Home / Male Adult / Swing Partner / BAB 61 – PERLAWANAN DARI RASA SAKIT

Share

BAB 61 – PERLAWANAN DARI RASA SAKIT

Author: Ough See Usi
last update publish date: 2026-07-16 15:00:27

Kedua adik Aldi duduk termenung di pinggir bed pasien. Mata mereka menatap ke tubuh Mama mereka yang masih belum sadarkan diri sejak mereka diberitahu oleh Papa mereka bahwa Mama mengalami kecelakaan.

Ruangan hening. Hanya terdengar suara nafas teratur Ratna dan suara peralatan medis. Masih terlihat jejak darah di sudut bibirnya. Darah yang mengering. Wajah Ratna bengkak sebelah. Tamparan Arya Surya benar-benar keras. Jejak lima jari tampak di

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Swing Partner   BAB 66 – NO WAY OUT

    Sudah dua hari sejak peristiwa itu, dia tidak menerima telepon ataupun pesan dari Orion Petralis. Dia terlihat begitu sibuk ataupun berusaha terlihat sibuk seolah sedang mengalihkan pikirannya kepada pekerjaannya. Siang ini, Vera memberitahu ada email dari keluarga Petralis tetapi bukan dari Orion. Brisia Petralis, adik Orion yang memesan satu set perhiasan dengan tema musim panas. Dan dia meminta untuk berkomunikasi langsung dengannya. Sayangnya, jadwalnya sudah padat hingga lusa nanti. “Buatkan jadwal untuknya setelah lusa. Sesuaikan saja dengan jadwal Nona Petralis,” nada suaranya terdengar formal.Vera menatap bosnya. Lalu menganggukkan kepala. Dia tidak mungkin menceritakan hal ini kepada Tuan Lintang karena Tuan Lintang sedang dalam perjalanan menuju Milan. Ada hal yang harus ditangani sendiri di sana selama tiga hari.Siang itu, dia menuju Paragon Persada. Kak Ishaak sudah menunggunya di teras lobby. Bahkan yang membukakan pintu mobilnya adalah Kak Ishaak sendiri.“Kamu baik-

  • Swing Partner   BAB 65 – SUAPAN LINTANG

    Lintang langsung mengakhiri panggilan video dari Orion begitu melihat kakak sepupunya bergerak membalikkan tubuhnya ke arahnya. Stoples pilus yang ada dalam dekapannya terguling begitu saja di atas karpet tebal. Untutng tidak pecah.Lintang gegas mengambil stoples yang berhenti bergulir karena tertahan kaki meja kopi. Dia duduk di sofa samping tempat kakak sepupunya tertidur.Kakak sepupunya bergumam. Sesuatu yang tidak jelas. Tapi terdengar “Bodoh!”Alis Lintang naik sebelah. Kakinya disilangkan. Dia masih mengamati kakak sepupunya dengan diam. Tidak biasanya kakak sepupunya merutuki dirinya sendiri.“Eh?” dia terkejut menatap adik sepupunya yang sedang duduk sambil menyilangkan kakinya, “Sedang apa?”“Sedang mengamati Mbak Rani tidur siang,” Lintang berdiri mengambil box makan siang milik kakak sepu

  • Swing Partner   BAB 64 – STOPLES PIL PENAMBAH SEMANGAT

    Lintang membuka kotak makan siang kakak sepupunya yang masih belum tersentuh sama sekali. Makanannya sudah dingin. Tetapi masih sangat layak untuk dimakan. Dan tampilannya masih menggugah selera.Dia menggelengkan kepala lalu menatap sofa. Kakak sepupunya tertidur sambil memeluk stoples cemilan yang sering ia lihat dulu di rumah Om Bagas dan Tante Yumna. Bahkan ia juga melihat cemilan berisi bulat-bulat putih kecil berhiaskan potongan daun kucai di rumah Om Janu dan Tante Desi. Kata Kak Ishaak, cemilan itu adalah pil penambah semangat milik kakak sepupunya itu.Vera menghubunginya saat melihat ada yang tidak beres pada kakak sepupunya. Untuk itu ia kemari. Langsung dari Prisma Glass setelah meeting besar usai ke The Esthetic Jewelry.Tangannya mencoba mengambil stoples cemilan yang masih dipeluk kakak sepupunya itu. Perlahan, menariknya ke bawah. Tapi siapa sangka, kakak se

  • Swing Partner   BAB 63 – LAYU SEBELUM BERKEMBANG

    Notifikasi pesan teksnya berdering, sebuah popup pesan muncul dengan nama Orion.Orion_Di sana pasti sudah masuk waktu makan siang. Kau sudah makan, My Queen?_Maharani_Aku baru saja memesan makanan lewat jasa layanan antar. Bagaimana denganmu?_Orion_ Aku baru saja selesai sarapan. Sedang musim semi di sini. Taman-taman di hotel terlihat luar biasa_Maharani_Tulip?_Orion membuat panggilan video. Wajahnya terlihat segar dengan kemeja putih dengan vest warna navy blue dan dasi bermotif diagonal warna biru dan hijau, tampak serasi dengan warna matanya.Dia tersenyum menatap kamera.“Kau terlihat keren, Orion.”Orion tertawa.“Apakah itu sama dengan kalimat, ‘Kau terlihat tampan, Orion…’?”Dia tertawa dengan pipi bersemu.“Kurang lebih seperti itu,” kepalanya menga

  • Swing Partner   BAB 62 – RENCANA YANG MULAI DIGULIRKAN 

    Ananta singgah ke rumah sakit sebelum ke kantornya. Kedua anak laki-lakinya sudah berpakaian rapi dan tengah menikmati sarapan mereka saat Ananta tiba. Dia tidak sendirian. Dia membawa tangan kanannya, Toni.Ananta menarik kursi mendekat ke arah bed pasien.“Bagaimana keadaanmu, Ma?” Ananta memegang punggung tangan istrinya, “Wajahmu sudah tidak terlihat bengkak seperti kemarin. Sepertinya sudah jauh lebih baik.”Ratna memejamkan matanya. Dia muak dengan tingkah Ananta. Bertanya tapi kemudian menyimpulkan sendiri. Mendiagnosa sendiri seperti seorang dokter yang lebih tahu kondisi pasiennya.Matanya membuka, menatap Toni. Toni yang merasa ditatap istri bosnya, membungkukkan diri.“Selamat pagi, Nyonya Ratna. Semoga lekas pulih.”“Mendekatlah, Toni,” Ratna berbicara dengan suara yang terdengar lemah.

  • Swing Partner   BAB 61 – PERLAWANAN DARI RASA SAKIT

    Kedua adik Aldi duduk termenung di pinggir bed pasien. Mata mereka menatap ke tubuh Mama mereka yang masih belum sadarkan diri sejak mereka diberitahu oleh Papa mereka bahwa Mama mengalami kecelakaan.Ruangan hening. Hanya terdengar suara nafas teratur Ratna dan suara peralatan medis. Masih terlihat jejak darah di sudut bibirnya. Darah yang mengering. Wajah Ratna bengkak sebelah. Tamparan Arya Surya benar-benar keras. Jejak lima jari tampak di pipinya yang membengkak.Dito tidak tahan lagi. Dia berdiri. Menghampiri bed Mamanya, tangannya meraih tangan yang tidak terpasang jarum infus.“Bangun, Ma. Katakan apa yang terjadi kepada kami. Kami sebisa mungkin akan melindungi Mama.”Ratna masih terdiam. Matanya masih terpejam.Ananta duduk terdiam dengan tatapan menekuri lantai. Dia mendengar ucapan anak keduanya. Menatap Dito sejenak lalu melemparkan tatapannya

  • Swing Partner   BAB 35 – DEEP TALK

    Perjalanan menuju makam di mobil Orion sunyi. Orion membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri. Memberinya waktu untuk merenung dan berpikir. Memberinya kesempatan untuk membenahi pikirannya tanpa membebani dengan aneka obrolan yang dipaksakan harus ada demi sopan sant

  • Swing Partner   BAB 19 – MEREKA TERLIBAT

    Rekaman CCTV dimulai saat Kak Ishaak menyerang Aldi. Audionya terdengar jelas. Mereka menonton bersama. Minus Mbak Anggita yang pulang duluan. .  Semua yang diucapkan dirinya melalui hipnotis yang dilakukan oleh Dokter Sita benar adanya. Hal yang tidak pernah ia tahu

  • Swing Partner   BAB 2 – DIA SEORANG HERLAMBANG

    Dia, Maharani Ruby Herlambang. Dia memang yatim piatu tanpa saudara kandung lagi. Tetapi ia adalah salah satu pewaris dari keluarga Herlambang. Papanya, Bagaskara Herlambang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara Herlambang. Semuanya sukses memimpin perusahaannya masin

  • Swing Partner   BAB 1 – RETAK

    Di usia pernikahannya yang kedua, suaminya selingkuh. Perempuan masa lalu suaminya yang datang kembali sebagai desainer perhiasan untuk perusahaan yang dibangun olehnya tetapi dikelola oleh suaminya. Penunjukannya sebagai desainer perusahaan miliknya murni atas inisiatif suaminy

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status