Home / Male Adult / Swing Partner / BAB 39 – GO PUBLIC

Share

BAB 39 – GO PUBLIC

Author: Ough See Usi
last update publish date: 2026-06-24 15:00:56

Para wartawan semakin banyak berkumpul di depan pintu masuk. Selentingan kabar yang menyebut nama Ananta dan istri, mantan pejabat dan masih menjadi CEO Sawit Pertiwi itu menjadi magnet tersendiri di kalangan pers untuk berkumpul di depan Polda. Bahkan beberapa stasiun TV mengirimkan reporternya untuk meliput.

Mantan pejabat yang dikenal bersih dalam tanda kutip karena licin berkilah dan memainkan peran di belakang layar itu membu

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Swing Partner   BAB 39 – GO PUBLIC

    Para wartawan semakin banyak berkumpul di depan pintu masuk. Selentingan kabar yang menyebut nama Ananta dan istri, mantan pejabat dan masih menjadi CEO Sawit Pertiwi itu menjadi magnet tersendiri di kalangan pers untuk berkumpul di depan Polda. Bahkan beberapa stasiun TV mengirimkan reporternya untuk meliput.Mantan pejabat yang dikenal bersih dalam tanda kutip karena licin berkilah dan memainkan peran di belakang layar itu membuat pers menjadi penasaran, siapa yang berani mengusik kehidupannya yang selalu terlihat tenteram itu.“Pak Darwis, bisa tolong jelaskan lebih lanjut, Pak. Bisa Anda kenalkan kepada kami klien Anda?” tanya seorang wartawan dengan nada tidak sabar.Seorang petugas berbicara dengan Pak Darwis kemudian mengarahkan semuanya ke ruang lobby untuk mengadakan konferensi pers dadakan. Sudah ada meja panjang dan kursi-kursi untuk pihak pelapor di depan

  • Swing Partner   BAB 38 – DIMULAI

    Perjalanan ke gedung The Esthetic Jewelry lancar tanpa hambatan apapun. Dia sudah menerima laporan tentang progress pembuatan reproduksi bross milik Keluarga Petralis. Beberapa bagian sudah diselesaikan. Logo Petralis dengan ukiran pada huruf P-nya adalah bagian yang terumit. Belum selesai prosesnya hingga saat mereka tiba.“Aku sangat terkesan dengan proses pembuatannya yang cepat dan sangat presisi per bagiannya,” Orion Petralis menyingkirkan kaca pepbesar berbentuk persegi panjang untuk memudahkannya melihat detil pengerjaan divisi produksi.“Kau benar. Aku bisa betah duduk berjam-jam hanya untuk mengamati bagaimana mereka bekerja. Memanaskan logam-logam mulia itu lalu membentuknya menjadi beberapa bagian kecil. Digiling, dipukul. Digiling lagi hingga mendapat ukuran diameter yang diinginkan. Kemudian mulai dibentuk dengan hati-hati,” Lintang tersenyum lebar.“Kakak Se

  • Swing Partner   BAB 37 – BANGKAI YANG TERCIUM AROMANYA

    Menjelang sore, semua kegiatannya memeriksa kafe miliknya di beberapa daerah elit Jakarta selesai. Hanya beberapa tempat yang memberi keuntungan. Beberapa tempat impas antara pemasukan dan pengeluarannya. Dan banyak yang sepi dari pengunjung.Bagi dia dan suami, tempat-tempat miliknya yang sepi dari pengunjung bukanlah kerugian. Toh mekanismenya, mereka mendapatkan untung dari mengelola tempat usaha yang seolah adalah milik mereka. Padahal, semua operasional ada yang membiayainya. Tempat yang sepi dan jauh dari keuntungan tetap terlihat keren, bersinar dan berkelas karena ada transaksi yang tak terlihat di permukaan. Transaksi besar. Permainan kakap dan kelas tinggi yang tidak semua orang bisa melihatnya. Uang bernilai milyaran berputar di tempat-tempat yagn terlihat sepi pengunjung itu. Arus cash flow-nya cepat hingga tak terlacak siapapun.Dan dirinya sebagai pengelola, mendapatkan fee 2% dari seti

  • Swing Partner   BAB 36 – MALL SIANG ITU

    Nyonya Ratna baru saja keluar dari kafe miliknya. Kafe dengan konsep keluarga yang berada di kawasan mall modern di Jakarta Selatan. Di kafe milik ini, perputaran uang lumayan menggairahkan daripada di kafe miliknya di tempat lain.Dia baru saja memeriksa laporan keuangan mingguan di sana. Semua berjalan lancar. Semua terlihat memuaskan. Semuanya terasa lancar kecuali tadi saat suaminya memberitahu bahwa orang yang diutus untuk menguntit menantunya tidak bisa dihubungi dan belum memberi laporan.Geram. Kenapa yang berhubungan dengan menantunya itu selalu menjadi berantakan urusannya? Sebelum nama belakang menantunya terkuak sebagai “Herlambang yang itu” urusan dengan menantunya selalu lancar dan baik-baik saja. Bahkan saat dia meminta liburan ke Pattaya pun tanpa banyak bicara, menantunya memberi tiket dan akomodasi plus uang saku selama seminggu di sana bersama suaminya.Menantunya yang ia nilai kaya

  • Swing Partner   BAB 35 – DEEP TALK

    Perjalanan menuju makam di mobil Orion sunyi. Orion membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri. Memberinya waktu untuk merenung dan berpikir. Memberinya kesempatan untuk membenahi pikirannya tanpa membebani dengan aneka obrolan yang dipaksakan harus ada demi sopan santun.Dia terdiam. Kedua tangannya saling meremat di atas pangkuannya. Sementara Orion sesekali melirik ke arahnya.Mobilnya yang dikemudikan Lintang berada di depan mereka. Sementara mobil paling depan adalah mobil pengawalnya sebagai pembuka dan pemandu jalan, sementara mobil paling belakang adalah mobil pengawal Orion.Pak Darwis tidak berada di rombongan mereka. Dia harus berada di Prisma Glass karena dipanggil oleh Om Tara.Siang itu cuaca cerah. Langitnya begitu biru begitu mereka memasuki areal pemakaman.“Sudah?” suara berat Orion membuatnya tersentak.

  • Swing Partner   BAB 34 – TERUS MEMBAYANG

    “Maharani?” suara Orion terdengar berat tetapi menenangkan.“Ya?” dia yang berjalan di sampingnya menoleh.“Kau sudah tidak apa-apa? Kau sudah baik-baik saja?” Orion meneliti matanya.“Aku… sepertinya begitu,” dia mengangguk, mencoba tersenyum dengan canggung.Pak Darwis dan Mr. Binochi mengikuti dari belakang dengan jarak yang lumayan jauh. Seakan memberi privacy time kepada mereka berdua.Orion Petralis dan dirinya menuruni tangga. Orion bertindak sangat menjaganya.“Aku senang kau sudah baik-baik saja. Kau membuat kami semua cemas. Ma’afkan aku karena membuat kita semua berhenti di depan pintu kamar itu. Aku lupa…,” Orion Petralis mengusap tengkuknya.Begitu tangannya menyentuh susuran tangga yang melengkung, suara Orion lenyap. Kenangan malam itu datang kembali. Kali ini lebih tajam.&nbs

  • Swing Partner   BAB 33 – FEELS LIKE HOME

    “Bukan begitu… Ini tidak seperti itu…,” gugup.“Ini tidak seperti itu?” alis Orion terangkat sebelah.“Maksudku, ini tidak seperti yang kau bayangkan…,” matanya mengerjap lagi.“Jadi… kau tahu apa yang sedang kubayangkan? Memangnya apa yang sedang kubayangkan?” suara Orion terdengar rendah dan bera

  • Swing Partner   BAB 32 – PERINGATAN YANG TAK DIDENGAR DENGAN BAIK

    Mereka semua sampai di kamar utama. Pelayan membersihkan kamar ini dengan baik. Tidak ada debu, jendela besar juga dibuka untuk menukar hawa selama AC tidak dinyalakan. Balkon yang menghadap kolam renang di bawahnya juga terlihat rapi dengan tanaman-tanaman sukulen juga pakis yang tera

  • Swing Partner   BAB 31 – FOTO 

    Mereka makan setelah dia menyuruh pelayan untuk menyingkirkan kursi yang biasa diduduki Aldi jauh-jauh dari pandangannya. Dia juga memerintahkan untuk menurunkan dan membuang semua foto-fotonya bersama Aldi yang ada di ruang tengah.“Mengubur masa lalu?” Lintang t

  • Swing Partner   BAB 30 – SESAMA HATI PATAH

    Mereka semua berkumpul di ruang tengah. Dia duduk di sofa favoritnya, sayangnya, itu menghadap pada foto-foto prewed, saat memakai gaun pengantin juga foto-foto afterwed. Dia memejamkan mata sejenak. Mengatur nafasnya yang terasa sesak. Senyum dan tawanya terlihat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status