Share

TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR
TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR
Author: weni3

Bab 01. Desahan

Author: weni3
last update publish date: 2025-10-13 17:41:28

"Mas aku minta maaf banget kalau malam ini aku lembur, tapi kamu nggak usah khawatir! Aku sudah minta tolong sama Maryam untuk membuatkan makan malam untukmu. Oh ya, apa Kak Brilly jadi datang? Jangan terus bertengkar dengannya ya, Mas! Kalian itu saudara," kata Naomi yang saat ini tengah menghubungi suaminya.

"Apa? Si duda itu? Ngeselin aja, dia datang hanya saat suntuk dengan pekerjaannya. Jika tidak seperti sedang tertelan bumi. Jangankan jejaknya di sini, kabarnya saja tidak ada. Jangan pulang terlalu malam, Sayang! Aku menunggumu di rumah."

"Iya, Mas. Ini masih ada customer banyak. Aku nggak bisa tinggal gitu aja. Nanti aku kabarin lagi kalau sudah pulang ya, Mas."

"Iya Sayang, I love you."

"I love you too, Mas."

Naomi, wanita 32 tahun yang sukses dengan karirnya sebagai dokter skincare dan juga pemilik salon kecantikan yang cukup ternama. Kesibukannya kadang membuatnya tak ada waktu di rumah.

Namun bukan berarti dia tidak menjadi istri yang baik. Naomi selalu mengutamakan suaminya, meskipun disibukkan dengan pekerjaan dan juga anak yang sudah bertumbuh semakin besar. Naomi masih sangat fokus pada Lian dan berusaha menjadi yang terbaik untuk pria itu.

"Gimana, Cha? Masih banyak tamu yang akan datang malam ini? Besok lagi jadwalnya diatur ya. Kalau jam siang kosong, kamu bisa tukar jadwal di jam siang. Jadi sampai numpuk di malam semua."

"Baik Dok, tapi gimana ya, kadang mereka juga nggak ada waktu untuk datang siang kecuali weekend. Ini tinggal satu kok, Dok. Apa mau close, Dok? Dokter capek kayaknya."

"Yang penting udah konfirmasi dulu sebelumnya. Kamu harus kerja sama dengan bagian depan. Kalau nunggu sampai antri juga kasihan. Yang ini langsung aku kerjakan, setelah ini close ya. Soalnya saya sendirian. Jujur memang capek banget. Katanya Dokter Kartika besok udah masuk. Bisa dech besok buka sampai malam."

"Siap Dok, saya atur buat jadwal besok dulu ya," ujar asisten Naomi yang bernama Ocha. Sudah lama Ocha ikut dengannya dan menjadi karyawan yang paling ia percaya.

"Semoga cepat selesai, aku nggak enak sama Mas Lian. Janji pulang sore malah kemaleman begini." Naomi pun segera menuju ruangan praktiknya.

Sementara yang dipikirkan justru sedang mengusal gemas pada Maryam, asisten rumah tangga yang sudah satu tahun ini bekerja di sana. Maryam masih muda, gadis itu berumur 21 tahun, yang memang Naomi datangkan dari kampung setelah tau orang tua gadis itu sangat butuh biaya untuk berobat.

 Maka dari itu Naomi membantunya dengan menjadikan anaknya asisten rumah tangga yang kebetulan sedang dibutuhkan karena yang sebelumnya harus pulang dikarenakan sudah tidak boleh lagi bekerja oleh anak beliau.

Siapa sangka, Maryam bukan hanya membantu menuntaskan urusan rumah tangga saja tapi juga menuntaskan hasrat majikannya.

"Eugh.... Pak nanti kalau non Gwen bangun gimana?"

"Nggak akan, Sayang. Dia baru banget tidur. Ayo sebentar saja sebelum istri saya pulang!" ajak Lian yang sudah tidak tahan. Sejak tadi Lian merusuh di dapur menganggu Maryam yang sedang membersihkan peralatan dapur usai masak.

Tangan Lian sudah tidak bisa dikondisikan, pria itu menyentuh mana saja yang membuatnya semakin bergairah. Rasanya sudah tidak sabar ingin kembali menikmati tubuh Maryam yang sudah membuatnya candu.

Semua itu berawal dari Maryam yang kala itu kedapatan sedang vidio call dengan kekasihnya dan mulai buka-bukaan. Mana tau jika Lian tergoda dengan tubuh Maryam. Pas sekali saat itu Naomi tidak bisa pulang karena ada tugas luar kota.

Rayuan dengan sedikit ancaman membuat Maryam pun jatuh ke tangan Lian sampai menyerahkan kesucian yang akhirnya membuat Lian tidak bisa hanya cukup sekali. Semua sudah berlangsung sampai saat ini dengan jatah Maryam lebih banyak dari pada Naomi.

Rasa daun muda lebih nikmat bagi Lian serta adrenalin pria itu pun bekerja dengan aktif yang membuat tantangan semakin besar dan itu semakin membuat Lian ketagihan.

Lian selalu puas setiap kali bisa menyalurkan hasrat pada Maryam karena imajinasi yang bermain lebih liar dari pada jika bersama dengan Naomi.

"Bapak yakin aman?" tanya Maryam yang kemudian berbalik dan mulai membuka kancing pakaian Lian.

Tentu saja Maryam sangat ahli karena sudah sering melakukan itu. Bahkan kadang Maryam yang menggoda Lian duluan.

"Sangat yakin, Sayang. Dia sudah tidak tahan. Kita ke kamar sekarang!" bisik Lian kemudian mengangkat tubuh Maryam dan membawa wanita itu masuk kamar. Mereka pun tak bisa lagi menahan rasa ingin yang sudah sangat menggebu sampai lupa menutup pintu.

Berisik, suara desahan Maryam begitu tak tertahan menggoda Lian yang semakin bersemangat mencumbu. Lian mengabsen seluruh tubuh Maryam hingga membuat pria itu tak tahan untuk masuk lebih dalam.

Pergerakan dari Lian membuat Maryam semakin gila. Suara manja wanita itu semakin tak terkendali dan bersahutan dengan suara erangan dari Lian yang semakin bersemangat bergerak liar di atas tubuh Maryam.

Mereka sampai tidak mendengar suara mobil datang. Naomi sudah pulang karena tidak ingin membuat Lian menunggu lama dan ingin mengejar waktu makan malam bersama. Dia bergegas turun tanpa lebih dulu menghubungi Lian jika sudah sampai di rumah.

Senyum lebar Naomi perlihatkan karena tidak hanya ingin bertemu dengan Lian saja, dia pun merindukan putrinya yang sudah mulai masuk sekolah dasar sekarang. Namun rumah terlihat sepi. Naomi pun memutuskan untuk langsung menuju kamar.

Hanya saja, saat kaki jenjangnya hendak menaiki anak tangga, pergerakan Naomi terhenti dan senyum yang sejak tadi begitu merekah pun mendadak hilang saat telinganya dengan jelas mendengar suara desahan seorang wanita dan samar-samar suara suaminya pun terdengar di sana.

Deg

Naomi menoleh ke arah kamar pembantu di samping dapur. Dia yakin suara itu dari sana. Langkah Naomi perlahan membawa tubuhnya menuju sumber suara yang semakin terdengar nyata.

Jantung Naomi berdebar kencang saat ini. Dia menggigit bibir bawahnya saat mendengar wanita itu memanggil nama suaminya. Sepertinya sangat enak hingga menjerit tak tertahan.

Naomi tidak bodoh, dia mengenal suara itu hanya saja Naomi ingin melihat sendiri apa yang terjadi. Tangannya gemetar menggeser pintu untuk lebih jelas melihat apa yang mereka lakukan.

Naomi menutup mulut saat melihat dua orang yang ia kenal sedang saling mencumbu tanpa busana di ranjang yang sudah sangat berantakan.

Kedua air matanya jatuh menyaksikan itu semua hingga perlahan kakinya mundur dengan gelengan kepala. Dia tidak menyangka jika suaminya berselingkuh dan yang lebih parahnya lagi yang menjadi selingkuhan adalah pembantunya.

"Kenapa harus dia, Mas? Kamu gila! Astaga... Aku kurang apa? Tidak! Mas Lian kamu jahat!"

Naomi memilih pergi dari sana. Hatinya hancur dan dadanya sesak melihat suaminya begitu menikmati tubuh wanita lain.

Naomi langsung keluar rumah dengan memaksa kakinya untuk terus berlari menjauh. Naomi menahan isak tangisnya dengan kedua mata yang sudah penuh air mata. Dia tidak melihat jika di depannya datang seseorang hingga keduanya saling bertabrakan dan tangan orang itu menahan pinggulnya.

"Naomi, ada apa? Kamu... "

"Ikut aku, Kak!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Gila ya main sama pembantu ...
goodnovel comment avatar
weni3
lanjut Kak...
goodnovel comment avatar
Elis Sahadati
apapun alasan nya dalam rumah tangga.. perselingkuhan tidak di benarkan...Naomi yg sibuk...Lian yg kesepian dan Maryam yg menggoda klop.deh...dimana kesempatan selalu ada
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 177. Tamat

    Dada Naomi naik turun kala dirinya mendarat di ranjang. Mana kamar utama yang ingin dia lihat? Saat ini, seolah bukan itu yang menjadi hal utama karena Brilly tengah berada di atas tubuhnya, mengkukungnya dengan posesif. Mungkin penampilan Naomi pun sudah tak beraturan lagi sekarang. Namun rupanya Brilly tak memikirkan itu. Tatapan mata penuh cinta dan rasa ingin dapat Naomi lihat dengan jelas dari kedua mata Brilly. "Kak kamu mau apa? Katanya mau mengajakku melihat kamar? Kenapa malah posisinya begini?" tanya Naomi lirih kemudian menggigit bibir bawahnya. Perasaan Naomi tak menentu. Jantung semakin berdebar kencang dan nafas mulai memburu kala kecupan dari Brilly dia rasakan di lehernya. Naomi mendongak mendapati itu. Kedua matanya terpejam dan tubuhnya melengkung menantang. "Aku merindukanmu, Sayang." "Apa itu tidak buru-buru namanya, Kak?" "Tentu saja tidak, kamu sudah menjadi milikku sekarang. Melihat kamar dan room tour bisa nanti tapi yang ini sudah tidak bisa

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 176. SAH

    "Saya terima nikah dan kawinnya Naomi binti......" Kalimat sakral itu menggetarkan hati Naomi dan membuatnya berdebar hingga jantung tak karuan rasa. Naomi sesak nafas mendengar kalimat tersebut. Brilly dengan lancar mengucapkan kalimat itu. Semua terasa begitu cepat dan berpihak padanya. Ya Tuhan.... Ikhlas mana yang Kau kabulkan hingga memberikan pengganti dengan mudahnya? Di masjid besar ini, Naomi terduduk dengan jarak yang cukup jauh dari pria yang kini tengah mengucapkan kalimat sakral untuknya. Air mata kebahagiaan keluar tanpa bisa dia hindarkan. Genggaman tangan Naomi begitu kuat memegang telapak tangan Mami. Dia memejamkan kedua mata dan menunduk. Rasa syukur terucap kala kata sah menggema. "Alhamdulillah...." "Alhamdulillah," ucap Naomi kemudian menganggukkan kepala dan mengambil ujung tisu untuk menahan air matanya. "Selamat ya, Nak. Mami doakan kamu bahagia, Sayang." Naomi menoleh kemudian memeluk Mami. Semua di luar dugaan. Naomi pikir akan ada aca

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 175. Mendadak

    Apa yang dikatakan oleh Brilly itu benar adanya. Sebuah perkataan Brilly yang akan menikahi Naomi besok. Hal itu sangat membuat Naomi terkejut. Dia tidak pernah berpikir kalau akan menikah diwaktu yang sangat amat cepat . Naomi diberikan waktu menjanda benar-benar hanya dalam waktu hitungan bulan. Hanya untuk menuntaskan masa iddah saja. Memang sejak awal, percintaannya dengan Brilly sangat mendadak. Semua yang berkaitan dengan Brilly selalu mendadak. Mendadak jadi dekat, mendadak dibela, mendadak diperhatikan, mendadak disayang, mendadak ditinggal, sampai mendadak dilamar dan sekarang mendadak pula dinikahinya. Naomi yang merasa baru saja terpejam sudah harus kembali terjaga kala suara ketukan di pintu kamarnya begitu sangat mengusik raga. Naomi yang semula masih bergelut dengan mimpi tiba-tiba harus bangun karena panggilan dari seseorang. "Iya, sebentar!" seru Naomi dengan suara yang terdengar lemas. Naomi beranjak dari tidurnya. Dia masih sangat mengantuk sekali. Langk

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 174. Melamar

    "Kamu diajak jalan-jalan? Kenapa nggak ikut?" Deg Naomi terkejut, baru saja keluar dari kamar mandi, sudah diteror pertanyaan dari seseorang yang selama ini mengganggu pikirannya. Naomi mengusap dada kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Dia lebih dulu mengambil pakaian ganti seraya memikirkan dari mana Brilly tau tentang pesan itu. "Aku nggak mau buat kamu cemburu. Kenapa sich, Kak? Harusnya kamu lebih tenang. Eh iya, tau dari mana?" tanya Naomi kemudian berbalik menatap Brilly. Kedua alisnya menukik memeluk pakaian ganti. Namun tidak ada jawaban dari Brilly membuat Naomi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. "Mau kemana?" "Pakai pakaianku dulu, Kak." "Kenapa jauh-jauh? Di sini saja bisa." Naomi menoleh dan menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Dia menggelengkan kepala dan kembali melangkah masuk kamar mandi. "Nggak mau ah! Kamu lagi mode gragas soalnya." BRAAAKK Naomi menutup pintu kamar mandi dengan rapat

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 173. Lamar Aja!

    "Naomi..." "Mami..." Naomi memeluk Mami sesampainya dia di rumah. Rumah yang biasa sepi mendadak ramai kembali. Bahagia sekali Naomi melihat keberadaan Mami, Daddy dan tentunya Brilly. Sepertinya bukan hanya dia saja yang bahagia tetapi Gwen pun sama. Gwen terlihat amat sangat bahagia sekali hingga tak ingin lepas dari Daddy. "Maafkan Mami ya, Nak. Mami bukannya nggak mau mengabari kamu tapi katanya Brilly mau ngasih kejutan. Ya sudah Mami nurut aja." "Iya nggak apa-apa, Mi. Kejutannya berhasil kok, Mi. Ngejut banget pokoknya, Mi. Kak Brilly sukses buat aku menangis setiap malam. Nggak nyangka aku juga kalau Kak Brilly sampai begitu." Naomi merenggangkan pelukannya pada Mami dan menoleh ke arah Brilly yang hanya diam memperhatikannya dengan kedua tangan menyilang di dada. "Kalau begitu pantasnya aku ambekin atau gimana, Mi?" tanya Naomi yang kemudian berdecak mendengar itu. "Kalau kaya Mami sich langsung minta lamar aja, Naomi. Pas tiga bulan langsung menikah.

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 172. Sayang, ampun!

    "Hah? Aku nggak nakal. Aku masih ingat kamu. Aku juga nggak terima dia. Kami memang sering bertemu tetapi itu kebutuhan anak-anak. Bukan karena urusan orang tuanya," elak Naomi kemudian melangkah mundur sedikit memberi jarak untuk menjelaskan pada Brilly. "Kakak juga kenapa nggak ngabarin aku? Aku menghubungi Kakak, Mami, Daddy, sampai aku datang ke kantor Kakak untuk mendatangi Gani. Katanya Kakak sakit parah, tapi aku lihat Kakak malah sudah sembuh total. Kakak bisa berjalan. Kakak berdiri gagah. Kakak sengaja membohongi aku?" "Kenapa memangnya? Salah kalau aku ingin memberikan kejutan untukmu dan sengaja mengetes kesetiaanmu, hhm?" "Jadi Kakak nggak percaya sama aku? Kak Brilly nggak percaya kalau aku setia di sini nunggu Kakak? Iya? Kakak pikir aku mudah tergoda dengan laki-laki lain?" cecar Naomi. Mereka baru bertemu tetapi berujung ribut. Betul-betul seperti Tom and Jerry. Jauh dicari setelah dekat malah debat dan semua itu berawal dari rasa cemburu serta adanya oran

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 62. Bersenang-senang

    "Apa yang membuatmu ingin keluar dari sini? Khawatir dengan seorang pengkhianat?" tanya Brilly hingga membuat Naomi merapatkan bibirnya tetapi itu hanya sejenak saja. "Tapi Kak, kalau berduaan di kamar seperti ini pun tidak dibenarkan." "Apa tawaranmu dulu masih berlaku?" "Yang mana?" tanya

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 61. Melumat

    "Eugh...." Naomi melenguh saat ciuman Brilly semakin dalam menerobos masuk indera perasanya. Lidah Brilly mengabsen semua sisi tanpa ada yang terlewatkan. Jantung keduanya berdebar kencang apalagi Brilly yang terlihat sangat emosi sekali, seolah apa yang mereka lakukan ini adalah sebuah pelampia

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 60. Berontaklah, Sayang!

    "Kak apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai begini? Lepaskan, Kak!" Naomi kembali berusaha memberontak dengan jantung yang tak lagi bisa tertata debarannya. Apa yang Brilly lakukan tadi di awal saja sudah membuat Naomi terkejut. Naomi tidak menyangka jika ada keributan separah ini hingga membua

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 58. BOHONG!

    "Angkat kaki kamu dari rumah ini!" BRUUGH Maryam menjatuhkan diri tepat pada kedua kaki Lian yang kini sudah berbalik dan enggan mempertahankan Maryam lagi. Kedua tangan Maryam memegang kedua kaki Lian seraya mendongak memperhatikan tubuh pria itu dari belakang. "Tuan ampuni aku! Aku moh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status