasya seraya menyorongkan tubuhnya ke depan, matanya menyalang merah berapi-api. "Aku benar-benar sudah muak banget sama kamu, Ar! Kenapa sih kamu gak hilang aja sekalian?!" Arshy menatap Tasya dengan mata berkaca-kaca. Dadanya bergemuruh hebat menahan rasa sesak yang menghimpit. Saudari yang dibesarkannya dalam satu atap sejak balita, kini menatapnya seolah-olah dirinya adalah monster paling hina di muka bumi. "Kemarin kam

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 22 s2

    "Bun, Naka ada tugas keluar kota. Jadi, Naka gak pulang malam ini," tulis Naka pada pesan WA pada ibunya.Jemarinya lalu bergerak cepat mematikan layar ponsel, melemparkannya begitu saja ke atas jok kulit kendaraan. Penerbangan udara dari Jakarta menuju Surabaya hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam. Rasa jengkel, penasaran, dan keinginan untuk menegaskan dominasinya membuat Naka tak sudi menunda perjalanannya walau hanya sehari.Tepat jam lima sore, sebuah mobil sedan hitam pribadi milik Naka memasuki kawasan panti asuhan yang tenang di pinggiran Kota Pahlawan. Deru mesin halus dan kilau bodi kendaraan mewah itu seketika memecah keheningan sore.Tasya yang sedang menyapu halaman bersama adik-adiknya terkejut melihat kedatangan mobil mewah tersebut. Matanya membelalak lebar menyadari betapa mahal kendaraan yang kini terparkir mulus di halaman panti yang berdebu."Tamu Bunda, banyak juga ya?" gumam Tasya pada dirinya sendiri. Rasa pena

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 21 s2

    Sementara itu, di pusat kota Jakarta yang padat dan bising. Suasana terik matahari siang menembus kaca-kaca tinggi gedung pencakar langit, menciptakan hawa menyengat yang terasa sangat panas. Namun, hawa panas ibu kota itu masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan luapan emosi yang membakar dada Nakara Argantara saat ini.Naka berdiri membelakangi meja kerjanya. Kedua tangannya terbenam kokoh di dalam saku celana bahan mewahnya. Tatapannya lurus menatap pemandangan garis cakrawala Kota Jakarta dari balik dinding kaca raksasa di lantai teratas gedung perusahaannya. Raut wajahnya tertekuk kaku, sangat dingin dan pekat akan ketegangan, seperti menahan ledakan amarah yang siap pecah kapan saja.Sejak kemarin sore, kepalanya sama sekali tidak bisa diajak berdamai. Bayangan wajah polos Arshy yang memerah padam di dalam mobil, detak jantung gadis itu yang berpacu liar, hingga detik-detik saat jarak bibir mereka menipis semuanya terus berputar tanp

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 20 s2

    Pagi harinya, sinar matahari hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar yang agak kusam. Saat membuka matanya, Arshy melirik ke arah ranjang di seberangnya. Ranjang milik Tasya tampak kosong dan masih tertata rapi, seolah-olah tidak pernah ditiduri semalaman.Arshy menghela napas berat. Kejadian semalam, tatapan benci Tasya, serta tuduhan kejam yang dilontarkan saudarinya itu kembali membayangi pikirannya. Namun, Arshy berusaha menepis perasaan sedih itu. Ia bergegas bangkit, mengambil handuk, lalu mandi dan merapikan diri.Setelah selesai, Arshy keluar menuju dapur untuk membantu menyajikan makanan. Di sana, Mbak Sri sedang sibuk memindahkan nasi goreng hangat ke dalam mangkuk besar."Pagi, Mbak Sri," sapa Arshy menetralkan nada suaranya agar tetap terdengar ceria.Mbak Sri menoleh dan tersenyum hangat. "Eh, pagi, Ar. Ayo sarapan dulu, ini nasi gorengnya sudah matang."Arshy mengedarkan pandangannya ke sekeliling dapur yang sepi. "Bunda mana, Mbak?""Bunda lagi berjemur di h

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 19 s2

    Setelah melepas rindu dengan Bunda Rahayu dan anak-anak panti, Arshy melangkah menyusuri koridor menuju kamar tidurnya. Senyum kebahagiaan masih mengembang di bibirnya. Rasa lelah akibat perjalanan belasan jam dari Jakarta seakan lenyap berganti kehangatan yang memenuhi dada.Begitu mendorong pintu kayu kamarnya, Arshy melihat Tasya sedang duduk di kursi meja belajar. Gadis itu memunggungi pintu, menyandarkan kepalanya pada telapak tangan seraya menatap kaku ke arah dinding."Tasya, aku punya hadiah buat kamu," panggil Arshy ramah.Arshy melangkah masuk dengan semangat. Ia menaruh tas ransel tuanya di atas kasur, lalu membuka seliting tas tersebut untuk mengeluarkan sebuah kotak sepatu yang terbungkus rapi. Dengan pendar mata berbinar, ia menghampiri Tasya dan menyodorkan kotak itu."Nih buat kamu," kata Arshy seraya tersenyum manis.Tasya melirik Arshy sedikit. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi, lalu pandangannya berganti melirik kota

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 18 s2

    Setibanya di dalam kamar kontrakan sempitnya, Arshy langsung merapatkan tubuhnya ke daun pintu kayu yang terkunci rapat. Tubuhnya meluncur pelan hingga terduduk kaku di lantai, sementara kedua tangannya mencengkeram erat bagian dada kemejanya."Tadi aku mau ngapain?" bisik Arshy pada keheningan kamar.Sensasi hangat jemari Naka yang menyentuh rahangnya dan kehangatan hembusan napas pria itu di permukaan bibirnya masih terasa begitu nyata. Pipinya seketika membara panas.Arshy mengangkat kedua tangannya, memukul-mukul pelan pelipisnya sendiri dengan wajah merona padam."Astaga, Arshy! Otak kamu tolong dikondisikan!" serunya frustrasi pada diri sendiri.Ia bangkit berdiri dengan napas terengah-engah, melangkah gelisah menyusuri ruangan berukuran tiga kali empat meter itu. Langkahnya terhenti di depan cermin tua yang tergantung di dinding dekat lemari plastik. Ia menatap bayangan dirinya sendiri seorang gadis desa sederhana dengan pakaian murah, sangat bertolak belakang dengan sososok

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Suara aneh

    Krieeet... krieeet..."Eughhh!""Sshhhh..."Mata Nayra langsung terbuka lebar, menatap lurus ke langit-langit kamar yang temaram. Dalam sekejap, rasa kantuk yang tadinya menggelayuti kelopak matanya menguap tanpa bekas.Tubuhnya menegang di balik selimut tipis. Jantungnya mulai bertalu cepat, buk

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Dia pacarku!

    Matahari sore baru saja terbenam ketika Nayra melangkah keluar dari area Mall Sentra.Shift kerjanya di butik tas mewah terasa berjalan lebih cepat hari ini, atau mungkin pikirannya saja yang terlalu terbagi sehingga tidak fokus pada waktu. Sepanjang hari, bayangan wajah lebam Arga dan rasa bersal

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bau apa nih??

    Mbak Dewi justru terkekeh pelan melihat ekspresi panik Nayra yang berlebihan. "Bercanda, Nay, bercanda. Biar kamunya gak tegang. Makanya ini kita bangunin dia, kita pastikan sendiri kondisi dia gimana.’’‘’ Mas Arga... Mas!"Tok, tok, tok!Baru saja Mbak Dewi mengangkat tangannya untuk mengetuk ke

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Tiba-tiba khawatir

    JEDUARRR!Bagai disambar petir di siang bolong, jantung Nayra mendadak mencos. Kalimat Mbak Dewi barusan terasa seperti hantaman keras yang meruntuhkan semua asumsi liar dan pikiran kotor yang bersarang di kepalanya sejak semalam.‘’Di keroyok?" beo Nayra, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status