แชร์

Bab 116

ผู้เขียน: MISTERIOUS
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-16 23:58:51

Chen Fu mengabaikan Li Mingzi sepenuhnya.

Tatapannya hanya tertuju pada Bai Yumeng.

"Yumeng." Suaranya lembut. "Kau datang malam ini. Itu artinya kau masih peduli padaku."

Bai Yumeng menatapnya datar. "Siapa yang bilang?"

Li Mingzi mengangkat tangan. "Aku yang mengajaknya. Kami datang untuk bersenang-senang."

Chen Fu bahkan tidak menoleh. "Aku tidak percaya."

Li Mingzi tersenyum tipis. "Percaya atau tidak, kenyataannya sama."

"Kenyataannya," Chen Fu akhirnya meliriknya dingin, "kau tidak pantas
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 117

    Puluhan pria bertubuh besar sudah mengepung kendaraan mereka dari segala arah. Sebagian mengetuk kaca dengan buku-buku jari yang kasar. Sebagian lain sengaja membuka baju, memperlihatkan tato yang memenuhi dada dan lengan.Beberapa bahkan menempelkan wajah ke jendela sambil tersenyum cabul."Heh, cantik. Mau ikut kami jalan-jalan?""Turunlah. Jangan cuma duduk di dalam.""Tidak usah takut. Kami orang baik."Tawa kasar langsung menyambut ucapan itu.Li Mingzi sama sekali tidak memperhatikan mereka.Tatapannya justru beralih ke gang sempit di samping jalan.Di balik tumpukan kardus, Mo Yan bersembunyi.Begitu mata mereka bertemu, Mo Yan langsung memberi isyarat jempol dengan ekspresi penuh kemenangan.Wajahnya jelas berkata,Lihat? Aku hebat, kan?Li Mingzi hampir tertawa. Jadi ini rencana yang dipersiapkan Mo Yan untuknya.Pahlawan menyelamatkan wanita cantik.Metode yang sangat kuno.Tapi mengingat kecerdasan Mo Yan, memang tidak aneh jika dia hanya mampu memikirkan ide seperti ini.L

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 116

    Chen Fu mengabaikan Li Mingzi sepenuhnya.Tatapannya hanya tertuju pada Bai Yumeng."Yumeng." Suaranya lembut. "Kau datang malam ini. Itu artinya kau masih peduli padaku."Bai Yumeng menatapnya datar. "Siapa yang bilang?"Li Mingzi mengangkat tangan. "Aku yang mengajaknya. Kami datang untuk bersenang-senang."Chen Fu bahkan tidak menoleh. "Aku tidak percaya."Li Mingzi tersenyum tipis. "Percaya atau tidak, kenyataannya sama.""Kenyataannya," Chen Fu akhirnya meliriknya dingin, "kau tidak pantas bersamanya."Di sekitar mereka, para penggemar wanita mulai bersorak."Betul, Kak Chen!""Orang itu tidak ada apa-apanya!""Bai Yumeng, kau buta!"Tatapan tidak ramah mulai mengarah ke Li Mingzi dari berbagai sudut. Chen Fu melihat reaksi penggemarnya dan senyum tipis muncul di wajahnya.Lalu Bai Yumeng membuka mulut.Suaranya tidak keras. Tapi seluruh aula mendengarnya."Di mataku, Chen Fu tidak sebanding dengan sehelai rambut pun dari Li Mingzi."Sunyi seketika.Para penggemar membelalakkan m

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 115

    Chen Fu memaksakan senyum."Yumeng, mereka tidak bermaksud jahat."Bai Yumeng menatapnya datar."Aku tidak peduli."Satu kalimat itu membuat senyum Chen Fu semakin kaku.Dia menarik napas pelan lalu berkata, "Masuklah. Konser akan segera dimulai."Bai Yumeng tidak menjawab.Sebaliknya, dia menoleh kepada Li Mingzi."Masih mau menonton?"Li Mingzi melirik Chen Fu.Jelas sekali pria itu sudah menyiapkan semuanya malam ini. Kemungkinan besar pengakuan cinta.Memikirkan hal itu, Li Mingzi malah tersenyum."Tentu."Bai Yumeng mengangkat alis."Aku penasaran." Li Mingzi menatap Chen Fu. "Aku ingin melihat apakah dia memang sehebat yang mereka katakan."Wajah Chen Fu sedikit membaik.Namun detik berikutnya Li Mingzi menambahkan, "Kalau ternyata biasa saja, aku bisa pulang lebih cepat."Sudut mata Chen Fu berkedut.Bai Yumeng hampir tertawa.Tak lama kemudian mereka memasuki gedung konser.Aula konser sangat besar.Tiket yang dibawa Li Mingzi ternyata berada di baris keempat. Posisi yang sang

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 114

    "Tentu saja aku akan datang." Li Mingzi menjawab tanpa ragu. Bai Yumeng menatapnya. "Benarkah?" "Benar." Li Mingzi mengangguk serius. Namun entah mengapa, tatapan Bai Yumeng membuatnya merasa kurang percaya diri. Dia segera mengeluarkan dua tiket konser dari sakunya lalu meletakkannya di atas meja. "Aku bahkan sudah menyiapkan ini." Bai Yumeng melirik tiket tersebut. Lalu sudut bibirnya perlahan terangkat. Melihat senyum itu, Li Mingzi justru merasa tidak tenang. "Ada yang lucu?" Bai Yumeng mengangguk pelan. "Kemarin ada teman lama yang memberiku dua tiket yang sama." Senyum di wajah Li Mingzi langsung membeku. "Teman lama?" "Mm," angguk Bai Yumeng. "Siapa?" Li Mingzi merasa penasaran. Bai Yumeng mengambil gelas air dan menyesapnya perlahan. "Chen Fu." Nama itu terdengar asing bagi Li Mingzi. Namun instingnya mengatakan bahwa nama tersebut bukan kabar baik. "Aku tidak kenal." "Teman SMA." Bai Yumeng melihat reaksi tak biasa Li Mingzi. "Oh." Li Mingzi mengangguk. Lal

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 113

    Keesokan paginya, Li Mingzi meninggalkan Villa Bukit Kuning lebih awal.Semalam Ruan Yin benar-benar membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Untungnya, dia masih memiliki sedikit kendali diri. Mobil berhenti di depan gedung Grup Angkasa Raya.Li Mingzi turun lalu langsung menuju lantai tempat kantor Mo Yan berada.Begitu tiba di depan ruangan itu, dia mengangkat tangan untuk mengetuk pintu.Namun beberapa detik kemudian, samar-samar terdengar suara aneh dari dalam ruangan.Li Mingzi mengernyit.Suara itu terdengar seperti seseorang sedang terburu-buru merapikan sesuatu.Lalu terdengar bunyi kursi bergeser.Disusul suara langkah kaki panik.Pintu terbuka.Seorang sekretaris wanita berwajah merah langsung berlari keluar tanpa berani mengangkat kepala.Saat melewati Li Mingzi, wanita itu bahkan hampir menabraknya.Li Mingzi berdiri terpaku selama dua detik.Kemudian dia masuk ke dalam.Mo Yan sedang duduk di belakang meja dengan ekspresi serius seolah-olah sedang menangani urusan penting

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 112

    Mendengar itu, mata Wen Long langsung berubah tajam.Bidak catur yang berada di antara jarinya perlahan diletakkan di atas papan.Klik.Suara kecil itu terdengar jelas di ruang baca yang sunyi."Kalau Villa Bukit Kuning dulu bisa memusnahkan Keluarga Yan," ucap Wen Long dengan dingin, "Maka hari ini aku juga bisa memusnahkan Villa Bukit Kuning."Tatapannya tertuju lurus pada Tuan Tua Bai.Tidak ada sedikit pun keraguan dalam sorot matanya."Lalu apakah itu bisa terjadi atau tidak..." Wen Long berhenti sejenak. "Tergantung apakah Tuan Tua Bai bersedia membantuku."Tuan Tua Bai tidak langsung menjawab.Ia hanya menatap papan catur di hadapannya sambil mengelus bidak putih di tangannya.Beberapa saat kemudian, ia meletakkan bidak itu."Untuk menghancurkan Villa Bukit Kuning..." katanya perlahan. "Ada satu masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu."Mata Wen Long langsung berbinar. Ia bukan orang bodoh.Kalimat itu sudah cukup menjelaskan sikap Tuan Tua Bai.Pihak lain tidak menolak

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status