LOGINSudah dua minggu dirinya berada di Rumah Utama Keluarga Herlambang. Dia sudah kembali beraktifitas di kantornya lagi. Masih mengabaikan pesan-pesan dari mantan mertuanya. Semua pesan-pesan ancaman dan bujukan agar mencabut perkara pada Aldi maupun Cherryl diteruskan kepada pengacara keluarga.
Renovasi rumah orangtuanya sudah dimulai. Om Tara dan Om Pram tidak main-main dalam mengerjakan sesuatu. Semuanya ditangani oleh tenaga profesional yang handal. Arsitek
SEBUAH PULAU DI KEPULAUAN SERIBUSeluruh pulau ini adalah milik Arya Surya. Bukan dari hasil jual beli melainkan dari sita aset seorang pejabat yang kalah judi. Jumlah hutang judi pejabat itu tidak main-main, 1.7 juta dolar Amerika. Tanpa kesulitan, kepemilikannya berubah dengan cepat. Legalitas bisa dibeli. Ijin bangunan di atasnya juga bisa dibeli. Sedangkan penduduk setempat yang sudah puluhan tahun menemp;ati pulau itu bisa diusir dengan mudah seperti mengusir ayam yang masuk ke dalam pekarangan.Bangunan resort merupakan bisnis sampingan dari tempat ini. Bisnis utamanya adalah perjudian dan pelacuran. Dia menamakan tempat ini Paradise. Surga dunia bagi para penikmatnya. Pelanggannya bukan hanya para pejabat, para crazy rich ataupun selebriti lokal, melainkan juga manca negara. Hanya orang-orang tertentu saja yang mendapatkan akses ke pulau ini. Tetapi walaupun begitu, tempat ini selalu full reservation di kala weekend apalagi long weekend.Jessica menaikkan bahu bathrobe-nya yan
“Lalu darimana kau mendapatkan info?” Ananta memicingkan matanya.“Aku menugaskan Agung masuk ke tempat mereka berkumpul untuk mencuri dengar. Warung nasi di belakang mabes.”“GILA KAU, MA! AGUNG MASIH KECIL.”“Dia bukan anak kecil lagi, Pa! Dia tahu tanggung jawab. Dia tahu kalau setiap orang harus andil berperan dengan kondisi seperti ini. Wajahnya tidak dikenali oleh siapapun. Dan dia berhasil menghimpun banyak informasi di sana.”Jeda lagi.“Dia lebih berguna daripada Aldi…,” suara Ananta terdengar aneh bahkan untuk dirinya sendiri, seperti penuh kerinduan terhadap anak yang selalu tidak dihiraukan olehnya karena kesibukannya.“Tentu saja. Dito dan Agung adalah anak hasil didikanku. Sedangkan Aldi adalah anak hasil didikanmu. Kasih sayangmu tercurah hanya kepada Aldi. Sedangkan kepada kedua adiknya, kau seperti setengah hati menyayanginya.”“Bukan begitu, Ma. Aku tidak pernah ber…”“Diamlah, Pa. Simpan kalimat pembelaanmu itu. Kami tidak membutuhkannya!”Mereka terdiam lagi. Kali
“Nona, ma’afkan kami tidak bisa menjaga Nona dengan baik,” Anwar menunduk.Umar di sampingnya, dengan tangan dalam balutan gips, menganggukkan kepalanya.“Seharusnya, saat saya memberitahukan Nona tentang mobil-mobil besar di belakang kita, seharusnya kita bertukar posisi. Seharusnya, Nona berada di depan kami.”Dia mengeleng.“Nggak, Wan. Ada mobil pickup putih yang langsung memotong jalurku. Diikuti dengan mobil boks besar yang ikut memotong jalur. Kita berada di kawasan satu arah jalan. Tidak ada tempat putar balik di kawasan itu. Sengaja mereka memilih tempat eksekusi kematianku berada di kawasan satu arah agar lebih mudah pelaksanaannya dan ditutupi dari para saksi mata dengan menggunakan mobil-mobil boks besar yang menghalangi pandangan pengguna jalan dari jalur sebelah.”Dia melanjutkan lagi.“Berhenti menyalahkan diri kalian. Situasi kita saat itu terdesak. Tidak ada jalan keluar. Jalan di depanku dihadang oleh pickup putih dan mobil boks besar yang sengaja berjalan di jalur k
BAB 80 – PEMBALASAN Tapi temannya tidak tertawa. Mata temannya menatap lurus pada matanya. Telunjuknya terarah kepadanya.“Para pria dari Italia itu tidak akan memakaikanmu ‘Kutang Dari Neraka’ seperti yang dipakai oleh Wawan. Khusus untukmu ada perlakuan khusus. Spesial untuk algojo yang dikirim untuk Nona Maharani. Julukanmu ‘Hantu Bayangan’, kan?” dia berhenti sejenak untuk menikmati kilatan terkejut dari mata dan wajah Toni.“Kami sudah mengetahuinya. Catatan-catatan tentangmu baru saja masuk. Info-info hasil ‘prestasimu’ juga baru masuk. Ada salam dari keluarga yang anak perempuannya kau buat cacat seumur hidup agar permintaan Ananta dituruti oleh ayah anak itu. Alih nama lahan di Agam, Sumatera Barat.”Tengkuknya merinding. Dia ingat. Ingat semuanya. Keluarga sederhana dengan tanah luas di Kabupaten Agam. Pekerjaan kotornya untuk memuluskan kepemilikan lahan sawit untuk Arya Surya lewat Ananta. Anak perempuan umur 8 tahun yang ia culik dari sekolahnya. Ia buat panggilan video
Semua Keluarga Herlambang dan Kak Ishaak berkumpul di ruang rawat inap yang baru. Pihak rumah sakit memindahkannya ke ruang rawat inap di ruangan seberang yang kebetulan kosong. Tante Amara dan Embun sibuk memindahkan barang-barangnya. Dia dikelilingi oleh para wanita Herlambang. Sementara para Herlambang pria dan Orion tengah menonton rekaman CCTV rumah sakit yang mengikuti alur Toni. Lorenzo mendapatkannya setelah ia meminta kepada direktur rumah sakit. Berdua dengan Lintang mereka menuju ruang kendali CCTV. Sekarang, salinan itu sudah ada dalam bentuk flashdisk dan sedang diputar di layar TV. “That’s him,” Lorenzo menunjuk layar TV yang menampakkan seorang pria bertopi hitam dan berjaket hitam seperti sedang menunggu di kursi tunggu di dekat loket pendaftaran. “Penyamarannya hebat…,” Om Tara menggelengkan kepalanya.“Itu para istri dan Embun keluar dari lift. Dia menatap
Dia berjalan sambil melirik ke arah CCTV. Kemudian menatap pantulannya dirinya di pilar lobby yang dilapisi metal chrome. Penampilannya terlihat meyakinkan sebagai perawat rumah sakit elit. Terlihat profesional, berdedikasi dan cekatan. Dia tersenyum pada pantulannya pada pilar. Untuk tugas ini, selama dua jam terakhir, sementara Nyonya Ratna dan Tuan Ananta mempersiapkan keperluan tugas ini, dia menghabiskan waktu untuk menonton cuplikan film ataupun drama tentang rumah sakit hanya untuk melihat bagaimana perawat pria bertingkah laku di koridor ataupun di kamar pasien.Dirinya selalu totalitas dalam berperan. Itu sebabnya, kegagalannya 0%. Dia selalu berhasil menjalankan misi. Uang di rekeningnya semakin gendut. Dia mengakui kecerdasan otak Nyonya Ratna dalam merancang adegan, merencanakan detil. Tanpa Nyonya Ratna, Tuan Ananta bukanlah apa-apa. Karena memang dia tidak bisa apa-apa. Yang dia lihai hanya urusan bertukar peluh dan lendir dengan para daun muda.Dia tidak mau menbantu A
Perjalanan menuju makam di mobil Orion sunyi. Orion membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri. Memberinya waktu untuk merenung dan berpikir. Memberinya kesempatan untuk membenahi pikirannya tanpa membebani dengan aneka obrolan yang dipaksakan harus ada demi sopan sant
Rekaman CCTV dimulai saat Kak Ishaak menyerang Aldi. Audionya terdengar jelas. Mereka menonton bersama. Minus Mbak Anggita yang pulang duluan. . Semua yang diucapkan dirinya melalui hipnotis yang dilakukan oleh Dokter Sita benar adanya. Hal yang tidak pernah ia tahu
Meeting berjalan lancar. Klien sangat menyukai desain-desain dari para desainer The Esthetic Jewelry. Mereka bahkan meminta tambahan perhiasan di luar pesanan mereka dengan bahan mutiara laut asli Indonesia.Rasa mual yang dirasakan olehnya saat di lift tadi mendadak
Kak Ishaak menghubunginya begitu ia sampai di kantor. Dia bergegas ke ruangannya. Mengabaikan Cherryl yang baru keluar dari ruangan Mas Aldi dengan rok pendek dan tabrak corak yang menyakitkan mata untuk dilihat. “Kak Ishaak…,” suaranya tercekat, “Ma’af. Ma’afka







