Share

EPILOG

last update publish date: 2026-07-01 08:24:02

Tiga tahun berlalu begitu saja, membawa pergi seluruh sisa badai kelam yang pernah memporak-porandakan hidup kami. Kebahagiaan baru yang hakiki akhirnya tumbuh di rumah ini.

Aku berhasil melahirkan dua putra kembar yang menggemaskan, yang saat ini tumbuh sehat dan sudah berusia dua tahun lebih. Wajah mereka berdua merupakan perpaduan yang sempurna antara aku dan Nikolai; mewarisi garis wajah yang tampan, tegas, namun juga memiliki binar yang manis.

"Kau hari ini pulang malam?" tanyaku lembut s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Puput Oktaria
suka sekali sama ceritanya thor... gak bertele2 gk ngebosenin. sat set lgsug tamat.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   EPILOG

    Tiga tahun berlalu begitu saja, membawa pergi seluruh sisa badai kelam yang pernah memporak-porandakan hidup kami. Kebahagiaan baru yang hakiki akhirnya tumbuh di rumah ini. Aku berhasil melahirkan dua putra kembar yang menggemaskan, yang saat ini tumbuh sehat dan sudah berusia dua tahun lebih. Wajah mereka berdua merupakan perpaduan yang sempurna antara aku dan Nikolai; mewarisi garis wajah yang tampan, tegas, namun juga memiliki binar yang manis."Kau hari ini pulang malam?" tanyaku lembut sembari membantu Nikolai memasangkan dasi sutranya pagi ini.Sejak setahun yang lalu, Nikolai memutuskan untuk mengambil langkah besar dengan pensiun cepat dari kepolisian. Keputusan itu diambil tepatnya setelah eksekusi mati pada Gideon dilaksanakan secara resmi oleh hukum.Dendam masa lalunya telah usai seutuhnya. Kini, pria itu fokus memimpin geng Dragon dengan cara yang baru. Ia mengembangkan gurita perusahaan legal mereka melalui sistem bisnis yang bersih, transparan, dan tanpa merugikan sal

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 196 AKHIR YANG BAHAGIA

    "Nikol... aku ingin pulang ke rumah Ayah," bisikku lirih, menyandarkan kepalaku yang terasa berat di bahu bidangnya.Nikolai perlahan melepas pelukannya, lalu menunduk untuk menatapku dalam dengan sepasang netranya yang kini sarat akan kelembutan. "Kau ingin tinggal bersama ibu?""Emh," anggukku bersama sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk mata. "Aku ingin melupakan semuanya dan memulai hidup baru bersama Bibi Sofia... juga anak kita."Mendengar penuturanku, Nikolai tersenyum lebar. Terpancar kelegaan yang teramat besar di raut wajah tampannya yang semula tegang. Tanpa membuang waktu, ia kembali mendekapku erat, merengkuh tubuhku lebih dalam dan posesif dari sebelumnya seolah ingin menyatu dengan jiwaku."Baiklah, Sayang. Aku akan membawamu ke rumah lama setelah menyelesaikan administrasi rumah sakit."Dan setelah selesai mengurus seluruh administrasi kepulangan dari rumah sakit, kami langsung bertolak membelah kota menuju rumah peninggalan Ayah untuk menemui Bibi Sofia.Se

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 195 KEPUTUSAN YANG BERAT

    Melihat kedatangan dua tamu tak diundang itu, Nikolai spontan bangkit dari duduknya. Gerakannya yang sigap memperlihatkan naluri protektif yang tinggi. Ia meletakkan apel dan pisau di nakas dengan ketukan pelan, lalu duduk di tepi ranjang sambil merangkul bahuku, mencoba menyalurkan ketenangan ke dalam tubuhku yang sempat menegang. ​"Elianore... tenangkan dirimu, hm? Nadine... datang ke mari hanya untuk menyampaikan sesuatu." ​Aku tidak merespons ucapan Nikolai. Mataku masih membeku menatap Nadine yang berdiri kaku di dekat pintu sambil menatapku penuh dengan rasa bersalah yang amat dalam. Dan akhirnya, dalam keheningan yang canggung itu, aku tidak lagi melihat kenaifan atau kilat kelicikan di matanya yang sembap. Wanita itu... benar-benar terlihat rapuh, seperti bukan Nadine yang pernah aku kenal di masa lalu. ​Menyadari suamiku didera kekhawatiran besar, aku seketika menoleh pada Nikolai dengan senyum leb

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 194 JANIN KEMBAR

    Aku spontan tersenyum lebar, rasa tidak percaya dan haru seketika membuncah di dalam rongga dadaku. Aku lalu menoleh pada sang dokter dengan wajah tak percaya. "Aku hamil?"​"Benar. Sudah tiga bulan. Apa kau tidak menyadarinya?" Sahut sang dokter setelah mengecek selang infusku, memastikan cairan di dalamnya mengalir dengan konstan ke pembuluh darahku.​Aku menunduk dalam-dalam, menyembunyikan gurat haru dengan senyum yang tertahan di balik helai rambutku yang terurai. Air mata kebahagiaan nyaris menetes.Aku benar-benar tidak tahu kalau selama ini ada kehidupan baru yang sedang tumbuh di dalam rahimku. Mungkin, ketidaksadaranku itu terjadi karena aku cukup tertekan dan larut dalam kedukaan yang mendalam setelah apa yang terjadi pada Ayah selama dua bulan terakhir.​Melihatku yang emosional, jemari Nikolai bergerak lembut, menyusuri sela-sela jemariku. Ia menggenggamnya erat dengan tatapan hang

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 193 KEJUTAN TAK TERDUGA

    "Aku akan benar-benar menembakmu, Tuan Jave!" Teriakku semakin memajukan pistol dengan dada bergemuruh hebat, menyuarakan ancaman yang nyaris tenggelam dalam riak emosi yang membakar seluruh dadaku.​Namun, di luar dugaan, semua anak buahnya yang ada di sana masih saja terdiam kaku. Tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak maju untuk melindunginya, seolah mereka semua tunduk pada perintah tak tertulis dan menungguku untuk mengeksekusi Tuannya tanpa perlawanan.​Bersama dengan itu, Tuan Jave tidak menurunkan pandangannya sama sekali. Ia justru semakin mengangkat dagunya, menatapku dengan mata tak gentar, memancarkan keberanian mutlak seorang pria yang sudah mati rasa terhadap ajal."Tidak ada yang berharga bagiku, selain nyawa putriku, Elianore..."​Mendengar kalimat itu meluncur tulus dari bibirnya, benteng pertahananku seketika retak. Sebuah hantaman kenangan masa lalu mendadak memukul kes

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 192 PERMOHONAN SEORANG AYAH

    "Bergabunglah dengan kami, Nona Eli," pinta Tuan Jave sambil mengangkat gelas anggurnya, mengulas senyum ramah yang kini terasa ganjil di mataku.Aku hanya menatapnya sebentar dengan tatapan dingin, lalu kembali menatap pada Nikolai dengan kening berkerut dalam. Ada keraguan besar yang menggelayuti hatiku untuk menerima ajakannya di tempat asing ini.Menyadari kegelisahanku, Nikolai menggandeng tanganku erat dengan senyuman yang menenangkan, mencoba menyalurkan rasa aman ke dalam jemariku. "Jangan khawatir, Sayang. Ayo kita bergabung dengan mereka."Meski diliputi rasa ragu yang tebal, aku akhirnya tetap mengikuti langkah Nikolai. Aku menurunkan egoku dan duduk di sofa mewah itu bersama Tuan Jave, dikelilingi oleh para anak buahnya yang bertubuh kekar.Pria paruh baya di hadapan kami itu kemudian menuangkan cairan merah anggur ke dalam dua gelas kristal, lalu memberikannya masing-masing padaku dan Nikolai."Kemenangan apa yang kalian maks

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 171 KEMARAHAN MEMBABI-BUTA

    "Apa yang kau lakukan, Nadine?!" teriak Nikolai sambil mendorong tubuh Nadine menjauh dari dekapannya.Sepasang mataku seketika membelalak sempurna di balik celah pintu. Aku menegakkan tubuhku yang semula merunduk, mengintip interaksi mereka berdua dengan fokus yang jauh lebih tajam. Sem

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 170 DITIKAM PISAU BERKARAT

    Mendengar nama wanita itu lolos dari belahan bibirku, Nikolai tiba-tiba menghentikan langkah kakinya di koridor. Mungkin dia shock setelah mendengar niatku yang teramat tiba-tiba itu. Sementara dirinya terpaku, aku terus melaju tanpa menoleh lagi, berjalan cepat menuju ke arah mobil pri

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 161 RETAKNYA ISI HATI NIKOLAI

    "Maafkan aku, Nadine."Nikolai menjauhkan kakinya dari jangkauan tangan Nadine, menciptakan jarak yang terasa dingin dan mutlak. Ekspresi wajahnya tampak datar, seolah ia benar-benar tak lagi peduli dengan penderitaan wanita yang kini terpuruk di hadapannya. Namun, jauh di

  • TERBELENGGU CINTA SANG MAFIA   BAB 151 KESALAHPAHAMAN YANG TERUNGKAP

    "Eli. Di mana kau?!" Suara bariton Nikolai terdengar dingin di balik telepon Bella, mengalun setelah keheningan mencekam yang sempat merayap sesaat.Aku meremas kuat-kuat ponsel yang masih menempel erat di telinga, sementara tatapanku menegang lurus ke sudut ruangan. "Kau mau menghabisik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status