Partager

Bab 110

Auteur: MISTERIOUS
last update Date de publication: 2026-06-10 15:47:44

Pertanyaan Qin Yushuo membuat senyum di wajah Lu Jiyan sedikit membeku.

Ye Rui juga terdiam.

Mereka memang ingin menekan Li Mingzi lebih dulu sebelum mengajaknya bekerja sama. Namun sejak awal, mereka tidak benar-benar tahu batas kemampuan pria itu.

Lu Jiyan mendengus pelan.

"Menang? Kau terlalu memikirkannya."

Meski berkata demikian, tatapannya tetap tertuju pada Li Mingzi.

Li Mingzi berjalan beberapa langkah ke depan. Ia berhenti tepat di hadapan dua pengawal yang ditunjuk Ruan Yuan.

Kedua pr
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 111

    Lu Jiyan yang sejak tadi terlihat santai akhirnya mematikan rokoknya. Senyum di wajahnya perlahan menghilang.Qin Yushuo dan Ye Rui saling bertukar pandang.Mereka sudah berputar-putar cukup lama. Jelas Li Mingzi tidak tertarik membuang waktu.Qin Yushuo menghela napas pelan."Baiklah. Karena Tuan Li suka bicara langsung, aku juga akan bicara langsung."Ia meletakkan gelasnya."Sebenarnya tujuan kami datang ke Kota Awan bukan untuk menghadiri jamuan malam ini."Li Mingzi tidak terlihat terkejut.Sejak awal ia sudah merasa ada sesuatu yang aneh.Tiga pewaris keluarga besar datang bersamaan ke kota kecil seperti Kota Awan. Jika hanya untuk menghadiri pesta biasa, itu terlalu berlebihan."Kami sedang menyelidiki sebuah urusan besar."Tatapan Qin Yushuo menjadi serius."Jika kau bersedia membantu kami, gaji satu miliar per bulan bukan masalah."Ye Rui menatap Li Mingzi.Lu Jiyan juga memperhatikan reaksinya.Satu miliar per bulan.Jumlah itu cukup membuat banyak ahli bela diri terkenal la

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 110

    Pertanyaan Qin Yushuo membuat senyum di wajah Lu Jiyan sedikit membeku.Ye Rui juga terdiam.Mereka memang ingin menekan Li Mingzi lebih dulu sebelum mengajaknya bekerja sama. Namun sejak awal, mereka tidak benar-benar tahu batas kemampuan pria itu.Lu Jiyan mendengus pelan."Menang? Kau terlalu memikirkannya."Meski berkata demikian, tatapannya tetap tertuju pada Li Mingzi.Li Mingzi berjalan beberapa langkah ke depan. Ia berhenti tepat di hadapan dua pengawal yang ditunjuk Ruan Yuan.Kedua pria itu bertubuh tinggi besar. Otot mereka terlihat jelas bahkan di balik setelan hitam yang rapi. Tatapan mereka dingin seperti mesin pembunuh yang sudah terbiasa melihat darah.Namun ekspresi Li Mingzi tetap santai. "Aku?" Li Mingzi menunjuk dirinya sendiri. "Kapten keamanan Villa Bukit Kuning." Ia mengangkat bahu. "Gaji bulanan lima puluh juta."Banyak orang mengira mereka salah dengar.Kapten keamanan?Lima puluh juta?Salah satu pengawal mencibir. Tatapannya penuh penghinaan."Jadi kau cuma

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 109

    Song Hua menggertakkan gigi. Ia tahu dirinya tidak lagi memiliki pilihan.Dengan tangan gemetar, ia akhirnya menekan tombol panggil.Nada sambung terdengar beberapa kali.Lalu panggilan tersambung."Halo?"Suara tenang terdengar dari seberang.Song Hua langsung berkata, "Li Mingzi!"Namun beberapa detik berlalu tanpa respons yang ia harapkan."Maaf, siapa ini?"Kelopak mata Song Hua berkedut.Darah hampir naik ke kepalanya.Ia sedang dipermalukan di depan begitu banyak orang, sementara orang yang dipanggil bahkan tidak mengenali suaranya."Li Mingzi! Aku Nyonya Tua Ruan!"Ia hampir berteriak."Oh."Suara di seberang akhirnya terdengar paham."Nenek?"Wajah Song Hua langsung menggelap.Namun sebelum ia sempat marah, Li Mingzi kembali berbicara."Maaf. Ada apa?"Nada suaranya jauh lebih serius.Song Hua menarik napas.Belum sempat menjawab, Qin Yushuo berkata dari samping."Suruh dia datang."Song Hua menoleh tajam.Kemudian tanpa ragu berkata ke ponselnya."Jangan datang!"Semua orang

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 108

    Song Hua akhirnya mengerti. Semua hanya alasan yang sengaja dibuat agar dirinya datang.Orang yang benar-benar ingin mereka temui hanyalah Li Mingzi.Wajah Song Hua menjadi suram.Ia sengaja tidak membawa Li Mingzi karena tidak ingin bergantung pada pria itu lagi. Di hadapan para tokoh besar Kota Awan, ia ingin menunjukkan bahwa Keluarga Ruan masih mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri.Namun sekarang kenyataan menamparnya.Ternyata yang dianggap penting bukanlah Keluarga Ruan.Melainkan Li Mingzi.Di sampingnya, Ruan Yuan juga menyadari arah situasi yang mulai memburuk. Ia tidak ingin kesempatan yang susah payah didapat malam ini lenyap begitu saja.Karena itu ia segera melangkah maju."Pak Qin, meskipun Li Mingzi tidak hadir, saya tetap bisa mewakili Keluarga Ruan."Semua mata langsung tertuju kepadanya.Ruan Yuan menarik napas dalam-dalam lalu melanjutkan, "Bukankah kita datang malam ini untuk membicarakan proyek sepuluh triliun? Saya anggota langsung Keluarga Ruan. Apa pun yang

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 107

    Ruan Yin masih berdiri di dekat pintu ketika langkah Song Hua menghilang di ujung koridor.Keningnya berkerut."Aku tidak suka ini." Ia berkata pelan, lebih pada dirinya sendiri. "Nenek pasti akan mendukung mereka. Dan kalau dia berpihak pada Qin Yushuo...""Menarik."Li Mingzi berjalan pelan menuju sofa, duduk, lalu meraih cangkir teh yang sudah setengah dingin.Ruan Yin menatapnya. "Kau bilang menarik?""Situasi seperti ini." Li Mingzi meneguk tehnya. "Biasanya lebih menghibur dari yang dibayangkan.""Kau tidak khawatir?""Tidak."Ruan Yin hampir menyahut tajam, tapi Li Mingzi sudah melanjutkan."Kalau kau mau, kita bisa pergi juga."Ruan Yin terdiam. "Nenek sudah melarang.""Melarang." Li Mingzi mengulang kata itu dengan nada datar. "Selama cukup nekat, masuk ke mana pun juga bisa."Ruan Yin menatapnya sebentar.Lalu wajahnya menghangat.Ia berbalik ke arah lain agar Li Mingzi tidak melihatnya.***Di dalam mobil yang melaju menuju pusat kota, Song Hua duduk tegak.Ruan Yuan di sam

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 106

    Li Mingzi sama sekali tidak memikirkan tiga ratus juta yang baru saja ia dapatkan.Baginya, uang itu hanya bonus.Yang lebih penting adalah hasil pengamatannya.Ia berdiri di depan jendela lantai tiga Villa Bukit Kuning sambil memandangi halaman yang mulai sepi."Aula Bintang memang harus dibersihkan."Li Mingzi bergumam pelan.Jika suatu hari nanti ia benar-benar menjadi pemimpin Aula Bintang, ia tidak membutuhkan orang-orang yang hanya pandai menjilat atau mencari keuntungan.Ia membutuhkan orang yang setia.Orang yang bisa dipercaya.Sisanya tidak ada gunanya.Tuan Wang yang masih duduk di kursi hanya tersenyum tipis."Tuan sedang menguji mereka?""Mungkin."Jawaban Li Mingzi tetap sama seperti biasanya.Sederhana.Sulit ditebak.Beberapa jam kemudian.Di dalam sebuah ruang pertemuan mewah, Qin Yushuo, Ye Rui, dan Lu Jiyan duduk mengelilingi meja bundar.Suasana jauh lebih tenang dibandingkan saat mereka berada di depan gerbang Villa Bukit Kuning.Di atas meja terletak beberapa dok

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status